Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Bahasa Melayu Di Negara Brunei Darussalam

No description
by

Kartini Sartika

on 6 March 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Bahasa Melayu Di Negara Brunei Darussalam

Bahasa Melayu Di Negara Brunei Darussalam PENGENALAN Apa Itu Bahasa Melayu? Bahasa Melayu secara khusus ialah salah satu dialek dari berbagai dialek lain yang terdapat di Nusantara (alam Melayu). Pemilihan bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan sama ada di INDONESIA, MALAYSIA maupun di BRUNEI DARUSSALAM bukanlah dibuat secara sewenang-wenang. Ia dipilih terutama karena faktor sejarahnya, yaitu bahasa yang sudah dikenali dan digunakan dari zaman ke zaman. Bahasa Melayu
di
Negara Brunei Darussalam Bahasa melayu adalah bahasa kebangsaan yang menjadi tombak utama yang berupaya menyatupadukan rakyat dan penduduk yang berbeda kelompok dan bangsa di negara Brunei Darussalam. Kedudukan dan peranan Bahasa Melayu di negara ini adalah sangat tinggi nilainya dan perlu dihayati oleh segenap lapisan masyarakat dan penduduk di negara ini karena ia telah tercantum dalam Perlembagaan Negara Brunei 1959 Bab 82(i) yaitu : ‘Bahasa Rasmi Negara ialah Bahasa Melayu’ Pernyataan frasa ini dapat ditafsirkan bahwa bahasa Melayu hendaklah dibina, dikembangkan dan didaulatkan sehingga dapat berperan sebagai budaya yang tinggi dalam lingkungan geografi Negara Brunei Darussalam. Sejarah dan Perkembangan Bahasa Melayu di Brunei Boleh dikatakan hampir seluruh negara di dunia ini mempunyai bahasa resmi sendiri yang digunakan untuk menjadi ‘Penyambung Lidah Bangsa’ itu untuk menyampaikan suatu hasrat sesama, atau bangsa lain. Begitu juga halnya dengan Negara Brunei Darussalam yang bernegara sendiri, berbangsa sendiri yaitu bahasa Melayu yang dijadikan bahasa resmi dan menjadi bahasa Lingua Franca kepada Negara di Alam Melayu. Lingua Franca ialah 'bahasa yang sistematik digunakan untuk membuat komunikasi dalam bahasa kedua atau ketiga.' PENGARUH INGGRIS Sesudah Brunei bernaung di bawah pemerintahan Inggris, Bahasa Melayu masih terus - menerus digunakan sebagai bahasa utama dan orang yang pandai menulis Jawi dalam Bahasa Melayu telah dijadikan pegawai kerajaan pada masa itu. Pada zaman dahulu suatu hubungan yang hendak dijalankan di Brunei biasanya menggunakan bahasa Melayu. Perkara ini dapat dilihat dari sejarah yaitu saat perutusan Spanyol Brunei dalam T.M. 1578 untuk membawa surat (gambar) Dr. Francisco De Sande, Gabenor Spanyol yang berpusat di Manila yang mana surat itu telah tertulis dalam Bahasa Melayu Brunei. Orang Inggris yang menjalin hubungan dengan Brunei yang bermula dalam T.M. 1800 juga menggunakan bahasa Melayu dalam berhubungan. Ini termasuk bahasa yang digunakan dalam ‘treaty’ yang di buat antara Kerajaan Brunei dan Kerajaan Inggris. 'Treaty ialah Perjanjian' Status dan Peranan Bahasa Melayu
