Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

ETIKA KOMUNIKASI

No description
by

Danny Permana

on 19 September 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of ETIKA KOMUNIKASI

ETIKA KOMUNIKASI
Komunikasi = penyampaian pesan atau pengertian dari seseorang kepada orang lain, baik secara langsung ataupun melalui media yang bertujuan untuk mendapatkan kesamaan pengertian antara komunikator dengan si komunikan.
Etika komunikasi akan mencoba mencari standar etika apa yang digunakan dalam menilai diantara teknik, isi, dan tujuan komunikasi.
pada dasarnya dalam membuat penilaian etika komunikasi tetap didasarkan pada pelaku komunikasi itu sendiri, baik komunikator maupun komunikannya.
Kesadaran untuk membuat penilaian secara etis didasarkan pada suara hati atau hati nuaraninya.
Suara Hati adalah kesadaran akan kewajiban dan tanggungjawab manusia sebagai manusia dalam situasi konkrit. pada saat inilah perspektif situasi akan berpengaruh dalam membuat penialaian etis (Magnis Suseno, 1987:54)
Richard L. Johannesen memaparkan adanya tujuan perspektif dalam penilaian etika komunikasi insani, yaitu :

1. Perspektif Politik
Karl Wallace memandang ada 4 nilai yang mendasar bagi berlangsungnya sistem politik Amerika, 1) penghormatan/keyakinan akan wibawa dan harga diri individual; 2) keterbukaan atau keyakinan pada pemerataan kesempatan; 3) kebebasan yang disertai tanggungjawab; 4) keyakinan pada kemampuan setiap orang untuk memahami hakikat demokrasi.
untuk mewujudkan ke empat nilai diatas, diperlukan suatu pedoman etika, yaitu : 1)mengembangkann kebiasaan menelii yang tumbuh dari pengenalan bahwa selama kita berkomunikasi, kita adalah sumber primer walau bukan satu satunya argumen dan informasi tentang subyek yang dibicarakan; 2) menumbuhkan kebiasaan sikap adil dengan memilih dan menampilkan dan pendapat secara terbuka; 3) mengutamakan motivasi umum daripada motivasi pribadi; 4) menanamkan kebiasaan menghormati perbedaan pendapat.
menurut Frans Magin Suseno (2001), etika politik adalah filsafat moral tentang dimensi politis kehidupan manusia. Politis dalam konteks ini adalah berorientasi pada masy. secara keseluruhan. Sebuah tindakan disebut politis apabila menyangkut masy. sebagai keseluruhan. Maka politisi adalah orang yang mempunyai profesi yang mengenai masy. secara keseluruhan. dengan demikian, dimensi politis manusia dapat ditentukan sebagai dimensi dimana manusia menyadari diri sebagai anggota masy. sebagai keseluruhan yang menentukan kerangka kehidupan dan ditentukan oleh tidak tanduknya.
contoh :terbongkarnya kasus ijazah palsu para calon dewan dll.
2. Perspektif Sifat Manusia

Sifat manusia yang paling unik adalah kemampuan berfikir dan kemampuan menggunakan simbol. Menurut Aristoteles bahwa tindakan manusia yang benar benar manusiawi adalah berasal dari seorang rasionalis yang sadar apa dilakukannya dan dengan bebas untuk memilih melakukannya.
Etika Komunikasi dinilai dari kriteria :
maksud si pembicara;
sifat dari cara-cara yang diambil
keadaan yang mengiringi
ketiga kriteria ini saling berkaitan.
Aristoteles menolak gagasan tujuan membenarkan cara apabila cara itu tidak etis. Jadi tujuan atau maksud yang baik tidak akan membenarkan penggunaan cara-cara komunikasi yang tidak etis.
3. Perpektif Dialogis
sebuah bentuk komunikasi transaksional (2 arah) dengan mengedepankan etika dan norma yang baik.
Thomas Nilson mengatakan bahwa untuk mencapai komunikasi interpersonal yang etis perlu dipupuk sikap-sikap berikut ini :
Penghormatan terhadap seseorang sebagai person tanpa memandang umur, status, atau hubungan dengan pembicara.
Penghormatan terhadap ide, perasaan, maksud, dan integritas orang lain.
Sikap suka memperbolehkan, keobjektifan, dan keterbukaan pikiran, yang mendorong kebebasan berekspresi.
Penghormatan terhadap bukti dan pertimbangan yang rasional terhadap berbagai alternatif.
terlebih dahulu mendengarkan dengan hati hati bersimpati sebelum menyatakan persetujuan atau ketidaksetujuan.
Jhon Mokay & William Brown mendata 10 kondisi dialog yang dapat digunakan sebagai pedoman etika untuk menentukan sejauh mana sikap-sikap dialogis terungkap dalam transaksi komunikasi insani :
kebutuhan atas komunikasi;
suasana keterbukaan, kebebasan, dan pertanggungjawaban;
membahas isu dan ide yang relevan;
apresiasi thd perbedaan dan keunikan individu;
feedback yang efektif;
menerima perbedaan & mencariwin win solution;
ketulusan dan kejujuran dalam sikap dan berkomunikasi;
saling menghargai & mempercayai;
sikap positif untuk pemahaman & belajar;
kemauan menerima kesalahan dan persuasi.
4. Perspektif Situasional

Faktor situasional dan konstektual konkret yang mungkin relevan bagi penilaian etika yang murni situasional antara lain adalah :
Peran/fungsi komunikator terhadap khalayak;
Standar khalayak mengenai logis & layak;
Derajat kesadaran khalayak tentang cara-cara komunikator;
Tujuan & nilai khalayak;
Standar khalayak untuk komunikasi etis.
Perspektif Religius

komunikasi yang menggunakan etika berdasarkan keyakinan personal secara khusus (keagamaan). hal ini diyakini karena dianggap sebagai suatu bentuk keimanan dan ketaqwaan. contoh : tata bahasa kepada orang tua, dll).
Perspektif utilitarian

bentuk komunikasi yang berkaitan dengan keseharian. dimana kriteria yang digunakan dalam menilai etika komunikasi ini, yaitu :
adanya kegunaan;
adanya kesenangan;
adanya kegembiraan.
Seperti persahabatan, kesehatan, & pengetahuan.
Perspektif Legal

Bentuk perilaku komunikasi yang legal, yaitu yang sesuai dengan peraturan dan berlaku serta dianggap perilaku komunikasi etis. Ada banyak hal yang legal tapi menurut etika sebenarnya diragukan.
contoh : apa yang dibicarakan berbeda dengan yang dilihat (data & fakta yang berbeda).
ke 7 perspektif etika yang telah diuraikan dapat menjadi standar etika komunikator & komunikan dalam menilai diantara teknik, isi, dan tujuan komunikasi.
Any Question brader
Full transcript