Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

Nur Azizah

on 24 February 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

2. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)/
Indeks Harga Produsen (IHP)
Perhitungan Indeks Harga Perdagangan Besar menggunakan data Harga Perdagangan Besar (HPB),mencakup barang-barang perdagangan dalam jumlah besar (grosir) yang terdiri atas hasil pertanian, hasil pertambangan, hasil industri,impor dan ekspor.
Indeks Harga Perdagangan Besar berguna untuk melihat perkembangan perekonomian secara nasional. Perhitungan indeks harga perdagangan besar juga menggunakan rumus

Laspeyres. ANGKA INDEKS Contoh:
Dari tahun dasar 1997 menjadi 2000, akibatnya semua indeksnya akan berubah Nilai Nominal
Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertera pada uang yang diakui secara resmi sebagai alat tukar atau alat pembayaran. Misalnya pada lembaran uang tercantum angka Rp. 10.000,00, maka nilai nominal mata uang tersebut adalah sepuluh ribu rupiah.

Nilai Riil (Nilai Internal Uang)
Nilai riil adalah nilai uang yang telah diukur dengan daya beli (kemampuan uang) sesuai harga yang belaku saat itu. Misalnya 1 US $ sama dengan Rp. 9.320,00. Jika nilai riil uang turun secara umum pada suatu waktu, keadaan ini disebut inflasi dan jika nilai riiluang naik secara umum pada suatu waktu, maka disebut deflasi Nilai Riil dan Nilai Nominal Contoh:







Metode rata-rata relatif:
Harga relatif masing-masing komoditi dihitung, contoh untuk beras:
IH1984 = (315/300) x 100 = 105.
Hitung untuk ketiga komoditi dan jumlahkan, diperoleh harga relatif untuk keseluruhan barang pada tahun 1984 adalah 350.
Berarti indeks harga rata-rata relatif tak tertimbang untuk masing-masing komoditi pada tahun 1984 adalah : (350/3) = 116.67, yang berarti bahwa harga pada tahun 1984 adalah 16.67 kali (116.67 – 100) persen di atas harga tahun 1983. Contoh:







Metode agregat:
Tahun 1983 dijadikan tahun dasar sehingga indeks pada tahun 1983, IH1983 = 100.
Indeks harga pada tahun 1984 menggunakan metode agregat tak tertimbang adalah:
IH1984 = (1040/900) x 100 = 115,55.
Artinya, harga untuk keseluruhan bahan pangan pada tahun 1984 adalah sebesar 1.1555 kali harga keseluruhan bahan pangan tahun 1983:
(IH1984/IH1983 = 1.1555). Contoh:








Jika tahun 1983 digunakan sebagai periode dasar dengan metode rata-rata relatif,
diperoleh angka indeks tahun 1984 sebesar: 1212500/11400 = 106,36 dan indeks harga tahun 1985 sebesar: 1270000/11400 = 111,40. 1. Indeks Harga Konsumen (IHK)
Dirancang untuk mengukur perubahan harga dari sekelompok barang dan jasa tertentu, yang dihitung dengan metode agregat rumus Laspeyres.

Barang dan jasa yang digunakan dalam penyusunan IHK dikelompokkan ke dalam sub golongan makanan, perumahan, sandang, aneka barang dan jasa.
IHK = (Pn/Po)x100
Ket: Pn = Harga sekarang Po = Harga pada tahun dasar

Contoh: Harga untuk jenis barang tertentu pada tahun 2005 Rp10.000,00 per unit, sedangkan harga pada tahun dasar Rp8.000,00 per unit maka indeks harga pada tahun 2005 dapat dihitung sebagai berikut.
IHK = (Rp 10.000 / Rp 8.000) x 100 = 125
Ini berarti pada tahun 2005 telah terjadi kenaikan IHK sebesar 25% dari harga dasar yaitu 125-100 (sebagai tahun dasar). Macam-macam Indeks Harga Indeks harga adalah suatu ukuran yang menunjukkan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada harga dari waktu ke waktu (dari satu periode ke periode lainnya).

