Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

ASESMEN DALAM KESEHATAN MENTAL

No description
by

Intan Fitria

on 5 December 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of ASESMEN DALAM KESEHATAN MENTAL

ASESMEN DALAM KESEHATAN MENTAL


design by Dóri Sirály for Prezi
Kendel - 1982
Asesmen merupakan proses pengumpulan informasi mengenai klien atau subjek untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai seseorang .
>> Dalam kesehatan mental dibutuhkan adanya asesmen untuk mengidentifikasikan diagnosa-diagnosa yang terjadi pada pasien

>>Korchin (1976)
untuk membuat keputusan berdasarkan informasi yang dapat diandalkan.

>> Kendall
untuk penyaringan dan diagnosis evaluasi atas intervensi klinis yang telah dilakukan dan diriset.
Definisi Asesmen??
> Metode – metode penilaian yang tersusun dan digunakan untuk menilai sifat – sifat yang agak stabil, seperti intelegensi dan kepribadian.

> Hasil psikotes dapat digunakan untuk mengambil keputusan bagi pasien dan untuk menilai status pasien

> Beberapa macam tes :
a. Tes objektif
b. Tes Kepribadian
c. skala kepribadian UGM
d. Tes Projektif
Tes Psikologi
Tujuan Assesmen dalam KesMen
> Wawancara Klinis
> Tes
> Asesmen Neuropsikologi
> Behaviorral Assesment
> Asesmen Kognitif
> pengukuran Fisiologis
Jenis – jenis Asesmen dalam Kesehatan Mental
> Wawancara adalah satu prosedur yang amat penting dalam penilaian mengenai diri individu.
> Tahapan Wawancara
1. Wawancara Pembuka
2. Wawancara Diagnosik
3. Wawancara untuk menngumpulkan data & peristiwa sebelum kasus dirujuk
> Semua ini dikumpulkan untuk menuntukan status mental orang yang dirujuk tersebut.
> Biasanya wawancara klinis dilakukan sebelum individu diberi tes psikologi. Wawancara dapat dlanjutkan deng konseling atau psikoterapi bergantung kebutuhan klien saat itu .
> Dalam wawancara klinis , kejelasan dan efektivitas komunikasi dapat diperoleh bila kliyen menaruh kepercayaan yang tinggi pada klinisi.
Wawancara Klinis
Intan Nur Fitriani 2014-094
Heppi Septia 2014-259
Qorina Fidinilah 2014-274
Sabila Anggarawati 2014-287

Tes Objektif
Tes intelegensi dimasukkan ke dalam kelompok tes objektif. Tes intelegensi dapat diberikan secara kelompok atau klasikal.
Tes Kepribadian
Tes kepribadian yang objektif bisa digunakan untuk mengevaluasi fungsi kognitif, afektif, dan konatif.
Tes yang sering digunakan adalah MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) dan CAQ (Clinical Analysis Questionnaire) yang direvisi oleh Sugiyanto dan Murtini (1980) diberi nama Analisis Ciri Sifat. Tes ini menghasilkan profil kepribadian individu dalam skor standard ten score. Hasil Tes ini dapat digunakan pula sebagai pembanding diagnosis yang ditegakkan oleh psikiater berdasarkan wawancara psikiatriknya.
Skala kepribadian UGM
> Ada sepuluh skala dalam Skala Kepribadian UGM.
> Beberapa skala dikategorikan menjadi gangguan psikotik, gangguan neurotic, dan gangguan perilaku.
Gangguan psikotik : skizofrenia paranoia dan mania.
Gangguan neurotic : depresi, kecemasan, obsesif-kompulsif, dan somatisasi.
Gangguan perilaku : agresif-pasif, dependensi, dan psikotik.
>Kelebihan skala kepribadian adalah tiap skala dapat digunakan sendiri-sendiri atau bersama-sama. Kalau sendiri dapat dibandingkan dengan norma yang berlaku. Kalau bersama-sama dapat menggambarkan profil kepribadian orang.
Tes Projektif
Tes projektif biasanya diberikan secara individual untuk tujuan seleksi dan riset.
Tes projektif yang banyak digunakan adalah tes Roschach, tes menggambar orang, dan TAT (Thematic Apperception Test).
Asesmen Neuropsikologis
> untuk mengukur berbagai gangguan behavioural yang disebabkan oleh disfungsi otak.
> Salah satu tes neuropsikologis adalah modifikasi yang dilaukakan Reitan terhadap serangkaian tes yang dikembangkan oleh Halsted dan tes Luria-Nebraska (Golden, Hammeke, & Purisch, 1978).
Behavioral Assesment
> Asesmen tradisional berpusat pada pengukuran struktur dan karakter kepribadian yang tersembunyi, seperti obesivitas, paranoia, agresivitaas, inteligensi, dll.
> Dibagi dalam 4 variabel atau biasa disebut SORC (Kanfer & Phillips, 1970)
A. S – stimuli
B. O – Organismik
C. R – Respon
D. C – Consequent

>Infomasi yang penting bagi pengukuran behavioral diperoleh melalui beberapa metode, termasuk pengamatan perilaku secara langsung dalam situasi nyata/rekayasa, wawancara dan self-report.
Assesmen Kognitif
> Pengukuran kognitif terfouks pada persepsi seorang terhadap suatu situasi, sadar bahwa peristiwa yang sama dapat diterima secara berbeda .
> Metode asesmen kognitif yang paling banyak digunakan adalah kuisioner self-report diri yang mengungkapkan berbagai macam kognisi
> Contoh :
Dysfunctional Attitude Scale (DAS).
Cognitive Bias Questionnaire (Krantz & Hammen, 1979) Articulated Thought in Simulates Situations (ATSS) (Davison, Robins, and Johnson, 1983)
Pengukuran Fisiologis
> untuk menyelidiki secara umum mengenai kondisi - kondisi fisik yang berhubungan dengan gangguan kepribadian.

> Pengukuran Fisiologis dilakukan sebagai bagian dari penelitian medis, tetapi dapat juga dilakukan oleh dokter saraf jika gangguan tingkah laku menunjukkan kemungkinan adanya gangguan pada otak atau saraf tulang belakang. a
Full transcript