Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

HUBUNGAN KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN REGULASI EMOSI REMAJA

No description
by

Bestari Putri

on 5 September 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of HUBUNGAN KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN REGULASI EMOSI REMAJA

HUBUNGAN KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN REGULASI EMOSI REMAJA
Latar belakang
terjadi peningkatan kenakalan remaja sebanyak 11 kasus atau 36.66% di tahun 2012

Kontrol diri Regulasi emosi

Variabel Penelitian
Simpulan, diskusi, saran
5 provinsi di Indonesia yang memiliki angka kenakalan remaja yang tinggi adalah Provinsi Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur

Faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja :
Faktor internal : Krisis identitas dan kurangnya kontrol diri
Faktor eksternal : Perceraian orang tua, tidak adanya
komunikasi, dan perselisihan.

Ada hubungan antara Regulasi emosi dengan kecenderungan kenakalan remaja (Faridh, 2008)

Salah satu faktor yang mempengaruhi Regulasi emosi adalah, hubungan antara orang tua dengan anak (dalam Kartika, 2004).

hubungan yang baik antara orang tua dengan remaja lebih sulit dicapai tanpa keterbukaan dalam proses komunikasi, yang memegang peranan penting dalam fungsi keluarga bagi para remaja (Clarks, & Shield, dalam Xia, 2004).

salah satu faktor yang mempengaruhi
regulasi emosi adalah hubungan anak
dengan orang tua
didalam hubungan anak dengan
orang tua terdapat komunikasi
peneliti hendak melihat hubungan
komunikasi dengan
regulasi emosi
Rumusan masalah :

apakah ada hubungan antara komunikasi orang tua - remaja dengan regulasi emosi remaja
Tujuan penelitian :
Peneliti Hendak melihat hubungan antara Komunikasi Orang Tua dan Remaja dengan Regulasi Emosi pada Remaja

Regulasi Emosi
Kemampuan dalam menstrategikan bagaimana menyesuaikan intensitas atau durasi dari reaksi emosional ke tahap yang lebih menyenangkan untuk mencapai tujuan


Strategi :
a. Cognitive Reappraisal :
Perubahan kognitif dalam Menginterpretasikan situasi yang memiliki dampak Emosional

b. Suppression : bentuk dimana individu Mengganti Kondisi Fisiologis ataupun perilaku secara langsung. bisa dibantu dengan menggunakan obat maupun alkohol

Komunikasi Orangtua - remaja
proses interaksi yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih.
Komunikasi didalam keluarga sangat penting bagi para remaja. komunikasi dalam keluarga mempengaruhi formasi identitas dan kemampuan memilih peran bagi remaja.

Dimensi:
A. Open Family Communication:
mengukur aspek positif seperti kebebasan dalam
Pertukaran emosi.
B. Problem in Family Communication
Mengukur Aspek Negatif dalam Komunikasi.

metodologi penelitian
hipotesis
ha : terdapat hubungan antara komunikasi orang tua dengan regulasi emosi remaja

h0 : tidak terdapat hubungan antara komunikasi orang tua dengan regulasi emosi remaja
Populasi : Remaja usia 15 - 18 tahun

sampel : Remaja usia 15 - 18 tahun yang
terdaftar di DKI Jakarta

Teknik sampling : Accidental Sampling

Kriteria : Remaja baik pria maupun wanita
berusia 15-18 tahun yang terdaftar
di sekolah area DKI Jakarta

Desain Penelitian : penelitian korelasional
instrument penelitian
alat ukur komunikasi ibu
Parent-Adolescent Communication Scale (PAC-S) (Olson, 1985) terdiri dari 20 item yang mengukur kualitas komunikasi antara orangtua dan remaja. Dimana setiap item terdiri dari 4 skala yang terdiri dari Sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju.

komunikasi ibu:
Reliabilitas : 0.854
item valid : 15 item

Komunikasi ayah :
Reliabilitas : 0.879
item valid : 15 item
alat ukur Regulasi emosi Remaja
Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dari Gross dan John (2003), yang terdiri dari 10 item. Setiap item terdiri dari 7 skala dari Sangat setuju sampai sangat tidak setuju

Reliabilitas : .647
item valid : 10 item
Hasil
Nilai Korelasi dari Komunikasi Ibu adalah .638, artinya ada hubungan yang positif antara variabel Komunikasi Ibu dengan regulasi emosi remaja
Nilai Korelasi dari Komunikasi ayah adalah .672, artinya ada hubungan yang positif antara variabel Komunikasi Ayah dengan Regulasi Emosi Pada Remaja

rtabel untuk N = 250 adalah sebesar 0.12

Simpulan
Terdapat hubungan antara Komunikasi orang tua dengan regulasi emosi pada remaja.

diskusi
Komunikasi ayah dengan remaja memiliki hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan komunikasi ibu dengan remaja.

Komunikasi yang efektif didalam rumah akan membantu remaja mengembangkan empati agar identitas diri remaja secara efektif dan menyeimbangkan perasaan individualitas dan keterhubungan

saran
Ibu lebih mengembangkan Sikap Terbuka agar anak mau bercerita

Para ayah hendaknya meluangkan waktu untuk berkomunikasi.

Para remaja bisa mengekspresikan emosi pada hal-hal yang bersifat positif seperti melakukan hobi, mengontrol emosi yang keluar
Full transcript