Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Hubungan antara Self Determination dengan Keterikatan Kerja

No description
by

Arin Nira

on 27 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Hubungan antara Self Determination dengan Keterikatan Kerja

Hubungan antara
Self Determination
dengan Keterikatan Kerja (Work Engagement) pada Karyawan
PT Japfa Comfeed Indonesia Cabang Sidoarjo

Latar belakang
Perusahaan tidak lagi hanya mencari calon karyawan yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, namun mereka juga mencari karyawan yang mampu menginvestasikan diri mereka sendiri untuk terlibat penuh dalam pekerjaan, proaktif dan memiliki komitmen tinggi terhadap standar kualitas kerja (Bakker, 2007). Mereka juga membutuhkan karyawan yang bisa terikat dengan pekerjaannya. Keterikatan kerja (work engagement) merupakan aspek yang meliputi emosi positif dan keterlibatan penuh dalam melakukan pekerjaan (Schaufeli et al., 2002)
Menurut Bakker dan Demerouti (2008) terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi work engagement yaitu sumber kerja (job resources) dan sumber daya pribadi (personal resources).
Self determination memiliki hubungan positif dengan job resources karena dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti otonomi, kompetensi dan keterkaitan. Akibatnya, konteks bekerja yang melengkapi job resources seperti kontrol pekerjaan (otonomi), feedback (kompetensi) dan dukungan sosial (keterkaitan) dapat meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan motivasi intrinsik (Ryan dan Deci, 2000).

Rumusan Masalah
“Apakah ada hubungan antara self determination dengan keterikatan kerja (work engagement) pada karyawan?“

Definisi Self Determination
Deci dan Ryan (1989) menyatakan bahwa self determination adalah perasaan individu yang berkaitan dengan pilihan dalam mengawali dan mengatur tindakan. Self determination dianggap sebagai suatu komponen kunci dari motivasi intrinsik yang pada gilirannya merupakan suatu penentu kritis atas keputusan.
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self determination dengan work engagement pada karyawan.
Dimensi Self Determination
1. Autonomy
2. Competence
3. Relatedness
Definisi Work Engagement
Schaufeli et al., (2002) mendefinisikan work engagement merupakan keadaan motivasional yang positif dan memunculkan pemenuhan diri yang dikarakteristikan oleh semangat, dedikasi dan absorption.
Dimensi Work Engagement
1. Absorption
2. Dedication
3. Vigor
Kerangka Pemikiran
Self Determination
1. Autonomy
2. Competence
3. Relatedness
Work Engagement
1. Absorption
2. Dedication
3. Vigor
Hipotesis
Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara self determination dan work engagement.

Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self determination dan work engagement.
Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat korelasional
Variabel penelitian
Variabel (X) : self determination
Variabel (Y) : Keterikatan kerja (Work engagement)
Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di PT Japfa Comfeed Indonesia Cabang Sidoarjo yang berjumlah kurng lebih 249 karyawan
Sampel
Sampel penelitian ini adalah karyawan yang memiliki status sebagai karyawan tetap dan telah bekerja lebih dari 2 tahun yang berjumlah 100 karyawan
Teknik Sampling
Teknik pengambilan sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling
instrumen penelitian
Terdiri dari dua skala pengukuran yaitu skala self determination dan skala work engagement
Skala self determination sebanyak 20 aitem
Skala work engagement sebanyak 12 aitem

Analisis aitem menggunakan korelasi aitem total dimana seluruh aitem yang digunakan memiliki taraf signifikan lebih dari 0,3.

Kedua skala telah melalui tahap validas yaitu face validity, validas logic dan validitas konstruk
Selain valid, kedua skala juga telah reliabel dengan nilai reliabilitas sebagai berikut
self determination : 0,883
work engagement : 0,850

Uji Normalitas Terpenuhi
Uji Linieritas terpenuhi
Uji heteroskadestisitas
Tidak terjadi heteroskedastisitas
Uji Hipotesis
Dari hasil uji hipotesis menggunakan uji korelasi product moment, menunjukkan bahwa Ha diterima
Pembahasan
Terdapat hubungan positif antara variabel self determination dengan work engagement, yang artinya semakin tinggi self determination karyawan, maka semakin tinggi pula work engagement pada karyawan.
Ada perbedaan work engagement pada kategori usia karyawan.
Kesimpulan
Terdapat hubungan positif yang signifikan antara self determination dengan work engagement pada karyawan PT Japfa Comfeed Indonesia Cab. Sidoarjo.
Karyawan PT Japfa Comfeed Indonesia Cab. Sidoarjo memiliki 48 karyawan dengan self determination tinggi, 51 karyawan dengan sedang dan sisanya 1 karyawan dengan rendah
Karyawan PT Japfa Comfeed Indonesia Cab. Sidoarjo memiliki 45 karyawan dengan work engagement tinggi, 45 karyawan dengan work engagement sedang dan sisanya 10 karyawan dengan work engagement rendah
Terdapat perbedaan tingkat work engagement dari ketiga kategori usia subjek
Nilai koefisien determinasi variabel self determination mencapai 23,3% terhadap work engagement pada karyawan
Full transcript