Loading presentation...
Prezi is an interactive zooming presentation

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

Ruddy Solang

on 2 March 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

GPIB Ora et Labora Pembinaan Pelkat Dari BPK ke Pelkat Dari BPK ke PELKAT Mekanisme Pola Kerja PELKAT PELAYANAN KATEGORIAL lanjutan ... lanjutan ... Dijumpai :
Bidang Pelayanan Kategorial (BPK) berubah menjadi Pelayanan Kategorial (PELKAT).
Pelkat disebut juga sebagai “UNIT MISIONER”
Bukan saja pelkat sebagai Unit Misioner, didalamnya ada juga Mupel, Departemen, Unit Usaha, Yayasan dst… TATA GEREJA GPIB 2010 Memulainya dari pemahaman tentang Unit Misioner karena Pelkat adalah bagian dari Unit Misioner Mengapa BPK berubah jadi Pelkat ? Dan bagaimana memahaminya dalam kaitan dengan Penguatan Peran Keluarga? Gereja yang tidak kelihatan, menunjuk kepada 'persekutuan Orang Kudus' dari segala abad dan tempat. Persekutuan ini juga dipahami sebagai 'tubuh Kristus, dengan Yesus Kristus sendiri sebagai kepala-Nya.
Gereja yang kelihatan, menunjuk pada kumpulan orang yang beribadah atau yang melakukan aktifitas persekutuan.  
1. Pemahaman Teologis Tentang Gereja 3. Gereja memandang dirinya sebagai organisme yang hidup. Bukan organ yang mati. Jadi ada dinamika internal yang terus menerus terjadi dalam Gereja sendiri. Ini terjadi karena peranan Roh Kudus sebagai Roh yang menghidupkan.

4. Gereja juga memandang dirinya dalam rangka Misio Dei, yakni misi Tuhan sendiri. Misi Tuhan adalah keselamatan bagi dunia ini. Gereja melihat dirinya sebagai alat Kristus dalam rangka menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini. 5. Gereja melihat eksistensi dirinya sebagai ada dalam dunia, akan tetapi bukan dari dunia. Ini bukan berarti bahwa Gereja melepaskan diri dari konteks dimana Gereja ada. Tetapi ini mau menunjukkan bahwa inisiatif untuk menghadirkan Gereja bukan datang dari dunia ini, melainkan datang dari Allah sendiri. 6. Gereja diutus kedalam dunia, berarti Gereja harus memasuki setiap bagian dunia dengan pergumulannya.

Dengan demikian penekanan bukan lagi pada kwantitas melainkan bagaimana kwalitas kehadiran dan kwalitas keterlibatan warga Gereja untuk meningkatkan kwalitas masyarakat menuju damai sejahtera, itulah yang menjadi tekanan. Persidangan Sinode GPIB di Bandung Oktober 1964 direstui konsep 'Jemaat Misioner'.
Dengan sendirinya konsep Jemaat Misioner ini merupakan konsekwensi dari konsep Misi Gereja. Sebab bagaimanapun Gereja pada karakteristik dasarnya pastilah selalu misioner.
Konsep Jemaat Misioner tentu saja berakar dari konsep Misio Dei , itu berarti menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini = menghadirkan damai sejahtera dalam masyarakat  
2. Gereja Misioner 1. Missi transformatif bukan hanya berarti misi itu mentransformasikan, melainkan bahwa misi itu juga mengalami transformasi. Transformasi ini terjadi karena pergeseran paradigma. Pergeseran Misi transformatif ini mulai dengan kesadaran kembali bahwa misi adalah pelayanan oleh seluruh umat Allah. 3. Misi Transformatif
4. Gereja yang ada dalam dunia tidak lagi melihat dunia sebagai yang harus ditransformsi, tetapi Gereja sebagai bagian dunia juga harus mengalami transformasi itu. Dalam rangka transformasi inilah kita berjalan dalam Misio Dei menuju damai sejahtera. Dalam Tata Dasar GPIB pada pasal 16 tentang Unit Misioner dikatakan :
1. Unit Misioner adalah wadah pembinaan dan pelaksana misi GPlB dalam rangka pembangunan jemaat secara berkesinambungan

2. Unit-unit Misioner adalah :
- Pelayanan Kategorial
- Komisi, Panitia, Kelompok Kerja, Musyawarah Pelayanan, Kelompok Fungsional dan Profesional, Unit Usaha Milik Gereja, Yayasan, Departemen.
 
