Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of PEMBIASAN CAHAYA PADA PRISMA

No description
by

jessica vania

on 1 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of PEMBIASAN CAHAYA PADA PRISMA

PEMBIASAN CAHAYA PADA PRISMA
SUDUT DEVIASI
Sudut deviasi (δ) adalah
sudut
yang dibentuk oleh
perpanjangan

sinar datang
mula-mula dengan
sinar yang meninggalkan
bidang pembias atau
pemantul
.
Claressa
Felicia
Jessica
Reynaldo

APA ITU PRISMA?
Prisma adalah salah satu
alat optik
berupa
benda transparan
(bening) terbuat dari
bahan gelas atau kaca
yang
dibatasi
oleh
dua bidang permukaan yang membentuk sudut
tertentu.

Sudut
diantara dua bidang tersebut
disebut sudut pembias
sedangkan
dua bidang pembatas
disebut
bidang pembias.

JAWABAN NO1
β = 40o
n2 = 3/2
n1 = 1 (udara)


sin ½(δm+ β) = (n2/n1) sin (β/2)
sin ½(δm+ 40°) = 3/2 / 1 sin (40° / 2)
sin ½(δm+ 40°) = 3/2 sin 20°
sin ½(δm+ 40°) = 3/2 (0,34)
sin ½(δm+ 40°) = 0,51°
½(δm + 40°) = 30°
(δm + 40°) = 60°
δm = 20°


Fungsi
Alat optik prisma digunakan untuk
analisis pembiasan, pemisahan, maupun pemantulan cahaya.

Benda optik ini dapat
memisahkan cahaya

putih
menjadi cahaya
warna-warni
(warna pelangi) yang menyusunnya yang sering disebut dengan
spektrum
.



Cahaya
yang
melalui prisma
akan mengalami
dua kali pembiasan
, yaitu saat
memasuki prisma
dan
meninggalkan prisma.

Jika
Sinar Datang
Mula - Mula dan
Sinar Bias
Akhir
diperpanjang
, maka keduanya akan
berpotongan
di suatu titik dan
membentuk sudut
yang disebut
Sudut Deviasi.
1) Pada segiempat ABCE berlaku hubungan:

β + ABC = 180o

Pada segitiga ABC berlaku hubungan:

r1 + i2 +∠ABC = 180o

sehingga diperoleh hubungan:

β + ABC = r1 + i2 +∠ABC

β = r1 + i2 ...................................................... (1)
dengan:

β = sudut pembias prisma
i2 = sudut datang pada permukaan 2
r1 = sudut bias pada permukaan 1



1. Sebuah sinar jatuh pada sisi AB dari sebuah prisma segitiga ABC masuk ke dalam prisma dan kemudian menumbuk sisi AC. Jika sudut pembias prisma 40o dan indeks bias prisma 3/2 tentukan sudut deviasi minimum prisma!

2. Sebuah prisma berlian memiliki sudut puncak 60°. Cahaya kuning datang pada salah satu sisi pembias dengan sudut datang pada salah satu sisi pembias dengan sudut datang 60°. Berapa sudut deviasi prisma? (indeks bias berlian untuk cahaya kuning adalah √3)




i1 adalah sudut datang pertama
r1 adalah sudut bias pertama
i2 adalah sudut datang kedua
r2 sudut bias kedua / terakhir
β sudut pembias prisma
δ (delta) adalah sudut deviasi

2) Pada segitiga ACD, dengan CAD = i1 – r1 dan ACD = r2 – i2, sehingga berlaku hubungan:

ADC + CAD + ∠CD = 180o
ADC + (i1 – r1) + (r2 – i2) = 180o

ADC = 180o + (r1 + i2) – (i1 + r2)

Jadi, sudut deviasi ( δ ) adalah:

δ = 180o – ADC
δ = 180o – [180o + (r1 + i2) – (i1 + r2)]
δ = (i1 + r2) – (r1 + i2)

Diketahui = r1 + i2 (persamaan (1), maka besar sudut deviasi yang terjadi pada prisma adalah:

δ = (i1 + r2) – β ............................................. (2)

δ = sudut deviasi
i1 = sudut datang mula-mula
r2 = sudut bias kedua
β = sudut pembias




SUDUT DEVIASI MINIMUM
Apabila
sudut datang
nya sinar
diperkecil
, maka sudut
deviasinya
pun akan
semakin kecil.


Sudut
deviasi berharga minimum (δ = 0)
jika
sudut datang pertama
(i1)
sama dengan

sudut bias kedua
(r2).
Jadi,
syarat
terjadinya deviasi minimum (δm) adalah
i1 = r2 dan r1 = i2
,


Jika n1 = udara, maka n1 = 1, sehingga persamaan di atas menjadi:

δm = (n2 − n1) β............................................... (7)

dengan:

n1 = indeks bias medium
n2 = indeks bias prisma
β = sudut pembias (puncak) prisma
δm = sudut deviasi minimum

Dapat ditulis kembali dari persamaan (2) & i1 = r2
δ = (i1 + r2) – β ............................................. (2)

δm = (i1 + i1) – β
δm = 2i1 – β

i1 = (δ + β) / 2 .................................................... (3)

Maka dari persamaan (1) & r1 = i2 ,
β = r1 + i2 ...................................................... (1)
β = r1 + r1 = 2r1
r1 = 1/2 β ............................................................... (4)


Bila dihubungkan dengan Hukum Snellius diperoleh:

n1.sin i1 = n2.sin r1 (Hk. Snellius)

(sin i1/sin i1) = (n2/n1)

Masukkan i1 dari persamaan (3) dan r1 dari persamaan (4) sehingga:

CONTOH SOAL
β = 60°
i1 = 60°
n2 = √3
n1 = 1 (udara)
δ = (i1 + r2) – β
n1.sin i1 = n2.sin r1
sin r1 = n1.sin i1 / n2
sin r1 = 1 sin 60°/√3
sin r1 = (1 x ½ √3)/√3
sin r1 = ½
r1 = 30°



β = r1 + i2
60° = 30° + i2
I2 = 30°

n2.sin i2 = n1.sin r2
sin r2 = √3 sin 30° / 1
sin r2 = ½ √3
r2 = 60°

δ = (i1 + r2) – β
δ = (60° + 60°) – 60°
δ = 60°

JAWABAN NO2
Full transcript