Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

pengukuran dan pemetaan peta dasar teknik

No description
by

Lani Anggraeni Sihombing

on 1 October 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of pengukuran dan pemetaan peta dasar teknik

PERATURAN MENTERI NEGARA
AGRARIA NO.3 TAHUN 1997 PENGUKURAN DAN PEMETAAN
TITIK DASAR TEKNIK DEFINISI Ketentuan Umum Sengketa Tanda Batas
Bidang Tanah Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian, atau kepercayaan konsumen. (Wikipedia). Pengukuran adalah kegiatan yang diperlukan untuk mendefinisikan suatu obyek dalam besaran atau satuan unit tertentu. Pengukuran adalah proses atau cara yang hasilnya menunjukkan besar satuan suatu benda. (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Titik dasar teknik adalah titik tetap yang mempunyai koordinat yang diperoleh dari suatu pengukuran dan perhitungan dalam suatu sistem tertentu yang berfungsi sebagai titik kontrol ataupun titik ikat untuk keperluan pengukuran dan rekonstruksi batas. Peta dasar teknik adalah peta yang memuat penyebaran titik-titik dasar teknik dalam cakupan wilayah tertentu. (cc) image by rocketboom on Flickr Produk dari hasil penyimpanan data hasil pengukuran dan pemetaan Penyimpanan, Pengelolaan dan Penyebaran Penentuan dan Pemasangan
Tanda-tanda Batas Tanah 1. Adanya permohonan pemegang hak atas tanah pemohon belum terdaftar konstruksi titik-titik dasar teknik peraturan pemeliharaan titik dasar teknik penomoran titik dasar teknik Pengukuran Titik-Titik Dasar Teknik deskripsi, sketsa lokasi, daftar kordinat dan foto klasifikasi sudah terdaftar 2. Dilakukan oleh titik dasar teknik orde o
titik dasar teknik orde 1
titik dasar teknik orde 2 ± 10 kilometer
titik dasar teknik orde 3 ± 1 - 2 kilometer
titik dasar teknik orde 4 150 meter Panitia Ajudikasi (sistematik) Kantor Pertanahan (sporadik) 3. Pada saat penetapan batas diharapkan adanya pemegang hak atas tanah Penataan Batas persetujuan 4. pemegang hak Berita Acara Penataan Batas 5. Penetapan batas Risalah Penelitian Data
Yuridis & Penetapan Batas syifa bauuuu!! :p




orde 0 dan 1 dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL)
orde 2, dibangun oleh BPN Pusat, alam Sistem Koordinat Nasional, diikat ke orde 0 dan 1
orde 3, dibangun oleh Kantor Wilayah BPN Propinsi, alam Sistem Koordinat Nasional, diikat ke orde 2
orde 4, dibangun oleh Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota, dalam Sistem Koordinat Nasional, diikat ke orde 3
titik dasar teknik lokal, bila orde 4 sudah tidak memungkinkan, dalam Sistem Koordinat Lokal







titik dasar orde 2 dibuat dengan konstruksi beton dari campuran semen, pasir dan kerikil dengan perbandingan 1 : 2 : 3 dengan diameter tulang besi 12mm yang besarnya sekurang-kurangnya 0,35m x 0,35m dan tinggi 0,80m dan berdiri di atas beton dasar dengan ukuran 0,55m x 0,55m dan tinggi 0,2m diberi warna biru dan dilengkapi dengan marmer dan logam yang berbentuk tablet yang memuat nomor titik dasar teknik tersebut

Titik dasar teknik orde 3 dibuat dengan konstruksi beton dari campuran semen, pasir dan kerikil dengan perbandingan 1 : 2 : 3 dengan diameter tulang besi 8 mm yang besarnya 0,30 m x 0,30 m dan tinggi sekurang-kurangnya 0,60 m dan berdiri di atas beton dasar dengan ukuran 0,40 m x 0,40 m dan tinggi 0,20 m diberi warna biru dan dilengkapi dengan logam yang berbentuk tablet yang memuat nomor titik dasar teknik tersebut

Titik dasar teknik orde 4 dibuat dengan konstruksi yang dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan






Titik dasar teknik orde 0 dan orde 1 dipetakan dengan simbol segiempat dengan panjang sisi 3 mm, dan diberi warna hitam