4. Pengaturan Unit Misioner Dalam Tata Gereja GPIB
Kalau dilihat apa yang dicakup oleh 'unit Misioner' ini maka kita menyadari bahwa ada 'perubahan pikiran tentang misi Gereja'. Dengan demikian 'model' unit misioner adalah perkembangan model GPIB dalam menjawab tantangan misionernya. Maka Unit Misioner ini harus diletakkan dalam perkembangan pelayanan dan pemikiran tentang pelayanan dalam konteks GPIB sendiri. Basis pertama adalah keluarga.

Keluarga adalah lembaga yang tidak akan pernah terhapus dari muka bumi, karena keluarga, dari data Alkitab pada sejarahnya yang paling pertama adalah bentukan Allah sendiri. Karena itu penguatan peran keluarga menjadi hal yang sangat vital. Tiga Basis Unit Misioner Dalam Melaksanakan Misi Transformatif:
Basis kedua adalah Persekutuan.

Persekutuan adalah lembaga yang hadir karena panggilan Allah.Karena itu persekutuan itu kemudian disebut 'ekklesia' kumpulan orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan dosa kepada terang Yesus Kristus yang ajaib.
Basis ketiga adalah Masyarakat.

Warga Gereja bertemu dalam dan sebagai sesama warga masyarakat kemudian melakukan pelayanan yang jelas merupakan pelayanan masyarakat, akan tetapi apa yang dilakukan itu sekaligus diyakini sebagai tugas panggilan gereja. Dengan demikian, Unit Misioner memang merupakan pelaksana pelayanan pada garda yang paling depan. Kita bisa melihat bahwa ada Unit Misioner yang merupakan (pelayanan Kategorial (Pelkat) dan ada yang diluar itu (non Pelkat).

Pendekatan yang sudah dibangun diatas menunjukan bahwa Unit Misioner ini harus diletakkan dalam perkembangan pelayanan dan pemikiran tentang pelayanan dalam konteks GPIB sendiri.

Kata kuncinya : Pelayanan 4. Bidang Pelayanan Kategorial (BPK) Menjadi Pelayanan Kategorial (Pelkat) Dengan demikian fokus Pelkat sebagai Unit Misioner yaitu pada pelayanannya dan bukan berorientasi pada masing-masing bidangnya karena jika penekanannya pada bidang maka akibatnya setiap bidang pelayanan hanya memperhatikan dan mengurus bidangnya saja. Dengan demikian fokus Pelkat sebagai Unit Misioner yaitu pada pelayanannya dan bukan berorientasi pada masing-masing bidangnya karena jika penekanannya pada bidang maka akibatnya setiap bidang pelayanan hanya memperhatikan dan mengurus bidangnya saja. Seringkali setiap kategori lebih mengutamakan kepentingan kategorinya sendiri sehingga terjadi pengkotakan.
Pola pembinaan dan materi bina hanya hanya terfokus untuk kategorinya saja tanpa menempatkannya secara berjenjang dan berkesinambungan mulai dari PA sampai PKLU.
Program kerja seringkali tumpang-tindih dengan kategori maupun bidang lain. BPK Dalam Kenyataannya (sebelum menjadi Pelkat) : Materi pembinaan untuk Pelkat ditata secara terpadu dan berkesinambungan dimulai dari : PA – PT – GP – PKP – PKB – PKLU.