Sejauh ini Negara Brunei Darussalam selalu dikaitkan oleh para cendekiawan dan tokoh bahasa dan Sastra Melayu dengan perkembangan dan peranan bahasa Melayu di Nusantara dan seterusnya diperdalam oleh pihak tertentu supaya penggunaan bahasa Melayu itu akan lebih diperluas dalam sidang tertentu dalam ASEAN. Menurut istilah sekarang, Brunei Darussalam adalah sebuah negara. Jadi orang yang menjadi warganya harus dipanggil Bangsa Brunei. Akan tetapi bahasa resmi yang menjadi ciri bangsa ini tidak dinamakan Bahasa Brunei. Sebaliknya disebut Bahasa Melayu. Dalam Negara Brunei Darussalam rakyatnya terdiri dari beberapa kelompok yaitu Kelompok Brunei, Kelompok Belait, Kelompok Tutong, Kelompok Kedayan, Kelompok Bisaya, Kelompok Murut dan Kelompok Dusun. Kelompok-kelompok ini adalah rumpun bangsa Melayu yang mempunyai dialek masing-masing. Mereka akan bertutur dalam Bahasa Melayu jika satu kelompok bertemu dengan kelompok yang lain. 'Bahasa Resmi Brunei Darussalam sejak tahun 1959 semasa Negara ini masih di bawah naungan kerajaan British'. Cara Mengatasi Pengantarbangsaan Bahasa Melayu Dengan mengambil kekuasaan dari sejarah perkembangan bahasa Inggris tidak mustahil bahasa melayu dapat diglobalkan. Asalkan 6 faktor ini dilakukan : i. Wibawa dalam bahasa Melayu
ii. Jumlah penggunaannya;
iii. Penyebaran geografinya;
iv. Wahana komunikasi ilmu, teknologi dan diplomasinya;
v. Kecemerlangan ekonomi bangsa yang menuturkan serta menggunakan bahasa itu;
vi. Keutuhan dan kestabilan politik bangsa yang menuturkan dan memakai bahasa itu. Melalui Pendidikan Bahasa Melayu Diluar Negara Usaha pengembangan bahasa dan sastera Melayu di dunia seharusnya terus dipertingkatkan, manakala pusat-pusat pengajian Melayu yang tersedia terus diperkokoh melalui program kerjasama kebahasaan, kesusasteraan, penerbitan dan persuratan.
Pusat pengajian Melayu yang pertama didirikan di Leiden, Belanda pada tahun 1876.
Pada tahun 1995, Kursi Pengajian Melayu telah didirikan di Universitas Victoria, Wellington, New Zealand.
Kerajaan Malaysia juga telah mendirikan Kursi Pengajian Melayu di Universitas Pengajian Asing Beijing (BFSU), China. MEMPERBANYAK PENGGUNAAN BAHASA MELAYU Dewan bahasa harus lebih aktif dalam mengadakan perlawanan membuat esai, novel sajak dan sebagainya.
Diaplikasikan melalui pergaulan dan tulisan karena bahasa Melayu adalah bahasa resmi negara Brunei Darussalam
Kementerian Pendidikan seharusnya memperbanyak kegiatan bagi subjek-subjek yang berbahasa melayu.
Mengadakan akktivitas-aktitivitas diluar dan didalam sekolah yang berkonsepkan kemelayuan seperti mengadakan perdebatan antara dua kumpulan, kesasteraan melayu dan mengadakan wawancara bersama orang-orang yang fasih berbahasa melayu tulen dan Melayu Brunei. TANTANGAN-TANTANGAN BAHASA MELAYU Bahasa Melayu adalah Bahasa Resmi Negara Brunei Darussalam. Penduduk menggunakan Bahasa Melayu sebagai Bahasa Rutin. Kebanyakan pelajar-pelajar menggunakan bahasa luar yaitu Bahasa Inggris sebagai bahasa yang digunakan di sekolah, tempat kerja dan mungkin di tempat kediaman mereka.

