Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Laporan Praktikum Redoks

oleh : Christian X2 / 8 ( SMA Santa Angela )
by

Nia Rahma Rahmania

on 9 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Laporan Praktikum Redoks

Pembakaran Logam Magnesium
Campuran Seng dengan Tembaga Sulfat
Campuran Tembaga dengan Perak Nitrat
Campuran Alumunium dengan Hidrogen Sulfat
Campuran Besi dengan Tembaga Sulfat
Laporan Praktikum Redoks
Bahan :
1. Logam Zn
2. Larutan CuSO4
Alat :
1. Tabung reaksi
2. Pipet
Bahan :
1. Serbuk Cu
2. Larutan AgNO3
Alat :
1. Tabung reaksi
2. Spatula
3. Pipet
Bahan :
1. Lembaran Al
2. Larutan H2SO4
Alat :
1. Tabung reaksi
2. Pipet
oleh : Christian Edwin X2/8
Dasar Teori
Tujuan Praktikum
Melihat reaksi oksidasi dan reaksi reduksi dalam suatu reaksi.

Dalam sejarahnya istilah oksidasi diterapkan untuk proses-proses dimana oksigen diambil oleh suatu zat. Maka reduksi dianggap sebagai proses dimana oksigen diambil dari dalam suatu zat. Kemudian penangkapan hidrogen juga disebut reduksi, sehingga kehilangan hidrogen harus disebut oksidasi. Sekali lagi reaksi-reaksi lain dimana baik oksigen maupun hidrogen tidak ambil bagian belum dapat dikeolmpokkan sebagai oksidasi atau reduksi sebelum didefinisikan oksidasi dan reduksi yang paling umum, yang didasarkan pada pelepasan dan pengambilan elektron. Dengan melihat contoh-contoh reaksi dari reaksi redoks , dapat ditarik kesimpulan umum dan dapatlah didefinisikan okdidasi dan reduksi dengan cara berikut. Oksidasi adalah suatu proses yang mengakibatka hilangnya satu elektron atau lebih dari dalam zat (atom, ion atau molekul). Bila suatu unsur dioksidasi, keadaan oksidasinya berubah ke harga yang lebih positif. Suatu zat pengoksidasi adalah yang memperoleh elektron, dan dalam proses itu zat itu direduksi. Definisi oksidasi ini sangat umum, karena itu berlaku juga untuk proses dalam zat padat, lelehan maupun gas. Sedangkan reduksi sebaliknya adalah suatu proses yang mengakibatkan diperolehnya satu elektron atau lebih zat (atom, ion atau molekul). Bila suatu unsur direduksi, keadaan oksidasi berubah menjadi lebih negatif (kurang positif). Jadi, suatu zat pereduksi adalah zat yang kehilangan elektron, dalam proses itu zat ini dioksidasi. Definisi reduksi ini juga sangat umum dan berlaku juga untuk proses dalam zat padat, lelehan maupun gas.
Reaksi kimia adalah suatu reaksi antara senyawa kimia atau unsur kimia yang melibatkan perubahan struktur dari molekul, yang umumnya berkaitan dengan pembentukan dan pemutusan ikatan kimia. Dalam suatu reaksi kimia terjadi proses ikatan kimia, di mana atom zat mula-mula (edukte) bereaksi menghasilkan hasil (produk). Berlangsungnya proses ini dapat memerlukan energi (reaksi endotermal) atau melepaskan energi (reaksieksotermal).Ciri – ciri reaksi kimia :
- Terbentuknya endapan
- Terbentuknya gas
- Terjadinya perubahan warna
- Terjadinya perubahan suhu atau temperatur
