Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kebudayaan Sulawesi (Minahasa, Makassar, Bugis, Mandar, Toraja)

Dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Budaya Nusantara Semester VI di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Bintaro, Tangerang Selatan
by

Tewe Turwanto

on 31 March 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kebudayaan Sulawesi (Minahasa, Makassar, Bugis, Mandar, Toraja)

End of Makassar
and Bugis Culture next on: TORAJA
&MANDAR
CULTURE Minahasa, Bugis, Makassar, Mandar, Toraja KEBUDAYAAN SULAWESI UMAR KHAFID [33] REZKY Y TARIGAN [21] – SULUH SALINGGANG S [26] TURWANTO [32] –
MEINI WAHYU UTAMI [16] SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA 3H KEBENDAHARAAN NEGARA MEYLINA H MANURUNG [17] – TAUFIK SURYA SAPUTRO [27] Alat Musik Kolintang Posanan (Pingitan)
Mandi adat ‘lumelea’ (injak batu)
Mandi adat
1. Bacoho
2. Lumelek
Tempat : mempelai Pria atau Wanita Upacara Perkawinan Unsur kepercayaan pribumi sebelum Nasrani dan Islam muncul
Adanya sistem medis makatana (dukun)
Na’amkungan/Maambo/Masambo : Usaha manusia untuk berhubungan dengan makhluk gaib melalui upacara pemujaan
Mengenal berbagai dewa  Opo Wailan Wangko : Dewa Tertinggi, Karema : Berwujud Manusia sbg Penunjuk Jalan, Lumimu’ut : Wanita Pertama, To’ar : Dewa Pembawa adat
Roh leluhur disebut Opo atau Datu
Agama yang dianut orang Minahasa adalah Protestan (89%), Katholik (10,5%), dan Islam (0,5%) 5. Sistem religi Bebas menetukan jodoh sendiri, namun ada juga perjodohan oleh orang tua
Adanya adat eksogami : kawin di luar family
Menganut adat neolokal (tumampas)
Rumah dapt terdiri dari satu keluarga batih atau lebih
Anak tiri dan anak angkat ianggap anggota kerabat penuh
Hubungan kekerabatan menganut prinsip bilateral D. Sistem Kekerabatan Wanua : desa anak, desa, atau kelompok desa
Pola tinggal menetap
Kelompok rumah memanjang mengikuti jalan raya
Bentuk rumah menggambarkan status dalam masyarakat
Jalan raya sbg urat nadi desa c. Organisasi sosial Bahasa Indonesia
Bahasa Melayu Manado
Bahasa Belanda BAHASA
Bahasa Daerah
Tounsea
Toumbulu
Tountembuan
Toulour
Tounsawang
Pasan Ratahan
Ponosukan Belang
Bantik UNSUR BUDAYA UNIVERSAL Mapalus : Bentuk kerjasama dalam masyarakat u/ saling membantu dan tolong menolong menghadapi hidup
Ketua Mapalus : tu’a im palus
Kecamatan = pakasaan/walak
Bentuk:
Kegiatan Sosial : Mendu impero’ongan (kerja bakti), berantang (duka), sumakey (syukuran)
Kegiatan Ekonomi : Ma’endo (kebun, rumah), pa’anda (arisan) Sistem Sosial Burung Hantu/Burung Manguni = Simbol Kebijaksanaan/Kearifan

‘I Jayat Uu Santi’ = Siap dan bertekad bekerja keras demi pembangunan

Uhuuyy!!