Dari bangku Sekolah Dasar sampai tingkat Perguruan Tinggi, para penuntut ilmu berbahasa Inggris karena kebanyakan pelajaran yang mereka pelajari berbahasa Inggris. Selain itu, pelajar juga diajar untuk bertutur dan menulis dalam Bahasa Inggris karena akan berguna ketika mereka lulus sekolah nanti.

Dunia TIK, Komputer dan Telepon Genggam adalah salah satu multimedia yang sering digunakan oleh penduduk terutama ketika menggunakan internet. Komputer sekarang telah disiap sediakan dalam bahasa Inggris. Dalam TIK dan multimedia pada masa ini, Bahasa Melayu menghadapi banyak tantangan karena dunia TIK memfokuskan bahasa Inggris sebagai bahasa utama didalam bertutur dan menulis. MASALAH YANG DIHADAPI Apa yang telah terjadi pada Bahasa Melayu pada masa kini?

Apakah Bahasa Melayu semakin dikesampingkan?

Yang jelas ialah seluruh dunia telah berkiblat ke arah mempelajari dan memperkembangkan bahasa Inggris yaitu bahasa yang sering digunakan pada dunia.

Sikap orang Melayu juga semakin menjauhi bahasa kebangsaan ini. Bahasa ini dikatakan menjadi bahasa yang tak maju dan tak berkembang. Hanya digunakan dalam percakapan di warung/kedai makan, berbicara dengan orang tua atau percakapan di mushola/masjid. MASALAH YANG SERING DIHADAPI PADA MASA INI Sosial •Perjalanan masa dan perubahan era.
•Perkembangan lagu-lagu dan tayangan televisi yang hangat di masa kini, dan kebanyakan adalah berbahasa Inggris.
•Bahasa Inggris dijadikan satu aspek yang penting ketika mencari pekerjaan dan yang fasih berbahasa melayu akan disingkirkan.
•Bahasa Inggris semakin dibanggakan dari hari ke hari.
•Penggunaan bahasa slang/bahasa gaul yang sering digunakan pada masa ini ketika berada didalam percakapan. CARA MENGHADAPI MASALAH •Menjadikan Bahasa melayu sebagai satu bahasa yang modern dan sumber ilmu, sumber pengetahuan, sumber teknologi, dan sumber keuangan.

•Adakan lebih banyak pengarang, penyelidik, guru, dan institusi pendidikan.

•Adakan pertandingan mengarang dalam bahasa Melayu, mengarang puisi dan pantun dikalangan anak muda.

•Membentuk digital untuk memenuhi kebutuhan generasi muda yang berbentuk komputer dan IT, portal. ASAL - USUL BAHASA MELAYU AUSTRONESIA MALAYO - POLYNESIA BAHASA MELAYU BRUNEI DARUSSALAM AUSTRONESIA Tersebar dari Taiwan dan Hawaii dari ujung Utara hingga ke New Zealand di ujung selatan dan dari Madagascar jauh di Barat hingga ke Pulau Easter di ujung Timur.
Berasal dari daerah yang sekarang dikenali sebagai China (bagian Selatan).
Sekitar 4000 tahun yang lalu bermigrasi ke Pulau Taiwan dan dari sana lalu menyebar ke Filipina, Indonesia dan kemudian ke Madagascar. Subkumpulan Austronesia.
Tersebar di negara-negara Asia Tenggara dan Lautan Pasifik.
Bahasa-bahasa Malayo-Polynesia:
- Bahasa Filipina.
- Bahasa Borneo (Sabah dan Brunei). MALAYO - POLYNESIA KESIMPULAN Bahasa Melayu di Negara Brunei Darussalam telah lama ada dan menjadi bahasa resmi. Bahasa melayu di Brunei juga terdapat berbagai cara penyebutan-nya bagi kelompok-kelompok yang berbeda tetapi penggunaan bahasanya masih di sebut Bahasa Melayu. Walau bagaimanapun, selagi kita masih berpegang teguh akan konsep M.I.B bahasa Melayu akan terus berkembang. Ini kerana kita juga boleh menyebarkan bahasa melayu seperti orang-orang barat menyebarkan bahasa Inggris yaitu melalui media entertainment (hiburan) dan TIK. “MELAYU, BANGSA KITA, BAHASA KITA, GUNAKANLAH”.
Full transcript