Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

ANALISA VERBA TATSU SEBAGAI POLISEMI DALAM KALIMAT BAHASA JE

No description
by

tuti alawiyah

on 5 June 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of ANALISA VERBA TATSU SEBAGAI POLISEMI DALAM KALIMAT BAHASA JE

POLISEMI
Pengertian polisemi (tagigo) menurut Kunihiro (Sutedi, 2011:161) bahwa polisemi adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu dan makna tersebut satu sama lain memiliki keterkaitan (hubungan) yang dapat dideskripsikan.
JENIS MAKNA
Menurut Sutedi (2011: 130-132) dalam semantik ada tiga jenis makna, yaitu :

1. Makna Leksikal dan Makna Gramatikal
Makna Leksikal adalah makna kata sesungguhnya sesuai dengan referensi sebagai hasil dari pengamatan indra dan terlepas dari unsur gramatikalnya, atau bisa juga dikatakan sebagai makna asli dari suatu kata.
Makna Gramatikal adalah makna yang muncul akibat proses gramatikal

2. Makna Denotatif dan Makna Konotatif

Makna Denotatif adalah makna yang berkaitan dengan dunia luar bahasa seperti suatu objek atau gagasan dan bisa dijelaskan dengan analisis komponen makna.
 
Makna Konotatif adalah makna yang timbul karena perasaan atau pikiran pembicara dan lawan bicara.

3. Makna Dasar dan Makna Perluasan

Makna Dasar adalah makna asli yang dimiliki oleh suatu kata.

Makna Perluasan adalah makna yang muncul sebagai perluasan dari makna dasar, diantarannya sebagai akibat penggunaan secara kiasan ( majas).

MAKNA VERBA TATSU

Berdiri, naik.
Mulai, meninggalkan, pergi.
Berterbangan, muncul dari tempat yang rendah lalu melayang-layang di udara.
Membangkitkan perasaan
Melakukan tindakan
Muncul
Masuk akal
Tersiar/tersebar
Berada dalam suatu posisi/keadaan/menempati suatu posisi
Diakui
Kewajiban
Makna kiasan
Tertancap
Menetapkan

KELAS KATA
Doushi (verba)
I-Keiyooshi
Na-keiyooshi
Meishi (Nomina)
Rentaishi
Fukushi (adverbial)
Kandooshi (interjeksi)
Setsuzokushi
Jodooshi (verba bantu)
Jooshi (partikel)

ANALISA VERBA
TATSU
SEBAGAI POLISEMI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG

Andini Palupi Ningsih, Cipta Nur Fadhillah, Tuti Alawiyah.
Menurut Ogawa (1986:970-971) verba tatsu memiliki 14 makna sebagai berikut :
1. Verba tatsu dalam makna “berdiri” (kondisi tegak lurus secara vertikal ataau tegak lurus)


Kare wa kage no ue ni jitto tatte ita.
“Dia berdiri diam ditebing”

Dalam contoh 1, memperlihatkan kondisi seseorang yang sedang berdiri. Kata verba tatsu dirubah kedalam bentuk lampau. Artinya kondisi itu sudah terjadi. Kondisi tatsu dalam kalimat tersebut menunjukkan adanya gerakan berdiri dalam keadaan vertikal atau tegak lurus.

2. Verba tatsu dalam makna “meninggalkan atau pergi atau berangkat”


Itsu otatsu desuka.
“Kapan anda berangkat”

Diterjemahkan secara Leksikal akan menjadi “Kapan anda berdiri?”, padahal makna sebenarnya adalah “Kapan anda berangkat?”. Dari hal tersebut, verba tatsu selain berdiri juga bisa diartikan berangkat.

3. Verba tatsu dalam makna “muncul atau timbul kepermukaan”


Kemuri ga tatsu
“Asapnya muncul”

Dalam contoh kalimat no.3 ini, apabila diterjemahkan secara leksikal akan menjadi “asapnya berdiri” namun dalam kalimat ini arti yang sebenarnya menjadi “ asapnya muncul”. Kalimat ini memperlihatkan kondisi sesuatu yang sebelumnya tidak terlihat kemudian menjadi terlihat.
.

4.Verba tatsu dalam makna “ membangkitkan perasaan seseorang”


Watashi wa ki ga tatte ita.
“saya gelisah”

Kalimat no.4 apabila kalimat ini diterjemahkan secara leksikal akan menjadi “ perasaan saya telah berdiri” . padahal makna sebenarnya adalah “saya gelisah”.
Kalimat tersebut menerangkan perasaan seseorang yang sedang gelisah.
5. Verba tatsu dalam makna “melakukan tindakan”.


Ima koso danketsushite tatsu beki koto da.
“sekarang adalah waktunya untuk bangkit”

Kalimat ini secara leksikal di terjemahkan akan menjadi “sekarang adalah waktunya untuk berdiri”. Makna sebenarnya dalam kalimat ini menjadi “sekarang adalah waktunya untuk bangkit”. Verba tatsu pada kalimat ini menunjukan makna melakukan tindakan yang harus dilakukan oleh seseorang.