Artinya : Orang Minahasa melengkapi diri dengan segala kearifan, hikmat, keterampilan iptek, serta cekatan LAMBANG MINAHASA SISTEM BUDAYA Nenek Moyang : Mongol (1000 SM)
Abad 17 Spanyol terusir dari Maluku dan meninggalkan jejak pada keturunan orang Minahasa
Kulitnya berwarna ‘merah jambu’ yg merupakan campuran kuning (Mongol) dan kemerah-merahan (Eropa : Spanyol, Portugis, Belanda). Secara fisik rata-rata orang Manado (Minahasa) dianugerahi tubuh dan wajah menarik

Asal Kata : Minaesa = Persatuan, sejajar dengan Belanda, tak merasa terjajah
“De Twaalfde Provintie van Nederland” Asal Usul dan Etimologi Mendiami Provinsi Sulawesi Utara
Ibukota : Manado
0-5 LU
120-128 BT
Daerah pegunungan Berbukit, sebagian dataran rendah dan pantai Letak Geografis Letak Geografis
Asal Usul & Etimologi
Sistem Budaya
Sistem Sosial
Unsur Kebudayaan Universal Overview KEBUDAYAAN
MINAHASA Bukit Kasih Manado Wisata Laut Bunaken Tenun Ikat Monondeaga = Datangnya Haid, Daun Telinga Dilubangi dan Pasang anting, Gigi Diratakan
Mupuk Im Bete : Syukur Hasil Ladang Upacara Adat CAP TIKUS SAGUER Kuliner Minuman Tarian Adat Tari Maengket
Tari Tumentenden
Tari Kabasaran (Cakalele)
Tari Lens
Tari Katrili Musik Bambu Pakaian Adat Yurike Sanger Masyarakat Minahasa Gemar Berpesta dengan dansa sebagai wujud Rasa Syukur dan Berbagi serta tidak pelit Did You Know? Altar Batu : Sarana peribadatan kepada roh leluhur
Batu Dakon : Alat untuk memohon pertolongan pada roh nenek moyang
Arca Menhir : Penggambaran leluhur yang dikultuskan Altar Batu, Batu Dakon, Arca Menhir Watu Pinawetengan Lesung Batu Menhir/
Watu Tumotowa Waruga adalah kubur atau makam leluhur orang Minahasa yang terbuat dari batu dan terdiri dari dua bagian. Bagian atas berbentuk segitiga seperti bubungan rumah dan bagian bawah berbentuk kotak yang bagian tengahnya ada ruang. WARUGA Rumah Wale Wangko 4. Sistem Teknologi 3. Sistem Ekonomi Hasil perkebunan : kelapa, cengkeh, pala, coklat, panili, jambu mete, jahe putih, enau
Perikanan laut dan darat, budidaya cakalang
Binatang yang umum dimakan :
babi hutan, tikus hutan ekor putih, ular,
kalong
Kaya akan tambang dan
kayu berharga tinggi
Terdapat banyak hewan endemik Did You Know? Awu dan Taranak : rumah tangga (awu)
Bangsal : keluarga besar yang terbentuk dari perkawinan
Taranak, Roong/Wanua, Walak
Walak dan Pakasa’an
Paesa in Deken : Tempat mempersatukan pendapat
Kawanua : wilayah adat kesatuan sub-etnis, keturunan orang Minahasa dgn orang luar B. Sistem Kemasyarakatan Sistem Pemerintahan
Pada abad VII terjadi perubahan pemerintahan dari masyarakat matriarkhat menjadi masyarakat patriarkhat
Sejak dahulu tak ada kerajaan di Minahasa, yang ada
Walian : Pemimpin agama/Dukun
Tona’as: Orang keras, ahli pertanian, kewanuaan
Teterusan : Panglima Perang
Potuasan : Penasehat
Kepala Pemerintahan : Paedon Pati’an (Hukum Tua/Ukung Tua) 2. Sistem Organisasi Sosial “Si Tou Timou Tumou Tou” : Manusia hidup untuk menghidupkan manusia
