Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

hey there, we are the second group of auditing, we talk about 16th and 17th chapter based on Arens book of auditing.
let's enjoy this presentation. check this out.. resti dea farida inriyani Piutang usaha dinyatakan
dalam nilai realisasi
Evaluasi penyisihan dengan mereview setiap saldo tidak lancar pada aged trial balance Klien memiliki hak atas piutang usaha Penyajian dan Pengungkapan
Piutang Usaha KONFIRMASI PIUTANG USAHA jenis konfirmasi Keputusan konfirmasi, mempertimbangkan : KONFIRMASI REKENING PIUTANG 1. Memelihara pengawasan
> Untuk memastikan komunikasi mandiri antara auditor dan pelanggan 2. Menindaklanjuti konfirmasi yang tidak direspon
> Dengan melakuan permintaan ketiga, kemudian dengan cara selain konfirmasi
> Jika konfirmasi positif tidak dikembalikan, dapat menguji akurasi keberadaan transaksi penjualan dengan dokumentasi : Penerimaan tunai berikutnya, Salinan faktur penjualan, Dokumen pengiriman, Surat menyurat dengan klien 3. Analisis pengecualian
> Disebabkan adanya perbedaan pemilihan waktu antara klien dan pelanggan, jenis perbedaan yang umum terjadi : Pembayaran yang telah dilakukan, Barang yang belum diterima, Barang yang telah dikembalikan, Kesalahan pekerjaan klerk dan memperdebatkan jumlah 4. Menarik kesimpulan MENGEMBANGKAN PENGUJIAN PROGRAM AUDIT YANG TERINCI Fran Moore, menyiapkan KKP bukti sebagai alat bantu untuk membantunya memutuskan luas pengujian atas rincian saldo yang direncanakan. Sumber setiap baris yaitu : MENYELESAIKAN PENGUJIAN DALAM SIKLUS PENJUALAN DAN PENAGIHAN : PIUTANG USAHA METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi piutang usaha Menilai risiko pengendalian untuk siklus penjualan dan penagihan Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai risiko inheren untuk piutang usaha Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk siklus penjualan dan penagihan Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk piutang usaha Merancang pengujian atas rincian saldo piutang usaha untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan saldo Prosedur audit Ukuran sampel Item yang dipilih Penetapan waktu 1. Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi piutang usaha (Tahap I). mempelajari industri klien
dan lingkungan eksternal mengevaluasi tujuan manajemen
dan proses bisnis melaksanakan persiapan
prosedur analitis 2. Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai risiko inheren (Tahap I) Memutuskan pertimbangan pendahuluan mengenai materialitas laporan keuangan secara keseluruhan, dan kemudian mengalokasikan jumlah pertimbangan pendahuluan ke setiap akun neraca yang signifikan, termasuk piutang usaha. 3. Menilai resiko pengendalian untuk siklus penjualan dan penagihan (Tahap I) pengendalian yang mencegah atau
mendeteksi penggelapan pengendalian yang mencegah atau
mendeteksi penggelapan pengendalian yang berhubungan dengan
rekening penyisihan piutang tak tertagih Hubungan dari dua kelas transaksi utama dalam siklus penjualan dan penagihan 4. Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi (Tahap II) menentukan apakah penilaian risiko
pengendalian untuk penjualan dan
penerimaan kas harus direvisi menentukan sejauh mana risiko deteksi yang direncanakan akan dipenuhi bagi setiap tujuan audit yang berkaitan dengan saldo piutang usaha 5. Merancang dan melaksanakan prosedur analitis (Tahap III) Pelaksanaan prosedur analitis siklus penjualan dan penagihan secara keseluruhan, bukan hanya piutang usaha hubungan yang erat antara akun-akun
