Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Van Den Bosch

none
by

Dedi Satria

on 21 January 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Van Den Bosch

Tugas sejarah. By Kelompok 3 Xi-IS 1 c) Penghapusan pelaksanaan tanam paksa secara bertahap Di Sumatra Barat, sistem tanam paksa dimulai sejak tahun 1847, ketika penduduk yang telah lama menanam kopi secara bebas dipaksa untuk menanam kopi untuk diserahkan kepada pemerintah kolonial. Begitu juga di Jawa, pelaksanaan sistem tanam paksa ini dilakukan melalui jaringan birokrasi lokal. Berkat adanya kecaman dari berbagai pihak, akhirnya pemerintah Belanda menghapus tanam paksa secara bertahap :
1) Tahun 1860 tanam paksa lada dihapus.
2) Tahun 1865 tanam paksa nila dan teh dihapus.
3) Tahun 1870 tanam paksa semua jenis tanaman, dihapus kecuali kopi di Priangan. :3 BOSCH VAN DEN Results Van Den Bosch Kelompok:
- Dedi Satria W (2)
- M. Fachri P.P (9)
- M. Ghalil G. (10)
- M. Febrian N. (12)
- Othello N. (15)
- Rizalul Fikri (19) Nama : Van Den Bosch
Lahir : Herwijnen, Lingewaal,
1 Februari 1780
Jabatan : Gubernur-Jenderal
Hindia- Belanda
Meninggal : Den Haag,
28 Januari 1844
Bidang kekuasaan : Tanam Paksa
Cultuurstelsel
Masa Pemerintah : 1830 - 1834
Pensiun : 1839 Biodata Van Den Bosch a. Aturan sistem tanam paksa
1) Setiap penduduk wajib menyerahkan seperlima dari lahannya untuk ditanami tanaman wajib yang berkualitas ekspor.
2) Tanah yang disediakan untuk tanah wajib dibebaskan daripembayaran pajak tanah.
3) Hasil panen tanaman wajib harus diserahkan kepada pemerintah kolonial. Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak yang harus dibayarkan kembali kepada rakyat.
4) Tenaga dan waktu yang diperlukan untuk menggarap tanaman wajib tidak boleh melebihi tenaga dan waktu yang diperlukan untuk menanam padi atau kurang lebih 3 bulan.
5) Mereka yang tidak memiliki tanah, wajib bekerja selama 66 hari atau seperlima tahun di perkebunan pemerintah.
6) Jika terjadi kerusakan atau kegagalan panen menjadi tanggung jawab pemerintah
( jika bukan akibat kesalahan petani ).
7) Pelaksanaan tanam paksa diserahkan sepenuhnya kepada kepala desa. b. Pelaksanaan tanam paksa
Dalam kenyataannya, pelaksanaan cultur stelsel banyak terjadi penyimpangan, karena berorientasi pada kepentingan imperialis, di antaranya:
1) Jatah tanah untuk tanaman ekspor melebihi seperlima tanah garapan, dan tanahnya subur.
2) Rakyat lebih banyak mencurahkan perhatian, tenaga, danwaktunya untuk tanaman ekspor, sehingga banyak tidak sempat mengerjakan sawah dan ladang sendiri.
3) Rakyat tidak memiliki tanah harus bekerja melebihi 1/5 tahun.
4) Waktu pelaksanaan tanaman ternyata melebihi waktu tanam padi (tiga bulan) sebab tanaman-tanaman perkebunan memerlukan perawatan yang terus-menerus.
5) Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak yang harus dibayarkan kembali kepada rakyat ternyata tidak dikembalikan kepada rakyat.
6) Kegagalan panen tanaman wajib menjadi tanggung jawab rakyat atau petani. c. Akibat tanam paksa
1) Bagi BelandaBagi Belanda tanam paksa membawa keuntungan melimpah, di antaranya : a) Kas Belanda menjadi surplus ( berlebihan).
b) Belanda bebas dari kesulitan keuangan.
2) Bagi IndonesiaAkibat adanya penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan tanam paksa, maka membawa akibat yang memberatkan rakyat Indonesia, yaitu :
a) Banyak tanah yang terbengkalai, sehingga panen gagal.
b) Rakyat makin menderita.
c) Wabah penyakit merajalela.
d) Bahaya kelaparan yang melanda Cirebon memaksa rakyat mengungsi ke
daerah lain untuk menyelamatkan diri.
e) Kelaparan hebat di Grobogan, sehingga banyak yang mengalami kematian
dan menyebabkan jumlah penduduk menurun tajam.
f) Penentangan tanam paksa culturstelsel masa-masa tanam paksa! Akibat sistem tanam paksa yang mensengsarakan rakyat Indonesia Tanam paksa yang diterapkan Belanda di Indonesia ternyata mengakibatkan aksi penentangan. Orang yang menentang tanam paksa terdiri dari:
1) Golongan pendeta. Golongan ini menentang
atas dasar kemanusiaan. Adapun tokoh yang
mempelopori penentangan ini adalah Baron
Van Hovel.-

pedagang, diantaranya:
a) Douwes Dekker dengan nama samaran
Multatuli yang menentang tanam paksa
dengan mengarang buku berjudul
“ Max Havelaar “.
b) Frans Van de Pute dengan mengarang buku
berjudul “ Suiker Constracten (Kontrak Kerja) “. Selain di Pulau Jawa, kebijaksanaan yang hampir sama juga dilaksanakan di tempat lain seperti Sumatra Barat, Minahasa, Lampung, dan Palembang. Kopi merupakan tanaman utama di dua tempat pertama. Adapun lada merupakan tanaman utama di dua wilayah yang kedua. Di Minahasa, kebijakan yang sama kemudian juga berlaku. a. Latar Belakang Kekosongan keuangan Belanda yang disebabkan oleh perang kemerdekaan dari Belgia maupun perang Diponegoro, mendorong Belanda untuk menciptakan suatu sistem yang dapat menghasilkan keuntungan dalam bidang ekonomi/ keuangan bagi Belanda.
Pada masa kepemimpinan Johanes Van Den Bosch Belanda memperkenalkan culturstelsel atau caltivitaion system ( tanam paksa). Sistem tanam paksa pertama kali diperkenalkan di Jawa dan dikembangkan di daerah-daerah lain di luar Jawa. 2) Golongan liberal terdiri dari pengusaha
dan Thanks for your attention
Full transcript