Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Penyelidikan dan Penyidikan, Fungsi dan Tugas Penyelidik dan

No description
by

iqbal felisiano

on 15 February 2018

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Penyelidikan dan Penyidikan, Fungsi dan Tugas Penyelidik dan

Penyelidikan dan Penyidikan, Fungsi dan Tugas Penyelidik dan Penyidik
PENYIDIK
“Penyidik adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan.”
Pasal 1 angka 1 KUHAP

“Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.”
Pasal 1 angka 2 KUHAP
PENYELIDIKAN
Hasil penyelidikan?
Terima Kasih
Prosedur pengambilan tindakan dalam rangka hukum acara pidana meminta kecermatan secara sungguh-sungguh, karena akibat dari kesalahan atau kelalaiannya itu sunggah sangat fatal, baik bagi masyarakat maupun aparat penegak hukum itu sendiri.

Dalam penjelasan umum sub 3 d. KUHAP telah ditegaskan tentang asas-asas hukum acara pidana, bahwa para pejabat penegak hukum yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya menyebabkan asas hukum tersebut dilanggar, maka pejabat yang bersangkutan dapat dituntut, dipidana atau dikenakan hukuman administrasi
Iqbal Felisiano
“Penyelidik adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia yang diberi wewenang oleh undang-undang ini untuk melakukan penyelidikan.”
Pasal 1 angka 4 KUHAP


“Penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini.”
Pasal 1 angka 5 KUHAP
“penyelidikan” merupakan tindakan tahap pertama permulaan “penyidikan”. Akan tetapi harus diingat, penyelidikan bukan tindakan yang berdiri sendiri terpisah dari fungsi “penyidikan”. Penyelidikan merupakan bagian yang tak terpisah dari fungsi penyidikan.

M. Yahya Harahap
- penyelidik mengetahui terjadinya peristiwa yang patut diduga merupakan tindak pidana,
- penyelidik menerima laporan dan/atau pengaduan;
- penyelidik menerima penyerahan tersangka yang tertangkap tangan

Tindakan penyelidik dalam hal tersangka tertangkap tangan, tanpa menunggu printah penyidik, maka penyelidik wajib segera melakukan tindakan yang diperlukan, sebagaimana wewenangnya yang tersebut dalam Pasal 5 ayat (1)
Sumber tindakan penyelidik
- penyelidik setelah melakukan upaya penyelidikan, maka harus melaporkan kepada penyidik,
- tindakan berikutnya, penyelidik harus dilakukan berdasarkan perintah penyidik.
Tindakan penyelidik dalam hal tersangka tidak tertangkap tangan
- Penyidik menerima laporan atau pengaduan.
- penyidik menerima penyerahan tersangka yang tertangkap tangan,
- penyidik mengetahui terjadinya peristiwa yang patut diduga merupakan tindak pidana.
Sumber tindakan penyidik dalam penyidikan
Tindakan penyidik berikutnya :
- berdasarkan sumber tindakan tersebut diatas,
- penyidik wajib segera melakukan tindakan penyidikan yang diperlukan.
- jika penyidikan telah dimulai,
- penyidik memberitahukan kepada penuntut umum. Pasal 109 ayat (1).
Tindakan penyidik dalam hal tersangka tertangkap tangan
penyidik wajib menangkap tersangka dan wajib segera melakukan pemeriksaan dan tindakan lain dalam rangka penyidikan. Pasal 111 ayat (1, 2, 3 )
Penyidikan tidak dilanjutkan
- karena tidak cukup bukti,
- atau peristiwanya bukan merupakan tindak pidana,
Penyidikan Dilanjutkan
Penyidik melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan wewenangnya untuk membuat berkas perkara,
Yahya Harahap menyatakan bahwa jadi sebelum dilakukan tindakan penyidikan, dilakukan dulu penyelidikan oleh pejabat penyelidik, dengan maksud dan tujuan mengumpulkan “bukti permulaan” atau “bukti yang cukup” agar dapat dilakukan tindak lanjut penyidikan. Mungkin penyelidikan dapat disamakan dengan pengertian “tindak pengusutan” sebagai usaha mencari dan menemukan jejak berupa keterangan dan bukti-bukti suatu peristiwa yang diduga merupakan tindak pidana. Dalam hal ini Penyelidiak harus melengkapi assesment dengan LHP berdasar Pasal 4 Perkap 14/'12 .

penyidik menghentikan penyidikan demi hukum,
penyidik memberitahukan penghentian penyidikan kepada; penuntut umum, tersangka dan keluarganya.
Setelah berkas perkara selesai, Penyidik wajib menyerahkan berkas perkara itu kepada penuntut umum. Pasal 110 ayat (1).
Penyerahan tahap 1
Diskusi?
Laporan  pasal 1 butir 24 KUHAP
Pengaduan  pasal 1 butir 25 KUHAP

ditinjau dari segi formal sama sama mengandung “pemberitahuan”, bedanya pada jenis hukum formil atau kejahatannya.
Laporan  bersifat umum, delik biasa
Aduan  berisi tindak pidana aduan / klacht delik
Yang berhak melapor dan mengadu
Setiap orang yang melihat, mengalami menyaksikan, mendangar, atau menjadi korban TP

Setiap orang yang mengetahui permufakatan jahat untuk melakukan TP, wajib segera melaporkan pada penyeilidik atau penyidik

PNS yang dalam rangka menjalankan tugas dan kewajibannya

Yang berhak menyampaikan
Full transcript