Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

STUDI TENTANG KENYAMANAN PEJALAN KAKI TERHADAP PEMANFAATAN T

No description
by

firdanisa juniar

on 12 January 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of STUDI TENTANG KENYAMANAN PEJALAN KAKI TERHADAP PEMANFAATAN T

BAB III
LANDASAN TEORI
DEFINISI TROTOAR

Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang bersangkutan
BAB IV
METODA PENELITIAN
BAB V
ANALISIS, HASIL, PEMBAHASAN

BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Sebagai salah satu tempat untuk beraktifitas, maka pengguna trotoar harus mendapatkan kenyamanan. Namun melihat sedikitnya pengguna trotoar (pejalan kaki) di kawasan UII, bisa dipastikan ada yang tidak sesuai. Dalam kenyataannya, para mahasiswa merasa kepanasan dan tidak nyaman dikala menggunakan trotoar sebagai akses penghubung jalan dari kost (rumah) ke kampus ataupun sebaliknya. Dengan mempertimbangkan kondisi iklim di Indonesia yang tropis, yang pada siang hari selalu mendapat sinar matahari, maka perlu adanya peneduh dari sengatan panas siang hari.
BAB II
STUDI PUSTAKA
METODOLOGI PENELITIAN
Ety Fitriyani ( 10511047 )
Rifky Adhi Prasojo ( 10511144 )
Novia Mahlisani ( 10511151 )
Firdanisa Juniar ( 10511229 )
STUDI TENTANG KENYAMANAN PEJALAN KAKI TERHADAP PEMANFAATAN TROTOAR DI KAWASAN KAMPUS TERPADU UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana presepsi para pejalan kaki tentang kenyamanan terhadap pemanfaatan jalur trotoar khusunya di kawasan UII Terpadu ?
2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan trotoar di kawasan UII Terpadu minim pengguna ?
3. Apakah jalur trotoar jalan di kawasan UII Terpadu benar – benar digunakan sebagaimana fungsinya ?

Tabel 2.1 memperlihatkan bahwa penelitian-penelitian sebelumnya membahas mengenai penataan ulang trotoar yang sudah ada terhadap kenyamanan pejalan kaki dan penelitian tentang analisis fasilitas pejalan kaki dengan angkutan umum. Penelitian sebelumnya juga membahas mengenai pengembangan trotoar. Berdasarkan hal tersebut diketahui bahwa belum ada penelitian yang meneliti tentang studi kenyamanan pejalan kaki terhadap pemanfaatan trotoar di kawasan Universitas Islam Indonesia. Maka pada penelitian ini akan dibahas tentang kenyamanan para mahasiswa sebagai pejalan kaki yang menggunakan trotoar di kawasan kampus terpadu UII.
PENGOLAHAN DATA
Metode analisis deskriptif dimulai dengan mengidentifikasi sutau persoalan, kemudian mendapatkan faktor – faktor yang mempengaruhi kenyamanan pejalan kaki di trotoar. Berikut langkah-langkah yang dilakukan dalam mengolah data:
1. Menyusun Pertanyaan
2. Melakukan Wawancara

TUJUAN PENELITIAN

1. Mengetahui persepsi para pejalan kaki tentang kenyamanan terhadap pemanfaatan jalur trotoar khusunya di kawasan UII Terpadu.
2. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan trotoar di kawasan UII Terpadu minim pengguna.
3. Mengetahui apakah trotoar benar – benar digunakan sebagaimana fungsinya sebagai fasilitas pejalan kaki.

BATASAN PENELITIAN

1. Trotoar di sepanjang kawasan Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang Km 14,5, Sleman, Yogyakarta.

2. Objek penelitian adalah mahasiswa/i aktif Universitas Islam Indonesia pengguna fasilitas trotoar
MANFAAT PENELITIAN

1. Dengan diadakan penelitian ini diharapkan para mahasiswa dapat memaksimalkan fungsi trotoar yang berada di Kawasan Terpadu UII.
2. Dengan diadakan penelitian ini dapat diketahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan trotoar di kawasan UII Terpadu minim pengguna.
3. Dengan diadakan penelitian ini maka dapat diketahui bahwa trotoar benar – benar digunakan sebagaimana fungsinya.

