Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Pengaruh Kualitas Produk,Fitur Produk dan Desain Produk Terh

No description
by

g.hawa maharani

on 21 September 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pengaruh Kualitas Produk,Fitur Produk dan Desain Produk Terh

Perusahaan pada saat ini tidak hanya ingin menjual produk dan mendapatkan keuntungan saja. Begitu juga perusahaan konveksi, mereka ingin para konsumen mengenal langsung ketika si konsumen melihat. Dengan melihat dan menghafal maka akan terjadi
impulsive buying
/pembelian secara spontan. Apakah kualitas produk, fitur produk dan desain produk yang mempengaruhi
impulsive buying
/pembelian secara spontan? Maka peneliti melakukan penelitian mengenai pengaruh kualitas produk, fitur produk dan desain produk terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan pada produk pakaian Javalava di "CV Yuanugraha Production" Ambarawa.

Latar Belakang Masalah
1. Apakah ada pengaruh kualitas produk terhadap
impulsive buying
(Pembelian Secara Spontan) ?

2. Apakah ada pengaruh fitur produk terhadap
impulsive buying
(Pembelian Secara Spontan) ?

3. Apakah ada pengaruh desain produk terhadap
impulsive buying
(Pembelian Secara Spontan) ?

4. Apakah ada pengaruh kualitas produk, fitur produk dan desain produk secara simultan terhadap
impulsive buying
(Pembelian Secara Spontan) ?

Rumusan Masalah
Pengaruh Kualitas Produk,Fitur Produk dan Desain Produk Terhadap
Impulsive Buying
(Pembelian Secara Spontan) Pada Produk Pakaian Javalava di "CV. Yuanugraha Production" Ambarawa

1. Kualitas produk berpengaruh secara signifikan terhadap
impulsive buying
(pembelian secara spontan) pada produk pakaian Javalava di CV. Yuanugraha Production.

2. Fitur produk berpengaruh secara signifikan terhadap
impulsive buying
(pembelian secara spontan) pada produk pakaian Javalava di CV. Yuanugraha Production.

3. Desain produk berpengaruh secara signifikan terhadap
impulsive buying
(pembelian secara spontan) pada produk pakaian Javalava di CV. Yuanugraha Poduction.

4. Kualitas produk, fitur produk dan desain produk secara simultan berpengaruh terhadap
impulsive buying
(pembelian secara spontan) pada produk pakaian Javalava di CV. Yuanugraha Production.

Hipotesis
Oleh : Galuh Hawa Maharani / 2011.101.035
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kualitas produk terhadap
impulsive buying
(Pembelian Secara Spontan)
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh fitur produk terhadap
impulsive buying
(Pembelian Secara Spontan)
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh desain produk terhadap
impulsive buying
(Pembelian Secara Spontan)
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kualitas produk, fitur produk dan desain produk secara simultan terhadap
impulsive buying
(Pembelian Secara Spontan).

Tujuan Penelitian
Populasi dan Sampel
Rincian Jumlah Konsumen
Bulan Februari s/d April 2015
Jenis penelitian ini adalah penelitian
explanatory research.
Yang dimaksud dengan penelitian
explanatory research
adalah tipe penelitian yang menjelaskan hubungan kasual atau sebab akibat antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis
Landasan Teori
Philip Kotler mendefinisikan Pemasaran merupakan suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Kotler dan Armstrong (2004:347) menyatakan bahwa “Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk melakukan fungsi - fungsinya”. Bila suatu produk telah dapat menjalankan fungsi - fungsinya dapat dikatakan sebagai produk yang memiliki kualitas yang baik.
Kotler dan Armstrong (2004:348) sebuah produk dapat ditawarkan dengan beraneka macam fitur. Perusahaan dapat menciptakan model dengan tingkat yang lebih tinggi dengan menambah beberapa fitur. Fitur adalah alat bersaing untuk membedakan produk perusahaan dari produk pesaing.
Menurut Kotler dan Armstrong (2004:348) cara lain untuk menambah nilai konsumen adalah melalui desain atau rancangan produk yang berbeda dari yang lain.
Impulsive buying
adalah perilaku orang yang tidak merencanakan sesuatu dalam berbelanja. Konsumen yang melakukan
impulsive buying
tidak berpikir untuk membeli produk atau merk tertentu. Mereka langsung melakukan pembelian karena adanya ketertarikan pada merk atau produk saat itu juga.

