Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

BAB II. SIFAT-SIFAT FISIS DAN KIMIAWI AIR LAUT

No description
by

Arnang Ilahi

on 18 October 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of BAB II. SIFAT-SIFAT FISIS DAN KIMIAWI AIR LAUT

BAB II. SIFAT-SIFAT FISIS DAN KIMIAWI AIR LAUT
Oleh : Arnang Wahyu Ilahi
Nim : H1081141019

Sifat-sifar fisis kimia air laut
1. Suhu
2. Salinitas
Suhu air laut
Air laut bila ditinjau dari distribusi sifat-sifat fisis atau kimiawinya, secara umum adalah berlapis (stratified).
Tabel 2.1. Perbedaan antara suhu insitu dan suhu potensial di trench Mindanao.
Distribusi Vertikal dari Suhu Air Laut
Suhu insitu dan suhu potensial
Gambar 2.1 Distribusi Suhu
Gambar 2.2 Profil Vertikal Suhu Air Laut
1. Suhu Insitu
Suhu insitu adalah suhu air laut pada kedalaman tertentu dan dinyatakan dengan simbol T
2. Suhu Potensial
Suhu potensial didefinisikan sebagai suhu parcel air di permukaan laut setelah ia diangkat dari suatu kedalaman tertentu secara adiabatis ke permukaan.
Salinitas
Garam-garam yang larut didalam air laut, dapat dibagi dalam 2 kelompok, yaitu :
1. Unsur-unsur atau komponen utama.
2. Unsur-unsur atau komponen minor + trace elemen
Tabel 2.2. Konsentrasi komponen utama pembentuk air laut
Unsur-unsur utama yang paling banyak
di dalam air laut adalah Cl- dan Na+.

Komponen Minor :
• Brom ( Br ) = 65 ppm (part per million)
• Boron ( B ) = 8 ppm
• Strontium ( Sr ) = 4 ppm
• Silika ( Si ) = 3 ppm
• Fluor ( F ) = 1 ppm

Trace Elemen :
• Nitrogen ( N ) = 280 ppb ( part per billion )
• Lithium ( Li ) = 124 ppb
• Jod ( J ) = 60 ppb
• Pospor ( P ) = 30 ppb
• Mercury ( Hg ) = 0,03 ppb
• Timah ( Pb ) = 0,04 ppb
• Alumunium ( Al ) = 2 ppb
• Mangan ( Mn ) = 2 ppb
• Seng ( Zn ) = 10 ppb
• Besi ( Fe ) = 6 ppb
• Emas ( Au ) = 4 . 10-6 ppb

Tabel 2.2. Waktu Tinggal komponen utama pembentuk air laut
Distribusi Salinitas
Distribusi salinitas permukaan laut bergantung pada penguapan, curah hujan (presipitasi), run off dan pencairan es.

Distribusi Vertikal
Distribusi vertikal dari salinitas tidak dapat dinyatakan secara sederhana seperti halnya distribusi vertikal dari suhu. Hal yang menyebabkan adalah: densitas air laut yang merupakan faktor penentu kestabilan kolom air.
Penentuan Salinitas Air Laut
a. Cara Klasik
Cara ini merupakan cara kimia dimana salinitas ditentukan dari konsentrasi chlor (chlorinitas) di dalam sampel air laut dengan cara titrasi menggunakan perak nitrat (AgNO3).
Salinitas ditentukan berdasarkan hubungan empiris.

S(‰) = 1,80655 x Cl (‰)

Ketelitian persamaan empiris ini ± 0,02‰.
Sampai pada tahun 1955 penentuan salinitas air laut, masih menggunakan hubungan empiris di atas.

b. Cara Modern
Cara modern merupakan cara fisika dimana salinitas air laut ditentukan berdasarkan konduktivitas air laut. Konduktivitas air laut adalah kapasitas air laut untuk menghantarkan arus listrik. Konduktivitas ini adalah fungsi dari suhu dan salinitas.

Densitas Air Laut
Densitas air laut adalah fungsi dari salinitas, suhu dan tekanan (kedalaman)
Densitas akan bertambah besar bila salinitas bertambah, suhu berkurang dan tekanan bertambah. Di lapisan permukaan perubahan densitas sangat ditentukan oleh salinitas dan suhu air laut, efek suhu lebih dominan daripada efek salinitas.
Full transcript