Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

ROTARY ENCORDER

No description
by

on 21 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of ROTARY ENCORDER

Rotary Encorder
DEFINISI
Sensor adalah piranti yang mentransform (mengubah) suatu nilai (isyarat/energi) fisik ke nilai fisik yang lain
Menghubungkan antara fisik nyata dan industri electric dan piranti elektronika
Di dunia industri berguna untuk monitoring, controlling, dan proteksi
Sering disebut juga dengan Transducer
Tidak terbatas pada pengukuran besaran fisik saja, tetapi juga pada kimia, dan biologi

Kelompok 4
1. Adnan Pramudyo
2. Amanda Selvia
3. Annisya Nurul Latif
4. Budi Agung P.
5. Desy Faryani
6. Fitri Lu'ailik
7. Haedar Hidayatullah
8. Indra Arif Firmansya
9. Ipah Saripah
10. M. Iqbal
11. Yulius Tandi Limbong
Rotary Encoder
Rotary Encoder pada umumnya dikenal sebagai salah satu sensor kecepatan, karena pada dasarnya bentuk fisik dari rotary encoder adalah suatu lempengan yang berbentuk lingkaran yang disalah satu busurnya mempunyai celah, dan celah ini yang dimanfaatkan sebagai tempat untuk memutus sinyal yang diberikan dalam bentuk cahaya, karena lempengan ini diletakkan di tengah antara sumber cahaya dan juga penerima cahaya, ini artinya setiap lembengan iti berputar tentunya dalam satu kali periode putaran penuh tentu akan satu kali sumber cahaya akan mengenai penerima cahaya,

Prinsip Kerja Rotary Encorder
Pendahuluan
Rotary encoder adalah divais elektromekanik yang dapat memonitor gerakan dan posisi.
Rotary encoder umumnya menggunakan sensor optik untuk menghasilkan serial pulsa yang dapat diartikan menjadi gerakan, posisi, dan arah.
Posisi sudut suatu poros benda berputar dapat diolah menjadi informasi berupa kode digital

Gambar Kontruksi
Komponen Rotary Encoder
Umumnya Rotary Encoder terdiri dari:
Disk berlubang yang terhubung dengan motor
Sumber Cahaya (LED)
Photo Detector

Bagian Rotary Encorder
Cara Menghitung
waktu yang diperlukan lempengan ini dalam berputar untuk mengenai cahaya ini lah yang akan kita pakai dalam perhitungan dalam menentukan kecepatan putaran.

Keliling lingkaran = 2 x phi∏ x r

Gambar Rotary Encorder
Rangkaian Sederhana
Prinsip Kerja Secara Umum
Pada gambar diatas light source dapat kita gunakan led inframerah atau komponen yang mampu menembakkan cahaya sedangkan  disisi kanan light receive dapat kita gunakan sensor cahaya seperti photodiode
ketika light source berpotongan denga lempengan maka transistor akan aktif sehingga  dapat memberi logika pada controller (PLC atau mikrokontroler) sedangkan ketika light source tidak berpotongan oleh lempengan maka transistor kondisinya cut-off dan tidak ada perubahan logika yang terkitrim ke mikrokontroler.

