Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

UJI SERAT, UJI PROTEIN SERTA UJI ORGANOLEPTIK PADA TEMPE BIJ

No description
by

Ocha Anggraeni

on 4 March 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of UJI SERAT, UJI PROTEIN SERTA UJI ORGANOLEPTIK PADA TEMPE BIJ

UJI SERAT, UJI PROTEIN SERTA UJI ORGANOLEPTIK PADA TEMPE BIJI TURI (
Sesbania grandiflora
) DENGAN PENAMBAHAN JAGUNG (
Zea mays
) DAN BEKATUL

BAB I
BAB II
BAB III
Latar Belakang Masalah
Pembatasan Masalah
Subjek

penelitian
adalah biji turi, bekatul, biji jagung, dan ragi
Objek penelitian
adalah tempe kacang turi dengan penambahan biji jagung dan bekatul
Parameter yang diukur
adalah kandungan protein dan serat pada tempe kacang turi dengan penambahan bahan isi yang berbeda yaitu tepung biji jagung dan bekatul
Perumusan Masalah
Bagaimana kandungan protein dan serat pada tempe biji kacang turi dengan penambahan bahan isi (tepung biji jagung dan bekatul) dengan presentase yang berbeda?
Bagaimana ketertarikan masyarakat terhadap tempe dengan bahan baku kacang turi dengan penambahan bahan isi yaitu tepung biji jagung dan bekatul dengan presentase yang berbeda?
Kerangka Berfikir
Hipotesis
Ada pengaruh penambahan bahan isi berupa tepung biji jagung dan bekatul dengan presentase yang berbeda terhadap kadungan protein dan serat pada tempe yang berbahan dasar biji turi ?
Ada perbedaan ketertarikan masyarakat terhadap tempe dengan bahan baku kacang turi dengan penambahan bahan isi berupa tepung biji jagung dan bekatul dengan presentase yang berbeda?

Tempat dan Waktu
Penelitian

Tempat penelitian
Proses pengujian kandungan protein bertempat di Laboratorium Kimia FIK Universitas Muhammadiah Surakarta
Proses pengujian kandungan serat bertempat di Laboratorium Pangan dan Gizi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2013 – Desember 2013.

Alat dan Bahan
Alat
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah panci, kompor, baskom, tampah, lilin, ember, dan sendok.
Bahan
Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah air, ragi tempe, biji turi kering, biji jagung, bekatul, dan plastik

Rancangan
Penelitian
Ocha Ceria Anggraeni
A420100082

Tempe merupakan makanan favorit masyarakat Indonesia
Kedelai merupakan bahan baku tempe
Terjadi kelangkaan bahan baku tempe
Dibutuhkan pengganti kedelai yang memiliki nilai kandungan gizi tinggi setara dengan kedelai
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui kandungan protein dan serat dari hasil fermentasi kacang turi dengan penambahan biji jagung dan bekatul dengan presentase yang berbeda.
Untuk mengetahui ketertarikan masyarakat terhadap tempe dengan bahan baku kacang turi (Sesbania grandiflora) dengan penambahan tepung biji jagung (Zea mays) dan bekatul dengan presentase yang berbeda.
Manfaat Penelitian
IPTEK
Memberi sumbangan pemikiran dan dapat dipakai sebagai bahan masukan apabila melakukan penelitian sejenis.
Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya.

Masyarakat
Hasil penelitian ini dapat dikembangkan sebagai sentra usaha kecil yang dapat menambah pendapatan masyarakat.
Meningkatkan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat dalam pengaplikasian biji turi.
Pengrajin tempe
Dapat menjadi solusi untuk mengatasi kendala kelangkaan bahan baku pokok yaitu biji kedelai.
Dapat menjadi referensi baru dalam inovasi pembuatan tempe.

Peneliti
Dapat memperoleh pengalaman langsung bagaimana cara membuat tempe menggunakan biji turi dengan penambahan tepung biji jagung dan bekatul.
Dapat menambah wawasan, pengetahuan, maupun keterampilan peneliti khususnya yang terkait dengan penelitian tempe yang berbahan dasar biji turi.