Kordinasi antar kategori Pelkat lebih terjalin dan terarah sehingga menghindari terjadinya tumpang-tindih dan pengkotakan. Kordinasi dan kerja sama tidak hanya terjadi antar kategori saja tetapi juga dengan unit-unit misioner yang lain. 1. Pelkat sebagai unit misioner berorientasi pada pelayanan dengan sasaran pengembangan yang jelas yaitu kehadiran Pelkat berorientasi pada penguatan peran keluarga sekaligus mempersiapkan anggota keluarga menyadari dan melaksanakan tugas misionernya di dalam keluarga dan masyarakat. Fokus Pendekatan Pelkat sekarang adalah : Diperlukan :
Kebersamaan dan kerja sama dengan unit-unit misioner lainnya.
Merumuskan kurikulum pembinaan yang berjenjang, berkesinambungan dan sesuai kebutuhan.
Merevisi materi bina Pelkat .
Ketulusan, kerendahan hati serta kesetiaan pada komitmen pelayanan akan menuntun kita untuk tidak hanya menghasilkan keluarga yang kuat dan sejahtera melainkan dengan sendirinya kita telah membentuk dan mempersiapkan warga Gereja untuk diutus ke dalam masyarakat melaksanakan panggilan misionernya. MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB JEMAAT KE-304
SION SAMUNTE
KALTIM 1 GPM GMIM GMIT UJUNG TIMUR
IMMANUEL BAU-2, P.BUTON SULTENG UJUNG UTARA
SION, P.NUNUKAN, KALTIM UJUNG SELATAN
EKKLESIA BUNR, KUTA - BALI UJUNG BARAT
PATMOS, SABANG-NAD WILAYAH G P I B MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PELKAT -> UNIT MISIONER
MASA TUGAS PENGURUS PELKAT DI TINGKAT JEMAAT SAMA DENGAN MASA TUGAS PHMJ PERUBAHAN TAGER 2010 MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB SEBAGAI UNIT MISIONER DI GPIB, BERTUGAS :

MEMBINA WARGA GEREJA
SESUAI KATEGORI,
GUNA MELAKSANAKAN
PANGGILAN DAN PENGUTUSAN GEREJA
(VISI-MISI-TEMA GPIB) TUGAS UTAMA
PELAYANAN KATEGORIAL MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PENINGKATAN SPIRITUALITAS
PENINGKATAN PERAN KELUARGA
SUMBER KADER PIMPINAN GEREJA DAN MASYARAKAT SASARAN PELKAT GPIB MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB 12 OKT
2010
(SEGAR & HIJAU) PKFP
&
PKLU PKP
18 FEB ’65
(ANGGUN) PT
30 JAN ’82
(BERKEMBANG) PA
6 SEP ’59
(MUDA BELIA) GPIB
31 OKT ‘48 PKB
11 JUL ’81
(TANGGUH & LUWES) GP
15 JUL ‘50
(SETIA & BERANI) SEJARAH GPIB & PELKAT PKLU
>60 TH PA
0-12 TH MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PKP
> 35 TH/
SUDAH
MENIKAH PT
13-17 TH PKB
> 35 TH/
SUDAH
MENIKAH 17-18 TH GP
18-35 TH JALUR PEMBINAAN WARGA GEREJA FUNGSI PENGURUS PELKAT MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB MEMBANTU MS / MJ;
MEMIKIRKAN PENJABARAN KEBIJAKAN
MULAI DARI PERENCANAAN, PELAKSANAAN, PEMBINAAN, PENGENDALIAN S/D EVALUASI SECARA KATEGORIAL MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PA : ANAK BERKARAKTER POSITIF DALAM MEWUJUDKAN DAMAI SEJAHTERA ALLAH
PT : TERUNA KREATIF DAN DINAMIS YANG MENJADI BERKAT
GP : PEMUDA YANG MISIONER
PKP : PEREMPUAN YANG MENJADI TELADAN DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT
PKB : BAPAK YANG MEMBANGUN DAN MENJAGA KEUTUHAN KELUARGA GUNA MENJADI BERKAT DI MASYARAKAT DEMI KEMULIAAN ALLAH
PKLU : KOMUNIKASI PKLU SEBAGAI TELADAN BAGI ANAK, CUCU DAN KELUARGA SASARAN PER PELKAT MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PA : PELAYAN -> KOMITMEN, PEDULI & MENGUPAYAKAN YG TERBAIK. ANAK -> ANDALKAN TUHAN, CINTA KELUARGA, PANTANG MENYERAH DAN MENJADI BERKAT
PT : PELAYAN -> KOMITMEN,PEKA, PEDULI & MEMILIKI KERENDAHAN HATI. TERUNA -> MEMILIKI RELASI YANG BAIK DENGAN TUHAN DAN BERANI BERSAKSI, MENJADI BERKAT DALAM KELUARGA, PERCAYA DIRI, KREATIF, DINAMIS & MANDIRI
GP : MENJADI KADER GEREJA DAN MASYARAKAT YANG BISA DIANDALKAN
PKP : MAMPU MEMBINA SUASANA YANG BAIK DI LINGKUNGAN SEKITAR KELUARGA & MASYARAKAT
PKB : BAPAK YANG MELINDUNGI KELUARGA
PKLU : SPRITUALITAS KUAT & SELALU BERSYUKUR KUALITAS SDI MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PA : SENANTIASA BERDOA & BERSYUKUR, TAAT & HORMAT, RAMAH & RENDAH HATI, RAJIN & BERTANGGUNGJAWAB, BERANI & PANTANG MENYERAH
PT : KESUKAANNYA ADALAH FIRMAN TUHAN, MENJADI PARTNER BAGI ORANG TUA, ENERGIK, KREATIF DAN DINAMIS,MEMAHAMI PERBEDAAN, MAMPU MEMILIH YANG POSITIF
GP : PEMUDA YANG DINAMIS, KREATIF, SETIA & BERANI
PKP : RENDAH HATI, MEMBINA KELUARGA, BERPIKIR KONSTRUKTIF, AKTIF DALAM PERSEKUTUAN, MEMBUKA DIRI TERHADAP MASYARAKAT SEKELILING
PKB : BAPAK YANG TANGGUH DAN LUWES
PKLU : PERCAYA DIRI SENDIRI DAN MAMPU MEMBAWA PERUBAHAN DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT

