Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

VARIABLE COASTING

No description
by

putri santi

on 11 March 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of VARIABLE COASTING

Nama Kelompok :
Definisi

Biaya standar adalah biaya yang ditentukan di muka, yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu, di bawah asumsi kondisi ekonomi, efisiensi, dan faktor-faktor lain tertentu.


KOMPONEN BIAYA STANDART DALAM METODE VARIABLE COSTING


ANALISIS SELISIH DALAM SISTEM BIAYA STANDAR DENGAN METODE VARIABLE COSTING
Dalam metode variable costing tidak diperhitungkan biaya overhead pabrik tetap kedalam harga pokok produk

Dalam metode variable costing, analisis selisih biaya overhead pabrik tidak memperhitungkan selisih biaya yang disebabkan oleh unsur biaya overhead pabrik tetap , karena ke dalam biaya produksi hanya diperhitungkan biaya produksi variable saja.




Nama Kelompok :
1. Audi Iskandar
2. Ardwin Novi Femisyah
3. Clara Lavenia
4. Maria Goretty .S
5. Naufal Yafi Najy
6. Zaky Donald


Contoh 1
PT Elioa berusaha dalam bisni spercetakan
Proses produksinya dilaksanakan berdasarkan pesanan dari pelangganan
Metode penentuan harga pokok produk yang digunakan adalah metode variable costing ,karenan menurut pertimbangan manajemen puncak , informasi biaya yang dihasilkan oleh metode penentuan harga pokok ini sangat bermanfaat untuk perencanaan dan pengambilan keputusan jangka pendek.

Kapasitas produksi per bulan direncanakan 5200 jam tenaga kerja langsungTransaksi yang terjadi dalam bulan Januari 19x1 adalah sebagai berikut :
1 Jumlah bahan baku yang dibeli adalah 1500kg @ Rp 1100
2 Jumlah produk yang diproduksi dan selesai diproses dalam bulan Januari 19X1 adalah250 satuan dengan biaya produksi sesungguhnya sebagai berikut :

Biaya bahan baku 5 kg @ Rp 1000 Rp 5000
Biaya tenaga kerja 20 jam @ Rp 500 10.000
Biaya overhead pabrik variable 20 jam @ Rp 400 8000
Total Rp 23.000
3.pesanan nomor 101,102,103, dan 104 selesaidiproses dalam bulan Januari 10X1 dan semua pesanan diserahkankepada pemesanan, kecuali pesanan nomor 104, dengan harga jual berikut ini :
pesanan #101 Rp 1.200.00
pesanan #102 Rp 3.200.00
pesanan#103 Rp2.000.000
total Rp6.400.00

4. biaya pemasaran yang sesungguhnya terjadi adalah sebesar Rp 4.000.000 yang terdiri dari biaya pemasaran variabel sebesar Rp250.000 dan biapemasaran tetap sebesar Rp 150.000

5. biaya administrasi dan umum yang sesungguhnya terjadi adalah sebesar Rp 300.000 yang terdiri dari biaya administrasi dan umum variabel sebesar Rp 100.000 dan biaya adninistrasi dan umum tetap sebesar Rp 200.000



Selisih pengeluaran biaya overhead pabrik variabel dapat dihitung dengan formula berikut ini :

Selisih Efisiensi biaya overhead pabrik variabel = (Tarif biaya overhead pabrik variabel – Tarif sesungguhnya biaya overhead pabrik variabel ) x jam kerja sesungguhnya
 
Selisih efisiensi biaya overhead pabrik variable dapat dihitung dengan formula berikut ini :
VARIABLE COASTING
Variable costing menyajikan informasi biaya menurut perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, Oleh karena itu ,biaya produksi dan biaya non produksi dipisahkan kedalam biaya variable dan biaya tetap.

Biaya produk standar terdiri dari komponen biaya beriku tini :

Biaya bahan baku standar Rp xx
Biaya tenaga kerja langsung standar xx Biaya overhead pabrik variable standar xx
----
Total biaya produksi variable standar Rp xx
Selisih efisiensi biaya overhead pabrik variabel = Tarif standar biaya overhead pabrik variabek x ( jam kerja standar - jam kerja sesungguhnya)

ANALISIS SELISIH
Berdasarkan data dalam contoh 1

Selisih Biaya Bahan Baku


Selisih harga bahan baku yang dipakai =
[ Rp 1000 – Rp 1100 ] x 1050 kg = Rp 105.000 R
Selisih pemakaian bahan baku =
[1250 – 1050] x Rp1.000 = Rp 200.000 L
Total selisih biaya bahan baku Rp 95000 L

Selisih BiayaTenaga KerjaLangsung
Selisih tarif upah = [Rp 500 – Rp 475 ] x 5100 jam = Rp 127.500 L
Selisih efisiensi upah = [ 5000 – 5100 ] x Rp 500 = Rp 50.000 R
Total selisih biaya tenaga kerja langsung Rp 77.500 L