Redoks sering dihubungkan dengan terjadinya perubahan warna lebih sering dari pada yang diamati dalam reaksi asam-basa. Reaksi redoks melibatkan pertukaran elektron dan selalu terjadi perubahan bilangan oksidasi dari dua atau lebih unsur dari reaksi kimia. Persamaan reaksi redoks agak lebih sulit ditulis dan dikembangkan dari persamaan reaksi biasa yang lainnya karena jumlah zat yang dipertukarkan dalam reaksi redoks sering kali lebih dari satu. Sama halnya dengan persamaan reaksi lain, persamaan reaksi redoks harus disetimbangkan dari segi muatan dan materi, penyeimbangan materi biasanya dapat dilakukan dengan mudah sedangkan penyeimbangan muatan agak sulit. Karena itu perhatian harus dicurahkan pada penyeimbangan muatan. Muatan berguna untuk menentukan faktor stoikiometri. Menurut batasan umum reaksi redoks adalah suatu proses serah terima elektron antara dua system redoks .
Partikel (unsur, ion, atau senyawa) yang dapat mengokdidasi partkel lain disebut pengoksidasi, tetapi ia sendiri tereduksi. Sebaliknya partikel yang mereduksi partikel lain disebut pereduksi, tetapi ia sendiri teroksidasi. Reaksi redoks dapat terjadi bila suatu pengoksidasi bercampur dengan zat lain yang dapat teroksidasi, atau perediksi bercampur dengan zat yang dapat tereduksi. Dari perubahan masing-masing dapat ditetukan pereaksi dengan hasil reaksi beserta koefisiennya masing-masing (Syukri,1999).
Redoks adalah reaksi kimia yang disertai perubahan bilangan oksidasi. Setiap reaksi redoks terdiri atas reaksi-reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Reaksi oksidasi adalah reaksi kimia yang ditandai kenaikan bilangan oksidasi. Sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi kimia yang ditandai penurunan bilangan bilangan oksidasi. Bilangan oksidasi didefinisikan sebagai muatan yang dimiliki suatu atom jika seandainya elektron diberikan kepada atom yang lain yang keelektronegatifannya lebih besar. Jika kedua atom diberikan maka atom yang keelektronegatifannya lebih kecil lebih positif sedangkan atom yang keelektronegatifannya lebih besar memiliki bilangan oksidasi negatif (Dogra, 1998).
Perubahan penting yang terjadi dalam suatu reaksi reduksi-oksidasi paling mudah terlihat dengan cara memisahkan reaksi reaksi keseluruhan ke dalam dua setengah reaksi. Dalam setengah-reaksi oksidasi atom-atom tertentu mengalami peningkatan bilangan oksidasi, dan elektron tampak pada sebelah kanan persamaan setengah-reaksi. Dalam setengah reaksi reduksi, bilangan oksidasi dari atom-atom tertentu menurun, dan elektron pada sebelah kiri dari persamaan reaksi. Dalam suatu persamaan oksidasi reduksi keselurahan, jumlah elektron yang sama harus tampak dalam masing-masing persamaan setengah reaksi. Ketentuan ini merupakan dasar dari persamaan keseimbangan oksidasi-reduksi (Petrucci, 1985).
Bahan :
1. Pita Mg
2. Amplas
3. Akuades
4. Larutan Phenolpthalen
Alat :
1. Penjepit
2. Cawan porselen
3. Pembakar Bunsen
Langkah Kerja :
1. Ampelaslah pita Mg sampai bersih
2. Kemudian dibakar dengan dijepit menggunakan penjepit hingga nyala terang
3. Abu hasil pembakaran ditampung dalam cawan porselin & ditambahkan air 1 ml (= 20 tetes) serta ditambahkan indikator penolptalein
4. Amati perubahan yang terjadi & tuliskan reaksi kimianya.
Reaksi Kimia :
Mg + O2 -> MgO
Reduktor : Mg
Oksidator : O2
(Reaksi Konproporsionasi
Hasil Pengamatan :
Larutan abu hasil pembakaran akan berubah warna menjadi ungu setelah diberi larutan Phenolpthalen.
Bahan :
1. Serbuk Besi ( Fe )
2. Larutan CuSO4 O,1M
Alat :
1. Tabung reaksi
2. Spatula
3. Pipet
Langkah Kerja :
1. Masukkan serbuk Zn sebanyak 1 sendok plastik ke dalam tabung reaksi yang kering & bersih.
2. Tambahkan 5 mL larutan CuSO4 0,1M, kocok tabung 3 menit.
