Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

KERAJAAN BULELENG

No description
by

Nicky Sabella

on 19 February 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KERAJAAN BULELENG

KERAJAAN BULELENG DAN DINASTI WARMADEWA
Kehidupan Sosial Ekonomi Buleleng
Kehidupan ekonomi: bersektor pada pertanian, ada dalam prasasti Bulian. komoditas yang terkenal di Buleleng adalah kuda.

Kehidupan sosial: masyarakat hidup berkelompok yng disebut wanua, yng kebanyakan bekerja sebagai petani, . dipimpin oleh tetua yg dianggap bijaksana pandai dan mampu mengayomi masyarakat

DINASTI WARMADEWA
Warmadewa merupakan Salah satu dinasti kerajaan yang terbesar di Kepulauan Nusantara dan semenanjung Asia.
Warmadewa berasal dari bahasa Sansekerta secara umum berarti berarti Dewa Pelindung atau Dilindungi Dewa. Raja-raja dari Dinasti Warmadewa ini awalnya berasal dari India(kerajaan Pallawa) -raja awalnya berasal dari India, dimana ada raja berwangsa Warmadewa dan ada pula berwangsa Sanjaya .

Prasasti puri pamecutan
Pura Tirta Empul, Tampaksiring Bali. (Peninggalan Dinasti Warmadewa)
Prasasti blanjong
Kelompok 6
KERAJAAN BULELENG
Kerajaan Buleleng adalah suatu kerajaan di Bali bagian utara yang didirikan sekitar pertengahan abad ke-17. Kerajaan ini dibangun oleh I Gusti Anglurah Panji Sakti dari Wangsa Kepakisan dengan cara menyatukan seluruh wilayah wilayah Bali Utara yang sebelumnya dikenal dengan nama Den Bukit.
Logo Kerajaan Buleleng
Runtuhnya Kerajaan Buleleng
Kekuasaan Buleleng berakhir setelah pasukan perang kolonial Belanda menghancurkan benteng pertahanan Buleleng di Jagaraga pada tahun 1849. Dengan berkuasanya pemerintah kolonial / asing di Buleleng, sebagai pemerintahan yang masih dalam proses konsolidasi, maka dapat dibayangkan, suatu proses yang rumit berlangsung.
Runtuhnya Dinasti Warmadewa
Ketika Sri Tapolung yang bergelar Bhatara Asta Asura Ratna Bumi Banten menjadi raja di Bali dibantu oleh para Senapati, dengan patih utama seperti Ki Pasung Grigis, Ki Kebo Iwa / Waruya, putra Ki Karang Buncing dll.
Pada masa itu datanglah ekspedisi kerajaan Majapahit yang dipimpin langsung oleh Gajah Mada dan Arya Damar dan para Arya yang lainnya.
Terjadilah pertempuran antara pasukan Bali dan Majapahit yang sangat dahsyat dimana saat itu Dinasti Warmadewa mengalami kekalahan.

Nama-nama Raja Dinasti Warmadewa
1. Raja Sri Ugra Sena
2. Raja Sri Kesari Warmadewa
3. Raja Candrabhayasinga Warmadewa
4. Raja Dharma Udayana Warmadewa
5. Raja Marakata
6. Raja Anak Wungsu
7. Seri Maharaja Seri Walaprabu
8. Seri Maharaja Seri Sukalendukirana
9. Seri Suradhipa
RAJA-RAJA KERAJAAN BULELENG (WANGSA PANJI SAKTI)
1. Gusti Anglurah Panji Sakti (1660-1697/1699)
2. Gusti Panji Gede Danudarastra (1697/99-1732)
3. Gusti Alit Panji (1732-1757/65)
4. Gusti Ngurah Panji (1757/65)
5. Gusti Ngurah Jelantik ( 1757/65-1780)
6.Gusti Made Singaraja (1793)
Gusti Ngurah Ketut Jelantik, raja Buleleng ke-14, dalam pakaian berburunya.
Lukisan AA Panji Tisna, raja Buleleng ke-16.
Raja-raja Kerajaan Buleleng (Wangsa Karangasem)
1. Anak Agung Rai
Raja-raja Buleleng (Wangsa Panji Sakti)
1. Gusti Made Rahi (1849-1853)
2. Gusti Gede Karang (1806-1818)
3. Gusti Gede Ngurah Pahang (1818-1822)
4. Gusti Made Oka Sori (1822-1825)
5. Gusti Ngurah Made Karangasem (1825-1849)
2. Gusti Ketut Jelantik ( 1854-1872)
3. Anak Agung Putu Jelantik (1929-1944)
4. Anak Agung Nyoman Panji Tisna (1944-1947)
5. Anak Agung Ngurah Ketut Jelantik (1947-1950)
Peninggalan Dinasti Warmadewa
Beberapa peninggalan sejarah Dinasti Warmadewa disebutkan sebagai berikut :
1. Pura Tirta Empul di daerah Tampaksiring Bali.
2. Pura Penegil Dharma, di Kubutambahan Buleleng

PENINGGALAN-PENINGGALAN KERAJAAN BULELENG DAN DINASTI WARMADEWA
Prasasti karang rejo
Tampaksiring situs kalibukuk buleleng
Pura Penegil Dharma, Kubutambahan, Buleleng (Peninggalan Dinasti Warmadewa
1. Afthonah (1)
2. Kurniasari Ediningtyas (19)
3. Ludfi Jati R (20)
4. Nicky Sabella (23)
5. Pramesti Mutiara H (24)
6. Yafeh A.C (35)
Full transcript