Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam

No description
by

Dimas Rahmadi

on 12 May 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam

Bencana adalah suatu fenomena atau peristiwa yang mengancam atau merugikan manusia.
Jenis-Jenis dan Karakteristik Bencana Alam
Bencana Dinamika Litosfer
Pembuatan Peta Risiko/Kerentanan Bencana
Kerentanan adalah suatu keadaan atau sifat masyarakat, sistem, atau aset sehingga mudah terpengaruh oleh dampak merusak dari bahaya atau ancaman.
Pengertian Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam
Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam
Dimas Krissanto R - X MIA 2
Bencana Alam yang Disebabkan Oleh Dinamika Hidrosfer
Bencana Alam yang Disebabkan Oleh Dinamika Atmosfer
Pengertian Mitigasi Bencana
Pengertian Adaptasi Bencana Alam
Upaya memperkecil jumlah korban dan kerugian yang dapat terjadi akibat bencana alam
Penyesuaian sistem alam dan manusia terhadap stimulus bencana alam nyata atau yang diharapkan tidak ada dampak-dampaknya, yang menyebabkan kerugian atau mengeksploitasi kesempatan-kesempatan yang memberi manfaat
Sebaran Daerah Rawan Bencana di Indonesia
Gempa Bumi
Aceh, Padang, Nias, Jambi, Bengkulu, Lampung, Tasikmalaya, Klaten, Sulawesi, Papua, dsb.
Gunung Meletus
Sekitar daerah gunung aktif, seperti G Merapi, Anak Krakatau, Kelud, Tengger, Lokon, dsb.
Tanah Longsor
Manggarai, Kupang, Boyolali, Sulawesi, Lampung, dll.
Banjir
Hilir Bengawan Solo, Pacitan, hilir Ciliwung, Bandung, dll.
Arus laut & ombak besar
Laut Jawa perbatasan Sulawesi-Kalimantan, Samudera Hindia selatan Lombok, selatan Pelabuhan Ratu, selatan Pulau Jawa, dll.
Tsunami
NTT, NTB, Pangandaran, Aceh, Nias, Meulaboh, Maluku, dsb.
Kemarau
Wonogiri, Trenggalek selatan, Tulungagung selatan, dsb.
Kebakaran hutan
Kalimantan, Sumatera, Riau, dsb.
Badai dan puting beliung
Sumatera, Jember, Ponorego, Purworejo, NTT, NTB, Banten, Sulawesi, dsb.
Gas beracun
Daerah Dieng di Wonosobo dan Tangkuban Perahu di Jawa Barat.
Usaha Pengurangan Risiko Bencana Alam
Letusan gunung api
Berhubungan dengan proses dan material yang dikeluarkan oleh gunung api pada saat terjadinya letusan
Tanah Longsor
Gerakan massa batuan atau tanah yang menuruni lereng atau tinggi. Dapat dipicu oleh curah hujan tinggi, gempa, atau letusan gunung api.
Gempa Bumi
Getaran pada permukaan bumi yang diakibatkan oleh pergerakan dan/atau interaksi lempeng tektonik seta aktivitas vulkanik
Banjir
Peristiwa meluapnya air dari sungai sehingga menggenangi wilayah daratan yang normalnya kering
Tsunami
Gelombang pasang yang terjadi akibat aktivitas tektonik dan letusan gunung api yang terdapat di dasar laut
Badai Tropis
Sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala luas, tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif, berkecepatan angin max. 34 knot, bertahan setidaknya 6 jam
Tornado
Pusaran udara yang bergerak cepat dan berbentuk corong spiral, berkecepatan 72-400 km/h
Kekeringan
Ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air karena rendahnya curah hujan, rendahnya air permukaan dan air tanah, konsumsi besar-besaran, serta kerusakan sumber air
Kebakaran hutan
Peristiwa terbakarnya hutan, baik disebabkan proses alami maupun aktivitas manusia.
Tujuan Utama
- Mengurangi risiko bencana
- Menjadi landasan perencanaan pembangunan
- Meningkatkan kepedulian masyarakat untuk menghadapi serta mengurangi dampak & risiko bencana
Sebelum Bencana
Sesudah Bencana
Siklus Manajemen Bencana
Mitigasi
Kesiapsiagaan
Respons
Pemulihan
Rekonstruksi
Kajian risiko dan perencanaan
Kegiatan prabencana
Manajemen & operasi tanggap darurat
Pemulihan prasarana & pelayanan
Adaptasi Berbagai Bidang untuk Mengantisipasi Efek Bencana
Adaptasi di berbagai bidang perlu dilakukan untuk mengurangi dampak negatif bencana. Contohya dalam bidang pertanian, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, dsb.
Sistem Peringatan Dini Bencana Alam
Sistem yang dibutuhkan untuk menyebarkan peringatan yang bermakna dan tepat waktu sehingga orang-orang yang terancam bencana dapat bertindak tepat untuk mengurangi kemungkinan bahaya dan kerugian.
Simulasi Bencana Alam
Kegiatan pengujian kesiapan masyarakat dan petugas atau instansi terkait dalam menghadapi bencana untuk meminimalkan dampak bencana yang mungkin terjadi.
Kelembagaan Penanggulangan Bencana Alam
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
Full transcript