Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Draft PPT MEA 2015 Untuk Kalangan Umum

No description
by

Subdit 1 MEA

on 23 March 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Draft PPT MEA 2015 Untuk Kalangan Umum

MEA 2015
design by Dóri Sirály for Prezi
ASEAN
Perlu meningkatkan daya saing
Perlunya Dukungan semua lapisan masyarakat
Perubahan Mindset (+ thinking, Optimis, Outward Looking)
Indonesia bisa menjadi pemenang MEA, KITA PASTI BISA
PESAN KUNCI
PERISTIWA PENTING MENUJU MEA 2015
MEA 2015 memiliki 4 pilar utama, yaitu:
1.
Pasar dan Basis Produksi Tunggal
2.
Kawasan Ekonomi yang Kompetitif
3.
Perkembangan Ekonomi yang Adil
4.
Integrasi ke Ekonomi Global
CETAK BIRU MEA 2015
Tersedianya SDA yang besar
Pasar besar dan tenaga kerja banyak (±625 juta jiwa)
Kemudahan informasi kebutuhan pasar barang & jasa
Kemudahan fasilitasi perdagangan
Kemudahan investasi di ASEAN
PELUANG USAHA
OVERVIEW ASEAN
Terbentuk pada tanggal 8 Agustus 1967
Negara pendiri: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand
Penambahan anggota: Brunei Darussalam (1984), Vietnam (1995), Laos (1997), Myanmar (1997), Kamboja (1999)
ASEAN Charter sebagai konstitusi ASEAN ditandatangani pada 20 November 2007 dan entering into force pada tanggal 15 Desember 2008
Tujuan utama ASEAN pada tahun 2015 terbentuk ASEAN Community
ASEAN COMMUNITY
Target terpenuhi pada tanggal 31 Desember 2015
ASEAN Community terdiri dari 3 pilar utama yaitu:
ASEAN Political and Security Community (APSC)
ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC)
ASEAN Economic Community (AEC)
ROADMAP untuk ASEAN Community 2015 terdiri dari 3 Blueprint
ASEAN: TAK KENAL, TAK SAYANG
Luas: 4,44 juta km2 (3% luas daratan bumi)
Populasi: 625 juta jiwa (8,8% populasi dunia)
GDP Total sejumlah US$ 2 Miliar dan diperkirakan meningkat menjadi US$ 3 Miliar pada 2016
Jalur lautnya dilewati 45% perdagangan laut dunia
Tahan terhadap krisis global, terbukti dari kestabilan pada krisis tahun 2008
SINGLE MARKET AND PRODUCTION BASE
Arus bebas barang
Arus bebas jasa
Arus bebas investasi
Arus modal yang lebih bebas
Arus bebas tenaga kerja terampil
Sektor integrasi prioritas
Makanan, pertanian dan kehutanan
COMPETITIVE ECONOMIC REGION
Kebijakan persaingan

