Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Mikroskop Polariasi dan Mineral Optik

No description
by

Michi Oktaviana

on 19 December 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Mikroskop Polariasi dan Mineral Optik

Konoskop
Menggunakan cahaya yang mengerucut. Berfungsi untuk mengetahui kenampakan gambar interfrensi yang meliputi isogire, isofase, dan melatope.
Ortoskop
Kaki Mikroskop
Merupakan tempat tumpuan dari seluruh bagian mikroskop. Pada mikroskop tipe olympus dilengkapi lampu halogen sebagai sumber cahaya pengganti cermin.
Lensa objektif : berfungsi menangkap dan memperbesar bayangan sayatan mineral dari meja objek.

Lubang kompensator : berupa baji kuarsa atau gips yang membantu pengamatan warna interferensi.

Analisator : terbuat dari bahan yang sama dengan polarisator, berfungsi mengatur arah getaran.

Lensa Amici Betrand : untuk memperbesar gambar interferensi yang terbentuk pada bidang fokus balik (back focal plane) pada lensa objektif, dan memfokuskan pada lensa okuler.

Lensa Okuler : memperbesar bayangan objek dan sebagai tempat kita mengamati medan pandang.


Ketembusan Cahaya
1. Warna
2. Ketembusan cahaya
3. Ukuran mineral
4. Bentuk mineral
5. Belahan dan pecahan
6. Indeks bias dan relief
7. Pleokroisme
8. Inklusi
Sayatan Bulat
Sayatan dari mineral yang memiliki
nilai Indeks Bias (n) sama ke segala arah
Ortoskop dan Konoskop
Mikroskop Polarisator (Ortoskop)
MINERAL OPTIK
Mikroskop dan Mineral Optik
Tri Omega Pahlawan (21100110120037)
Annisa Rizqilana (21100113130094)
Michi Oktaviana Sato (21100113130103)
SIAPKAN
SELEMBAR
KETAS
ATAU
LEBIH

1. Jelaskan pengertian dari mineral optik !
2. Sebutkan bagian-bagian dari mikroskop polarisator !
3. Jelaskan perbedaan deskripsi secara megaskopis dan mikroskopis !
4. Sebutkan sifat optik apa saja yang dapat dideterminasi dari pengamatan dengan nikol sejajar, nikol bersilang, dan baji kuarsa !
5. Sebutkan sifat optik dari mineral !(Minimal 5)
OUTPUT

1. Definisi Mineral Optik

2. Ortoskop dan Konoskop

3. Mikroskop Polarisator (Ortoskop)

4. Pengamatan dengan Ortoskop Nikol Sejajar

5. Pengamatan dengan Ortoskop Nikol Bersilang
Studi mengenai sifat-sifat Optik dari mineral dengan menggunakan mikroskop polarisasi.

Deskripsi Mikroskopik
Sayatan Tipis
Peraga Bubuk
Polished Slab
Sumbu Optik
Sumbu imaginer yang tegak lurus dengan sayatan bulat

Isotropik
1. Zat yang memiliki nilai kerapatan sama ke segala arah
2. Bentuk kristal isometrik
3. Hanya memiliki 1 harga Indeks Bias
4. Sumbu optik berhimpit dengan sumbu kristal
Anisotropik
1 sayatan bulat dan 1 sumbu optik
Bentuk kristal tetragonal, trigonal, dan heksagonal
Memiliki 2 harga Indeks Bias
Sumbu optik berhimpit dengan sumbu kristal
Kristal Sumbu 1
Kristal Sumbu 2
2 sayatan bulat dan 2 sumbu optik
Bentuk kristal Ortorombik, Monoklin, dan Triklin
Memiliki 3 harga Indeks Bias

