Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of PENGENDALIAN MANAJEMEN ORGANISASI NON PROFIT

No description
by

Kristiana Natalia

on 20 April 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of PENGENDALIAN MANAJEMEN ORGANISASI NON PROFIT

PERSAMAAN ORGANISASI
PROFIT DAN NON PROFIT
PERBEDAAN ORGANISASI PROFIT DAN NON PROFIT
Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya ’pemilik’ organisasi non profit, apakah anggota, klien, atau donatur. Pada organisasi profit, pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya.
PENGERTIAN ORGANISASI NON PROFIT
(NIRLABA)
Suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter).
Dalam hal donatur, organisasi non profit membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi profit yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya.

Sama-sama menyediakan jasa (atau produk) dan bersaing dengan organisasi lain untuk menjadi penyedia jasa (atau produk) yang dipilih.
Sama-sama memiliki manajer yang profesional yang mengembangkan tujuan, strategi, dan budget.
Organisasi non profit meliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah.

Yenny (2011-012-202)

Caecilia (2011-012-227)
Natalia (2011-012-423)
OLEH :
Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi profit telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi non profit, hal ini tidak mudah dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah 'pemilik' organisasi.
Standar akuntansi yang digunakan oleh organisasi non profit berbeda dengan organisasi profit baik dari segi bentuk maupun isi.
Standar dari penggunaan laporan keuangan digunakan oleh organisasi non profit baru ada setelah FAS (Financial Accounting Statement) No. 117 yang dikeluarkan pada Juni 1993.

Sebagai konsekuensinya, sebagian organisasi non profit menyediakan laporan konsolidasi dan yang lainnya tidak.

FASB No. 117 dibuat untuk meningkatkan relevansi, understandability, comparability pada organisasi non profit.

Di Indonesia, akuntansi untuk organisasi non profit diatur dalam PSAK 45.
Aivin (2011-012-300)
Termasuk dalam kategori non profit adalah organisasi pemerintah dan organisasi non pemerintah (organisasi-organisasi swasta) yang dioperasikan untuk
kepentingan publik
, seperti museum, rumah sakit, universitas, dan sekolah.
Beberapa organisasi non profit, seperti organisasi-organisasi keagamaan dan yayasan amal, melayani untuk
keuntungan pribadi
(keuntungan anggotanya).

Beberapa organisasi non profit lainnya, seperti koperasi, serikat pekerja, serikat perdagangan, dioperasikan untuk
saling menguntungkan
di antara anggotanya.
Organisasi non profit harus memiliki pendapatan untuk mendanai kegiatan operasionalnya.
Laba bukanlah tujuan utama organisasi non profit. Pendapatan yang diperoleh digunakan untuk membiayai tujuan organisasi di masa yang akan datang.

Organisasi non profit dilarang untuk membagikan keuntungan yang didapat kepada anggota-anggotanya.


PENGENDALIAN
MANAJEMEN
ORGANISASI NON PROFIT
Pada dasarnya, organisasi non profit tidak memiliki kejelasan tujuan apa yang harus dicapai (tujuan ambigu/tidak jelas) dan bagaimana pengorbanan yang harus dibuat, sehingga sulit untuk menilai seberapa baik sistem pengendalian organisasi atau bahkan seberapa baik tim manajemen melaksanakan. Tidak seperti pada organisasi profit yang sudah jelas tujuan yang ingin dicapai.
Contoh :


Direktur sebuah museum mengutamakan tujuan utamanya menarik pengunjung untuk melihat koleksi dan pameran seni yang berkualitas tinggi, sedangkan di pihak lain (pegawai pemerintah) lebih berkonsentrasi pada tujuan anggaran dibandingkan tujuan pelayanan.

Karena tujuan yang ambigu ini, akhirnya hal ini menimbulkan konflik tersendiri.
Tanpa indikator yang berkualitas, maka tugas dari manajemen dari pengendalian manajemen dalam mengukur kinerja akan menjadi sulit untuk :
Manajer pada organisasi non profit tidak memiliki indikator untuk menilai kinerja organisasi.
Mengukur kinerja organisasi secara keseluruhan, terutama pada tingkat level atas yang menggunakan hasil tinggi
Menganalisis kelebihan dari investasi alternatif atau program-program yang sedang berjalan
Mendesentralisasi organisasi dan menahan manajer di setiap unit untuk bertanggung jawab secara spesifik untuk kinerja yang berhubungan dengan tercapainya tujuan bersama
Membandingkan kinerja dari setiap sub unit yang melakukan kegiatan berbeda-beda
KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NON PROFIT
Laporan Posisi Keuangan
Laporan Aktivitas
Laporan Perubahan Aktiva Bersih
Laporan Arus Kas
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk mempertanggung jawabkan penggunaan hibah, kebanyakan organisasi non profit menggunakan :
Fund Accounting, yaitu pencatatan akuntansi yang dipisahkan berdasarkan sumber pendanaan itu didapat. Setiap sumber pendanaan mempunyai financial statement masing-masing (balance sheet dan laporan perubahan kas pendanaan).
General Fund, yaitu digunakan untuk mencatat semua transaksi operating dan dari semua sumber yang tidak berkaitan dengan sumber pendanaan.
Apabila outflow lebih besar daripada inflow, organisasi non profit kemungkinan akan bangkrut. Tetapi, apabila inflow jauh lebih besar dari outflow, juga kurang baik, ini menunjukkan organisasi non profit mencari keuntungan semata.
Organisasi non profit harus dapat bertanggung jawab kepada beberapa pihak seperti, para penyumbang (donor), pihak pemerintah, alumni dan masyarakat luas pada umumnya.
Organisasi non profit harus melengkapi kelengkapan hukum tertentu dan kondisi-kondisi yang menyangkut penerimaan berupa donasi dan sebagainya, pengungkapan, pernyataan legal tentang para eksekutif dan karyawannya.
Karyawan organisasi non profit memiliki dedikasi yang sangat tinggi pada organisasi dengan tujuan yang jelas dan memiliki komitmen yang tinggi pada organisasi.
Sebagian besar organisasi non profit menyediakan jasa sebagai komoditas utamanya dibanding dengan menyediakan barang berwujud sehingga pada perusahaan non profit lebih banyak hal-hal dalam operasi yang harus dikontrol.
Kesimpulan . . .
Kontrol pada organisasi non profit tidak terlalu berbeda dengan organisasi profit pada umumnya. Para manajer tetap harus mengatasi masalah-masalah, seperti lack of direction, lack of motivation, dan lack of abiity. Alat kontrolnya pun sama, yaitu action, results, dan cultural. Masalah-masalah yang harus dihadapi pun kurang lebih sama, meliput bagaimana memenuhi prinsip kontrol, side effect, penempatan tindak perlakuan yang salah, myopia, dan gameplaying.

Sistem pengendalian manajemen dalam perusahaan non profit, para manajer tidak dilatih secara profesional seperti pada perusahaan profit. Tetapi setelah perusahaan itu mulai berkembang menjadi besar, para manajer mulai mengaplikasikan prinsip-prinsip manajemen yang diaplikasikan pada perusahaan profit.
Full transcript