Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Strategi Digital untuk Pelestarian Pusaka Indonesia (2)

Disampaikan dalam Pelatihan Pembuatan Aplikasi Smartphone untuk Jelajah Pusaka - Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) pada tanggal 14 Oktober 2012 di Surabaya.
by

Elanto Wijoyono

on 14 October 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Strategi Digital untuk Pelestarian Pusaka Indonesia (2)

"10 juta pengguna Twitter di Indonesia hanya membicarakan dan mengolah informasi, mereka belum menjadi sumber informasi. Informasi di Twitter lewat URL, itu masih didominasi oleh media massa," (Roby Muhammad) Sumber: http://merlyna.org/?p=2580 Sumber: http://merlyna.org/?p=2580 Rencana Strategis ICT Indonesia:
Indonesia Connected 2012
Indonesia Informatif 2014
Indonesia Broadband 2016
Indonesia Digital 2018
Masyarakat berbasis Pengetahuan 2025 era komputerisasi | 1960-an | efisiensi
era teknologi informasi | 1970-an | efektivitas
era globalisasi informasi | 1980-an | media informasi
era sistem informasi | 1990-an | manajemen perubahan Grafik desa-desa yang memiliki sambungan telepon kabel (kiri) dan nirkabel (kanan). Simbol batang menandakan jumlah dalam setiap tahun yang dimaksud. Garis menunjukkan persentase. Data dan grafik diterbitkan oleh Kominfo (2010) seperti yang dikutip oleh Yanuar Nugroho (2011). Key media usage trends for middle class Indonesians:

Middle class Indonesian households watch an average of 4.5 hours of TV a day. Sports programming is the most popular, followed by drama series and other entertainment genres.
Local content is appealing to middle class, which is why each city has its own newspaper.
Almost a quarter (22%) of middle class consumers have Internet access, and spend 1.5 hours a day accessing the internet.
Nearly three-quarters of middle class consumers in major cities (71%) have a mobile phone, with almost half saying they use the devices to access the Internet. More than one-third (35%) have a smartphone.
Indonesians love social networking: 94 percent are connected to social networks, and 89 percent have a Facebook account.


http://blog.nielsen.com/nielsenwire/consumer/reaching-indonesias-middle-class/ Much of this growth is being driven by teens, with more than 70 percent having a mobile phone connection, while the number of teens aged 10-14 having mobile phones increased more than five times during the five year period. Instant messaging or chatting is the top use of the phones for today’s young Indonesians, who prefer this use of the devices over voice calls or texting.

Sumber: http://blog.nielsen.com/nielsenwire/global/mobile-phone-penetration-in-indonesia-triples-in-five-years/ What’s more, Indonesian mobile subscribers are spending less now than they were five years ago, with 58 percent of consumers spending less than Rp. 50,000 (@USD 5) per month in 2010 compared to only 18 percent in 2005.

“The decline in average monthly spending is driven by two factors: Tariffs over the last few years have headed south and, more importantly, new consumer segments with limited spending capacity are entering the market,” said Viraj Juthani, Director Telecom Practice Group, The Nielsen Company, Indonesia.

Sumber: http://blog.nielsen.com/nielsenwire/global/mobile-phone-penetration-in-indonesia-triples-in-five-years/ Media transmisi:
komunikasi (point to point)
penyiaran (point to multipoint)
jaringan (multipoint to multipoint)
konvergensi media & new media Ketersediaan Data Mekanisme perencanaan pembangunan kelancaran pelayanan publik Situasi umum /masalah
di lokal Sistem
Informasi Data apa saja yang dibutuhkan Bagaimana data digunakan Bagaimana data diolah dan disimpan Bagaimana data dikumpulkan Solusi Sumber: Didi Sugandi (2012) Sumber: Didi Sugandi (2012) Warga Negara (Citizen) punya hak dan kewajiban lebih dari non-warga Citizen. Mereka berhak tentukan aturan main. Citizen menjadi legislatif, yudikatif, eksekutif dari tingkat nasional hingga desa
Citizen lebih dominan daripada yang bukan Citizen. Citizen mengorganisasikan wilayahnya karena merasa memiliki. Citizen bangga dengan kelokalan mereka.
Citizen membuat simbol identitas, seperti bahasa, bendera, dan lagu kebangsaan. Citizen berusaha memisahkan diri dan juga jarak dari Citizen dari wilayah lain.
Perang antar wilayah sering terjadi karena masing-masing memang menciptakan perbedaan. The CITIZEN The NETIZEN Netizen tidak peduli perbedaan vertikal, dalam bentuk status sosial, usia, agama, dan sebagainya.
Peluang komunikasi secara "many to many" membuat Netizen yang berasal dari Citizen itu menjadi satu komunitas super. Bahkan, Netizen bisa membuat aturan baru yang inklusif.
Netizen memasuki wilayah Citizen untuk turut campur dalam masalah yang mereka anggap tidak adil, baik demi kemanusiaan maupun keplanetan.
Netizen memang bisa berdebat secara "deep & wide" karena teknologi, tetapi lebih cenderung untuk mengoreksi satu sama lain.
Netizen dapat mengorganisasikan "the heart" karena mereka bisa merasakan tanpa bertemu.
Netizen sering lebih emosional daripada Citizen. Namun, ini menjadi kekuatan Netizen untuk menjadi "the heart of the world"
Tidak semua Citizen bisa jadi Netizen karena sifatnya beda. Semakin tampak Citizen yang lokal semakin terdesak oleh Netizen yang global. Citizen yang offline sudah sangat butuh Netizen yang online. New Wave Technology menantang terbentuknya dunia baru yang lebih horisontal. The Anatomy of New Wave Culture:

1. Lead the Youth if you want to win the Mind-share
2. Manage the Women if you want to win the Market-share
3. Organize the Netizen if you want to win the Heart-share

Zaman telah berubah: Youth, Women & Netizen adalah “influencer” yang mempengaruhi Senior, Man & Citizen. Landasan manfaat media sosial:

Adanya dampak pemberlanjutan (pass-along effect) sebuah pesan ke sesama pengguna yang saling terhubung (interconnected)
Full transcript