“Si Tou Timou Toua” : Pemimpin harus dapat menerapkan pola kepemimpinan sayang menyayangi, baik hati, dan saling mengingat sesama manusia
Persatuan (maesa-esa’an), ikatan batin (magenang-genangan, mailek-ilekan) dan kerjasama (masawang-sawangan) 2. Falsafah Hidup Legenda Toar Lummimu’ut Makam Kyai Modjo & Tuanku Imam Bondjol BIA KOLOBI AYAM RICA-RICA BUBUR MANADO
(TINUTUAN) Kuliner next journey...
KEBUDAYAAN MA ASSAR & BUGIS Ratuliu
Rotinsulu
Tilaar
Kawilarang
Lontoh
Lumintang
Mambo
Moniaga
Sambuaga Tumbuan
Item
Kalalo
Kaunang
Lasut
Mangindaan
Maramis
Pangemanan
Pitoy Ratulangi
Tambayong
Kaligis
Tengker
Sondakh
Kandou
Tendean
Tumewu Contoh Marga/Fam Minahasa Sekurangnya ada 6 opini umum/stereotipe kultur orang Minahasa end of MINAHASA CULTURE Kebudayaan Fisik Kesenian
Seni Sastra : Prosa dan Puisi, Kalindaqdaq, Pappasang, pemanna
Seni Tari : Sarwadang, Kumabaq, Cakkuiri, Palappaq, Losa-losa, Sore, Dego dan berbagai tarian dengan kreasi baru.
Seni Vokal dan Instrumental, yaitu lagu lagu rakyat antara lain : Ayngang Peondo, Ayngang Meqdaq, Ayngang Toloq dan lain-lain.
Seni Rias
Seni Rupa : Motif huruf arab, motif naga, tumbuhan, motif garis, daun, bunga, segi empat, lingkaran dan segitiga. Sandeq Rumah Adat Boyang Rumah adat suku Mandar disebut boyang. Perayaan-perayaan adat diantaranya Sayyang Pattu'du (Kuda Menari), Passandeq (Mengarungi lautan dengan cadik Sandeq), Upacara adat suku Mandar di Kecamatan Pulau LautSelatan , Kabupaten Kota Baru, yaitu "mappando'esasi" (bermandi laut).
Makanan khas diantaranya Jepa, Pandeangang Peapi, Banggulung Tapa, dan lain-lain. Rumah, Upacara, Kuliner Sistem Organisasi Sosial Suku Mandar umumnya mengikuti kedua garis keturunan yaitu ayah dan ibu (bilateral). Keluarga Batih terdiri atas ayah, ibu, dan anak-anak. Keluarga luas terkenal dengan istilah Mesangana. Struktur masyarakatnya sama seperti di seluruh daerah Sulawesi Selatan yaitu
Golongan bangsawan raja,
Golongan bangsawan hadat atau pia
Golongan Tau Merdeka yakni orang biasa
Golongan Budak atau Batua Kebudayaan Fisik Bahasa
Bahasa utama mereka adalah bahasa Mandar
Bahasa lain yang digunakan adalah :
Bahasa Bugis : Polmas daerah Polewali
Bahasa Mamasa : Mamasa
Bahasa Jawa : Wonomulyo Prinsip hidup suku Mandar adalah Sibalipari yang artinya sama-sama menderita. Jadi antara suami dan istri sama sama menderita..
Selain itu juga terkenal istilah
Sirindo-rindo (bekerjasama, gotong royong)
Siamasei (sayang menyayangi, kasih mengasihi)
Sianuang Pamai (gembira sama gembira, susah sama susah) Sistem Budaya Wilayah Suku Mandar terletak pada Provinsi Sulawesi Barat terdiri atas Kab Mamuju dan Mamuju Utara, Kab Mameje, Kab Polewali Mandar, Kab Mamasa tapi sekarang tersebar di seluruh pulau Sulawesi , juga tersebar di luar sulawesi seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Jawa dan Sumatera.