laporan laba rugi dan neraca Contoh-contoh rasio serta perbandingan untuk siklus penjualan dan penagihan serta salah saji potensial yang dapat diungkap oleh prosedur analitis Tabel 2-1 Mengilustrasikan penggunaan prosedur analitis selama tahap pengujian yang terinci dan juga menyajikan informasi neraca saldo komparatif menyangkut informasi tentang siklus penjualan dan penagihan Tabel 2-2 prosedur analitis substantif Tabel 2-3 6. Merancang dan melaksanakan pengujian atas rincian saldo piutang usaha (Tahap III) Hal penting untuk pengujian atas rincian saldo piutang usaha Auditor tidak boleh mengabaikan akun-akun laporan laba rugi Konfirmasi piutang usaha Pengujian atas rincian saldo piutang usaha Aged Trial Balance Tujuan audit yang berkaitan dengan saldo Auditor telah menyelesaikan kertas kerja perencanaan bukti. Auditor telah memutuskan risiko deteksi yang direncanakan Merancang pengujian atas rincian saldo 9 tujuan audit yang berkaitan dengan saldo piutang 1. Detail tie-in 2. Keberadaan 3. Kelengkapan 4. Keakuratan 5. Klasifikasi 6. Cut off 7. Nilai realisasi 8. Hak 9. keterbukaan Tujuan audit yang berkaitan dengan saldo piutang 1. Piutang usaha ditambahkan dengan benar dan sama dengan file induk serta buku besar umum 1. detail tie-in sebelum melakukan setiap pengujian lainnya 2. menelusuri sampel setiap saldo ke dokumen pendukung 3. menggunakan perangkat lunak audit untuk menghitung kembali umur piutang Aged Trial Balance 2. Piutang usaha yang dicatat memang ada Menentukan keberadaan atau eksistensi piutang usaha yang dicatat Konfirmasi saldo pelanggan Auditor akan memeriksa dokumen pendukung guna memverifikasi pengiriman barang dan bukti penerimaan kas untuk menentukan apakah piutang telah ditagih Konfirmasi saldo pelanggan 3. Piutang usaha yang ada telah dicantumkan Cara untuk membuktikan bahwa piutang usaha telah dicantumkan Memfooting neraca saldo piutang usaha dan merekonsiliasi saldonya dengan akun pengendali pada buku besar umum Pengujian substantif atas transaksi untuk pengiriman yang telah dilakukan tetapi belum dicatat dan oleh prosedur analitis 4. Piutang usaha sudah akurat (keakuratan) Pengujian atas rincian saldo yang paling umum bagi keakuratan piutang usaha konfirmasi saldo pelanggan Auditor akan melaksanakan pengujian terhadap debet dan kredit saldo setiap pelanggan dengan memeriksa dokumen pendukung menyangkut pengiriman dan penerimaan kas konfirmasi saldo pelanggan 4. Piutang usaha diklasifikasikan dengan benar Untuk memenuhi klasifikasi tujuan audit yang berkaitan dengan saldo Auditor harus menentukan apakah klien telah memisahkan dengan benar klasifikasi piutang usaha yang berbeda Klasifikasi telah disajikan secara layak dengan menentukan apakah transaksi dengan pihak terkait diperlihatkan dengan benar dalam laporan keuangan selama tahap penyelesaian audit 5. Pisah batas piutang usaha sudah benar Salah saji pisah batas tujuan Memverifikasi apakah transaksi yang mendekati akhir periode akuntansi telah dicatat pada periode yang tepat 1. Penjualan
2. Retur dan pengurangan penjualan
3. Penerimaan kas Pisah batas penjualan Sebagian besar klien perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur mencatat penjualan berdasarkan kriteria pengiriman barang Auditor dapat memverifikasi pisah batas dengan memperoleh nomor dokumen pengiriman untuk pengiriman terakhir yang dilakukan pada akhir periode dan membandingkan nomor tersebut dengan penjualan yang dicatat pada periode berjalan atau periode selanjutnya. Piutang usaha kotor – penyisihan piutang tak tertagih penyisihan?? (-) piutang lancar diabaikan ketika menetapkan kecukupan penyisihan.