Sensor putaran atau kecepatan dapat dibuat dengan sebuat optocoupler tipe “U” dan sebuah roda cacah. Sensor putaran atau kecepatan ini dapat digunakan untuk membaca putaran suatu object yang berputar seperti roda kendaraan, putaran motor listrik dan lain nya. Sensor putaran atau kecepatan ini dibuat dengan optocoupler tipe “U” yang ditengahnya diletakan sebuah roda cacah.
Optocoupler merupakan komponen optoisolator yang memiliki karakteristik penerima (photo transistor) akan mengalami perubahan logika bila terjadi perubahan intensitas cahaya yang dipancarkan oleh pemancar (LED infra merah) untuk penerima. Foto transistor merupakan jenis transistor yang peka terhadap cahaya infra merah
Terdapat dua tipe utama rotary encoder, yaitu tipe absolut dan tipe relatif. Rotary encoder, atau disebut juga Shaft encoder, merupakan perangkat elektromekanikal yang digunakan untuk mengkonversi posisi anguler (sudut) dari shaft (lubang) atau roda ke dalam kode digital, menjadikannya semacam tranduser.
Perangkat ini biasanya digunakan dalam bidang robotika, perangkat masukan komputer (seperti optomekanikal mouse dan trackball), serta digunakan dalam kendali putaran radar, dll
Output Encorder
Output enkoder berupa sinyal pulsa yang frekuensinya berbanding lurus dengan kecepatan motor, agar data kecepatan dapat dibaca oleh ADC mikrokontroller, maka output encoder terlebih dahulu harus dikonversi menjadi tegangan. Oleh karena itu ouput encoder dihubungkan ke rangkaian FtoV (frekuensi ke tegangan) dimana rangkaian ini akan mengubah besaran frekuensi (sinyal dari encoder) yang masuk menjadi besaran tegangan yang dalam hal ini digunakan sebagai umpan balik dari kecepatan motor. Adapun rangkaian encoder dapat dilihat sebagai berikut :

Jenis-jenis Rotary Encorder
Incremental(1)
Incremental (2)
Umumnya Rotary Encoder jenis ini memiliki 2 cincin dengan sensor (A dan B) serta 1 Index (Z)

Absolut 1
Rotary Encoder jenis ini dicirikan dengan jumlah cincin yang lebih dari 2, cincin terdalam memiliki 1 segmen(lubang), jumlah segmen berkelipatan 2 tiap cincin hingga cincin terluar dengan segmen terbanyak. Tiap-tiap cincin memiliki Sumber Cahaya dan Detektor masing-masing

Absolut 2
Jumlah Cincin = 8
Jumlah Segmen pada cincin terdalam = 1
Jumlah Segmen pada cincin terluar = 27

Absolut 3
Virtual Absolute(1)
Rotary Encoder ini merupakan pengembangan dari Incremental Rotary Encoder, dimana terdapat banyaknya segmen pada bagian Index
Absolut Rotary Encorder
Absolute encoder menggunakan piringan dan sinyal optik yang diatur sedemikian sehingga dapat menghasilkan kode digital untuk menyatakan sejumlah posisi tertentu dari poros yang dihubungkan padanya.
Piringan yang digunakan untuk absolut encoder tersusun dari segmen-segmen cincin konsentris yang dimulai dari bagian tengah piringan ke arah tepi luar piringan yang jumlah segmennya selalu dua kali jumlah segmen cincin sebelumnya.
Cincin pertama di bagian paling dalam memiliki satu segmen transparan dan satu segmen gelap, cincin kedua memiliki dua segmen transparan dan dua segmen gelap, dan seterusnya hingga cincin terluar.
Diperlukan pasangan LED dan photo-transistor sebanyak jumlah cincin, untuk menghasilkan sistem biner pada susunan cincin.

Virtual Absolute 2
INCREMENTAL ROTARY ENCODER (TIPE RELATIF)
Incremental encoder terdiri dari dua track atau single track dan dua sensor yang disebut channel A dan B . Ketika poros berputar, deretan pulsa akan muncul di masing-masing channel pada frekuensi yang proporsional dengan kecepatan putar sedangkan hubungan fasa antara channel A dan B menghasilkan arah putaran.

Dengan menghitung jumlah pulsa yang terjadi terhadap resolusi piringan maka putaran dapat diukur. Untuk mengetahui arah putaran, dengan mengetahui channel mana yang leading terhadap channel satunya dapat kita tentukan arah putaran yang terjadi.
kedua channel tersebut akan selalu berbeda fasa seperempat putaran (quadrature signal). Seringkali terdapat output channel ketiga, disebut INDEX, yang menghasilkan satu pulsa per putaran berguna untuk menghitung jumlah putaran yang terjadi.

THANK YOU
Full transcript