Menurut catatan sejarah pada bad ke 15 wilayah Mandar meliputi Kerajaan Balanipa, Majeng, Pembauang dan Cenrana di pantai teluk Mandar serta wilayah di bagian utara Selat Makassar Suku Mandar adalah satu-satunya suku bahari di Indonesia yang langsung mengahadap laut dalam. Letak Geografis Kebudayaan
Mandar Lipa’ Sabe (Sarung Sutera) Kebudayaan Fisik Sistem Teknologi
Perahu
Sarung Mandar
Alat-alat produksi

Sistem Ekonomi
Hampir semua hidup sebagai nelayan.

Sistem Religi
Pada umumnya suku Mandar adalah penganut agama Islam yang setia tetapi tidak lepas dari kepercayaan seperti pamali, jimat dan sesaji.
Di daerah pedalaman di Pitu Ulunna Salu sebelum masuk Islam, religinya adalah adat Mappurondo berpegang Pemali Appa Randanna seperti ritual Mappasoro(menghanyutkan sesaji di sungai) atau Mattula Bala’ (menyiapkan sesaji untuk menolak musibah). Kebudayaan Fisik Sistem Pengetahuan
Interaksi dengan laut menghasilkan pola pengetahuan yang berhubungan dengan laut yaitu
Berlayar
Kelautan
Keperahuan
Kegaiban
Pengejawantahan dari pengetahuan tersebut diantaranya adalah rumpon atau roppong dan perahu sandeq Pakaian Adat Sistem Sosial Masyarakat Mandar sangat memperhatikan ketentuan adat dan tradisi yang telah beratahan lama contohnya mereka membedakan pakaian antara anak-anak,remaja, dan orang tua begitu pula dengan bangsawan
Aspek sosial dunia bahari khas Mandar dijelaskan ikatan emosional antar punggawa posasi dengan sawi nya yang seperti mitra kerja bukan hamba dan tuan. Selain itu punggawa pottana, pappele, pande lopi, sampai sando bekerja tak pernah putus
Mereka mengganggap bekerja di laut merupakan pekerjaan paling dihormati dan tahu betul beradaptasi dengan laut. B. Jaman Islam
Masuk pada awal abad ke-17.

C. Keanekaan Agama
Mayoritas beragama Islam, ada juga Kristen Protestan atau Katolik.

D. Upacara Adat
1. Prosesi Madduik : menjaga kelestarian dan keutuhan rumah adat, diiringi dengan kesenian masyarakat karampuang.
2. Ma’Rimpa Salo (Menghalau Ikan di Sungai) : manivestasi dari rasa syukur atas keberhasilan panen ikan dan panen padi.
3. Ritual Palili : tanda mulai mengerjakan sawah. KEBUDAYAAN
BUGIS
DAN
MAKASSAR Sop Saudara Tari Pakarena MAPPALILI KOMUNITAS BISSU Ada 4+1 Gender di Bugis (Wow??) Suku Bugis mengenal empat (atau lima jika Bissu juga dihitung) golongan gender yang terdiri atas  
“Oroane“ (laki-laki);
“Makunrai“ (perempuan);
“Calalai“ (perempuan yang berpenampilan seperti layaknya laki-laki);
“Calabai“ (laki-laki yang berpenampilan seperti layaknya perempuan);
dan golongan Bissu “di luar batasan gender”, suatu “makhluk yang bukan laki-laki atau perempuan”, atau sebagai “memiliki peran ritual“, dimana mereka “menjadi perantara antara manusia dan dewa“. Jaman Pra-Islam
Dewa-dewa :
Patoto-e (Dia Yang Menentukan Nasib)
Dewata Seuwa-e (Dewa Yang Tunggal)
Turie a’rana (Kehendak Yang Tertinggi)

bissu : pendeta Bugis pra-Islam –menampung 2 elemen gender manusia di tubuhnya, penampilan fminin-maskulin, tata rias membawa badik. 6. Sistem Religi Umumnya bekerja sebagai petani dan nelayan, ada juga pedagang, pegawai pemerintah ataupun swasta.
nelayan  sejak 1650 sudah teratur berlayar ke perairan Australia sebelah utara untuk menangkap teripang, yang sesudah diasapi dijual kepada tengkulak untuk diekspor ke Cina. 5. Sistem Ekonomi Perahu-perahu layar ciptaan suku Bugis terkenal dengan nama Pinisi dan Lambo.

