Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

KONSEP ALAM

No description
by

Nanda Wibowo

on 11 February 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KONSEP ALAM

KONSEP ALAM : Mengenal Allah Melalui Kajian tentang
Relasi antara Hukum Alam dengan Hukum Agama

Nanda Tri Wibowo
(13012047)

Konsep Alam Semesta
Al Qur'an dapati kebenarannya bahwa sebenarnya kejadian alam semesta ini sudah terencana dan tertera didalam Al Qur'an. Al Qur'an juga sebagai mediator Tuhan swmwsta alam kepada seluruh umat-Nya.
Kemukjizatan Al Qur'an ditandai dengan keorisinilannya sejak diturunkan.
Salah satu yang menakjubkan para ilmuwan ialah persesuaian konsep penciptaan alam semesta antara Al Qur'an dan sains modern
Menurut pandangan sains modern, alam semesta ini berawal dari kabut gas yang panas dan lalu terpisah (Laplace dan Immanuel Kant)
Ratusan tahun sebelum dikemukakan Al Qur'an telah menyebutkan secara gamblang, dalam surat Al Anbiya ayat 30, Fushillat ayat 11
A. Pengertian Alam Semesta
Alam
Alam adalah semua yang ada atau dianggap ada oleh manusia selain Allah swt beserta Dzat dan sifat-Nya
Alam ???
Al Anbiya 30
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga yang beriman?"
Fussilat ayat 11
“11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa." Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati."
Hubungan Manusia dengan Alam
Manusia dan alam mempunyai keterikatan yang kuat dimana keduanya mempunyai hak dan kewajiban antara satu dengan yang lain untuk menjaga keseimbangan alam. Manusia diperintahkan untuk memerankan fungsi kekhalifahannya yaitu kepedulian, pelestarian dan pemeliharaan. Berbuat adil dan tidak bertindak sewenang -wenang kepada semua makhluk sehingga hubungan yang selaras antara manusia dan alam mampu memberikan dampak positif bagi keduanya.
Walaupun ketersediaan Alam semata mata untuk manusia (anthrophosentis), namun ketersediaan yang ada itu tidak menjadikan kita penguasa atas alam dan isinya. Karena penguasa alam beserta isinya tetaplah Allah swt.
Manusia hanya diberikan kekuasaan untuk mengelola, memlihara, dan memakmurkannya.
Oleh sebab itu kita harus mematuhi segala perintahNya
"Jagalah alam ini, seperti kau
menjaga diri dan keluargamu"
Kesimpulan
Allah menciptakan alam semesta ini bukan untukNya, tetapi untuk seluruh makhluk yang diberi hidup dan kehidupan. Sebagai pencipta dan sekaligus pemilik, Allah mempunyai kewenangan dan kekuasaan untuk melestarikan dan menghancurkannya tanpa diminta pertanggungjawaban oleh siapapun. Namun, Allah telah mengamanatkan alam seisinya ini kepada makhlukNya yang patut diberi amanat itu, yaitu MANUSIA.
Dan oleh sebab itu manusia adalah makhluk Allah yang dibekali dua potensi yang sangat mendasar, yaitu kekuatan fisi dan kekuatan rasio, disamping emosi dan intuisi. Ini berarti, bahwa alam seisinya ini adalah amanat Allah yang kelak akan diminta pertanggungjawaban dari seluruh manusia yang selama hidupnya di dunia ini pasti terlibat dalam amanat itu.
“moral dan etika kehidupan alam” akan menjadi sumber etika kita selain dari pengaruh ajaran agama dan pola perilaku dalam bermasyarakat.
SEKIAN
TERIMA KASIH
sifat
ukuran
hayati
fungsi
Berdasarkan Sifatnya Ala dibagi jadi 2 macam :
Alam syahadah
terjangkau oleh panca indera dan alat bantu
Alam ghoib
alam yang tidak dapat dilihat dengan panca indera maupun alat bantuan lainnya.
2a. alam nisbi
alam gaib bagi orang secara umum, namun tidak untuk malaikat dan jin
2b. alam ghoib mutlak
alam gaib untuk seluruh makhluk tanpa terkecuali, termasuk apa yang akan terjadi. Hari esok atau apa yang akan terjadi di masa depan adalah gaib mutlak, yang hanya diketahui oleh Allah.
“Dan kepunyaan Allah apa yang gaib di langit dan di bumi. Hanya kepada-Nyalah semua urusan dikembalikan”.
(QS. Hud [11] : 23)
alam besar yang meliputi langit dan bumi (termasuk planet, galaksi, dan cluster)
alam makro
alam mikro
makhluk kecil seperti sel; bakteri; virus dan sel sperma. Fakta sel sperma berukuran 600 milimicron yang jauh lebih besar dari virus HIV 1000milimicron. Jadi iklan yang mengatakan
"jauhi HIV gunakan kondom'"
itu bohong belaka karena virus HIV lolos saring.
alam biotik
Alam Abiotik
Alam Fisik
Alam ruh
Nyawa dan ruh berhubungan dengan hayat dan al-maut, serta berhubungan pula dengan kesadaran.
kita dalam kandungan ibu baru mendapatkan ruh saat usia kandungan 4 bulan, tetapi sebelum itu kita telah hidup
Perbedaan Fungsi Hukum Alam dan Hukum Agama
Hukum Alam (Sunnatullah)
semua sifat fisik dari alam, dan juga manusia diatur oleh hukum alam (sunatullah)
Sunnatullah atau hukum alam melekat pada alam itu sendiri dan tidak terdapat pada ayat-ayat Alqur’an, oleh karena itu, hukum alam disebut hukum kauniyah (penciptaan), atau hukum ghair mathluwi (hukum tidak tertulis).
hukum syari’ah
berfungsi mengatur alam ruhani (spirit)
Hukum syari’ah disebut juga hukum kitabiyah, atau hukum Quraniyah, atau hukum Mathluwwi (tertulis di dalam Alqur’an). Manusia dan jin diatur oleh hukum syari'ah karena memiliki kemauan sedangkan malaikat tidak.
menaati hukum alam dan hukum syari'ah akan berdampak baik bagi kehidupan, demikian pula sebaliknya.
dan keduanya tidak mungkin saling bertentangan.
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alqur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah bagi kamu bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu” (QS. Fussilat [41] 53).
manusia dan jin berbeda dengan hewan dan tumbuhan karena manusia dan jin selain memiliki sifat dasar
as-syahawat,
juga

