Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Struktur dan Fungsi

No description
by

Nelly Sucitas

on 31 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Struktur dan Fungsi

sel punca
Berasal dari kata punca yang berarti awal mula.
Merupakan sel yang menjadi awal mula dari pertumbuhan sel lain yang menyusun keseluruhan tubuh organisme.
Sudah ada sejak awal kehidupan (sel embrio), kemudian akan membentuk sekitar 200 jenis sel yang berbeda pada tubuh.
I. jenis jaringan pADA HEWAN VERTEBRATA
Jaringan lemak
FUNGSI JARINGAN RETIKULER
Fungsi yang paling penting dari jaringan ini adalah untuk memberikan dukungan kepada organ, jaringan dan sel-sel individual seperti jaringan adiposa dan otot. Ini membentuk struktur jaringan padat dan memegang bersama-sama sel-sel jaringan otot polos dan juga membantu dalam pembentukan membran basement. Jaringan mesh dibentuk oleh serat retikuler berguna untuk organ-organ
Jaringan ikat retikuler adalah nama lain untuk serat retikuler yang merupakan bagian penting dari struktur jaringan. Sel-sel yang dibangun dengan serat retikuler adalah fibroblast yang juga dikenal sebagai sel retikuler. Serat retikuler terbuat dari kolagen dan glikoprotein. Mereka sangat tipis dan hampir tidak terlihat di bagian histologis. Namun, mereka dapat dilihat secara mikroskopis setelah impregnasi dengan noda perak. Ini afinitas serat retikuler untuk perak noda dikenal sebagai argyrophilia. Mereka juga diresapi dengan reaksi PAS karena glikoprotein yang ada di dalamnya. Serat retikuler juga merupakan bentuk dari kolagen tipe III.Jaringan menyusun sendiri untuk sel dalam berbagai organ seperti sumsum tulang, kelenjar getah bening, limpa dan hati. Jaringan ini memiliki ciri khas, mereka tidak pernah eksis sendirian melainkan Anda akan selalu menemukan sel retikuler dan serat dengan sel lain. Serat retikuler adalah bagian dari sebagian besar dari jaringan ikat dan selalu serat dominan. Jaringan ini membentuk kerangka struktural untuk sel organ di banyak organ dan jaringan
sTRUKTUR JARINGAN RETIKULER
Ketika jaringan dipandang erat, mereka ditemukan dalam serangkaian benang bercabang. Serat retikuler hadir dalam jaringan retikuler sangat rapuh dan datang bersama untuk membentuk sebuah karya mesh. Untuk mendapatkan tampilan mikroskopis dari sel-sel ini, noda khusus digunakan karena mereka tidak mudah dilihat bahkan di mikroskop. Sebagai contoh, ketika noda perak digunakan dalam bagian histologis, serat retikuler muncul seperti benang hitam dan serat kolagen kasar terlihat coklat kemerahan. Para serat retikuler diasumsikan berbeda dari serat kolagen karena berbagai karakteristik pewarnaan.
Struktur dan Fungsi
Jaringan Hewan