PROFIL PELKAT SECARA MENYELURUH, PELKAT MENJADI UJUNG TOMBAK PELAKSANA VISI DAN MISI GPIB, SPRITUALITAS YANG TEGUH, MANDIRI, KREATIF, PEDULI, DINAMIS, TERBUKA, MAMPU BEKERJASAMA, BERPIKIR SECARA GLOBAL & BERTINDAK SECARA LOKAL PROFIL SDI MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PA : SPIRITUAL DAN SOSIAL
PT : SPRITUAL, SOSIAL, KREATIF
GP : SPIRITUAL, SOSIALIALISASI, WAWASAN KEBANGSAAN DAN GLOBAL, KADER GEREJA DAN MASYARAKAT, PEMBINAAN YANG TEPAT GUNA
PKP : KEGEREJAAN, KEKELUARGAAN, KEWIRAUSAHAAN, KEMASYARAKATAN
PKB : KEGEREJAAN, KEKELUARGAAN, KEWIRAUSAHAAN, KEMASYARAKATAN
PKLU : SPRITUAL, SOSIAL, INTELEKTUAL, FISIK POKOK KEGIATAN JENJANG PENGESAHAN MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB TINGKAT SINODAL PADA PERSIDANGAN SINODE TAHUNAN
TINGKAT JEMAAT PADA SIDANG MAJELIS JEMAAT
TINGKAT MUPEL PADA RAPAT KERJA MAJELIS JEMAAT SE-MUPEL PROGRAM & ANGGARAN TAHUNAN GPIB MEKANISME PENYUSUNAN PROGRAM MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB 1 JAN - 31 MAR 1 OKT - 31 DES 1 JUL - 30 SEP 1 APR - 30 JUN TRIWULAN IV TRIWULAN III TRIWULAN II TRIWULAN I EVALUASI BULANAN PER-PELKAT,
EVALUASI TRIWULANAN TERPADU (KE-6 PELKAT)
BERSAMA FUNGSIONARIS PELKAT &
ANTISIPASI TRIWULAN BERIKUTNYA.
BIASAKAN MENYUSUN LAPORAN
SECARA TERTULIS, RINCIAN KEGIATAN DAN KEUANGAN. MAR FEB PENYUSUNAN & PENGESAHAN
PROGRAM & ANGGARAN
TINGKAT JEMAAT EVALUASI,
PENYUSUNAN & PENGESAHAN
PROGRAM & ANGGARAN
TINGKAT SINODAL JAN EVALUASI KEGIATAN 9 BLN &
ANTISIPASI KEGIATAN 3 BLN KALENDER KEGIATAN GPIB :
1 APRIL S/D 31 MARET TAHUN BERIKUTNYA MEKANISME PELAKSANAAN PROGRAM MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB KALENDER KEGIATAN
SETIAP KEGIATAN DI KELOMPOKAN BERDASARKAN BIDANG (IMAJI, PELKES, GERMAS, BINDIK, LITBANG, DLL)
BUAT KOLOM-2 : URAIAN KEGIATAN, TUJUAN / SASARAN, WAKTU PELAKSANAAN, PESERTA, PEMASUKKAN, PENGELUARAN, PELAKSANA / PENANGGUNGJAWAB MEKANISME PELAKSANAAN PROGRAM MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PROPOSAL KEGIATAN
DIBUAT SEKALIGUS UNTUK KEGIATAN-2 YANG BERSIFAT PROGRAM / INSIDENTIL DALAM 1 (SATU) TRIWULAN (PALING LAMBAT DISERAHKAN PADA MINGGU PERTAMA SETIAP AWAL TRIWULAN)
UNTUK KEGIATAN-2 YANG BERSIFAT RUTIN TIDAK PERLU PROPOSAL MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PENDANAAN KEGIATAN
GPIB MENGANUT SISTEM ANGGARAN BERIMBANG
PENDAPATAN DIPRIORITASKAN BAGI KEGIATAN-2 RUTIN
KELEBIHAN PENDAPATAN BISA DIALOKASIKAN UNTUK KEGIATAN BERSIFAT PROGRAM / INSIDENTIL
KADANG UNTUK MEMBIAYAI KEGIATAN YANG BERSIFAT PROGRAM DIPERLUKAN PENGGALANGAN DANA
SELURUH HASIL PENGGALANGAN DANA DIKUMPULKAN DI KAS MS (SINODAL) / KAS MJ (JEMAAT), BUKAN DI KAS PELKAT
PENGALOKASIAN DANA DITENTUKAN OLEH MS / MJ, BUKAN OLEH DEWAN / PENGURUS PELKAT MEKANISME PELAKSANAAN PROGRAM MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PELAYANAN ANAK
BOBOT PENTING PERHATIAN PADA : PELETAKAN / PENANAMAN NILAI-NILAI DASAR AJARAN GEREJA ( GPIB )
CIRI PELAYAN ANAK YANG DIHARAPKAN : MEMAHAMI PERILAKU ANAK, SABAR, BERDEDIKASI TINGGI , MENGENAL SEDIKIT LATAR BELAKANG PEDAGODIK, MAMPU MELAKUKAN EVALUASI DENGAN MATANG.
CONTOH2 PROGRAM