PENEMPATAN TROTOAR
Fasilitas pejalan kaki dapat ditempatkan disepanjang jalan atau pada suatu kawasan yang akan mengakibatkan pertumbuhan pejalan kaki dan biasanya diikuti oleh peningkatan arus lalu lintas serta memenuhi syarat-syarat atau ketentuan-ketentuan untuk pembuatan fasilitas tersebut. Tempat-tempat tersebut antara lain :
1. Daerah perkotaan secara umum yang tingkat kepadatan penduduknya tinggi
2. Jalan yang memiliki rute angkutan umum yang tetap
3. Daerah yang memiliki aktivitas kontinyu yang tinggi, seperti misalnya jalan-jalan dipasar, pusat perkotaaan, daerah industri
4. Lokasi yang memiliki kebutuhan/permintaan yang tinggi dengan periode yang pendek, seperti misalnya stasiun-stasiun bis dan kereta api, sekolah, rumah sakit, lapangan olah raga
5. Lokasi yang mempunyai permintaan yang tinggi untuk hari-hari tertentu, misalnya lapangan/gelanggang olah raga, masjid

ASPEK DESAIN TROTOAR
Kelandaian pada akses yang dilengkapi dengan bolard untuk menghalangi mobil naik ke trotoar. Aspek yang perlu diperhatikan dalam perencanaan/desain trotoar:
1. Perbedaan tinggi trotoar dari muka jalan yang tidak terlalu rendah tetapi juga tidak terlalu tinggi karena akan mengurangi kapasitas jalan. Ketinggian dari perkerasan jalan yang disarankan adalah 150 mm.
2. Kelandaian pada akses jalan untuk memungkinkan penderita cacat yang menggunakan kursi roda untuk bisa menggunakan trotoar dengan gampang dan mudah.
3. Lintasan yang bisa dilewati oleh penderita cacat yang buta.
4. Lebar yang sesuai dengan jumlah pejalan kaki yang menggunakan trotoar

KENYAMANAN
Hakim dan Utomo (2003) mengemukakan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi kenyamanan yaitu :
1. Sirkulasi
2. Iklim atau Kekuatan Alam
3. Kebisingan
4. Aroma atau Bau-bauan
5. Bentuk
6. Keamanan
PEJALAN KAKI
Menurut Dirjen Perhubungan Darat (1999) pejalan kaki terdiri dari :
1. Mereka yang keluar dari tempat parkir mobil menuju tempat tujuan.
2. Mereka yang menuju atau turun dari angkutan umum sebagian besar masih memerlukan berjalan kaki.
3. Mereka yang melakukan perjalan kurang dari 1 kilometer (km), sebagian besar dilakukan dengan berjalan kaki.



HASIL WAWANCARA

Wawancara yang dilakukan terhadap 10 interviewee menghasilkan beberapa pernyataan yang sama tentang kenyamanan dalam menggunakan trotoar di kampus terpadu UII. Pada umumnya, mereka tidak merasa nyaman untuk memaksimalkan fungsi trotoar sebagaimana fungsi untuk fasilitas pejalan kaki. Para pejalan kaki mempunyai beberapa faktor masing – masing yang mempengaruhi kenyamanan dalam menggunakan fasilitas trotoar. Bagi para interviewee fasilitas trotoar di kampus terpadu UII sudah memenuhi syarat dari segi aspek desain trotoarnya.

PEMBAHASAN

Faktor Sirkulasi
Jalan berperan sebagai prasarana lalu lintas dan ruang transisi (transitional space), selain itu juga tidak tertutup kemungkinan sebagai ruang beraktivitas (activity area) yang merupakan sebagai ruang terbuka untuk kontak sosial, wadah kegiatan, rekreasi, dan bahkan untuk aktifitas perekonomian masyarakat.

Faktor Iklim dan kekuatan alam
Faktor iklim adalah kendala yang harus mendapat perhatian serius dalam merekayasa sistem jalan yang terkonsep. Salah satu kendala iklim yang muncul adalah curah hujan, faktor ini tidak jarang menimbulkan gangguan terhadap aktifitas para pejalan kaki
Faktor Kebisingan
Tingginya tingkat kebisingan suara kendaraan bermotor yang lalu lalang, juga menjadi masalah vital yang dapat mengganggu kenyamanan bagi lingkungan sekitar dan pengguna jalan, terutama pejalan kaki. Oleh sebab itu untuk meminimalisir tingkat kebisingan yang terjadi, dapat dipakai tanaman dengan pola dan ketebalan yang rapat serta tersusun teratur.