Tipe Penelitian
Dosen Pembimbing :
1. Pandi Afandi, SE.M.Si.
2. Tri Widodo, SE.MM

Penyajian dan Analisis Data
Uji Validitas
Uji Reliabilitas
Analisis Regresi Linier Berganda
Pengujian Hipotesis Penelitian
(Parsial)
Pengujian Hipotesis Penelitian
(Simultan)
Koefisien Determinasi
(Adjusted R Square)
Simpulan
Saran
Terima Kasih
Manfaat Penelitian
Bagi CV. Yuanugraha Production
Dapat menjadi acuan di CV. Yuanugraha Production dalam melakukan pengembangan perusahaan agar lebih baik, sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan.

Bagi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi "AMA"
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dan menambah koleksi di perpustakaan sehingga bermanfaat bagi pengembangan penelitian selanjutnya.

Bagi Pihak Lain
Bagi khalayak umum, dapat dijadikan tambahan ilmu dan tambahan informasi tentang keberadaan perusahaan tersebut.

Bagi Penulis
Menambah pengetahuan penulis dalam menerapkan teori yang diperoleh selama kuliah dan meningkatkan keterampilan dalam melakukan penelitian.

Populasi yang dimaksud disini adalah para konsumen Javalava di Ambarawa yang berjumlah 114. Jumlah ini didasarkan pada perhitungan rata – rata jumlah konsumen selamat bulan Februari sampai dengan April 2015. Sampel yang di ambil oleh peneliti adalah 100 responden dikarenakan sedikitnya jumlah responden dan untuk mengantisipasi apabila ada jawaban responden yang tidak lengkap dan harus diabaikan.
Deskripsi Data
Dalam penelitian ini, ada 100 responden yang mana responden tersebut
adalah para pengunjung dan pembeli di Javalava. Profil yang ditanyakan dalam kuesioner adalah jenis kelamin dan usia.
Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat validitas butir-butir pertanyaan kuesioner terhadap tujuan pengukuran, apakah layak digunakan sebagai instrument dalam penelitian atau tidak. Butir pertanyaan dalam kuesioner dikatakan layak apabila menunujukkan r atau korelasi hitung > r-tabel nya. Dalam penelitian ini untuk mengetahui r-tabel dengan
df = n – 2 Dimana n adalah sampel yang berjumlah 100, dengan a = 5% kemudian ditentukan dalam r-tabel nya df = 100 – 2 = 98 dengan nilai 0,197.
Uji reliabilitas digunakan untuk menjamin instrumen yang handal, konsistensi, dan stabil, sehingga bila digunakan berkali-kali dapat menghasilkan data yang sama. Kuesioner penelitian dikatakan reliabel jika
cronbach alpha
> (0,6).

Y = 4,248 + 0,097X1 + 0,198X2+ 0,402X3
Nilai konstanta (a)
Nilai konstan dari hasil analisis data adalah 4,248 dan berarah positif, artinya jika variabel kualitas produk (X1), fitur produk (X2) dan desain produk (X3) tidak ada, maka besarnya nilai
impulsive buying
/pembelian secara spontan (Y) adalah 4,248 satuan.
Nilai koefisien regresi variabel kualitas produk (b1)Nilai koefisien regresi variabel kualitas produk (b1) adalah 0,097 dan berarah positif, artinya pengaruh kualitas produk terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan adalah positif, atau dengan kata lain setiap memberikan kualitas produk yang lebih baik sebesar 1 satuan, akan menambah
impulsive buying
/pembelian secara spontan produk pakaian Javalava sebesar 0,097 satuan dengan asumsi variabel kualitas produk (X1) berpengaruh terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan (Y) dan variabel lainnya dianggap tetap.