6. Verba tatsu dalam makna “muncul”


nami ga tatte iru.
“sedang terjadi ombak”

Apabila di terjemahkan secara leksikal kalimat tersebut akan menjadi “ombaknya sedang berdiri”. Namun apabila diterjemahkan dengan makna yang sebenarnya adalah “sedang terjadi ombak”. Dalam kalimat ini verba tatsu menunjukan kondisi sedang terjadinya ombak, sehingga ombak muncul di permukaan laut.

7. Verba tatsu dalam makna “masuk akal”



Kare no iu koto wa sujimichi ga tatte iru.
“apa yang dia katakan masuk akal”

Apabila di terjemahkan secara leksikal kalimat tersebut akan menjadi “perkataan dia seperti benang yang berdiri”. Akan tetapi arti yang sebenarnya menjadi “apa yang dia katakan masuk akal”. Kondisi tersebut menunjukan bahwa seseorang telah berkata yang sebenarnya dan bisa di terima oleh akal sehat.


8. Verba tatsu dalam makna “tersiar atau tersebar”


Kare ga kaisha o yameru toiu uwasa ga tatte iru.
“tersiar kabar bahwa dia akan berhenti dari perusahaan”

Diterjemakan secara leksikal menjadi “Berdiri kabar bahwa dia akan berhenti dari perusahaan”, padahal makna sebenarnya apabila diterjemahkan akan menjadi “Tersiar kabar bahwa dia akan berhenti dari perusahaan”. Verba tatsu dapat bermakna juga tersiar.

9. Verba tatsu dalam makna “berada didalam suatu posisi atau keadaan atau menempati suatu posisi”


Kare wa shounin ni tatta.
“dia telah menjadi saksi di pengadilan”

Secara leksikal kalimat tersebut akan menjadi “dia berdiri di pengadilan”. Tetapi arti sebenarnya adalah “dia telah menjadi saksi di pengadilan”. Kalimat tersebut mengandung makna bahwa seseorang berada didalam suatu posisi, keadaan atau menempati suatu posisi, dan dalam kalimat ini seseorang menempati posisi sebagai saksi.

10. Verba tatsu dalam makna “diakui”


kare wa fude ga tatsu.
“dia adalah seorang penulis yang hebat”.

Dalam kalimat tersebut apabila diterjemahkan secara leksikal mempunyai arti “ dia adalah seorang penulis yang berdiri”. Akan tetapi makna yang sebenarnya bila diartikan akan menjadi “dia adalah seorang penulis yang hebat”. Pada kalimat tersebut menunjukan suatu keadaan bahwa kemampuan seseorang itu diakui.

11. Verba tatsu dalam makna “kewajiban”


Kore de kimi no kao mo tatsu darou.
“ini akan melindungi wajahmu”

Apabila diterjemahkan secara leksikal mengandung arti “ini akan membuat wajah anda berdiri”. Namun kalimat itu sebenarnya mempunyai arti “ini akan melindungi wajahmu”. Kalimat ini menunjukan makna kewajiban yang harus dijalani.

12. Verba tatsu dalam makna “makna kiasan”


Tatsu tori ato wo nigosazu.
“bagai burung yang berada di tempat keruh”

Kalimat ini secara leksikal diartikan menjadi “burung berdiri ditempat keruh”. Namun arti dalam makna sebenarnya adalah “bagai burung yang berada di tempat keruh”. Kalimat tersebut menunjukan sebuah makna kiasan. Namun dalam bahasa Jepang disebut dengan kotowaza.

13. Verba tatsu dalam makna “tertancap”


Sakana no hone ga nodo ni tatta.
“tertusuk duri ikan di tenggorokan”.

Kalimat tersebut apabila di terjemahkan secara leksikal mengandung arti “tulang ikan berdiri di tenggorokan”. Namun arti yang sebenarnya adalah “tertusuk duri ikan di tenggorokan”. Kalimat di atas menunjukan kondisi tertancap atau tertusuk suatu benda kedalam tubuh manusia.

14. Verba tatsu dalam makna “menetapkan”


Mada ryokou no keikaku ga tachimasen.
“Saya belum menetapkan rencana perjalanan”

Dalam kalimat tersebut apabila diterjemahkan secara leksikal menjadi “Saya belum mendirikan rencana perjalanan”.namun apabila diterjemahkan dengan makna sebenarnya mempunyai arti “Saya belum menetapkan rencana perjalanan”. Kalimat tersebut menunjukan makna belum menetapkannya suatu tujuan perjalanan.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa verba
Tatsu
memiliki 14 makna dan ini sesuai dengan yang dikemukakan Ogawa (1986:970-971), 14 makna tersebut yaitu:

a. berdiri.
b. Mulai, meninggalkan, pergi.
c. Berterbangan, muncul dari tempat yang rendah lalu melayang-layang di udara.
d. Membangkitkan perasaan
e. Melakukan tindakan
f. Muncul
g. Masuk akal
h. Tersiar/tersebar
i. Berada dalam suatu posisi/keadaan/menempati suatu posisi
j. Diakui
k. Kewajiban
l. Makna kiasan
m. Tertancap
n. Menetapkan
Full transcript