Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Pentingnya Berpikir Kritis & Bersikap Demokratis

No description
by

Okka Riswana

on 4 August 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pentingnya Berpikir Kritis & Bersikap Demokratis

Asbabun-nuzul Ali-Imran/3:190-191
At-Tabari dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abas r.a.,bahwa orang-orang Quraisy mendatangi kaum Yahudi dan bertanya,”Bukti-bukti kebenaran apakah yang dibawa Musa kepadamu?” Dijawab, “Tongkatnya dan tangannya yang putih bersinar bagi yang memandangnya”. Kemudian mereka mendatangi kaum Nasrani dan menanyakan, “Bagaimana halnya dengan Isa?” Dijawab, “Isa menyembuhkan mata yang buta sejak lahir dan penyakit sopak serta menghidupkan orang yang sudah mati.” Selanjutnya mereka mendatangi Rasulullah saw. dan berkata, “Mintalah dari Tuhanmu agar bukit safa itu jadi emas untuk kami.” Maka Nabi berdoa, dan turunlah ayat ini (Q.S. Ali 'Imran/3:190-191), mengajak mereka memikirkan langit dan bumi tentang kejadiannya, hal-hal yang menakjubkan di dalamnya, seperti bintang-bintang, bulan,dan matahari serta peredarannya, laut, gunung-gunung, pohon-pohon, buah-buahan, binatang-binatang, dan sebagainya.
Tafsir Ali-Imran/3:190-191
Dalam Q.S Ali-Imran : 190, Allah SWT menegaskan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi terdapat tanda-tanda kekuasaan-Nya. Tanda-tanda itu bisa diserapi,dimaknai oleh Ulul Albab (orang-orang yang berfikir). Dalam ayat ini, kita disadarkan bahwa salah satu wasilah mengenai Allah adalah dengan mentafakuri, memikirkan ayat-ayat Kauni-Nya pada alam. Salah satunya kekuasaan Allah dalam pergantiansiang dan malam yang disebutkan dalam ayat ini.
Tafsir
Ali-Imran/3:159
Surah Ali Imran Ayat 159 menyebutkan tiga hal secara berurutan untuk dilakukan sebelum bermusyawarah, yaitu sebagai berikut :

1)
Bersikap lemah lembut. Orang yang melakukan musyawarah harus menghindari tutur kata yang kasar serta sikap keras kepala. Jika tidak,maka mitra musyawarah akan pergi menghindar.
2)
Memberi maaf dan bersedia membuka diri. Kecerahan pikiran hanya dapat hadir bersamaan dengan sirnanya kekerasan hati serta kedengkian dan dendam.
3)
Memohon ampunan Allah sebagai pengiring dalam bertekad, kemudian bertawakal kepada-Nya atas keputusan yang dicapai.
Asbabun-nuzul
Ali-Imran/3:159
Seusai terjadi Perang Uhud, dimana pasukan musyrik Quraisy yang memutar jalan berhasil memukul pasukan panah Islam yang turun dari bukit Uhud untuk mengambil harta “ghanimah” (rampasan perang).
Pasukan Islam mengira bahwa pasukan Quraisy telah kalah dan peperangan telah benar-benar usai. Akibat kekeliruan ini banyak sahabat yang gugur, termasuk Hamzah paman Nabi SAW.
Melihat kekeliruan yang dilakukan para sahabat, tidak membuat Nabi SAW marah dan kesal. Karena Allah SWT telah melembutkan hatinya sebagaimana dengan firman-Nya yaitu pada ayat ke 159 surat Ali-Imran.
Isi Kandungan Hadits
1)
Memberi contoh berpikir kritis dan demokratis dalam menyelesaikan suatu persoalan
2)
Sikap kritis ditunjukkan oleh sahabat Mu'az bin Jabal, sedangkan sikap demokratis ditunjukkan oleh sikap Rasulullah SAW
3)
Dalam menyelesaikan suatu persoalan hukum, rujukkan (acuan) yang dipergunakan adalah Al-qur'an, hadits, dan ijtihad
seorang mujtahid.

Kajian Al-Qur'an &
Al-Hadits
Pentingnya Berpikir Kritis & Bersikap Demokratis
Ali-Imran/3:190-191
“Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”
Ali-Imran/3:159
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”
Telah diterangkan pada ayat 190 bahwa orang-orang yang bisa memaknai tanda-tanda kekuasaan Allah adalah Ulul Albab (orang-orang yang berfikir). Pada ayat ini Allah menerangkan karakteristik Ulul Albab tersebut yaitu, pertama, orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah SWT, bagaimanapun keadaannya, berdiri, duduk,atau berbaring. Kedua, mereka senantiasa berfikir, bertafakur, bertadabur, atas ayat-ayat Allah SWT. Selain itu, mereka juga adalah yang selalu menghambakan diri kepada Allah dengan doa munajat, seperti terlukis di penggalan ayat ini. Mereka memohon agar dipelihara dari siksa api neraka.
Hikmah Surat
Ali-Imran/3:190-191
1) Langit sebagai naungan kita,
2) Allah mengatur pergantian siang dan malam,
3) Allah memberi akal, dan
4) Allah menciptakan ciptaannya.
Hikmah Surat
Ali-Imran/3:159
1) Bersikap lemah lembut.
2) Memberi maaf dan bersedia membuka diri.
3) Memohon ampunan Allah sebagai pengiring dalam bertekad, kemudian bertawakal kepada- Nya atas keputusan yang dicapai.
4) Yang diharapkan dari mu-syawarah adalah mufakat untuk kebenaran.
5) Beda pendapat terjadi akibat perbedaan sudut pandang, tetapi hendaknya masing-masing pihak tidak menyalahkan dan mencari-cari kesalahan pihak lain.
Hadits Tentang Bersikap Demokratis
Diriwayatkan oleh (beberapa) penduduk Hims merupakan sahabat-sahabat Mu'az bin Jabal sesungguhnya Rasulullah SAW.
ketika akan (ingin) mengutus Mu'az bin Jabal ke Yaman (beliau) bersabda bagaimana kamu memberi keputusan apabila kamu
dihadapkan sebuah peradilan. (Mu'az) menjawab saya akan memutuskan menggunakan Al-Qur'an. (Rasulullah) bertanya lagi,
seandainya kamu tidak mendapatkan (jawaban) dalam kitab Allah (Al-Qur'an). (Mu'az) menjawab saya akan kembali kepada sunah
Rasululloh SAW. (Rasulullah) bertanya lagi seandainya kamu tidak mendapatkan (jawaban) sunah Rasulullah SAW serta dalam
Al-Qur'an. (Mu'az) menjawab saya akan berijtihad menggunakan pendapat saya dan saya tidak akan mengurangi (kemudian)
menepuk Rasulullah SAW dada (Mu'az) lalu (Rasulullah) bersabda, segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk
(kepada) utusan Rasulullah SAW untuk apa yang (diridhai) Rasulullah SAW.
Full transcript