Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Keelektronegatifan

No description
by

Fenita Nabilah

on 19 August 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Keelektronegatifan

Keelektronegatifan
Kelompok 4
XI IPA 7

pengertian
Keelektronegatifan adalah kemampuan atau kecenderungan suatu atom untuk menangkap atau menarik elektron dari atom lain. Elektronegativitas atau keelektronegatifan disimbolkan dengan huruf x.
Konsep keelektronegatifan pertama kali diperkenalkan oleh Linus Pauling pada tahun 1932 sebagai bagian dari perkembangan teori ikatan valensi. Skala keelektronegatifan yang dipakai sampai sekarang adalah yang dikembangkan oleh Pauling, sebab lebih lengkap dibandingkan skala keelektronegatifan yang lain. Misalnya, fluorin memiliki kecenderungan menarik elektron lebih kuat daripada hidrogen. Jadi, dapat disimpulkan bahwa keelektronegatifan fluorin lebih besar daripada hidrogen.
Unsur-unsur yang segolongan, keelektronegatifannya makin ke bawah makin kecil sebab gaya tarik inti makin lemah.

Sedangkan unsur-unsur yang seperiode, keelektronegatifannya makin ke kanan makin besar.

Akan tetapi perlu diingat bahwa golongan VIIIA tidak mempunyai keelektronegatifan. Hal ini karena golongan tersebut sudah memiliki 8 elektron di kulit terluar. Jadi keelektronegatifan terbesar berada pada golongan VIIA.
Semakin besar keelektronegatifan, unsur cenderung makin mudah membentuk ion negatif. Semakin kecil keelektronegatifan, unsur cenderung makin sulit membentuk ion negatif, dan cenderung semakin mudah membentuk ion positif.


Keelektronegatifan tidak bisa dihitung secara langsung, melainkan harus dikalkulasi dari sifat-sifat atom dan molekul lainnya. Beberapa metode kalkulasi telah diajukan. Walaupun pada setiap metode terdapat perbedaan yang kecil dalam nilai numeris elektronegativitasnya, semua metode memiliki tren periode yang sama di antara unsur-unsur.

Beberapa tokoh yang membuat metode kalkulasi untuk keelektronegatifan:
1. Pauling
2. Mulliken
3. Allred–Rochow
4. Sanderson
5. Allen
Full transcript