By: Anastasya, Malvin J, Margaretha, Nelly, Samuel, Sulthan
A. jARINGAN EPITEL
Jaringan epitel adalah salah satu empat jaringan dasar (lainnya: Jaringan Ikat, jaringan otot, jaringan saraf). Dahulu istilah epitel digunakan untuk menyebut selaput jernih yang berada di atas permukaan tonjolan anyaman penyambung di merah bibir (Epitel: Epi di atas; Thele: bibir). Istilah ini kini digunakan untuk semua jaringan yang melapisi sesuatu struktur dan saluran.
CIRI-CIRI :
Kumpulan sel-sel yang tersusun saling berlekatan dengan materi interselular sedikit
Terkait dengan jaringan di bawahnya melalui struktur membrana basalis
Sel-sel epitel disatukan oleh bahan perekat (cementing substances) dan proses mekanik
Avaskular-tidak ada pembuluh darah dan pembuluh limfa dalam jaringan epitel, sehingga nutrisi diperoleh secara difusi dari cairan jaringan ikat dibawahnya
Terdiri atas sel-sel yang berisi, bersudut banyak (poligonal) dan terkadang bentuknya tidak teratur
Sel epitel memiliki daya regenerasi yang tinggi untuk menggantikan sel-sel epitel yang telah rusak
Beberapa jenis jaringan epitel memiliki tonjolan yang disebut mikrovili
Fungsi
Untuk melindungi jaringan dibawahnya dari dehidrasi atau pengaruh agen kimiawi maupun biologi.
Transpor zat-zat antar jaringan atau rongga yang dipisahkan.
Absorpsi (penyerapan sari makanan) , misalnya pada epitel usus halus.
Sekresi , menghasilkan zat atau enzim dari epitel membrann maupun kelenjar
Eksresi , membuang sisa-sisa metabolisme air, CO2, dan garam-garam tertentu.
Eksteroreseptor, menerima stimulus dari lingkungan. Cabang-cabang terminal serat saraf halus yang terdapat di dalam jaringan ikat dapat menembus membran basal dan menyusup diantara sel-sel epitel.
Membantu respirasi, misalnya pada hewan yang hidup di air.
Jenis
Jaringan Epitel Pipih
berbentuk sangat tipis seperti lembaran
tingginya lebih rendah daripada lebarnya
jika dilihat dari samping terlihat melebar di bagian inti selnya, inti sel tampak seperti cakram.
berdasarkan susunannya, epitel pipih ada 2 macam: Epitel pipih selapis, epitel pipih berlapis banyak.
Ciri-ciri:
sitoplasma jernih
inti sel bulat terletak di tengah
bersifat semi permeabel
sel sel tipis, terusun sangat rapat seperti ubin
bersifat licin (spt pada pembuluh darah)
bagian tepi tidak beraturan, sedangkan bagian permukaan terdapat sedikit mozaik
Letak :
Epitel ini terletak di pleura, alveolus paru-paru, kapsula bowman pada ginjal, lapisan dalam pembuluh darah dan limfa, ruang jantung, selaput bagian dalam telinga, sel ekskresi kecil dari kebanyakan kelenjar”.
Pada pembuluh kulit luar dan dalam perut (peritonium), glomerulus dan kapsula bowman pada ginjal, ruang jantung (perikardium)

Fungsi :
a. Pelapis bagian dalam rongga dan saluran (endothelium)
b. Tempat difusi zat
c. Tempat infiltrasi zat
d. Tempat osmosis zat
e. Sebagai proteksi
f. Tempat sekresi zat
Epitel Pipih Selapis
Epitel Pipih Berlapis Banyak
Ciri-ciri:
disusun oleh lebih dari satu sel yang berbentuk pipih.
susunan selnya rapat.
sitoplasma jernih / berbutir butir
bentuk bulat di tengah
ada yang menanduk (mengandung zat tanduk) karena mengandung keratin, bersifat keras dan tahan terhadap kekeringan.Contoh : pada permukaan kulit, permukaan hidung
adapula yang tidak menanduk, biasanya bersifat lembab

Letak:
Letaknya pada kulit (dengan zat tanduk), epidermis, rongga mulut, esophagus, laring, vagina, saluran anus, rongga hidung.

Fungsi:
a. Lapisan pelindung terhadap pengaruh luar
b. Lapisan pelindung saluran dalam
c. Penghasil mucus
jaringan epitel Kubus (Kuboid)
Ciri-ciri:
tersusun atas sel-sel berbentuk kubus
jika dikihat dari permukaan, sel-selnya tampak berbentuk seperti heksagonal/poligonal
jika dilihat dari samping seperti kotak/segi empat pendek dengan inti berbentuk bulat di tengah sel
berdasarkan susunan, ada 2 macam: epitel kubus selapis dan epitel kubus berlapis banyak
Ciri-ciri:
Jaringan epitel kubus selapis disusun oleh selapis sel yang berbentuk kubus.
Sitoplasmanya jernih atau berbutir-butir.
Inti sel bulat besar di tengah.
Seperti sarang lebah, kalau dilihat dari atas berbentuk segi lima / segi enam