Ciri-ciri Indeks Harga:
1. Indeks harga sebagai pedoman nilai standar untuk melakukan perbandingan harga dari waktu ke waktu.
2.  Penetapan indeks harga didasarkan hasil pengumpulan data dari sumber relevan.
3. Indeks harga ditetapkan tidak dari seluruh barang atau populasi barang melainkan dari sampel.
4.  Indeks harga ditetapkan dalam bentuk presentase.
5. Penetapan indeks harga didasarkan waktu normal atau kondisi ekonomi stabil yang berjauhan dengan waktu yang akan datang. Indeks Harga Indeks dapat mengexpresikan perubahan harga, kuantitas atau nilai sebagai dalam persentase.
Angka indeks mengukur besarnya perubahan variabel pada suatu periode tertentu.
Ukuran yang menyatakan tingkat perubahan harga, kuantitas dan produktivitas pada suatu periode dibandingkan pada periode tertentu (periode dasar).
Menjawab pertanyaan:
Berapa besar perubahan harga, kuantitas berubah selama periode waktu tertentu Indeks Tahun dasar adalah tahun yang digunakan sebagai dasar pembanding sehingga diberi indeks sebesar 100. Mengubah Tahun Dasar Angka Indeks Penghitungan nilai inflasi didasarkan pada rasio perubahan Indeks Harga Konsumen yang dianggap mewakili seluruh barang dan jasa yang dijual di pasar antara suatu periode tertentu dengan periode sebelumnya.



Ket: IHKt adalah indeks harga konsumen tahun t dan IHKt-1 adalah indeks harga konsumen tahun t-1 (tahun sebelumnya).

Contoh:
Kepala BPS Choiril Maksum mengemukakan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan Oktober 2005 mencatat inflasi 28,57. Terjadi kenaikan indeks dari 127,91 pada September 2005 menjadi 164,45% pada bulan Oktober 2005. Dikatakan pada berita tersebut terjadi inflasi sebesar 28,57% dari bulan September 2005 sampai Oktober 2005. Bagaimana kita menghitung angka 28,57%?
Inflasi = {(164,45% - 127,91%)/127,91%}x 100% = 28,57 % Menghitung Inflasi dari
Indeks Harga Konsumen 2. Indeks Harga Tidak Tertimbang
Indeks tidak berimbang dalam pembuatannya tidak memasukkan faktor yang mempengaruhi naik-turunnya angka indeks

Indeks harga tidak tertimbang menunjukkan perkembangan harga relatif suatu barang dan jasa pada tahun berjalan dengan tahun dasar tanpa memberikan bobot terhadap peran barang dan jasa.

Menggunakan metode agregat, indeks harga (IH) tak tertimbang pada periode n dengan periode dasar o dirumuskan sebagai:


Menggunakan metode rata-rata relatif, indeks harga:


di mana: ∑Pn = jumlah harga semua barang pada periode n, Pn = harga suatu barang pada periode n, ∑Po = jumlah harga semua barang pada periode dasar, Po = harga suatu barang pada periode dasar, dan i = banyaknya barang. Indeks Harga Rata-rata Relatif Tertimbang



Ket:
= harga relatif periode n 100 xPo Pn
Pt Qt = banyaknya rupiah yang dikeluarkan (nilai timbangan) untuk suatu jenis barang pada periode tertentu.
Wt = proporsi nilai rupiah yang dibelanjakan pada periode tertentu. 3. Implicit Price Deflator (IPD)
Karena PDB mengukur nilai seluruh barang dan jasa akhir, maka IPD merupakan suatu ukuran tingkat harga umum yang memasukkan lebih banyak barang dan jasa dibanding IHK.


IPD diperoleh dengan rumus Laspeyres. IPD untuk periode n dengan periode dasar 0 dirumuskan: IHK juga bermanfaat untuk mengetahui pendapatan riil, dirumuskan:


Contoh:
Pendapatan Riil untuk Tahun 1995, 1998 dan 2001





Pendapatan nominal tahun 2001 sebesar Rp 1.490.974 sebetulnya sama dengan pendapatan Rp 410.737 pada tahun 1993. Oleh karena itu, pendapatan nominal tahun 1995- 1998 yang naik 86% ((Rp 989.573-Rp 532.568)/Rp 532.568) secara riil hanya meningkat 47% ((307.321-209.672)/ 209.672). Menghitung Nilai Riil dengan Menggunakan Indeks Harga Konsumen Contoh:
Perhitungan Indeks Harga Agregat Tertimbang Metode Laspeyres









kenaikan hasil produksi tanaman bahan makanan pada tahun 1984 meningkat 6.36% dibandingkan tahun 1983 sementara untuk tahun 1985 meningkat 11.4%. Metode ini menghasilkan perubahan harga yang lebih kecil dibandingkan tahun 1983.
Kenaikan tingkat harga pada tahun 1985 dibandingkan 1984 adalah sebesar 4.74%: 1. Indeks Harga Tertimbang
Indeks tertimbang memasukkan faktor yang mempengaruhi naik-turunnya angka indeks

Indeks Harga Agregat Tertimbang
Indeks harga tertimbang pada periode n (Pn) dengan periode dasar o (Po) dengan metode Laspeyres adalah:


di mana Qo adalah jumlah barang pada periode dasar.
Menggunakan Rumus Paasche :


di mana Qn adalah jumlah barang pada periode n. Cara Menghitung Indeks Harga
Full transcript