Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Preskas Meningoensefalitis TB

No description
by

dewi andini

on 7 May 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Preskas Meningoensefalitis TB

Status neurologis (Kamis, 4 Mei 2012, pukul 11.00)
Status kesadaran
GCS = E4 M6 V4 = 14

Pupil
Besar pupil: 3mm/3mm
Bentuk pupil: bulat/bulat
Isokor pupil: isokor
Reaksi cahaya langsung: +/+
Reaksi cahaya tidak langsung: +/+

Tanda rangsang meningeal
•Kaku kuduk: positif
•Kuduk kaku: negatif
•Laseque: <70/<70
•Kernig: <135/<135
•Brudzinski I: negatif
•Brudzinski II: positif

Nervuskranialis
•N. I: tidak dinilai
•N. II
Visus: bedside 6/60 OS OD
Funduskopi lapang pandang, warna: tidak dilakukan
•N. III, N. IV, dan n. VI
Kelopak mata: kesan ptosis (-)
Kedudukan bola mata stasis: bola mata di tengah, simetris
Pergerakan bola mata: normal ke segala arah

•N. V
Sensoris wajah: hipestesi (-)
Motorik: kesan paresis (-)
Refleks kornea: +/+
•N. VII : Motorik : kesan paresis (-)
•N. VIII: Tidak dilakukan pemeriksaan
•N. IX, X: Tidak dilakukan pemeriksaan
•N. XI: Kesan paresis (-)

•N. XII
Posisi lidah dalam mulut: normal, simetris
Julur lidah: simetris
Tremor lidah: -
Fasikulasi lidah: - Terima Kasih Thank you for your attention! Sesi Tanya Jawab IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. R
Usia : 28 tahun
TTL : 21 Juni 1983
Alamat : Ciledug
Agama : Islam
Pendidikan : tamat SMA
Pekerjaan : mengantarkan LPG
Status : belum menikah
Tanggal masuk RSCM : 17 April 2012
Pembayaran : Jamkesmas Pemeriksaan fisik dilakukan pada hari Kamis, tanggal 4 Mei 2012 pukul 11.00 di Bangsal Neurologi RSCM Gedung A. ILUSTRASI KASUS PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN PENUNJANG Meningoensefalitis
Tuberkulosis Dewi Andini Putri
Ghany Hendra Wijaya Presentasi Kasus dengan Persiapan
Selasa, 8 Mei 2012 KELUHAN UTAMA Data didapatkan secara alloanamnesis ke adik pasien hari Kamis, 3 Mei 2012.
Pasien datang ke IGD RSCM dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 4 jam sebelum masuk rumah sakit. hidung tersumbat
mimisan disangkal
bersin pagi hari
nyeri daerah wajah
keluhan nyeri menelan
sulit menelan
tersedak saat makan
nyeri dada disangkal
muntah menyemprot
Bicara pelo
Kesemutan, baal
Kelemahan tubuh
Gangguan penciuman
Gangguan pendengaran
Melihat ganda DISANGKAL : Alkohol
Narkoba
jarum suntik
seksual bebas
putih-putih di mulut
OAT
Rhinorrea
Otorrhea
sakit gigi
sakit kuning
Riwayat penyakit jantung
Hipertensi
diabetes mellitus
keganasan RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
2010 : dirawat di Bagian Psikiatri RSCM 1 bulan
2001 : kecelakaan
kejang demam (step) sewaktu kecil
Riwayat Pekerjaan, Sosial, Ekonomi, Kejiwaan & Kebiasaan
Sebelum sakit, pasien bekerja sebagai pengantar LPG.
Pasien merupakan anak kedua dari lima bersaudara.
Tinggal bersama kedua orang tua dan dua orang adiknya
Pembiayaan kesehatan dengan Jamkesmas.