Faktor Aroma / bau – bauan
Bau-bauan yang tidak sedap bisa terjadi karena beberapa sebab, seperti bau yang keluar dari asap knalpot kendaraan, atau bak-bak sampah yang kurang terurus yang tersedia di sepanjang pinggir trotoar.
Faktor Bentuk
Seringkali ditemui bahwa trotoar-trotoar yang telah disediakan tidak mempunyai pembatas yang jelas (kereb) dengan jalur kendaraan bermotor. Jalur trotoar dan jalur kendaraan memiliki ketinggian permukaan lantai (dasar) yang sama. Bentuk yang semacam itu akan mengakibatkan, jalur trotoar menjadi dimanfaatkan untuk lahan parkir-parkir liar.

Faktor Keamanan
Perencanaan keamanan antara pejalan kaki dengan kendaraan bermotor perlu diutamakan sehingga harus disediakan fasilitas bagi pedestri, yakni jalur trotoar jalan. Untuk keamanan pejalan kaki maka trotoar hatus dibuat terpisah dari jalur lalu lintas kendaraan, oleh struktur fisik berupa kereb
Faktor Kebersihan
Daerah yang terjaga kebersihannya akan menambah daya tarik khusus, selain menciptakan rasa nyaman serta menyenangkan orang-orang yang melalui jalur trotoar. Untuk memenuhi kebersihan suatu lingkungan perlu disediakan bak-bak sampah sebagai elemen lansekap dan saluran air selokan yang terkonsep baik.

Faktor Keindahan
Keindahan mencakup persoalan kepuasan bathin dan panca indera manusia. Untuk memperoleh kenyamanan yang optimal maka keindahan harus dirancang dengan memerhatikan dari berbagai segi, baik itu segi bentuk, warna, komposisi susunan tanaman dan elemen perkerasan, serta diperhati- kan juga faktor-faktor pendukung sirkulasi kegiatan manusia.


BAB VI
SIMPULAN & SARAN
SIMPULAN
1. Kenyamanan pejalan kaki di jalur trotoar dipengaruhi oleh beberapa faktor
2. Faktor-faktor yang meliputi, keteraturan sirkulasi, perlindungan terhadap cuaca, peredaman kebisingan, polusi udara, bentuk lanskep yang baik, kebersihan dan keindahan yang terjaga, terjaminnya rasa keamanan, serta kelengkapan fasilitas jalan, benar-benar merupakan unsur pokok (deterministik) yang menunjang rasa kenyamanan pejalan kaki dalam pemanfataan jalur trotoar di kampus terpadu UII.
3. Trotoar jarang digunakan sebagaimana fungsinya oleh pejalan kaki dikarenakan faktor sirkulasi yang mempengaruhi kenyamanan

SARAN
1. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan pejalan kaki dalam pemanfataan jalur trotoar, ternyata berada pada taraf kriteria yang kurang baik, untuk itu maka perlu dilakukan pengaturan kembali atau penataan ulang yang lebih sistematis untuk penyediaan fasilitas jalur trotoar di sepanjang kampus terpadu UII.
2. Perancangan ulang penyediaan fasilitas jalur trotoar, harus memperhatikan unsur-unsur penting yang menunjang tingkat kenyamanan pejalan kaki dalam pemanfataan trotoar jalan. Yakni antara lain,
1) Adanya kejelasan pembagian sirkulasi aktifitas manusia,
2) Tersedianya fasilitas pelindung dari gangguan iklim atau kekuatan alam,
3) Meminimalisir tingkat kebisingan atau polusi suara,
4) Meredam bau-bauan yang ditimbulkan,
5) Bentuk lanskep trotoar yang standar,
6) Terpeliharanya kebersihan,
7) Terciptanya keindahan di sekitar jalur trotoar,
8) Terjaminnya keamanan (keselamatan) pejalan kaki dari bahaya lalu lintas kendaraan, dan
9) Tersedianya fasilitas penunjang yang memadai. Trotoar harus dikembalikan ke fungsi idealnya, yakni sebagai jalur yang terletak berdampingan dengan jalur lalu lintas kendaraan, yang khusus dipergunakan oleh pejalan kaki (pedestrian).
Full transcript