3. Amati & catat perubahan yang terjadi
Reaksi Kimia :
Fe + CuSO4 -> FeCuSO4 + Cu
Reduktor : Fe
Oksidator : CuSO4
Hasil Pengamatan :
Larutan tersebut berubah warna dari biru muda menjadi bening
( FeSO4 )
Penguraian KClO3 dengan MnO2
Langkah Kerja :
1. Masukkan serbuk Cu sebanyak 1 sendok spatula ke dalam tabung reaksi yang kering & bersih.
2. Tambahkan 5 mL larutan AgNO3 0,1M diamkan dalam tabung 3 menit.
3. Amati & catat perubahan yang terjadi
Reaksi Kimia :
Cu + AgNO3 -> Cu(NO3)2 + Ag
Reduktor : Cu
Oksidator : AgNO3
Hasil Pengamatan :
Larutan tersebut berubah warna dari biru muda menjadi bening ( Cu(NO3)2 ).
Langkah Kerja :
1. Masukkan serbuk Zn sebanyak 1 sendok plastik ke dalam tabung reaksi yang kering & bersih.
2. Tambahkan 5 mL larutan CuSO4 0,1M, kocok tabung 3 menit.
3. Amati & catat perubahan yang terjadi
Reaksi Kimia :
Zn + CuSO4 -> ZnSO4 + Cu
Reduktor : Zn
Oksidator : CuSO4
Hasil Pengamatan :
Logam Zn akan diselimuti oleh sebuk Cu.
Langkah Kerja :
1. Masukkan lembaran Al ke dalam tabung reaksi yang kering & bersih.
2. Tambahkan 5 mL larutan H2SO4 2 M, diamkan dalam tabung 3 menit.
3. Amati & catat perubahan yang terjadi
Reaksi Kimia :
Al + H2SO4 -> Al2(SO4)3 + H2
Reduktor : Al
Oksidator : H2SO4
Hasil Pengamatan :
Lembaran Al diselimuti gelembung - gelembung gas H2
Bahan :
1. Serbuk KClO3
2. Serbuk MnO2
Alat :
1. Tabung reaksi
2. Spatula
3. Pembakar bunsen
4. Lidi membara
Langkah Kerja :
1. Masukkan serbuk KClO3 sebanyak 2 spatula ke dalam tabung reaksi
2. Tambahkan 1/8 spatula MnO2, tutup mulut tabung dengan sumbat gabus.
3. Panaskan tabung tersebut hingga KClO3 dalam tabung meleleh.
4. Dekatkan lidi yang membara pada mulut tabung, amati dan catat perubahan yang terjadi.
Reaksi Kimia :
KClO3 + MnO2 -> KCl + O2
Reduktor : KClO3
Oksidator : KClO3
(Reaksi Autoredoks / Disproporsionasi)
Hasil Pengamatan :
Ada O2 yang ditunjukan dengan menyalanya lidi yang membara pada saat didekatkan pada tabung reaksi.
Campuran Logam Magnesium dengan Seng Sulfat
Bahan :
1. Pita Mg
2. Larutan ZnSO4 0,1 M
Alat :
1. Tabung reaksi
2. Amplas
3. Pipet
Langkah Kerja :
1. Masukkan pita Mg yang sudah diampelas, ke dalam tabung reaksi yang kering & bersih.
2. Tambahkan 5 mL larutan ZnSO4 0,1M, diamkan dalam tabung 3 menit.
3. Amati & catat perubahan yang terjadi
Reaksi Kimia :
Mg + ZnSO4 -> MgSO4 + Zn
Reduktor : Mg
Oksidator : ZnSO4
Hasil Pengamatan :
Lembar pita Mg akan ditutupi oleh serbuk Zn.
Pembakaran Logam Mg
Reaksi setelah diberi larutan Phenolpthalen
Reaksi yang terjadi pada saat pembakaran logam Mg
Reaksi setelah Zn dicampur dengan CuSO4
Sebelum bereaksi
Pembuktian bahwa ada O2 yang dihasilkan
Reaksi setelah pemanasan KClO3
Reaksi antara logam Mg dan larutan ZnSO4
Setelah reaksi
Setelah reaksi
Kesimpulan
Dari ketujuh percobaan tersebut, semua reaksi yang terjadi merupakan reaksi redoks. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi dari unsur-unsurnya. Sehingga untuk menentukan suatu reaksi redoks atau bukan redoks dapat dilakukan dengan menghitung bilangan oksidasi masing-masing unsur. Reaksi redoks yang memiliki oksidator dan reduktor pada unsur yang sama disebut disproporsionasi atau autoredoks, sedangkan yang memiliki hasil oksidasi dan reduksi pada unsur yang sama disebut reaksi konsproporsionasi.
Full transcript