- Harga relatif tinggi
- Kebutuhan oleh masyarakat tinggi
- Jumlah ketersediaan dipasaran terbatas

Kedelai
Substitusi
Biji Turi
- Harga relatif rendah
- Kurangnya nilai manfaat dari biji turi
- Kandungan nutrisi yang tinggi

Inovasi

Rasa gurih khas jagung menetralkan rasa langu yang berasal dari biji turi

Penambahan Biji Jagung
Penambahan Bekatul
Pemanfaatan hanya sebatas sebagai pakan ternak
Dilakukan penelitian pembuatan tempe dengan bahan baku kacang turi dengan penambahan bahan isi berupa tepung biji jagung dan bekatul dengan presentase yang berbeda.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan pola faktorial, menggunakan dua faktor. Faktor I adalah konsentrasi penambahan bahan isi (tepung biji jagung dan bekatul) (B) dan faktor II adalah presentase bahan isi (P).
Faktor I: penambahan bahan isi
B1 = penambahan tepung biji jagung
B2 = penambahan bekatul
Faktor II: presentase bahan isi
P1 = penambahan bahan isi dengan presentase 15%
P2 = penambahan bahan isi dengan presentase 20%
P3 = penambahan bahan isi dengan presentase 25%

Kombinasi Perlakuan
Metode Pengumpulan
Data
Dalam pelaksanaan penelitian ini metode yang digunakan metode Eksperimen yaitu metode percobaan untuk melihat suatu hasil yang diharapkan, dapat mempermudah dan memperlancar dalam pengambilan data yang jelas
Analisis Data
Dalam penelitian ini, analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang digunakan untuk menguji kandungan serat serta protein pada tempe
KESIMPULAN
Kadar protein tertinggi terdapat pada tempe biji kacang turi dengan perlakuan B2P1 (Tempe biji kacang turi dengan penambahan bekatul 15%) sebesar 9,15% dan tempe kacang turi dengan perlakuan B1P1 (Tempe kacang turi dengan penambahan tepung biji jagung 15%) sebesar 8,25%.
Kadar serat tertinggi terdapat pada tempe biji kacang turi dengan perlakuan B2P1 (Tempe biji kacang turi dengan penambahan bekatul 15%) sebesar 8,80 gr dan tempe kacang turi dengan perlakuan B2P2 (Tempe kacang turi dengan penambahan bekatul 20%) sebesar 8,44gr.
Hasil uji organoleptik dengan parameter tekstur, warna, rasa dan bau menunjukkan bahwa tempe biji kacang turi dengan penambahan tepung biji jagung lebih disukai jika dibandingkan dengan tempe biji kacang turi dengan penambahan bekatul.
Penambahan bahan isi (tepung biji jagung dan bekatul), berbanding terbalik dengan kadar protein dan kadar serat pada tempe biji kacang turi. Yang artinya kandungan protein dan serat pada biji kacang turi lebih tinggi jika dibandingkan dengan tepung biji jagung dan bekatul.
SARAN
Sebelum ditambahkan dengan tempe, sebaiknya bekatul dihaluskan hingga benar-benar halus supaya tercipta tekstur yang lunak.
Agar dilakukan lagi pembuatan tempe dengan bahan yang berbeda dan ditambah dengan campuran bahan isi yang lain.
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL UJI PROTEIN TEMPE BIJI TURI
HASIL UJI SERAT TEMPE BIJI TURI
HASIL UJI ORGANOLEPTIK TEMPE BIJI TURI
Keterangan:
* : Nilai kesukaan tekstur tertinggi
** : Nilai kesukaan warna tertinggi
*** : Nilai kesukaan rasa tertinggi
**** : Nilai kesukaan bau tertinggi
# : Nilai kesukaan tekstur terendah
## : Nilai kesukaan warna terendah
### : Nilai kesukaan rasa terendah
#### : Nilai kesukaan bau terendah
Keterangan: * Kadar serat terendah, ** Kadar serat tertinggi.
Keterangan: * Kadar protein terendah, ** Kadar protein tertinggi.
Uji Organoleptik
SEKIAN
TERIMAKASIH
Dilakukan inovasi untuk menciptakan varian baru pada tempe
Full transcript