Selisih Biaya Overhead Pabrik


Selisih Pengeluaran Variabel
biaya overhead pabrik variabel sesungguhnya Rp 2.142.000
Biaya overhead pabrik variabel yang dianggarkan
pada jam sesungguhnya dicapai 5.100 jam x Rp 400 Rp 2.040.000
--------
Selisih pengeluaran biaya overhead pabrik variabel Rp 102.000

Selisih Efisiensi Biaya Overhead Pabrik Variabel
Jam Standar 5.000 jam
Jam Sesungguhnya 5.100 jam
--------
Selisih efisiensi 100 jam
Tarif biaya overhead pabrik variabel Rp 400/jam
Selisih efisiensi biaya overhead pabrik variabel Rp 40.000 R
--------
Total selisih biaya overhead pabrik Rp 142.000 R
Akuntansi biaya standar dalam variable costing dengan metode tunggal (single Plan)
Dalam metode tunggal, dalam proses di debet dengan hasil kali kuantitas atau jam standar dengan harga atau tarif standar, sehingga selisih dapat dihitung dan dicatat pada saat kejadiannya. Berdasarakan data dalam contoh 1, akuntansi biaya standara dalam metode variable costing dengan metode tunggal disajikan dalam uraian berikut ini :

Pencatatan pemakaian bahan baku
Pemakaian bahan baku dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

Barang dalam proses-biaya bahan baku Rp 1.250.000
Persediaan bahan baku Rp 1.050.000
Selisih efisiensi biaya bahan baku Rp 200.000

Selisih harga bahan baku yang dipakai Rp 105.000
Selisih haraga bahan baku yang dibeli Rp 105.000

Pencatatan biaya tenaga kerja
Pencatatan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan dalam bulan januari 19X!
dalah sebagai berikut :

Barang dalam proses-Biaya tenaga kerja langsung Rp 2.500.000
Selisih efisiensi upah Rp 50.000
Selisih tarif upah Rp 127.500
Gaji dan upah Rp 2.422.500

Penacatatan pembebanan biaya overhead pabrik variable kepada produk
Pembebanan biaya overhead pabrik variabel kepada tiap pesanan adalah sebagai berikut :
B
arang dalam proses-Biaya Overhead pabrik variable Rp 2.000.000
Biaya overhead pabrik varaiable yang dibebankan Rp 2.000.000

Pencatatan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi
Biaya overhead pabrik yangs esungguhnya terjadi dicatat sebagai berikut :

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 3.650.000
Berbagai rekening yang dikredit Rp 3.650.000
pencatatan biaya non produksi
Biaya nonproduksi yang telah terjadi dalam bulan januari 19X1 dicatat dengan jurnal sebagai berikut
:
Biaya pemasaran Rp 400.000
Biaya administrasi dan umum Rp 300.000
Berbagai rekening yang dikredit Rp 265.000

Pembahasan biaya nonproduksi menurut perilakunya dicatat dengan jurnal :
Biaya pemasaran variable Rp 250.000
Biaya pemasaran tetap Rp 150.000
Biaya administrasi dan umum variable Rp 100.000
Biaya administrasi dan umum tetap Rp 300.000
Biaya pemasaran Rp 400.000
Biaya administrasi dan umum Rp 300.000

Pencatatan pemecahan biaya overhead pabrik sesungguhnya menurut perilakunya
Pencatatan pemecahan biaya overhead pabrik menjadi biaya veriable dan biaya tetap dilakukan sebagai berikut :
Biaya overhead pabrik variable sesungguhnya Rp 2.142.500
Biaya overhead pabrik tetap sesungguhnya Rp 1.508.000
Biaya ovberhead pabrik sesungguhnya Rp 3.650.000

Penutupan rekening biaya overhead pabrik variable yang dibebankan
Penutupan rekening biaya overhead pabrik variable yang dibebankan dicatat dengan jurnal sebagai berikut :
Biaya overhead pabrik variable yang dibebankan Rp 2.000.0000
Biaya overhead pabrik variable sesungguhnya Rp 2.000.000

Pencatatan selisih biaya overhead pabrik variable
Selisih biaya overhead pabrik varible yang terjadi dicatat dengan jurnal sebagai berikut :
Selisih pengeluaran biaya overhead pabrik variable Rp 102.000
Selisih efisiensi biaya overhead pabrik variable Rp 40.000
Biaya overhead pabrik variable sesungguhnya Rp 142.000
Pencatatan harga pokok produk jadi
Harga pokok pesanan yang telah selesai dicatat sebagai berikut :
Persediaan produk jadi Rp 5.750.000
Barang dalam proses-biaya bahan baku Rp 1.250.000
Barang dalam proses-biaya tenaga kerja langsung Rp 2.500.000
Barang dalam proses-biaya overhead pabrik variable Rp 2.000.000

Pencatatan penyerahan produk kepada pemesanan
Hasil penjualan pesanan yang diserahkan kepada pemesan tersebut dicatat sebagai berikut :
Kas atau piutang Rp 6.400.000
Hasil penjualan Rp 6.400.000

Harga pokok pesanan yang diserahkan kepada pemesanan tersebut dicatat sebagai berikut :
Harga pokok penjualan Rp 3.841.000
Persediaan produk jadi Rp 3.841.000


Akuntansi Biaya Standar Dalam Variable Costing Dengan Metode Ganda (Partial Plan)
Berdasarkan data dalam contoh 1, berikut ini disajikan akuntansi biaya produksi variable standar dalam metode variable costing dengan metode ganda. Akuntansi biaya overhead pabrik tetap dan biaya nonproduksi (biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum) dalam metode ganda tidak berbeda dengan akuntansi biaya-biaya tersebut dalam metode tunggal.