IBADAH RUTIN, LATIHAN BERDOA, BERNYANYI, REKREASI KE OBYEK-OBYEK SEJARAH, PENGENALAN CERITA-CERITA ALKITAB, HAFALAN TERHADAP NAMA-NAMA TOKOH DALAM ALKITAB, DSB
KEPADA PARA PELAYAN : PERSIAPAN PENGAJARAN, LATIHAN PENYUSUNAN MATERI AJAR, PENGEMBANGAN TEKNIK-TEKNIK MENGAJAR DAN EVALUASI MENGAJAR, PENELAAHAN ALKITAB SECARA RUTIN, DSB MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PERSEKUTUAN TERUNA
DIARAHKAN PADA PENGEMBANGAN KREATIFITAS YANG BERAKAR PADA JALUR DASAR-DASAR AJARAN GEREJA PEMBINAAN KATEGORI TERUNA MENGAKIBATKAN PERUBAHAN PERILAKU
CIRI PELAYAN TERUNA YANG DIHARAPKAN : MAMPU MENGANALISIS MASALAH, KEBUTUHAN ANAK LAYAN, MENGGERAKKAN ANAK LAYAN MELAKUKAN PERUBAHAN PERILAKU, MAMPU MEMBANGUN PERSEKUTUAN YANG SOLID, MAMPU MENGEMBANGKAN METODA BELAJAR, MAMPU MELAKUKAN EVALUASI. PELAYAN PT = ‘GURU’, PENGANALISIS, PENASEHAT / MOTIVATOR , ORGANISATOR
CONTOH2 PROGRAM