Perlindungan konsumen

Hak atas kekayaan intelektual

Pengembangan infrastruktur

Perpajakan

Perdagangan secara elektronik
EQUITABLE ECONOMIC DEVELOPMENT
Pengembangan UKM
Inisiatif integrasi ASEAN
INTEGRATION INTO THE GLOBAL ECONOMY
Pendekatan hubungan ekonomi keluar yang koheren
Peningkatan partisipasi dalam jaringan distribusi global
TANTANGAN: PELAKU USAHA
Tingkat Entrepreneurship rendah
Produk Indonesia belum sesuai standard
Penguasaan teknologi perluditingkatkan
Industri hulu dan hilir belum terkait
Masalah permodalan
Kualitas SDM kurang
Kapasitas produksi kurang
TANTANGAN: MASYARAKAT
Persepsi/Mindset masyarakat yang negatif terhadap MEA 2015
Sosialisasi MEA kurang merata
Tingkat Pendidikan Masyarakat yang tidak merata
Kesenjangan ekonomi yang tinggi dalam masyarakat
TANTANGAN INDONESIA
Korupsi (CPI: Rank 107/175)
Birokrasi panjang
Infrastruktur kurang
Permodalan (BI Rate: 7,75%)
SDM
Biaya logistik
Sektor Pertanian
TANTANGAN: AKADEMISI
Kurangnya inovasi & teknologi tepat guna
Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan (GCI: Rank 36/148)
INDONESIA SUCCESS STORY
WAKAI
INDONESIA SUCCESS BRAND
KESIAPAN INDONESIA MENUJU MEA 2015
1
2
3
4
PELUANG EKSPOR
BARANG DAN JASA
DI ASEAN
INDORMASI LEBIH LANJUT?
WWW.AECCENTRE.KEMENDAG.GO.ID
Arus bebas barang
Arus bebas jasa
Arus bebas investasi
Arus modal yang lebih bebas
Arus bebas tenaga kerja terampil
Sektor integrasi prioritas
Makanan, pertanian dan kehutanan
Kebijakan persaingan
Perlindungan konsumen
Hak atas kekayaan intelektual
Pengembangan infrastruktur
Perpajakan
Perdagangan secara elektronik
Pengembangan UKM
Inisiatif integrasi ASEAN
Pendekatan hubungan ekonomi keluar yang koheren
Peningkatan partisipasi dalam jaringan distribusi global
1
2
3
4
PASAR TUNGGAL DAN BASIS PRODUKSI
KAWASAN EKONOMI YANG KOMPETITIF
PERKEMBANGAN EKONOMI YANG ADIL
INTEGRASI KE EKONOMI GLOBAL
1
2
3
4
YANG SUDAH DILAKUKAN PEMERINTAH (1)
Inpres No.5/2008 tentang Fokus Program Ekonomi
Inpres No.11/2011 tentang Pelaksanaan Komitmen Cetak Biru MEA
Program pembangunan (MP3EI, dll.)
Keppres No.23/2012 tentang Susunan Keanggotaan Sekretariat Nasional ASEAN
Program Sistem Logistik Nasional (Sislognas)
Inpres No.6/2014 tentang peningkatan daya saing nasional dalam rangka menghadapi MEA
Pembentukan Komite Nasional MEA 2015
YANG SUDAH DILAKUKAN PEMERINTAH (2)
UU no. 7/2014 tentang Perdagangan
RPP e-Commerce (UU no.7/2014 ps 65 & 66)
Pelayanan SKA secara OnLine (e-SKA) (e-ska.kemendag.go.id)
Sistem Perizinan satu pintu dalam NSW (http://www.insw.go.id)
Bimbingan teknis ROO
Sertifikasi mutu barang
Memfasilitasi pelaku usaha untuk memasarkan produknya hingga manca negara melalui ITPC
PELAKU USAHA MENUJU PASAR GLOBAL
Bisnis harus memiliki bendera usaha
Kualitas yang tinggi dan produksi yang konsisten dan berkesinambungan
Keunikan dan kreativitas untuk nilai tambah produk
Mutu dan kualitas yang terjaga dan terbukti
Kata Pak Presiden...
"...
Saudara ketua,
Indonesia tetap berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat ASEAN 2015
, dengan tiga pilarnya. Untuk mewujudkan masyarakat ekonomi ASEAN, diperlukan peningkatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN. Indonesia ingin mencapai target pertumbuhan ekonomi 7% di tahun-tahun mendatang.