Nilai koefisien regresi variabel fitur produk (b2) Nilai koefisien regresi variabel fitur produk (b2) adalah 0,198 dan berarah positif, artinya pengaruh fitur produk terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan adalah positif, atau dengan kata lain setiap memberikan fitur produk yang lebih baik sebesar 1 satuan, akan menambah
impulsive buying
/pembelian secara spontan produk pakaian Javalava sebesar 0,198 satuan dengan asumsi variabel fitur produk (X2) berpengaruh terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan (Y) dan variabel lainnya dianggap tetap.
Nilai koefisien regresi variabel desain produk (b3)Nilai koefisien regresi variabel desain produk (b3) adalah 0,402 dan berarah positif, artinya pengaruh desain produk terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan adalah positif, atau dengan kata lain setiap memberikan desain produk yang lebih baik sebesar 1 satuan, akan menambah
impulsive buying
/pembelian secara spontan produk pakaian Javalava sebesar 0,402 satuan dengan asumsi variabel desain produk (X3) berpengaruh terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan (Y) dan variabel lainnya dianggap tetap.
Dalam penelitian ini populasi sampel sebanyak 100 orang. Sehingga pengujian menggunakan uji t dengan f= n-k-1 atau df =96 dan tingkat signifikasi (α) = 5% : 2 = 2,5% maka diperoleh t tabel sebesar 1,985
Nilai t hitung variabel kualitas produk = 2,415> t tabel = 1,985, oleh karena t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Untuk pernyataan hipotesis I penelitian “Ada pengaruh signifikan kualitas produk terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan di CV. Yuanugraha Production, dapat diterima. Artinya jika produk punya karakteristik utama untuk dipertimbangkan, punya ciri khas, berkualitas tinggi sesuai standar nasional, tampak berkelas, maka tingkat
impulsive buying
/pembelian secara spontan akan meningkat.
Hipotesis I
Pengaruh Kualitas Produk Terhadap
Impulsive Buying
(Pembelian Secara Spontan)
Nilai t hitung variabel fitur produk = 2,716 > t tabel = 1,985, oleh karena t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Untuk pernyataan hipotesis II penelitian “Ada pengaruh signifikan fitur produk terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan”, dapat diterima. Artinya jika model produk menarik, mempunyai ciri tersendiri dan mempunyai efektifitas tinggi untuk bersaing maka tingkat
impulsive buying
/pembelian secara spontan akan meningkat.
Hipotesis II
Pengaruh Fitur Produk Terhadap
Impulsive Buying
(Pembelian Secara Spontan)
Nilai t hitung variabel desain produk = 4,781 > t tabel = 1,985, oleh karena t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Untuk pernyataan hipotesis III penelitian “Ada pengaruh signifikan desain produk terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan di CV. Yuanugraha Production, dapat diterima. Artinya jika desain produk menarik, mempunyai kegunaan sebagaimana mestinya, menarik perhatian dan desain produk tersebut meningkatkan kinerja produk, maka tingkat
impulsive buying
/pembelian secara spontan akan meningkat.
Hipotesis III
Pengaruh Desain Produk Terhadap
Impulsive Buying
(Pembelian Secara Spontan)
Pengujian hipotesis secara bersama-sama dilakukan dengan menggunakan Uji F. Uji F dilakukan untuk menguji hubungan signifikansi antara variabel bebas dan variabel terikat secara keseluruhan. Sampel yang digunakan sebanyak 100 orang, sehingga pengujian menggnakan uji F dengan f= n-k-1 atau f= 96 dan tingkat signifikasi (α) = 5 % maka diperoleh f tabel sebesar 2,70.
Hasil pengujian model regresi untuk keseluruhan variabel menunjukkan nilai F hitung 31,986 dan F tabel 2,70. Dapat dikatakan F hitung > F tabel, sehingga Ho ditolak dan Ha dapat diterima maka variabel Kualitas Produk, Fitur Produk dan Desain Produk secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
Impulsive Buying
(Pembelian Secara Spontan). Untuk itu pernyataan hipotesis ini: “Terdapat pengaruh yang signifikan kualitas produk, fitur produk dan desain produk terhadap
