Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Hubungan Gereja dengan Negara

No description
by

sarah siregar

on 20 October 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Hubungan Gereja dengan Negara

Hubungan Gereja dengan Negara
Ada 4 Model Hubungan Gereja dengan negara:
Artinya : Gereja diasingkan dengan negara, gereja tidak diakui keberadaannya oleh negara.
Contoh : Negera-negara Eropa Timur dan Selatan.
Terpisah dan Bermusuhan
Artinya negara tidak memihak, negara bersifat netral. Dalam hubungan seperti ini gereja tidak mendapat bantuan dari negara. Kendatipun demikian gereja dalam hubungan seperti ini mendapat kebebasan penuh untuk mengembangkan diri.
Pemisahan Gereja dengan Negara
Artinya Gereja menentukan dan mengurus dirinya sendiri secara terbatas. Para pemimpin gereja berhak mendapat layanan publik.
Semi Terpisah
Artinya dalam hubungan yang mapan gereja mendapat dukungan yang penuh dari negara.
Mapan
Anggota :
Sarah, Chatrine, Mustika, Henny,
Hanna, Naomi, Gabriel, Dessy. F

Contoh berita:

Krisis Keyakinan, Banyak Gereja ditutup Dan Orang-Orang Tinggalkan Gereja
Krisis keyakinan terhadap agama Kristen semakin meningkat di dunia Barat namun di sisi lain meski ancaman Islamofobia juga meningkat, fakta menunjukkan bahwa Islam sebagai agama semakin meningkat pemeluknya dan semakin berkembang di negara yang dahulunya menjadi basis agama Kristen. Tidak sedikit rumah-rumah ibadah Kristen akhirnya dijual kepada komunitas Muslim dan kemudian dijadikan Islamic Center ataupun masjid.

Seperti dilansir oleh situs Israelnationalnews.com dalam sebuah artikelnya beberapa hari yang lalu, sebuah gereja Katolik di Inggris telah dijual kepada komunitas Muslim. Dan gereja Katolik St Petrus di Cobridge akan menjadi Masjid Madina.
Apa yang Menghimpit Gereja di Eropa?
Paus Yohanes Paulus II juga mempunyai keprihatinan yang sama dengan keprihatinan Anda. Dalam surat Ekshortasi Apostoliknya yang berjudul Ecclesia in Europe (Gereja di Eropa) ia menuliskan juga menurunnya kehidupan rohani jemaat di Eropa (dan juga di negar-negara barat lainnya).
Sebabnya menurut Paus adalah adanya kemajuan sekularisme yang terus menekan dan mengancam kehidupan iman Kristiani. Sekularisme adalah suatu pandangan yang menekankan perkembangan fisik, moral, intelektual manusia sebagai titik tertinggi, terlepas dari pertimbangan religius. Dengan adanya kemajuan sekularisme ini, banyak orang mengalami kesulitan untuk menerapkan nilai-nilai Injil ke dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipisahkannya nilai-nilai iman dengan kehidupan sehari- hari, maka orang mengusahakan kemajuan visi manusia terpisah dari visi Tuhan.
Cara-cara yang perlu dilakukan untuk mengatasinya, menurut Paus adalah:
1) Re-evangelisasi (penginjilan kembali) di Eropa, bahkan kepada mereka yang sudah dibaptis, sebab dewasa ini banyak orang beranggapan bahwa mereka telah mengenal iman Kristiani, tetapi kenyataannya mereka sebenarnya tidak tahu apa-apa. Seringnya mereka bahkan kurang/ tidak tahu elemen yang paling mendasar di dalam iman.
2) Sakramen Tobat harus dihidupkan kembali di Eropa, untuk menumbuhkan kembali hati nurani yang jernih. Sebab jalan seseorang untuk kembali kepada Tuhan adalah melalui pertobatan; dan agar seseorang dapat bertobat, ia pertama- tama harus menyadari dosanya, dan selanjutnya ia perlu menerima rahmat pengampunan Allah melalui imam-Nya.
3) Gereja perlu mewartakan secara baru, kebenaran tentang perkawinan dan keluarga. Di tengah-tengah pandangan dunia yang menentang ajaran Gereja tentang ikatan perkawinan yang tak terceraikan, tuntutan dunia agar hubungan de-facto diakui sebagai perkawinan yang sah, tuntutan agar perkawinan sesama jenis diakui, Gereja tetap harus menyuarakan hakekat perkawinan sebagaimana dikehendaki oleh Tuhan. Orang-orang perlu menemukan kembali kebenaran tentang keluarga sebagai persekutuan kehidupan dan persekutuan kasih yang terbuka terhadap kehidupan baru, sebagai Gereja kecil yang mengambil bagian di dalam misi Gereja dan di dalam kehidupan masyarakat.
Contoh: Negara Prancis, AS , dll.
Menurut komentar para pengamat, tren di Amerika Serikat ialah orang-orang menanggapi agama secara serius. Menurut beberapa organisasi jajak pendapat, sedikit-dikitnya 40 persen orang yang ditanya mengaku bahwa mereka pergi ke gereja setiap minggu, meskipun menurut perhitungan hadirin yang sesungguhnya, angka itu lebih mendekati 20 persen. Lebih dari 60 persen mengaku percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah.
Karena antusiasnya masyarakat akan agama khususnya agama Kristen tersebut, gereja berusaha membuat jemaatnya agar tetap antusias srperti itu dengan cara membangun gereja yang megah tetapi tidak ada campur tangan pemerintah sama sekali.
Tidak heran, ’injil kemakmuran’ adalah tema yang populer. Kepada orang-orang yang percaya dikatakan bahwa mereka akan kaya dan sehat apabila mereka banyak menyumbang ke gereja mereka. Mengenai moral, Allah sering digambarkan sebagai pribadi yang toleran. Seorang sosiolog mengatakan, ”Gereja-gereja Amerika bersifat menyembuhkan, bukan menghakimi.” Agama-agama yang populer biasanya berfokus pada kiat-kiat untuk kehidupan yang sukses. Semakin banyak orang merasa nyaman dengan gereja-gereja yang tidak terikat pada suatu denominasi, yang hampir tidak pernah menyinggung soal doktrin, karena dianggap sebagai pemecah belah.
Katedral St. Paul (Minnesota)
Katedral ini jelas adalah salah satu gereja tercantik di Amerika. Pembangunan gereja ini dimulai sejak tahun 1904 dengan gaya arsitektur French Renaissance atau French Beaux-Arts. Bagian paling mencolok dari katedral ini tentu kubahnya yang berdiameter 23 m dan tinggi 57 m. Interiornya pun tak kalah mengangumkan.
Contoh: Jerman.
Kehidupan agama di Jerman ditandai oleh pluralitas yang meningkat dan arus sekularisasi yang bertambah kuat. Sekitar dua pertiga penduduk Jerman beragama Kristen sebagai anggota Gereja Katolik atau Gereja Protestan.
Di Jerman tidak ada gereja negara. Dasar hubungan antara negara dan agama ialah kebebasan agama dan ibadat yang terjamin oleh konstitusi, pemisahan antara negara dan gereja dalam arti kata netralitas pihak negara dalam urusan agama, dan hak menentukan sendiri dari badan keagamaan.
Negara umpamanya turut membiayai taman kanak-kanak atau sekolah yang diselenggarakan oleh badan keagamaan. Gereja-gereja menarik pajak gereja yang dipungut oleh negara untuk membiayai pelayanan sosial. Konstitusi Jerman menjamin diadakannya pelajaran agama Kristen Katolik dan Protestan di sekolah sebagai mata pelajaran reguler (dengan pembatasan di Bremen dan Berlin).

