Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Mengenal Film INDIE

No description
by

cristin rahmadani

on 20 September 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Mengenal Film INDIE

Mengenal FILM INDIE

Kategori Film
Film itu dapat dibedakan menjadi 2 yaitu
PASCA PRODUKSI
PRODUKSI
Pra Produksi
Manajemen Produksi FILM
Manajemen produksi Film merupakan semuaktifitas untuk mewujudkan sebuah karya Film.

Pada dasarnya pembuatan film ada 3 Tahap .

1. Praproduksi
2. produksi
3.Pasca Produksi


JENIS-JENIS SHOT
* ECU (Extrime Close Up)
Shot yang menampilkan detail obyek. Misalnya mata, hidung, atau telinga.

* MS (Medium Shot)
Shot yang menampilkan sebatas pinggang sampai atas kepala.

* TS (Total Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan obyek.
* ES (Establish Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan pemandangan atau suatu tempat untuk memberi orientasi tempat di mana peristiwa atau adegan itu terjadi.

* Two Shot
Shot yang menampilkan dua orang.
§ OSS (Over Shoulder Shot)
Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku, dan bahu si pelaku tampak atau kelihatan dalam frame. Obyek utama tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu lawan main.
Based on Jim Harvey's speech structures
FILM FIKSI dan NON FIKSI
Apa itu Film indie ?
Film yang lebih mengarah pada bentuk idealisme Non Komersial bersifat bebas namun tetap berada unsur pembuatan film yang seharusnya.

Film INDIE menggambarkan ide gagasan yang kuat yang berasal dari RISET.

Film INDIE dilihat dari konten gaya nggambarkan Visi Artistik .
Perkembangan Film indie tidak lepas dari adanya hambatan :
1. Mempertahankan sebuah idealisme menjadi seorang movie maker indie.
2.Kurangnya Sarana ,wahana atau tempat pemutaran film untuk mengapresiasikan hasil karya film indie.
Film pendek berhubungan dengan cerita yang pendek , tetapi bermakna besar, sebagaimana terjadi dalam dunia visual Art,telah megalami berbagai eksplorasi dari bentuk dan kreasi yang menghasilkan style yang sangat khas




Selain aspek misi dan penggarapan, film independen juga biasanya tidak dipatok dengan durasi seperti kebanyakan film mayor. Dalam beberapa event festival indie, sering film-film yang dikirimkan tidak berdurasi lama, tetapi masa tayangnya hanya sekitar 10-25 menit
Mengenal FILM INDIE
Film independen tidak melibatkan pemodal yang kuat sehingga untuk memproduksinya
karena ?
Alat yang digunakan juga tidak harus menggunakan movie camera atau kamera Supercam VHS, betacam, atau kamera digital yang kini lagi ngetren. Terkadang dengan camera handycam pun jadi


a. Analisa skenario yang menyangkut isi cerita, struktur dramatik, penyajian informasi, dan semua hal yang berhubungan dengan estetika dan tujuan artistik film.

b. Hasil analisa didiskusikan dengan semua Kepala Departemen (sinematografi, artistik, suara, editing) dan Produser untuk merumuskan konsep penyutradaraan film

1. SCRIP CONFERENCE
2. PEMILIHAN KRU
Sutradara dan Produser memilih dan menentukan Kru yang akan terlibat di dalam produksi.
3. CASTING
Sutradara menentukan dan melakukan casting terhadap para pemain utama dan pendukung yang dibantu oleh Asisten Sutradara dan Casting Director.
4. Latihan/rehearsal
a. Kepada pemain utama, sutradara menyampaikan visi dan misinya terhadap penokohan yang ada di dalam skenario, lalu mendiskusikannya dengan tujuan untuk membangun kesamaan persepsi karakter tokoh antara sutradara dan pemain utama.

b. Sutradara melakukan pembacaan skenario (reading) bersama seluruh pemain untuk membaca bagian dari dialog dan action pemain masing-masing.

c. Sutradara melakukan latihan pemeranan dengan pemain utama.

d. Sutradara melakukan evaluasi terhadap hasil latihan pemeranan yang telah direkam sebelumnya.

5. Hunting
a. Hunting lokasi bersama Penata Fotografi, Penata Artistik, Asisten Sutradara, dan Manajer Produksi

b. Menentukan lokasi yang akan digunakan shooting berdasarkan diskusi dengan Penata Fotografi, Penata Artistik, dan Penata Suara.

c. Sutradara memastikan lokasi berdasarkan semua aspek teknis.

Perencanaan shot dan blocking/planning coverage dan staging
a. Sutradara merumuskan dan menyusun director shot pada setiap scene yang ada di skenario.

b. Sutradara membuat ilustrasi staging pemain dan peletakan kamera ke dalam bentuk floorplan.

c. Sutradara membuat storyboard dibantu oleh storyboard artist.

7. Praproduksi Final
(Final Preproduction)
Sutradara melakukan diskusi/evaluasi bersama-sama dengan crew dan pemain utama untuk persiapan shooting yang terkait dengan teknis penyutradaraan dan artistik
Berdasarkan breakdown shooting, sutradara menjelaskan adegannya kepada Astradara (Asisten Sutradara) dan Kru utama lainnya tentang urutan shot yang akan diambil (take).
Mengkoordinasikan kepada Astrada untuk melakukan latihan blocking pemain yang disesuaikan dengan blocking kamera
Sutradara memberikan pengarahan terhadap pemain apabila dirasa kurang dalam akting
Sutradara mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam hal kreatif apabila ada persoalan di lapangan.
Melihat hasil shooting.
1. Bila ada catatan khusus dari laboratorium (untuk produksi film) atau Editor, Sutradara melihat dan mengevaluasi hasil shooting/materi editing.

2. Melihat dan mendiskusikan dengan Editor hasil rought cut dan fine cut.

3.Melakukan evaluasi tahap akhir dan diskusi dengan penata musik tentang ilustrasi musik yang telah dikonsepkan terlebih dulu pada saat praproduksi.
1.Melakukan evaluasi dan diskusi jalannya mixing berdasarkan konsep suara yang telah ditentukan pada saat praproduksi.

2.Berdasarkan konsep warna yang telah ditentukan pada saat praproduksi, Sutradara melakukan koreksi warna di laboratorium/studio, setelah berdiskusi dengan Produser dan Penata Fotografi.
* CU (Close Up)
Shot yang menampilkan dari batas bahu sampai atas kepala.

* MCU (Medium Close Up)
Shot yang menampilkan sebatas dada sampai atas kepala.

* BCU (Big Close Up)
Shot yang menampilkan bagian tubuh atau benda tertentu sehingga tampak besar. Misal : wajah manusia sebatas dagu sampai dahi
.


Jadwal atau working schedule disusun secara rinci dan detail, kapan, siapa saja , biaya dan peralatan apa saja yang diperlukan, dimana serta batas waktunya. Termasuk jadwal pengambilan gambar juga, scene dan shot keberapa yang harus diambil kapan dan dimana serta artisnya siapa
MENYUSUN JADWAL DAN BUDGETING
Full transcript