IBADAH RUTIN, CAMPING (RETREAT), MELUKIS ATAU SKETSA PETA PERJALANAN (EXODUS) BANI ISRAEL DARI MESIR KE KANAAN, MENGARANG CERITA SEBAGAI ALPIKASI CERITA ALKITAB, CERDAS CERMAT, KUNJUNGAN KE OBYEK ROHANI DAN MEMBUAT RESUME, DEBAT TENTANG TOPIK-TOPIK TERTENTU, MEMIMPIN KERJA KELOMPOK, DSB. MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB GERAKAN PEMUDA
- DIARAHKAN PADA PENCAPAIAN PRESTASI YANG OPTIMAL  DIDAPAT DARI FALSAFAH HIDUP BERGEREJA YANG KUAT & KREATIVITAS YANG DIPUPUK HINGGA OPTIMAL
CONTOH2 PROGRAM
IBADAH RUTIN DENGAN LITURGY YANG SPESIFIK DAN TIDAK KAKU SEPERTI IBADAH GEREJAWI LAINNYA. TIDAK KAKU DI SINI DIMAKSUDKAN AGAR DALAM KETERATURAN DAN KETERTIBAN, PARA PEMUDA DAPAT MENGEXPRESIKAN BAKAT DAN KEMAMPUANNYA.
LOMBA PADUAN SUARA MAUPUN OLAH RAGA
CAMPING/CROSS COUNTRY (OUTDOOR RECREATION)
SEMINAR DALAM BERBAGAI BIDANG; KHUSUSNYA MASALAH PEMUDA DAN REMAJA, BAHAYA AIDS DAN NARKOBA, MASA DEPAN KELUARGA, DSB
PENTAS DRAMA DAN SENI MUSIC GEREJA
PELATIHAN-PELATIHAN DALAM BIDANG ORGANISASI, KEPEMIMPINAN, DSB
LOMBA PENGEMBANGAN KARYA ILMIAH DAN INNOVASI
KERJA BAKTI DAN PERKUNJUNGAN SOSIAL
PENGEMBANGAN WAWASAN KEGEREJAAN, POLITIK, BUDAYA DLL
PELATIHAN DALAM BIDANG KEPRAMUKAAN, SAR, PALANG MERAH, DSB
PENGEMBANGAN WAWASAN OIKUMENIS DAN KEMASYARAKATAN LAINNYA MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PERSEKUTUAN KAUM PEREMPUAN
HENDAKNYA PROGRAM PELKAT PKP PUNYA CIRI/UNIQUENESS ( BISA MENONJOLKAN CIRI ‘GENDER’ ) , TIDAK MERUPAKAN DUPLIKASI PROGRAM JEMAAT
CONTOH2 PROGRAM
IBADAH RUTIN DENGAN LITURGI KHUSUS BERNUANSA “PEREMPUAN”
PELATIHAN KETERAMPILAN SEPERTI ;PEMBUATAN HANDICRAFT, MEMASAK, MENJAHIT, MERANGKAI BUNGA, TATA RIAS, TATA BUSANA, TATA BOGA, DSB
SEMINAR TOPIC-TOPIK KHUSUS YANG BERHUBUNGAN DENGAN CARA MENGASUH ANAK, KESEHATAN KELUARGA, PENDIDIKAN ANAK, KESEJAHTERAAN KELUARGA, DSB
LATIHAN KEPEMIMPINAN WANITA, KETERAMPILAN ORGANISASI, DSB
PENGEMBANGAN PELAYANAN DALAM BIDANG PELKES DAN GERMAS, DLL MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PERSEKUTUAN KAUM BAPAK
PERHATIKAN WAKTU YANG PALING TEPAT UNTUK KEGIATAN PKP-PKB
CONTOH2 PROGRAM
IBADAH RUTIN DENGAN NUANSA KHUSUS LAKI-LAKI SEPERTI SARAPAN PAGI BERSAMA DI TEMPAT-TEMPAT TERTENTU
OLAH RAGA BERSAMA TERUTAMA YANG SANTAI UNTUK SEKEDAR MENGHIMPUN BAPAK-BAPAK YANG SEHARI-HARI PENUH DENGAN KETEGANGAN KERJA, DSB.
PENTAS MUSIK BERSAMA, LOMBA KARAOKE, LOMBA MEMASAK, DSB
PEMBINAAN ORGANISASI DAN GERMAS
SEMINAR TOPIC-TOPIK KHUSUS SEPERTI POLA PEMBINAAN KELUARGA, PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA, PENGEMBANGAN EKONOMI GEREJA, DSB
DISKUSI POLITIK DAN MASALAH KEMASYARAKATAN YANG LAGI MENCUAT
PERTANDINGAN PERSAHABATAN DALAM LOMBA PADUAN SUARA, OLAHRAGA, DSB MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PERSEKUTUAN KAUM LANJUT USIA