Menggunakan cahaya terbiaskan terdapat Analisator, Polaritasor, dan Lensa Amici Bertrand
Fungsi :
untuk melihat sifat optik dari mineral tertentu dengan bantuan cahaya yang terpolarisasi
Tujuan :
· Untuk mengetahui arah sayatan
· Menentukan sumbu optik (uniaxial atau biaxial)
· Menentukan tanda optik (positif atau negatif)
· Menentukan sudut sumbu optis (2V)
Perbedaan Konoskop dan Ortoskop
Konoskop
Sumbu Optik
Tanda Optik
Arah Sayatan
Sumbu Sudut Optik
Ortoskop
Warna
Relief
Bentuk
Ukuran
Belahan
Pecahan
Inklusi
Pleokroisme
Kembaran
Gelapan
TRO
WI
dll
Bagian- bagian Mikroskop
Kaki Mikroskop


Substage Unit

Meja Objek
Tubus Mikroskop
Polarisator
Diafragma Iris
Kondensor
PRETEST
Lubang Kompensator
Lensa Objektif
Analisator
Lensa Bertrand
Lensa Okuler
Substage Unit
Polarisator : terdiri dari lembaran polaroid yang berfungsi
menyerap cahaya secara terpilih.

Diafragma Iris: berfungsi mengatur jumlah cahaya yang
diteruskan.

Kondensor : berfungsi memusatkan cahaya.

Meja Objek
Berfungsi sebagai tempat menjepit preparat/peraga. Meja objek ini dapat berputar pada sumbunya yang vertikal, dan dilengkapi dengan skala sudut dalam derajat dari 0 sampai 360 derajat.


Tubus Mikroskop
Pengamatan dengan Ortoskop Nikol Sejajar (PPL)
1. Tidak mengalami pecah atau retak
2. Ketebalan merata, tidak bergelombang, hal ini dapat dicek dengan warna interferensi max plagioklas yang putih atau abu-abu orde 1
3. Bersih dari pengotor dari luar.
4. Tidak ada gelembung udara.
5. Pemberian kode preparat harus jelas, sesuai dengan kode batuannya.
6. Arah sayatan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan

Syarat Sayatan Tipis yang Baik
Sifat Optik yang dapat Dideterminasi dari PPL
Opaque
Translucent
Transparant
Warna
Warna mineral yang nampak pada pengamatan tanpa nikol bukan warna mineral yang sesungguhnya, melainkan warna yang dihasilkan oleh kelakuan sinar yang bergetar sejajar dengan polarisator.

Ukuran
.

Bentuk Mineral
Pecahan
Belahan
Indeks Bias
Diukur dengan metode garis becke.

Prinsip :

Bila tubus mikroskop diangkat, garis becke akan bergerak ke arah media yang mempunyai index bias lebih tinggi.
Bila tubus mikroskop diturunkan, garis becke akan bergerak ke arah media yang mempunyai index bias lebih rendah

Relief
Pleokroisme
Inklusi
Pengamatan dengan Orthoskop Nikol Bersilang (XPL)
Gelapan
Kembaran
Warna
Interferensi
Tanda Rentang Optik
n=a2, a1, dan a3
Kecenderungan dari suatu mineral untuk pecah dengan cara tertentu yang tidak dikontrol oleh struktur atom.
Ekspresi dari cahaya yang keluar dan masuk melalui media beda dengan harga indeks bias berbeda, sehingga cahaya tersebut mengalami pembiasan pada batas kontak kedua media tersebut






Mineral menunjukkan lebih dari satu warna jika diputar 360˚.

Monokroik : jika terjadi perubahan warna 1 kali
Dikroik : jika terjadi perubahan warna 2 kali
Trikroik : jika terjadi perubahan warna 3 kali

Sejajar
Mendekati mendekati 90 atau 0 derajat
Miring
Sudut <45, antara 45-90
Simetris
Sudut 45
Albit
Karslbat
CrossHatch
Positif : Jika dipasang keping gips terjadi penambahan warna interferensi (adisi). Misal, dari warna Orde I menjadi warna Orde II

Negatif : Jika dipasang keping gips, terjadi pengurangan warna interferensi (substraksi). Misal, dari warna Orde III menjadi warna orde II.

Post Test
Sebutkan sifat optik dari mineral- mineral pada Bowen Reaction Series
Full transcript