Kapal kayu Pinisi telah digunakan di Indonesia sejak beberapa abad yang lalu, diperkirakan kapal pinisi sudah ada sebelum tahun 1500an. Menurut naskah Lontarak I Babad La Lagaligo pada abad ke 14, Pinisi pertama sekali dibuat oleh Sawerigading, Putera Mahkota Kerajaan Luwu untuk berlayar menuju negeri Tiongkok hendak meminang Putri Tiongkok yang bernama We Cudai. Sawerigading berhasil ke negeri Tiongkok dan memperisteri Puteri We Cudai. Setelah beberapa lama tinggal di negeri Tiongkok, Sawerigading kembali kekampung halamannya dengan menggunakan Pinisinya ke Luwu. Menjelang masuk perairan Luwu kapal diterjang gelombang besar dan Pinisi terbelah tiga yang terdampar di desa Ara, Tanah Beru dan Lemo-lemo. Masyarakat ketiga desa tersebut kemudian merakit pecahan kapal tersebut menjadi perahu yang kemudian dinamakan Pinisi. 4. Sistem Teknologi SEBAGAI NELAYAN!
Arah perbintangan untuk menentukan arah dan pengetahuan alam tentang arah angin
Cara membuat perahu
Pengetahuan tentang kelautan
Perahu-perahu kecil 3. Sistem Pengetahuan Desa merupakan gabungan sejumlah kampung lama.
Kampung lama dipimpin oleh seorang matowa dengan dua pembantu (sariang atau parennung).
Gabungan kampung disebut wanua (Bugis) atau pa’rasangan (Makassar). Bentuk Desa Rumah Adat Digolongkan menurut lapisan sosial dari penghuninya.

Sao-raja (Bugis) atau Balla lompo (Makassar), rumah yang didiami oleh keluarga bangsawan

Sao-piti’ (Bugis) atau Tarata’ (Makassar),

Bola (Bugis) atau Balla (Makassar), rumah rakyat pada umumnya. Rumah Bugis-Makassar tradisional. Rumah Bugis-Makassar Mapucce Pucce
Massuro
Madappa
Erang-Erang
Pabbajikang
Passompo Tahap Perkawinan PENGANTIN BUGIS Perkawinan Perkawinan:
Perkawinan yang ideal
Aassialang Marola : sepupu derajat pertama
Aassialanna Memang : sepupu derajat 2
Ripaddeppe’ Mabelae: sepupu derajat 3
Perkawinan yang dilarang karena dianggap sumbang (Salimara)
Anak-orang tua
Saudara sekandung
Menantu-mertua
Paman/bibi-kemenakan
Kakek/nenek-cucu

Kawin lari (Silariang) Pelapisan Sosial:
Anakarung, kaum kerabat raja
To-mara-deka, orang merdeka
Ata, budak yaitu orang yang ditangkap dalam peperangan, orang yang melanggar pantangan adat Sistem Organisasi Sosial Aksara Suku Bugis → bahasa Bugis (Ugi)
Suku Makassar → bahasa Mangasara

Huruf yang dipakai adalah Aksara Lontara. Abad XVII islam masuk, kesusastraan Bugis dan Makassar ditulis dengan huruf arab yang disebut Aksara Serang. Bahasa dan Aksara ~Gelar Haji diberikan setelah menunaikan ibadah haji dan dianggap sebagai prestise yg menunjukkan status soaial,
~Bisa menjadi penentu “uang panaik” atau “du’imenre” atau uang mahar yang lebih tinggi dibanding sebelum menjadi hajjah,
~Selepas berhaji ada ritual wisuda mappatoppo’ haji, dengan penyematan songkok atau kopiah haji dan gamis panjang berwarna putih oleh syeikh atau ulama yg disegani, dan untuk wanita biasanya disimbolkan dg kerudung di kepala yang dipuntir mengelilingi tepi rambut, dipasangi manik-manik atau hiasan emas atau perak,
~haji taalltu’ (haji palsu), orang di bugis jaman dahulu yang belum berhaji, yang mengenakan pakaian yang biasanya hanya dipakai orang yang sudah berhaji . Kultur Haji Sistem Norma dan aturan-aturan adatnya disebut Panngaderreng (Bugis) dan Panngadakkang (Makassar). Dasarnya :
a. Ade’ akkalabinenngeng, yaitu norma-norma hal mengenai perkawinan serta hubungan kekerabatan.
b. Bicara, menyangkut semua kegiatan dan kosep-konsep yg bersangkut paut dengan peradilan.
c. Rapang, berarti perumpamaan, kias, atau analogi. Menjaga kepastian dan kesinambungan dari suatu keputusan hukum tak tertulis di masa lampau smpai skrg dg membuat analogi antara kasus yg dulu dan yg sekarang.
d. Wari, untuk mengklasifikasikan berbagai benda dan peristiwa dalam kehidupan manusia,
Sara, mengandung pranata hukum, dalam hal ini ialah hukum islam. Sistem Sosial Siri’ dipergunakan untuk membela kehormatan thdp orang yg hendak merendahkan harga dirinya (pelanggaran susila, kriminal, motivasi kerja, malu-malu)
Pacce dipakai untuk membantu sesama masyarakat yg berada dalam penderitaan,
Falsafah Sipakatau , Tau artinya manusia, Sipakatau : Saling memahami dan menghormati secara manusiawi. Konsep Siri’ Na Pacce dan Falsafah ‘Sipakatau Budaya Merantau
~Didorong oleh keinginan akan kemerdekaan yg menurut orang Bugis hanya dapat diraih dg cara Merentau.