Riwayat Penyakit Keluarga
Adik pasien pernah berobat ke Bagian Psikiatri RSCM
Nenek pasien menderita hipertensi.
Riwayat keganasan, epilepsi, dan penyakit jantung (-) Keadaan umum
Kesadaran: compos mentis, TSS
Kontak: kontak (+), bicara kadang tidak nyambung

Tanda vital
Tekanan darah: 130/90 mmHg
Nadi: 92 x/menit
Pernafasan: 20 x/menit
Suhu: 36C Status generalis
Kulit: kecoklatan, sianosis (-)
Kepala: normocephal, deformitas (-), benjolan (-)
Rambut: hitam, tumbuh merata, tidak mudah dicabut
Mata: konjungtiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-),
hematoma palpebra (-/-), racoon’s eye (-/-)
Telinga: sekret (-), deformitas (-), perdarahan (-)
Hidung: sekret (-), deformitas (-), nyeri tekan sinus (-)
Mulut: mukosa hiperemis (-), oral trush (-), oral hygiene buruk




Status generalis
Leher: bruit (-), JVP 5-2 mmH¬2O, trakea di tengah, pembesaran KGB (-)
Jantung: bunyi jantung I dan II normal, irama reguler, gallop (-), murmur (-)
Paru: gerakan pernapasan simetris statis dan dinamis, suara pernapasan vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-)
Abdomen: supel, datar, nyeritekan (-), benjolan (-), venektasi (-), bising usus (+) normal, hepar dan limpa tidak teraba
Punggung: tidak ada deformitas, gibus (-), nyeri tekan (-)
Ekstremitas: akral hangat, edema (-/-), ekstremitas bawah nyeri saat di gerakkan Pemeriksaan motorik
• Trofi otot: eutrofi
• Tonus: eutoni
• Klonus: (-)
• Kekuatan motorik: kesan paraparesis ekstremitas bawah
• Refleks fisiologis: +3 | +3 | +3 | +3
• Refleks patologis
- Babinski: +/+
- Chaddock: +/+
- Oppenheim: -/-
- Hoffman trommer: -/-
• Gerakan spontan abnormal: -/-
• Tes keseimbangan: tidak dinilai

Pemeriksaan sensorik : Tidak dinilai
Pemeriksaan otonom : Terpasang kateter urin dan pampers

Pemeriksaan fungsi luhur
•Atensi: kurang
•Berbicara : berupa kalimat
•Orientasi: orientasi orang dan waktu buruk, orientasi tempat baik
•MMSE: tidak dinilai PEMBAHASAN TINJAUAN PUSTAKA DIAGNOSIS
DAN
TATALAKSANA Hasil pemeriksaan radiologi (17 April 2012)
Teknis : Radiografi toraks AP
Deskripsi :
- Jantung kesan tidak membesar
- Aorta dan mediastinum superior tidak melebar
- Trakea di tengah, kedua hilus tidak menebal
- Tampak infiltrat di kedua paru
- Kedua hemidiafragma licin. Kedua sinus kostrofrenikus lancip
- Tulang-tulang dan jaringan lunak baik
Kesan : Infiltrat di kedua lapang paru Hasil pemeriksaan radiologi (18 April 2012)
Klinis : Status epileptikus dengan tipe bangkitan SGS
Teknis : CT kepala brain window tanpa dan dengan pemberian kontras intravena potongan aksial
Deksripsi :
- Kortikal sulci, fissura sylvii melebar dan gyri prominent
- Tak tampak pergeseran garis tengah
- Ventrikel lateralir kanan kiri, ventrikel III dan ventrikel IV melebar
- Sistem sisterna melebar
- Tak tampak lesi hipodens/hiperdens maupun penyangatan patologis pasca pemberian kontras di kedua hemidphere cerebri dan cerebeli
- Pons/cerebelli dan CPA tidak tampak kelainan
- Sela dan parasela tak tampak kelainan
- Sinus paranasalis yang tervisualisasi bersih
-Sinus paranasalis yang tervisualisasi bersih
-Orbita baik. Pneumatisasi mastoid kanan kiri baik
-Tulang-tulang intak
Kesimpulan: ventrikulomegali Pemeriksaan Laboratorium Rontgen Toraks Rontgen Toraks CT Scan Kepala CT Scan Kepala Daftar Masalah
1.Meningoensefalitis TB, TB paru, dengan infeksi sekunder
2.Paraparesis UMN ec susp koksitis TB
3.Peningkatan enzim transminase ec Drug Induced Hepatitis
4.Riwayat hipoalbuminemia
5.Riwayat hiponatremia dan hipokalemia
6.Riwayat status epileptikus
7.Riwayat hematemesis ec stress ulcer