(-) sulit membandingkan hasil tahun berjalan dengan tahun sebelumnya kekurangannya? solusi klien dapat menetapkan sejarah penghapusan piutang tak tertagih selama satu periode waktu sebagai kerangka reverensi untuk mengevaluasi penyisihan tahun berjalan memang milik Menentukan Ukuran Sampel Dengan Menggunakan MUS Kurang saji dan lebih saji memiliki tingkat toleransi yang sama pada metode MUS Kurang saji dan lebih saji memiliki tingkat toleransi yang berbeda pada metode non-MUS MATERIALITAS Risiko Yang Dapat Diterima Atas Penerimaan Yang Salah (ARIA) Nilai Populasi Yang Tercatat Estimasi Tingkat Pengecualian Populasi CONTOHNYA? salah saji $20,000 ekuivalen kesalahan 0,4% maka agaer bersifat konservatif estimasi tingkat toleransi menjadi 0,5% Kelebihan Metode MUS MUS secara otomatis akan memilih item yang bersaldo tinggi MUS dapat mengurangi biaya pelaksanaan pngujian audit MUS mudah diterapkan MUS menghasilkan kesimpulan statistik Sampling Variabel Sampel variabel Batas keyakinan atas dan batas bawah sehingga didapatkan reabilitas proses, untuk menarik kesimpulan Metode Variabel Etimasi Perbedaan Estimasi Rasio Estimasi Rata-rata per Unit Risiko Sampling Pada Metode Variabel Risiko yang Dapat Diterima Atas Penerimaan Yang Salah (ARIA) Risiko yang Dapat Diterima Atas Penolakan yang Salah (ARIR) Prosedur dalam Merencanakan Sampel dan Menghitung Ukuran Sampel Menyatakan Tujuan Pengujian Audit Memutuskan Apakah Sampling Audit Dapat Diterapkan Mendifinisikan Kondisi Salah Saji Mendifinisikan Populasi Mendifinisikan Unit Sampling Menetapkan Salah Saji yang Dapat Ditoleransi Menetapkan Risiko yang Dapat Diterima Auditor Mengestimasi Salah Saji Dalam Populasi Mengestimasi Salah Saji Dalam Populasi Menghitung Ukuran Sampel Awal Melaksanakan Prosedur Audit Menggeneralisasi dari Sampel ke Populasi Menganalisis Salah Saji Memutuskan Akseptabilitas Populasi Pisah batas retur & pengurangan penjualan Retur dan pengurangan penjualan ditandingkan dengan penjualan terkait jika? MATERIAL CONTOH jika pengiriman periode berjalan dikembalikan pada periode selanjutnya, maka retur penjualan dicatat dalam periode berjalan Jika auditor yakin klien telah mencatat semua retur dan pengurangan penjualan, MAKA... pengujian pisah batas menjadi sederhana dan bersifat langsung Pisah batas penerimaan kas TIDAK TERLALU PENTING MENGAPA?? karena pisah batas kas yang tidak tepat hanya mempengaruhi saldo kas dan piutang usaha, bukan laba tapi jika salah saji material maka akan mempengaruhi kewajaran penyajian akun-akun tersebut, terutama jika kas memiliki saldo yang kecil atau negatif auditor sering kali sulit membedakan salah saji pisah batas dengan perbedaan waktu contoh? jika pelanggan mengirim dan mencatat cek kepada klien untuk melunasi hutangnya pada tanggal 30 desember dan klien menerima serta mencatat jumlah tersebut pada tanggal 2 januari, catatan kedua organisasi tersebut akan berbeda pada tanggal 31 Desember klien NAMUN Sebagian mungkin telah digadaikan sebagai jaminan ddibebankan kepada oranglain difactorkan dijual dengan diskon untuk mengungkap situasi dimana klien memiliki hak yang terbatas review notulen rapat membahasnya dengan klien mengonfirmasi dengan bank memeriksa kontrak utang menyangkut bukti piutang usaha yang digadai sebagai jaminan memeriksa file korespondensi dilakukan sebagai bagian dari tahap penyelesaian audit contoh ketika menguji penjualan dan piutang usaha, auditor harus memahami dan mengevaluasi kelayakan