Letak:
Terletak di kelenjar keringat dan kelenjar air liur, retina mata, permukaan ovary, dan saluran nefron ginjal dan pafa kelenjar tiroid

Fungsi:
a. Lapisan pelindung atau proteksi
b. Tempat penyerapan zat (absorbsi)
c. Penghasil mucus (lendir) / sekresi
Epitel kubus selapis
Epitel kubus berlapis banyak
Ciri-ciri:
disusun oleh lebih dari satu lapis
sel yang berbentuk kubus
ada yang bersilia seperti pada kelenjar keringat, danada yang tidak, seperti pada kelenjar ludah

Letak:
Jaringan ini terdapat pada epitelium folikel ovarium, permukaan
ovarium, testis, saluran kelenjar minyak, dan kelenjar keringat pada kulit.

Fungsi:
a. berfungsi dalam sekresi dan arbsorbsi.
b. melindungi dari gesekan dan pengelupasan
Jaringan Epitel Silindris
Ciri-ciri:
tersusun dari sel-sel berbentuk heksagonal memanjang
sel-sel tampak tinggi dengan inti berderet pada ketinggian yang sama dan terletak lebih dekat dengan permukaan basal daripada permukaan apikal
berdasarkan susunannya ada 2 macam: epitel silindris selapis dan epitel silindris berlapis banyak
Epitel silinder/batang selapis
Ciri-ciri:
Epitel ini memiliki bentuk silinder (tabung),
sitoplasmanya jernih atau berbutir-butir
memiliki nucleus berbentuk bulat terletak di dekat dasar.
Seperti epitel kubus, jika dilihat dari bagian tepi akan terlihat sel sel yang tinggi
Di antara sel-sel silindris umumnya terdapat sel goblet (sel berbentuk seperti piala yang menghasilkan lendir)
ada yang bersilia, ada yang tidak bersilia

Letak:
yang bersilia: pada uterus (rahim), tuba uterina (buluh rahim), duktus eferens pada testis, bronkus intrapulmoner, dan kanalis sentralis pada medula spinalia.
yang tidak bersilia: pada sebagian besar saluran pencernaan (lambung, usus halus, dan kantong empedu)

Fungsi:
a. Lapisan pelindung (proteksi)
b. tempat penyerapan zat ( absorbsi)
c. Tempat difusi dan absorbsi zat
Ciri-ciri:
disusun oleh lebih dari satu lapis sel berbentuk silindris.
bagian dalam berbentuk kubus / tidak beraturan

Letak:
Jaringan ini terdapat pada jaringan epitelium laring, faring, trakea, kelenjar ludah dan uretra, kelenjar susu, dan lapisan konjusngtiva / mata

Fungsi:
a. tempat sekresi.
b. arbsorbsi.
c. sebagai pelindung.
d. Gerakan zat lewati permukaan
e. Saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu
Epitel silinder/batang banyak lapis
Fungsi Epitel silindris selapis bersilia:
a. Penghasil mucus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk
b. Dengan getaran silia menghalau benda asing yang masuk/ atau melekat pada mucus
c. Terdapat silia yang berfungsi membantu ovum bergerak menuju Rahim
Jaringan epitel transisional
Ciri-ciri:
Epitelium transisional berbentuk tidak menentu. Di antara sel-selnya ada yang berbentuk pipih, panjang, kubus.
Pada lapisan atas terdapat lapisan sel yang berbentuk payung (sel payung). Sel payung dalam keadaan regang akan memipih, misalnya dalam keadaan saluran terisi penuh.
sel-selnya tidak dapat digolongkan berdasarkan bentuknya. Bila jaringannya menggelembung bentuknya berubah.
terdiri atas 3 – 4 sel yang ukuran dan bentuknya sama

Letak:
Jaringan epitel transisi terdapat pada epitelium ureter, uretra, saluran pernapasan, dan kantung kemih.