Pencatatan pemakaian bahan baku

Pemakaian bahan baku dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

Barang dalam proses-biaya bahan baku Rp 1.050.000
Persediaan bahan baku Rp 1.050.000

Pencatatan biaya tenaga kerja

Pencatatan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan dalam bulan januari 19X1 adalah sebagai berikut
:

Barang dalam proses-biaya tenaga kerja langsung Rp 2.422.500
Gaji dan upah Rp 2.422.500
 
Pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik variable kepada produk

Pembebanan biaya overhead pabrik variable kepada tiap pesanan adalah sebagai berikut :

Barang dalam proses-biaya overhead pabrik variable Rp2.000.000
Biaya overhead pabrik variable yang dibebankan Rp 2.000.000


Pencatatan harga pokok produksi jadi
Harga pokok pesanan yang telah selesai dicatat sebagai berikut :
Persediaan produk jadi Rp 5.750.000
Barang dalam proses-biaya bahan baku Rp 1.250.000
Barang dalam proses-biaya tenaga kerja langsung Rp 2.500.000
Barang dalam proses-biaya overhead pabrik variable Rp 2.000.000

Pencatatan selisih yang terjadi :
Selisih biaya bahan baku
Selisih biaya bahan baku dicatat sebagai berikut :

Barang dalam proses-biaya bahan baku Rp 42.000
Selisih efisiensi upah Rp 105.000
Selisih tarif upah Rp 200.000

Selisih biaya tenaga kerja langsung

Selisih biaya tenaga kerja langsung dicatat sebagai berikut :

Barang dalam proses-biaya tenaga kerja Rp 77.500
Selisih efisiensi upah Rp 50.000
Selisih tarif upah Rp 127.500



Selisih biaya tenaga kerja langsung

Selisih biaya tenaga kerja langsung dicatat sebagai berikut :

Barang dalam proses-biaya tenaga kerja Rp 77.500
Selisih efisiensi upah Rp 50.000
Selisih tarif upah Rp 127.500

Selisih biaya overhead pabrik variable
Selisih biaya overhead pabrik variable yang terjadi dicatat dengan jurnal sebagai berikut :

Selisih pengeluaran biaya overhead pabrik variable Rp 102.000
Selisih efisiensi biaya overhead pabrik variable Rp 40.000
Biaya overhead pabrik variable sesungguhnya Rp 142.000


Pencatatan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjad
i
Pencatatan pemecahan biaya overhead pabrik menjadi biaya variable dan biaya tetap dilakukan sebagai berikut :

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 3.650.000
Berbagai rekening yang dikredit Rp 3.650.000

Pencatatan pemecahan biaya overhead pabrik sesungguhnya menurut perilakunya
Pencatatan pemecahan biaya overhead pabrik menjadi biaya variable dan biaya tetap dilakukan sebagai berikut :

Biaya overhead pabrik variable sesungguhnya Rp 2.142.500
Biaya overhead pabrik tetap sesungguhnya Rp 1.508.000
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 3.650.000

Penutupan rekening biaya overhead pabrik variable yang dibebankan
Penutupan rekening biaya overhead pabrik variable yang dibebankan dicatat dengan jurnal sebagai berikut :


Biaya overhead pabrik variable yang dibebankan Rp 2.000.000
Biaya overhead pabrik variable sesungguhnya Rp 2.000.000


PENYAJIAN LAPORAN BIAYA PRODUKSI VARIABLE COSTING
Sistem biaya standar dalam variable costing bertujuan untuk menghasilkan laporan biaya produksi yang memungkinkan manajer produksi mendapatkan umpan balik (feedback) mengenai pelaksanaan biaya produksi standar yang telah ditetapkan, sehingga ia dapat menganalisi efisiensi kegiatan produksinya. Laporan biaya produksi berisi perbandingan biaya produksi variable standar dengan biaya produksi variable seungguhnya, dan anlisis selisih biaya produksi variable.

PENYAJIAN LAPORAN LABA-RUGI VARIABLE COSTING
Laporan laba-rugi yang disajikan sistem biaya standar dengan metode variable costing untuk kepentingan perencanaan laba jangka pendek dan pengambilan keputusan lain jangka pendek memuat informasi biaya variable, laba kontribusi, dan biaya tetap. Selisih yang terjadi dalam periode akuntansi disajikan dalam laporan rugi laba sebagai adjustment terhadap harga pokok penjualan standar.

Full transcript