Indonesia tidak akan membiarkan dirinya menjadi pasar semata. Indonesia harus juga menjadi bagian penting dari rantai produksi regional dan global (regional and global production chain). ..."
KTT ASEAN, Myanmar, November 2014
APA YANG DIBICARAKAN?
1. GAMBARAN UMUM ASEAN
2. MEA 2015
3. PELUANG INDONESIA
4. TANTANGAN
5. PERAN PEMERINTAH
Terbentuk pada tanggal 8 Agustus 1967
Negara pendiri: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand
Penambahan anggota: Brunei Darussalam (1984), Vietnam (1995), Laos (1997), Myanmar (1997), Kamboja (1999)
ASEAN Charter sebagai konstitusi ASEAN ditandatangani pada 20 November 2007 dan entering into force pada tanggal 15 Desember 2008
Tujuan utama ASEAN pada tahun 2015 terbentuk ASEAN Community
SEJARAH SINGKAT
Didirikan oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand pada 1967
Negara anggota bertambah: Brunei Darussalam (1984), Vietnam (1995), Laos (1997), Myanmar (1997), Kamboja (1999)
(BARANG)
(JASA)
(BARANG)
(INVESTASI)
YANG SEDANG DAN AKAN DILAKUKAN PEMERINTAH
Meningkatkan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional
1. Membangun konektivitas nasional untuk mencapai keseimbangan pembangunan
2. Membangun transportasi massal perkotaan
3. Pembangunan infrastruktur/prasarana dasar.
4. Peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam pembiayaan infrastruktur
5. Penguatan investasii
6. Mendorong BUMN menjadi agen pembangunan
7. Peningkatan kapasitas inovasi dan teknologi
8. Akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional
9. Pengembangan kapasitas perdagangan nasional
10. Peningkatan daya saing tenaga kerja
Pengalihan subsidi BBM ± US$ 30 Miliar difokuskan pada:
Pembangunan Transportasi Masal
. Dari 6 (enam) kota besar di Indonesia akan dibangun transportasi masal yang terintegrasi. (Pangsa pasar angkutan umum di kota besar minimal 32%, Kota yang menerapkan sistem angkuan masal berbasis jalan dan/atau rel minimal 29 kota, Kecepatan lalu lintas jalan nasional di kota besar minimal 20km/jam)
Pembangunan Tol Laut
. Indonesia akan membangun 24 pelabuhan yang akan menghubungkan Indonesia barat dan Indonesia timur serta akan menghubungkan pulau dengan pulau, provinsi dengan provinsi dan kota ke kota, sehingga harga atau biaya transportasi akan turun karena transportasi laut akan sangat efektif dan efisien. Setiap pelabuhan akan dibangun zona-zona industri sehingga transportasi dapat lebih efisien. (Peningkatan dan pengembangan jumlah kapal perintis 75 unit, pembangunan dan pengembangan 59 pelabuhan)
Pembangunan Pembangkit Listrik
. Indonesia akan membangun power plant 35.000 Mega Watt, dengan target ini industri manufaktur diharapkan berkembang dengan baik. (Pembangunan PLT Nuklir pecontohan, Pilot Project PLT Panas Bumi skala kecil (100kw - 5 MW)
Investasi yang lebih terbuka
. Investasi di bidang manufaktur dan industri akan dibuka lebar untuk memperluas lapangan kerja sebesar-besarnya. (Pengembangan perwilayahan industri di luar Pulau Jawa, Pertumbuhan populasi industri sebesar 9 ribu industri skala besar dan sedang dimana 50% tdi luar jawa dan usaha kecil sebanyak 20 ribu unit)
Reformasi Peraturan Pembebasan lahan
. Masalah pembebasan lahan akan diselesaikan dgn menyederhanakan regulasi sehingga investor akan lebih nyaman masuk dibidang investasi pelabuhan, jalan tol dan bandara aturan akan saya sederhanakan.
Pelayanan Investasi Satu Pintu
. Indonesia akan segera membangun one stop service (pelayanan satu pintu) untuk investasi sehigga proses perizinan dapat dipercepat. (penurunan waktu pemrosesan perijinan investasi nasional menjadi maksimal 15 hari, penurunan waktu dan prosedur memulai usaha menjadi 7 hari dan 5 prosedur.)
RPJMN 2015-2019
Penurunan tariff ASEAN:
ASEAN-6 = 99.2%
CLMV = 97,52% telah diturunkan ke 0-5%
Full transcript