Impulsive Buying
(Pembelian Secara Spontan) pada produk pakaian Javalava di CV. Yuanugraha Production Ambarawa”, diterima.
Koefisien Determinasi menunjukkan besarnya kontribusi variabel independen yaitu variabel kualitas produk, fitur produk dan desain produk terhadap variabel dependen yaitu variabel
impulsive buying
/pembelian secara spontan.
Nilai koefisien determinasi (karena variabel independen lebih dari dua maka yang dipakai
adjusted R square
) kualitas produk, fitur produk dan desain produk terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan sebesar 0,484 Ini berarti bahwa 48,4%
impulsive buying
/pembelian secara spontan dapat dijelaskan oleh variabel kualitas produk, fitur produk dan desain produk. Sedangkan sisanya 51,6%
impulsive buying
/pembelian secara spontan dijelaskan oleh variabel independen lain yang belum masuk dalam penelitian ini.
Persamaan regresi linier berganda hasil analisis regresi adalah Y = 4,248 + 0,097X1 + 0,198X2 + 0,402X3 persamaan tersebut menjelaskan bahwa konstanta (a) sebesar 4,248, koefisien regresi variabel kualitas produk (b1) sebesar 0,097, koefisien regresi variabel fitur produk (b2) sebesar 0,198, dan koefisien regresi variabel desain produk (b3) sebesar 0,402.
Ada pengaruh positif dan signifikan kualitas produk terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan pada produk pakaian javalava di CV. Yuanugraha Production yang ditunjukkan oleh nilai t hitung variabel kualitas produk = 2,415 > t tabel = 1,985. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin baik kualitas produknya maka semakin tinggi tingkat
impulsive buying
/pembelian secara spontan, sebaliknya semakin buruk kualitas produknya makan semakin rendah tingkat
impulsive buying
/pembelian secara spontan.
Ada pengaruh positif dan signifikan fitur produk terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan pada produk pakaian javalava di CV. Yuanugraha Production yang ditunjukkan oleh nilai t hitung variabel fitur produk = 2,716 > t tabel = 1,985. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak fitur produk, maka semakin tinggi
impulsive buying
/pembelian secara spontan, sebaliknya semakin sedikit fitur produk maka semakin rendah
impulsive buying
/pembelian secara spontan.
Ada pengaruh positif dan signifikan desain produk terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan pada produk pakaian javalava di CV. Yuanugraha Production yang ditunjukkan oleh nilai t hitung variabel fitur produk = 4,781 > t tabel = 1,985. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin menarik desain produk maka semakin tinggi
impulsive buying
/pembelian secara spontan, sebaliknya semakin tidak menarik desain produk maka semakin rendah
impulsive buying
/pembelian secara spontan .
Ada pengaruh positif dan signifikan kualitas produk, fitur produk dan desain produk secara bersama – sama terhadap
impulsive buying
/pembelian secara spontan pada produk pakaian javalava di CV. Yuanugraha Production yang ditunjukkan oleh nilai F hitung variabel independen tersebut sebesar = 31,986 > F tabel = 2,70.
Nilai koefisien determinasi atau
adjusted R square
adalah sebesar 0,484. Ini berarti bahwa 48,4 %
impulsive buying
/pembelian secara spontan dapat dijelaskan oleh variabel kualitas produk, fitur produk dan desain produk. Sedangkan sisanya 51,6%
impulsive buying
/pembelian secara spontan dijelaskan oleh variabel independen lain yang belum masuk dalam penelitian ini.
CV. Yuanugraha Production meningkatkan kualitas produk pakaian javalava yang di produksinya. Produk yang dikeluarkan disesuaikan dengan standar nasional.
Sebaiknya produk pakaian javalava dikemas menjadi lebih menarik agar para pengunjung langsung berniat membeli ketika melihat produk tersebut.
Desain produk pakaian javalava lebih ditingkatkan dari segi varian modelnya. Sehingga produk pakaian tersebut dapat digunakan oleh berbagai tingkatan usia.
Full transcript