memiliki kebebasan memilih, jadi mereka boleh memilih antara menaati atau melanggar hukum Allah swt. OLeh karena itu Allah swt membekali umat-Nya dengan wahyu Al-Qur'an.

bagi siapapun yang melakukan segala hal dalam hidupnya tapi jauh dari Allah swt maka dia akan sia-sia. dan kebahagiaannya hanya semu belaka.
Dengan ilmu dan teknologi hidup manusia jadi mudah, dengan seni hidup jadi indah, dan dengan agama hidup jadi terarah. Jadi manusia sangat mutlak memerlukan agama. Agama bagi manusia bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan hal primer. PRIMER YAITU UTAMA.
Karakteristik Hukum Allah

Semua hukum Allah, baik hukum alam (kauniyah) maupun hukum agama (Qur'aniyah) memiliki persamaan.
apa sajakah persamaan itu ?
(1). Pasti
"Sesungguhnya Aku menciptakan sesuatu menurut ketentuan yang pasti (QS. Al-Qamar [54] : 49)
(2). Tetap
“Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan pada sunnatullah itu. (QS. Al-Fath [48]: 23).
(3). Objektif
“Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya. Dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu”. (QS. Al-Hijr [15] :21)
Hubungan Mukjizat dengan Sunnatullah
Sunnatullah atau hukum alam itu bersifat pasti, tetap, dan objektif
Contoh : tentang air. (Nabi Musa As)
:”Lalu Kami wahyukan kepada Musa : ‘Pukullah lautan itu dengan tongkatmu’, maka terbelahlah lautan itu, dan tiap-tiap belahan seperti gunung yang besar”. (QS. Asy-Syu’ara [26] : 63)
Al-hamdu li Allahi rabb al-‘alamin
yang artinya “Segala puji bagi Allah, Tuhan Pengurus sekalian alam”.
Allah adalah rabb yakni sebagai pencipta, pemelihara, sekaligus pengatur alam, sedangkan selain Allah adalah alam. Jadi hakikat alam adalah segala ciptaan Allah swt.
Allah,
Al-khalik
(Pencipta) dan
Al-Badi'
(yang maha pencipta). Dan
Alam merupakan Maha Karya Allah yang Maha Sempurna

Langit itu ada tujuh (sab’a samawat) yang berlapis (thibaqa). makna tersebut dapat benar secara hakiki ataupun kiasan yang biasa di gunakan, seperti Ini harta tidak akan habis oleh tujuh turunan, ini pesta tujuh hari tujuh malam, dll.
Setelah langit ke tujuh area berikutnya adalah Sidratul Muntaha (ujung absolut yang paling ujung) Arasy. Di dekat Arasy inilah ada surga.
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal” (Qs: 53/An-Najm 13-15)
Di Arasy inilah Allah swt bersemayam.
Al rahman ‘ala arsy istawa (QS. 20/ Thaha : 5 )
”Sesungguhnuya dalam kejadian langit dan bumi, serta pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (bahan pemikiran) bagi orang yang beriman (QS. 3 : 190)
Perbedaan Manusia, Jin dan Tumbuhan, Hewan
Dikhotomi Antara Sains dengan Ilmu Agama
Hierarki Hukum dan Urutan Menaatinya
a. Hukum Syari’ah
hukum Alqur’an seperti hukum zina, warisan, riba, dll. Inilah hukum tertinggi.
b. Hukum Sunnatullah
hukum alam yang melekat pada alam itu sendiri, misalnya hukum gravitasi, hukum rotasi, hukum daur, hukum pertumbuhan, sifat-sifat air, dll
c. Hukum akal
hukum yang dihasilkan oleh rasio atau nalar misalnya tentang konstruksi bangunan, memilih cat rumah yang sesuai dengan arsitektur, strategi berdagang, cara menangkal petir, dll
d. Hukum Ulul Amri
ialah hukum buatan manusia yang bertugas menguruskan keperluan kita seperti keputusan MPR, DPR, presiden, menteri, peraturan daerah, peraturan rektor, peraturan pengurus mesjid,
e. Hukum ‘Uruf
hukum adat istiadat, misalnya keharusan antri jika makan prasmanan, pembagian warisan adat minang yang didominasi oleh wanita, cara-cara menghormati orang tua, dll
Cara menatinya pun berurutan seusai dengan yang tertera pada urutan yang diatas
sains
Dirasah Islamiyah
ilmu syariah
ilmu akidah
ilmu akhlak
Antaram kedua ilmu sains dan dirasah Islamiyah ini mustahil terjadi dikhotomi, karena keduanya lahir dari Hukum Allah swt. Justru ilmu tasi saling menunjang dan memperkokoh.
Full transcript