kebijakan pengakuan pendapatan klien untuk menentukan apakah hal tersebut sudah diungkapkan dengan layak dalam laporan keuangan evaluasinya auditor harus memahami prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum serta persyaratan penyajian dan pengungkapan bagian pentingnya? memutuskan apakah klien memiliki jumlah terpisah yang material auditor harus memutuskan apakah klien telah mengombinasikan jumlah dan mengungkapkan informasi pihak terkait dengan tepat dalam laporan adalah konsep yang terus berulang dalam pembahasan kita mengenai perancangan dan pengujian atas rincian saldo piutang usaha tujuannya? 1. eksistensi 2. keakuratan 3. pisah batas 3 PENGECUALIAN MENURUT SAS 67 (AU 330) PIUTANG USAHA TIDAK MATERIAL AUDITOR MEMPERTIMBANGKAN KONFIRMASI BUKTI YANG TIDAK EFEKTIF KARENA TINGKAT RESPONS NYA KEMUNGKINAN TIDAK AKANMEMADAI ATAU TIDAK DAPAT DIANDALKAN GABUNGAN TINGKAT RESIKO INHEREN DAN TINGKAT RESIKO PENGENDALIAN RENDAH DAN BUKTI SUBSTANTIF LAINNYA DAPAT DIAKUMULASI UNTUK MENYEDIAKAN BUKTI YANG MENCUKUPI KONFIRMASI POSITIF KONFIRMASI NEGATIF Komunikasi dengan debitor yang meminta pihak penerima untuk mengonfirmasi secara langsung apakah saldo yang dinyatakan pada permintaan konfirmasi itu benar atau salah bukti yang lebih dapat diandalkan karena auditordapat melakukan prosedur tindak lanjut jika respons tidak diterima dari debitor formulir konfirmasi kosong konfirmasi faktur yaitu konfirmasi positif yang tidak menyatakan jumlah pada konfirmasi tetapi meminta penerimanya untuk mengisi saldo atau melengkapi informasi lainnya. adalah jenis konfirmasi positif lainnya dimana setiap faktur akan dikonfirmasi. (+) lebih dapat diandalkan (-) menghasilkan tingkat respons lebih rendah (+) dapat meningkatkan tingkat respon konfiramsi (-) tidak secara langsung mengkonfirmasi saldo akhir jauh lebih murah, dapat mendistribusilan dengan total biaya yang sama . jauh lebih murah karena tidak ada permintaan kedua dan tidak ada tindak lanjut terhadap respons konfirmasi negatif hanya dapat diterima jka seluruh situasi berikut tersedia: (menurut SAS 67) a. Rek. piutang terdiri dari beberapa rek. Kecil b. Kombinasi penilaian resiko pengawasan dan resiko melekat rendah c. Tidak ada alasan untuk percaya bahwa penerima konfirmasi tidak mungkin memberikan pertimbangan FAKTOR2 AUDITOR MENGGUNAKAN KONFIRMASI materialitas total piutang usaha jumlah dan ukuran setiap piutang resiko pengendalian resiko inheren keefektifan konfirmasi sebagai bukti audit ketersediaan bukti audit lainnya Pemilihan Waktu dikirim sedekat mungkin dengan neraca saldo Ukuran Sampel/Contoh faktor kesalahan yang dapat ditolerir, resiko yang melekat, resiko pengendalian, resiko pendeteksian yang dapat dicapai dari tes substantif lainnya, tipe konfirmasi Pemilihan Materi untuk Pengujian mempertimbangkan jumlah saldo yang besar dan panjang waktu rekening salah saji yang dapat ditoleransi resiko audit yang dapat diterima resiko inheren resiko pengendalian hasil pengujian substantif atas transaksi prosedur analitis resiko audit yang direncanakan dan bukti audit yang direncanakan SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO Perbandingan sampling audit untuk pengujian atas rincian saldo dan untuk pengujian pengendalian serta pengujian subtantif atas transaksi Auditor melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian subtantif atas transaksi : Untuk menentukan apakah tingkat pengecualian populasi cukup rendah Untuk mengurangi