Titik dasar teknik orde 2 diberi nomor yang unik/tunggal sebanyak lima digit yang terdiri dari dua digit kode propinsi dan tiga digit nomor urut, dipetakan dengan simbol segitiga dengan panjang sisi 3 mm, dan diberi warna hitam

Titik dasar teknik orde 3 diberi nomor yang unik/tunggal sebanyak tujuh digit yang terdiri dari dua digit kode propinsi, dua digit kode kabupaten/kotamadya dan tiga digit nomor urut, dipetakan dengan simbol segitiga dengan panjang sisi 3 mm

Titik dasar teknik orde 4 diberi nomor yang unik/tunggal berdasarkan wilayah desa/kelurahan sebanyak tiga digit

Titik dasar teknik perapatan dipetakan dengan simbol segi empat dengan panjang 3 mm







menggambarkan dan menjelaskan cara pencapaian lokasi titik tersebut serta daftar koordinat yang sekurang-kurangnya memuat nilai koordinat titik dasar teknik tersebut dalam sistem koordinat. Deskripsi, sketsa lokasi, daftar koordinat dan foto titik dasar teknik dijilid menjadi satu dan disebut buku tugu.
teknik orde 2 dibuat dengan menggunakan daftar isian 100, 100A, 100B dan 100C
teknik orde 3 dibuat dengan menggunakan daftar isian 101, 101A, 101B dan 101C
teknik orde 4 dibuat dengan menggunakan daftar isian 102 dan 102A





pemeliharaan titik-titik dasar teknik orde 2, orde 3 dan titik dasar teknik orde 4 merupakan tanggung jawab Kantor Pertanahan setempat. Jika ada titik dasar teknik yang hilang atau berubah letaknya, harus dibuatkan titik dasar teknik yang baru sesuai ordenya di sekitar titik dimaksud dengan memberikan nomor urut yang baru Buku Tugu
Peta Dasar Teknik
Data Ukuran
Peta Perencanaan Panitia Ajudikasi atau Kepela Kantor Pengukuran akan memfasilitasi musyawarah untuk pihak yang bersengketa. jika tidak mendapatkan hasil, maka akan ditunjuk batas sementara atau mengajukan gugatan ke pengadilan. Aturan Tanda Batas menurut
Pepmen No 3 Tahun 1997 Tanda batas tanah diletakkan di setiap
sudut batas tanah atau titik-titik sepanjang garis batas tanah. Jika sudut batas sudah jelas maka tidak usah dipasang. Kurang dari 10 ha Lebih dari 10 ha 1. pipa besi atau batang besi
2. pipa paralon yang beris beton
3. kayu besi, bingkarai, jati atau kayu lainnya
4. tugu dari batu bata atau batako
5. tugu dari beton, batu kali atau granit NIB(NOMOR INDUK BIDANG TANAH)
NiB merupakan nomor referensi yang digunaka dalam setiap tahap kegiatan pendaftaran tanah. (pepmen no 3 tahun 1997)
NIB terdiri dari 13 digit dengan rincian:
2 digit pertama : 01-99 adalah kode Provinsi
2 digit kedua : 01-99 adalah kode Kab/Kota
2 digit ketiga : 01-99 adalah kode kecamatan
2 digit keempat: 01-99 adalah kode Desa/kelurahan
5 digit terakhir : 00001-99999 adalah nomor bidang tanah.
Kode provinsi, Kabupaten/kota, dan kecamatan telah ditetapkan pemerintah, sedangkan kode desa/kelurahan ditetapkan Kepala Kantor Pertanahan.
Nomor Bidang Tanah adalah nomor yang berurutan per-Desa/Kelurahan diberikan dengan urutan : penyelesaian penetapan batasnya pada pendaftaran tanah sporadik atau dapat dialokasikan pada pendaftaran tanah sistematik asalkan tidak ada NIB ganda atau NIB kosong.
Tanda titik digunakan untuk memisahkan antara kode provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan.
Contoh NIB : 09.03.05.02.00102 PEMBUATAN
PETA DASAR PENDAFTARAN terestrial :

.trilaterasi (jarak)

.triangulasi (sudut)

.triangulaterasi (sudut dan jarak) fotogrametri :

.foto udara vertikal

.foto udara condong
Full transcript