Peran Pria dan Wanita
Bidang Kehidupan RT
~Ayah : Kepala Keluarga, Ibu : Ibu Rumah Tangga,
~Hak dan kwajiban Ayah dan ibu diatur secara Bilineal (memiliki hak dan kewajiban tertentu thdp anaknya)

Bidang Sospol
~Cukup seimbang, dari total 30 raja yang memimpin Bone 7 diantaranya perempuan, dan dari 6 raja di Wajo 4 diantaranya perempuan. BUDAYA Karya sastra I La Galigo
~Berisi sistem budaya dan falsafah hidup orang Bugis,
~Dalam naskahnya terdapat konsep tentang pertanian, maritim, lingkungan, redistribusi kapal, kehormatan, s.d. Hubungan suami istri
~Mengandung nilai-nilai dan way of life orang Bugis. SISTEM BUDAYA Suku Makassar sebenarnya identik dengan suku Bugis, mereka berasal dari rumpun yang sama yaitu tergolong kedalam suku-suku Melayu Deutero yang masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia, tepatnya Yunnan. Lidah Makassar menyebutnya Mangkasara’ berarti “Mereka yang Bersifat Terbuka”.
Makassar dan Bugis adalah istilah yang diciptakan oleh Belanda untuk memecah belah. Hingga pada akhirnya kejatuhan Kerajaan Makassar pada Belanda, segala potensi dimatikan, mengingat suku ini terkenal sangat keras menentang Belanda. Kapanpun dan dimanapun mereka bertemu Belanda, pasti diperanginya. Apa Sih Beda Bugis Makassar? Nenek Moyang Otak Otak - Barongko Es Palu Butung - Es Pisang Ijo Pisang Epe - Kapurung Coto makassar – Sup Konro Tari Paraga Tari Gandrang bulo
Tari Pakarena
Tari Patenun
Tari Paraga Tarian Pakaian Adat Tokoh Makassar Tokoh Makassar Badik DID YOU KNOW?
They are Andi Mattalatta I La galigo : Pembuat Karya Sastra
terbesar di dunia/Pelaut Ulung
Sawerigading : nenek moyangku orang pelaut ASAL USUL ASAL USUL *Bugis beasal dari kata To Ugi = orang bugis. To Ugi artinya pengikut La Sattumpugi, raja Kerajaan Tiongkok (Wajo)
*Kerajaan pertama di Bugis adalah Wemang Nriwuk, Luwuk, dan Tompoktikka dgn Luwuk sbg pemimpinnya
*Abad 15 terjadi perubahan besar dalam sosio-politik, ekonomi, dan agama
*Akhir abad 15 muncul beberapa kerajaan baru : Gowa (Makassar), Bone, dan Wajo'. end of MANDAR
go to TANA TORAJA.. Lagu Daerah
O Ina ni Keke
O Minahasa
Full transcript