penilaian risiko terhadap pengendalian dan karenanya mengurangi pengujian atas rincian saldo Untuk perusahaan publik,guna menyimpulkan bahwa pengendalian telah beroperasi secara efektif demi tujuan audit pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Ada 3 jenis utama metode sampling yang digunakan untuk menghitung salah saji saldo akun dalam dolar yang dibahas pada bab ini : sampling nonstatistik sampling unit moneter sampling variabel SAMPLING NONSTATISTIK Ada 14 langkah yang diperlukan dalam sampling audit untuk pengujian atas rincian saldo dan 14 langkah yang digunakan untuk pengujian pengendalian dan pengujian subtantif atas transaksi : Menyatakan Tujuan Pengujian Audit Tabel 17-1 POPULASI PIUTANG USAHA ILUSTRATIF
Dalam dolar Menyatakan Tujuan Pengujian Audit Auditor akan mengambil sampel untuk pengujian atas rincian saldo guna menentukan apakah saldo akun yang sedang diaudit telah dinyatakan secara wajar Memutuskan sampling audit dapat diterapkan Sampling audit dapat diterapkan setiap kali auditor berencana membuat kesimpulan mengenai populasi berdasarkan sampel Mendefinisikan salah saji Sampling audit untuk pengujian atas rincian saldo mengukur salah saji moneter, yaitu salah saji yang terjadi apabila item sampel di salah sajikan Mendefinisikan Populasi Populasi didefinisikan sebagai item yang membentuk populasi dolar yang tercatat Sampling Berstratifikasi Auditor memisahkan populasi ke dalam dua atau lebih subpopulasi sebelum menerapkan sampling audit Mendefinisikan unit sampling Untuk sampling nonstatistik dalam pengujian atas rincian saldo, unit sampling hampir selalu merupakan item yang membentuk saldo akun Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi Untuk menentukan ukuran sampel dan mengevaluasi hasil sampling nonstatistik Menetapkan Risiko yang dapat diterima atas penerimaan yang salah Auditor berisiko membuat kesimpulan kuantitatif yang tidak tepat mengenai populasi
Risiko yang dapat diterima atas penerimaan yang salah (acceptable risk of incorrect acceptance=ARIA) Hal ini dapat menghasilkan efisiensi dalam audit yang terintegrasi atas laporan keuangan dan pengendalian internal bagi perusahaan publik Gambar 17-1 menunjukan pengaruh ARACR dan ARIA terhadap pengujian substantif apabila pengendalian dianggap tidak efektif dan efektif Mengurangi resiko pengendalian Mengurangi ARACR Melaksanakan pengujian pengendalian Menggunakan ARIA yang tinggi Melaksanakan pengujian substantif yang terbatas Melaksanakan pengujian substansif yang eksentif Menggunakan ARIA yang rendah Tidak melaksanakan pengujian pengendalian ARACR – 100% pengendalian dianggap tidak efektif pengendalian dianggap efektif resiko pengendalian 100% Mengestimasi salah saji dalam populasi Ukuran sampel yang direncanakan akan meningkat apabila jumlah salah saji yang diharapkan dalam populasi mendekati salah saji yang dapat ditoleransi Menentukan Ukuran Sampel Awal auditor menentukan ukuran sampel awal dengan mempertimbangkan faktor-faktor Melaksanakan Prosedur Audit Untuk melaksanakan prosedur audit, auditor menerapkan prosedur audit yang tepat pada setiap item sampel untuk menentukan apakah item tersebut mengandung salah saji Menggeneralisasi dari sampel ke populasi dan memutuskan akseptabilitas populasi Auditor harus menggeneralisasikan dari sampel ke populasi dengan : Auditor melakukan hal ini dengan mempertimbangkan : Memproyeksikan salah saji dari hasil sampel ke populasi Mempertimbangkan kesalahan