Apa itu Pajak Gereja?
Secara umum, Pajak Gereja adalah pajak yang dibebankan kepada anggota dari suatu gereja atau komunitas religius. Pajak Gereja ini dapat kita temukan di Austria, Denmark, Finlandia, Jerman, Islandia, Italia, Swedia dan beberapa negara lainnya.

Di Jerman, dasar hukum penerapan Pajak Gereja adalah Konstitusi Weimar tahun 1919 artikel 137 dan Hukum Dasar Jerman tahun 1949 artikel 140. Isi Artikel 140 dari Hukum Dasar Jerman: “The provisions of Articles 136, 137, 138, 139 and 141 of the German Constitution of August 11, 1919, are an integral part of this Basic Law.”
Dan beberapa isi artikel 137 dari Konstitusi Weimar adalah bahwa:
1. Tidak ada gereja negara.
2. Asosiasi-asosiasi religius adalah korporasi publik dan memiliki hak untuk membebankan pajak kepada anggotanya.
Katedral Berlin (Berlin, Jerman)
Gereja yang disebut Domkirche (gereja kubah)
oleh warga setempat ini awalnya adalah sebuah Katedral Katolik yang dibangun pada abad 15, namun berubah menjadi Gereja Protestan pada abad ke 17 ketika maraknya ajaran Protestan di Jerman.
Contoh: negara-negara Eropa Utara (Inggris, Swedia, Norwegia dll).
Well, gereja-gereja di Inggris ternyata punya ciri khas, misalnya gereja gotiknya umumnya tidak memiliki spire (atap menara yang rincing), namun ujung menaranya biasanya datar2 aja mirip gedung pencakar langit. Gereja gotik Inggris juga jarang yang memiliki rose window.
Contohnya: Gereja Westminster Abbey Disulap seperti Taman pada pernikahan Pangeran William dan Kate.
Gereja ini mungkin tak menyandang gelar katedral seperti gereja-gereja lainnya di list ini, tapi gereja ini adalah gereja paling terkenal di Inggris. Kalian mungkin masih ingat pada tahun 2011 diadakan royal wedding antara Pangeran William dan Kate Middleton di gereja ini. Pertama kali dibangun pada 624, gereja ini dibangun kembali dengan gaya gotik pada abad ke-11.
Gereja ini sengaja dirancang sebagai ‘royal burial’ atau tempat pemakaman para raja-ratu dan tokoh-tokoh penting. Tercatat ada nama Charles Dickens, Charles Darwin, Ernest Rutherford, JJ Thomson, hingga Isaac Newton dimakamkan di sini.
Presented by: Sarah and Friends :)
Full transcript