Diagnosis klinis
- Meningoensefalitis TB, TB paru, dengan infeksi sekunder
- Paraparesis UMN
- Drug Induced Hepatitis
- Riwayat hematemesis


Diagnosis etiologi
- Proses infeksi tuberkulosis di meningens dan paru;
tuberkuloma di jaringan serebral
- Koksitis TB
- Peningkatan enzim transaminase
- Stress ulcer

Diagnosis topis
- Meningens, jaringan serebral, paru
- Koksae
- Hepar
- Gaster

Diagnosis patologis
Belum dilakukan pemeriksaan sitologi Rencana tatalaksana
1.IVFD NaCl 0.9% 500 cc/12 jam
2.O2 3 lpm nasal kanul
3.Elevasi kepala 30o
4.RHES 450 / 300 / 750 / 750
5.Vitamin B6 3 x 10 mg
6.Dexamethasone 4 x 5 mg IV
7.Depakote 2 x 150 mg IV
8.Omeprazole 1 x 40 mg IV
9.Sucralfat 3 x 1 CI syrup
10.Haldol 2 x 1.5 mg p.o.
11.HP Pro 3 x 1 tab
12.Lesichol 3 x 600mg
13.Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP) Rencana diagnostik:
1.Pungsi lumbal
2.EEG
3.Konsul psikiatri

Prognosis
-Ad vitam : dubia ad malam
-Ad functionam : dubia ad malam
-Ad sanactionam : dubia ad malam Meningitis adalah infeksi akut pada selaput meningen (selaput yang menutupi otak dan medula spinalis).
Encephalitis adalah peradangan jaringan otak yang dapat mengenai selaput pembungkus otak dan medulla spinalis.
Meningoencephalitis adalah peradangan pada selaput meningen dan jaringan otak.
2 tahap patogenesis meningoensefalitis TB :

1. Fokus primer di paru > menyebar secara hematogen dan limfogen ke meningens > membentuk tuberkel (fokus rich) > tuberkel ruptur > bakteri dilepaskan ke dalam ruang subaraknoid dan ruang ventrikel

2. Tuberkel meluas hingga ke parenkim otak > tuberkuloma > pecah > bakteri masuk ke dalam ventrikel > peradangan.
Meningitis ditimbulkan dengan proses patologis :
a) Peradangan cairan serebrospinal dan lapisan
meningitis yang berlanjut menjadi araknoiditis,
hidrosefalus, dan gangguan saraf pusat
b) Vaskulitis dengan kelainan serebral seperti,
infark dan edema vasogenik.
c) Ensefalopati atau mielopati.

GEJALA KLINIS

Akut: koma, meningkatnya tekanan intrakranial akibat hidrosefalus, kejang, dan defisit neurologis fokal
Progresif lambat: nyeri kepala yang persisten diikuti kebingungan, letargi, dan defisit saraf kranial

Gejala lain: mual, muntah, perubahan tingkah laku, tanda rangsang meningeal (kaku kuduk, Brudzinsky I dan II, Kernig) positif

DIAGNOSIS PASTI
Pungsi lumbal : Analisis CSS

Hasil analisis CSS:
- Tekanan CSS meningkat
- sel 50-500 sel/mm3 = dominan limfosit
- Protein 100-200 mg/dL (meningkat)
- Glukosa < 2/3 kadar glukosa darah
- Kadar klorida dan natrium serum menurun
- Kadar klorida CSS menurun

Penting: Kultur bakteri dari CSS
- Kelemahan: butuh sampel CSS banyak, waktu lama
Saat ini : pewarnaan Ziehl-Nielsen untuk mengidentifikasi adanya bakteri M. tuberculosis
PCR
CT-Scan atau MRI


