Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Untitled Prezi

No description
by

Endah S. Lestaria

on 9 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Untitled Prezi

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. T DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS (PPOK) DI IGD RSUD RAA. SOEWONDO PATI
TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT
PPOK merupakan penyakit paru kronik yang disebabkan adanya obstruksi atau sumbatan pada saluran pernafasan.
Definisi
ETIOLOGI
1. ASAP ROKOK
2. POLUSI
3. ALERGEN
4. INFEKSI PERNAFASAN
5. GENETIK
PENGKAJIAN
Riwayat kesehatan sekarang

Pasien datang ke RSUD RAA. Soewondo Pati pada tanggal 11 September 2013 jam 12.15 WIB diantar keluarganya dengan keluhan sesak nafas, keluarga mengatakan klien mengalami sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu dan hanya berobat di dokter umum, selain itu klien juga batuk dan dahaknya susah keluar. Saat dilakukan pengkajian di IGD RSUD RAA. Soewondo Pati pada tanggal 11 September 2013 didapatkan data TD: 170/110 mmHg, N: 96 x/menit, RR: 34 x/ menit, S: 36 0C, GCS 15 ( E: 4, V: 5, M: 6), akral dingin dan keluar keringat dingin, bibir pucat, terdapat sianosis, SPO2 82%.
Keluhan utama

SESAK NAFAS

Pengkajian primer
Tanggal pengkajian 11 September 2013 jam 12.15


Airway
: Terdengar suara ngorok (snoring), dari mulut tidak keluar sekret, terdengar ronchi dan Whezing pada kedua lapang paru.


Breathing :
Pergerakan dada simetris, terdapat retraksi dinding
dada, menggunakan otot bantu pernafasan, frekuensi pernafasan 34 x/menit, irama tidak teratur/ dyspneu.

Circulation :

Akral dingin, sianosis, mukosa bibir kering dan
pucat, TD : 170/110 mmHg, HR : 96 x/menit,
S: 37,2 0C, CRT (Capilary Refill Time) 4 detik, SPO2 82%.

Disability :
Kesadaran: composmentis
GCS 15
E = 4 (membuka mata spontan)
V = 5 (berorientasi baik)
M = 6 (mengikuti perintah).
DS : klien batuk dan dahaknya susah keluar
DO : Airway terdengar suara snoring
Auskultasi paru terdengar ronchi dan whezing dikedua lapang paru


DIAGNOSA KEPERAWATAN
Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan penumpukan sputum
INTERVENSI
1. Auskultasi bunyi nafas, catat adanya bunyi nafas, misal : mengi, krekels, ronki
2. Beri pasien posisi duduk dan sandaran tempat tidur.
3. Ajarkan teknik nafas dalam batuk efektif
4. Kolaborasi dengan pemberian obat ambroxole 30mg

EVALUASI
S: klien mengatakan dahaknya belum bisa keluar
O: snoring masih terdengar, ronchi dan whezing masih terdengar dikedua lapang paru, klien tidak bisa mengeluarkan dahak
A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi auskultasi bunyi nafas, ajarkan batuk efektif, dan lanjutkan pemberian ambroxole 3x30 mg
ANALISA DATA
DS : klien mengatakan nafasnya sangat sesak
DO : Breathing: Pergerakan dada simetris, terdapat retraksi dinding dada, menggunakan otot bantu pernafasan, frekuensi pernafasan 34 x/ mnt, irama tidak teratur/ dyspneu

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan kurangnya suplay oksigen keparu
INTERVENSI
1. Monitor irama pernafasan dan respirasi rate
2. Observasi tanda-tanda vital
3. Kolaborasi: berikan oksigenasi NRM 12 liter
EVALUASI
S: klien mengatakan nafasnya masih sesak
O: RR: 28 x/ menit, TD: 150/100 mmHg, N: 110 x/ menit, S: 36,20C, terdapat otot bantu pernapasan, tidak ada pernapasan cuping hidung, klien terpasang oksigen NRM 12 liter
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi kaji pernafasan, kaji TTV klien, pemberian oksigen NRM 12 liter
ANALISA DATA
DS : -
DO: Akral dingin, sianosis, mukosa bibir kering dan pucat, CRT 4 detik, edema pada ekstrimitas tubuh, SPO2 82%.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Perfusi jaringan tidak efektif: perifer berhubungan dengan kurangnya suplay oksigen kejaringan tubuh
INTERVENSI
1. Kaji sirkukasi perifer (nadi perifer, edema, kapillary refill, warna dan temperatur ekstremitas)

2. Observasi SPO2 klien

3. Kolaborasi dengan pemberian oksigen NRM 12 liter

4. Kolaborasi dengan pemberian obat injeksi Furosemid 40mg

ANALISA DATA
DS : -
DO: Terdapat edema pada kedua ekstrimitas atas dan ekstrimitas bawah, pitting edema kembali 5 detik

EVALUASI
S: -
O: tidak terdapat sianosis, akral dingin dan keluar keringat, SPO2 99%, CRT 3 detik
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi pemberian oksigen NRM 12 liter, dan injeksi Furosemid 1x80 mg

LATAR BELAKANG
Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan penyakit kronis pada paru ditandai dengan batuk produktif dan dispnea serta terjadi obstruksi saluran napas. WHO memperkirakan 600 juta orang menderita PPOK di seluruh dunia, dan diperkirakan akan terus meningkat. Berdasarkan data di RSUD RAA. Soewondo Pati angka kejadian PPOK dari bulan Januari sampai Agustus 2013 mencapai 254. Angka kejadian tersebut tidaklah sedikit sehingga butuh pertolongan pertama yang tepat terutama pada kegawatan PPOK sehingga meminimalkan mortalitas.
DEFINISI
ANALISA DATA
INTERVENSI
1. Kaji frekuensi, kedalamam pernapasan dan RR klien
2. Kaji adanya sianosis
3. Kolaborasi dalam pemeriksaan analisa gas darah
EVALUASI
S: klien mengatakan nafasnya masih sesak
O: tidak terdapat sianosis, SPO2 99%, hasil BGA asidosis respiratorik, Dyspneu berkurang
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi kaji pernafasan, sianosis klien, pantau gas darah klien

ANALISA DATA
DS : -
DO: Circulation Akral dingin, sianosis, mukosa bibir kering dan pucat, TD: 170/110 mmHg, HR: 96 x/menit, S: 37,2 0C, CRT 4 detik. Hasil BGA PH 7,281, pCO2 48,6, pO2 37,2.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan ketidaksamaan ventilasi perfusi
S: -
O: pasien terpasang DC dengan jumlah urine keluar 200cc, klien terpasang infus RL 12 tpm, pitting edema kembali setelah 5 detik
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi pantau pitting edema, batasi pemberian cairan pada klien dan injeksi Furosemid 1x80 mg.

INTERVENSI
1. Kaji pitting edema klien

2. Lakukan pemasangan drain cateter

3. Kolaborasi dengan pemberian infus RL 12 tpm

4. Kolaborasi dengan pemberian injeksi furosemid 40mg

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Kelebihan volume cairan berhubungan dengan perpindahan cairan dari intra sel ke ekstra sel
EVALUASI
Full transcript