KONDISI : UMUMNYA ANAK TELAH MENIKAH,KELUAR DARI RUMAH, MULAI MERASA KESEPIAN
PROGRAM YANG DISUSUN HENDAKNYA BISA MEMBERI RASA KEBERMAKNAAN DAN DIRASAKAN MANFAAT-NYA DI MASA LANJUT USIA.
CONTOH2 PROGRAM :
IBADAH RUTIN UNTUK LEBIH MEMPERAT PERSEKUTUAN DAN LEBIH MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN
OLAH RAGA RINGAN BERSAMA
PADUAN SUARA DAN PENTAS KESENIAN LAINNYA
PIKNIK BERSAMA KE LOKASI-LOKASI YANG TEPAT BAGI KESEHATAN DSB
SARANA BERKUMPUL LAINNYA SEPERTI NONTON BERSAMA, MAKAN SEHAT BERSAMA, DISKUSI BERSAMA TENTANG TOPIK TERTENTU. MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB PA-PT : PEMBINAAN PRESBITER PENDAMPING PERSIAPAN PELAYAN PA & PT, LOKAKARYA BERNYANYI
PT-GP : SOSIALISASI PENCEGAHAN NARKOBA
PA-PKP-PKB-PKLU : PEMBINAAN KELUARGA MENDAMPINGI ANAK KECIL
PT-PKP-PKB-PKLU : PEMBINAAN KELUARGA MENDAMPINGI ANAK REMAJA, KARIER DAY (PEMBINAAN PEMINATAN)
GP-PKP-PKB-PKLU-PKFP : PEMBINAAN KELUARGA MENDAMPINGI ANAK MUDA, PEMBERDAYAAN EKONOMI
PKP-PKB : PEMBINAAN KELUARGA SEJAHTERA
PKP-PKB-PKLU : PEMBINAAN KESEHATAN, EMPTY NEST SYNDROME
PA-PT-GP-PKP-PKB-PKLU : PF DI IMPA SESUAI HUT PELKAT (PKP, PKB, PKLU), PROGRAM BERSAMA MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB KESEDERHANAAN RENCANA KERJA (SMART)
S ( SPECIFIC ) – TIDAK BERMAKNA GANDA DAN JELAS PERBEDAAN DENGAN KEGIATAN LAIN YANG DIUSULKAN . MIS : LATIHAN PADUAN SUARA PEMUDA
M ( MEASURABLE ) – TERUKUR SECARA KUALITATIF DAN KUANTITATIF DENGAN MENGGUNAKAN INDIKATOR KEBERHASILAN YANG JELAS. MIS : PENGUASAAN 1 BUAH LAGU BARU DALAM 3 KALI PERTEMUAN
A ( ACTION – ORIENTED ) – BERORIENTASI PADA TINDAKAN YANG TERSURAT JELAS. MIS : LATIHAN PS  BERNYANYI PUJI-PUJIAN
R ( REASONABLE ) - TINDAKAN YANG DIAJUKAN “MASUK AKAL” . MIS. PS PEMUDA GEREJA DENGAN KEMAMPUAN VOKAL YANG MASIH KUAT, BERLATIH PUJI-PUJIAN UNTUK MENJADI BAGIAN IBADAH HARI MINGGU.
T ( TIME BOUND )- TERIKAT PADA WAKTU – MIS. LATIHAN PS SEMINGGU 2 KALI – SETIAP HARI SELASA & MINGGU SELAMA 2 JAM.
HENDAKNYA KEGIATAN DIRUMUSKAN SEDERHANA , AGAR MUDAH DIMODIFIKASI SESUAI SIKON DAN SUMBER DAYA YANG TERBATAS DAN DINAMIS MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB KERJASAMA TIM KUNCI KERJASAMA TIM ADALAH KOMUNIKASI YANG EFEKTIF & EFISIEN, KENAL KELEBIHAN DAN KEKURANGAN, KENAL KEPRIBADIAN BAIK SESAMA PENGURUS DALAM KATEGORIAL, LINTAS KATEGORIAL, LINTAS UNIT MISIONER DAN DENGAN MAJELIS JEMAAT. MEKANISME POLA KERJA PELKAT MATERI BINA PENGURUS PELKAT GPIB KERJASAMA TIM PERLU DITEKANKAN HUBUNGAN / RELASI YANG BAIK ANTAR ANGGOTA SUATU TIM / ORGANISASI  UNSUR EMOSIONAL DAN SPIRITUAL
HASIL PENELITIAN :
85 % MASALAH ORGANISASI BERSUMBER PADA RUSAKNYA HUBUNGAN ANTAR ANGGOTA KETIMBANG PENGETAHUAN TEKNIS
63 % KINERJA ORGANISASI BERASAL DARI HUBUNGAN KERJA YANG SEHAT
Full transcript