sampling serta risiko sampling (ARIA) Perbedaan antara titik estimasi dan salah saji yang dapat ditoleransi Sejauh mana item dalam populasi telah diaudit 100 persen Apakah salah saji cenderung mengoffset atau hanya bersifat 1 arah Jumlah salah saji individual Ukuran sampel Menganalisis salah saji Auditor harus mengevaluasi sifat dan penyebab setiap salah saji yang ditemukan dalam pengujian atas rincian saldo Tindakan yang diambil apabila populasi ditolak Jika auditor menyimpulkan bahwa salah saji dalam suatu populasi mungkin lebih besar dari salah saji yang dapat ditoleransi setelah mempertimbangkan kesalahan sampling, populasi tidak dianggap dapat diterima Tindakan yang dapat dilakukan :
Tidak mengambil tindakan hingga pengujian atas bidang audit lainnya telah selesai
Melaksanakan pengujian audit yang diperluas pada bidang tertentu
Meningkatkan ukuran sampel
Menyesuaikan saldo akun
Meminta klien untuk mengoreksi populasi
Menolak untuk memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian SAMPLING UNIT MONETER Definisi unit sampling adalah suatu dolar individual
MUS memiliki fitur yang penting seperti definisi unit sampling sebagai suatu dolar individual dalam saldo akun Ukuran populasi adalah populasi dolar yang tercatat
Metode pemilihan sampel dalam MUS, yang akan dibahas nanti tidak dapat digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan belum tercatatnya item populasi Pertimbangan pendahuluan mengenai materialitas digunakan untuk setiap akun dan bukan salah saji yang dapat ditoleransi
Teknik sampling lainnya mengharuskan auditor untuk menentukan salah saji yang dapat ditoleransi bagi setiap akun dengan mengalokasikan pertimbangan pendahuluan megenai materialitas Ukuran sampel ditentukan dengan menggunakan rumus statistik Aturan keputusan formal digunakan untuk memutuskan akseptabilitas
Populasi aturan keputusan yang digunakan untuk MUS serupa dengan yang digunakan untuk sampling nonstatistik Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan PPS
Sampel unit moneter adalah sampel yang dipilih dengan menggunakan probabilitas yang profesional bagi pemilihan ukuran sampel (probability proportional to size sampel selection=PPS) Auditor menggeneralisasi dari sampel ke populasi dengan menggunakan teknik MUS Asumsi 1 : jumlah lebih saji sama dengan 100% jumlah kurang saji sama dengan 100% , batas salah saji pada ARIA 5%
Batas salah saji atas = total populasi x 3% x 100% = jumlah
Batas salah saji bawah = total populasi x 3% x 100% = jumlah Asumsi 2 : jumlah lebih saji sama dengan 10% , jumlah kurang saji sama dengan 10%, batas salah saji pada ARIA 5%
Batas salah saji atas = total populasi x 3% x 10% = jumlah
Batas salah saji bawah = total populasi x 3% x 10% = jumlah Asumsi 3 : jumlah lebih saji sama dengan 20% , jumlah kurang saji sama dengan 200% , batas salah saji pada ARIA 5%
Batas salah saji atas = total populasi x 3% x 20% = jumlah
Batas salah saji bawah = total populasi x 3% x 200% = jumlah
Persentase asumsi salah saji yang tepat Menggeneralisasikan ketika salah saji ditemukan Empat aspek dalam menggeneralisasi dari sampel ke populasi yang kita bahas sebelumnya masih dapat diterapkan, tetapi penggunaannya telah dimodifikasi Jumlah lebih saji dan kurang saji ditangani secara terpisah dan kemudian digabungkan asumsi salah saji berbeda dibuat untuk setiap salah saji auditor harus berhadapan dengan lapisan CUER asumsi salah saji harus berkaitan dengan setiap lapisan
Full transcript