DIAGNOSIS BANDING

Acute Disseminated Encephalomyelitis
Meningococcal Meningitis
Aseptic Meningitis
Metastatic Disease to the Brain
Basilar Artery Thrombosis
Metastatic Disease to the Spine and Related Structures
Bell Palsy
Multiple Sclerosis


Brucellosis
Neurocysticercosis
Cauda Equina and Conus Medullaris Syndromes
Neuropathy of Leprosy
Cavernous Sinus Syndromes
Neurosarcoidosis
Cerebral Venous Thrombosis
Neurosyphilis


Confusional States and Acute Memory Disorders
Oligodendroglioma
Dizziness, Vertigo, and Imbalance
Sarcoidosis and Neuropathy
Ependymoma
Spinal Cord, Topographical and Functional Anatomy
Epidural Hematoma
Spinal Epidural Abscess


Epilepsia Partialis Continua
Status Epilepticus
Focal Status Epilepticus
Subdural Empyema
Haemophilus Meningitis
Subdural Hematoma
Herpes Simplex Encephalitis
Viral Encephalitis


HIV-1 Associated CNS Complications (Overview)
Viral Meningitis
Hydrocephalus
Vitamin B-12 Associated Neurological Diseases
Intracranial Epidural Abscess
Leptomeningeal Carcinomatosis
Lyme Disease










DIAGNOSIS BANDING DIAGNOSIS BANDING DIAGNOSIS BANDING DIAGNOSIS BANDING TERAPI
- Kombinasi OAT : isoniazid (INH), rifampin (RMP),
etambutol (EMB) dan pirazinamid (PZA).
- Menembus sawar darah otak namun INH dan PZA
adalah yang terbaik.
- 2 bulan lalu setelah itu diberikan INH dan RMP
selama 6-9 bulan.
- antibiotik harus diberikan dalam jangka waktu yang
lama, umumnya 18-24 bulan


KOMPLIKASI
- Hidrosefalus
- Infark serebral
- Myelitis
- Radikulomielitis.

PROGNOSIS
- Mortalitas meningitis Tb 21%
- keterlambatan diagnosis dan resistensi
terhadap anti tuberkulosa.
- Pasien yang terlambat diobati bila dia jatuh ke keadaan
koma maka rasio mortalitasnya mendekati 50%.
- Prognosis buruk jika: ada abnormalitas nervus cranialis,
kesadaran menurun dan protein CSS meningkat.
- Kambuh: setelah beberapa bulan atau tahun sembuh
DAFTAR PUSTAKA
1. Ropper AH dan Brown RH. Adams and Victor’s Principles of Neurology. USA:
McGraw-Hill, 2005.
2. Rowland LP. Merrit’s Neurology. 11th ed.USA: Lippincott Williams and
Wilkins, 2005.
3. Aminoff MJ, Greenberg DA, dan Simon RP. Clinical Neurology. 6th ed. USA:
McGraw-Hill, 2005.
4. Chotmongkol V, Kitkuandee A dan Limpawattana P. Case report:
Tuberculous radiculomyelitis (arachnoiditis) associated with tuberculous
meningitis. 2005.
5. Meningitis, encephalitis, brain abscess, and empyema. In: Fauci AS,
Braunwald E, Kasper DL, Hauser SL, Longo DL, Jameson Jl, editors. Harrison’s
principles of internal medicine. 18thed. New York: The McGraw-Hill
Companies; 2011
6. Mansjoer A, Suprohaita, Wardhani WI, dan Setiowulan W. Kapita Selekta
Kedokteran Edisi 3 Jilid 2. Jakarta: Media Aesculapius. 2000.
7. Yunihastuti E, Djauzi S, Djoerban Z, editor. Infeksi oportunistik pada AIDS.
Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 2005. h. 3-4.
  DEFINISI Prognosis
-Ad vitam : dubia ad malam
-Ad functionam : dubia ad malam
-Ad sanactionam : dubia ad malam
Full transcript