Fungsi:
a. Berfungsi menahan regangan dan tekanan.
b. Membentuk penghalang impermeabel (tidak dapat ditembus) sehingga urin tidak menembus dinding kating kemih.
c. Pada saat epitelium trasisional mengembang, epitelium akan menipis, ketebalannya akan berkurang dari sekitar 6 sel menjadi 3 sel, dan sel bagian atasnya akan memipih dari bentuk bulat menjadi bentuk pipih sehingga epitelium mengalami perubahan bentuk (transisi bentuk).
Jaringan epitel kelenjar
Ciri-ciri:
tersusun dari sekelompok sel-sel epitel khusus untuk sekresi zat yang diperlukan dalam proses fisiologi tubuh
proses sintesis zat sekret (getah cair) memerlukan kerjasama berbagai organel sel dan menggunakan energi
merupakan bagian penting dari pencernaan, pelindung, dan sistem hormonal
ada 2 macam kelenjar:
1. Kelenjar eksokrin
menyalurkan sekret ke suatu permukaan tubuh (sekresi eksternal).
hasil sekresi disalurkan melalui sistem saluran
saluran keluar berbentuk lurus, bergelung, bercabang
bagian sekresi pada ujung ada yang berbentuk tubular (buluh berongga), alveolar (mirip labu siam), atau kombinasi tubuloaveolar.
sekret berupa cairan jernih mengandung enzim atau musin.
contoh: kelenjar lambung, kelenjar pankreas, kelenjar ludah, kelenjar keringat.
2. Kelenjar endokrin
mengeluarkan sekret langsung ke dalam sistem vaskuler darah atau limfa (sekresi internal)
disebut kelenjar buntu karena tidak mempunyai saluran pengeluaran.
Sekret yang dihasilkan ialah hormon.
ada 2 tipe: tipe deret kelompok dan tipe folikel.
Contohnya ada pada kelenjar tiroid, adrenalin, dan paratiroid.
C. Jaringan otot
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot.
Jaringan otot berfungsi melakukan pergerakan pada berbagai bagian tubuh.
Jaringan otot dapat berkontraksi karena di dalamnya terdapat serabut kontraktil yang disebut miofibril.
Miofibril tersusun atas miofilamen atau protein aktin dan protein miosin.
Kurang lebih 40% berat tubuh mamalia merupakan jaringan otot.
Jaringan otot dapat dibagi menjadi jaringan otot polos, otot lurik (seran lintang), dan otot jantung.
Jaringan otot penuh dengan mitokondria sehingga mempunyai sumber energi yang besar untuk aktivitas.
Mitokondria akan mengumpul membentuk jaringan otot .
Otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuan berkontraksi. 
Otot memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika berelaksasi. 
Kontraksi otot terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan, sedangkan relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat.
Kontraksibilitas : kemampuan otot untuk memendek / lebih pendek dari ukuran semula, teriadi jika otot sedang melakukan kegiatan.
Ektensibilitas : kemampuan otot untuk memanjang / lebih panjang dari ukuran semula.
Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula.
Pada tubuh otot memiliki 3 karakter, yaitu :
Otot tersusun atas dua macam filamen dasar,yaitu
filamen aktin
filamen miosin

-Filamen aktin berbentuk tipis dan filamen miosin berbentuk tebal. 
-Kedua filamen ini menyusun miofibril. 
-Miofibril menyusun serabut otot dan serabut otot serabut otot menyusun satu otot.
3 jenis jaringan otot:
jaringan otot polos
jaringan otot rangka/lurik
jaringan otot jantung
jaringan otot polos
Otot polos mempunyai serabut kontraktil yang tidak memantulkan cahaya berselang-seling, sehingga sarkoplasmanya tampak polos dan homogen.
Ciri – Ciri :
Terdiri atas sel-sel berbentuk gelendong yang panjangnya antara 30-200 milimikron.
Berinti satu terletak di tengah.
Serabut miofibril polos/tidak berwarna.
Bekerja tidak di bawah kehendak (otot tidak sadar).
Kontraksi lambat, tetapi tidak mudah lelah.
Selnya dipersarafi oleh system saraf otonom.
jaringan otot rangka (otot lurik)
-Otot lurik atau otot rangka adalah sejenis otot yang menempel pada rangka tubuh dan digunakan untuk pergerakan.
-Otot ini disebut lurik, karena pada otot ini tampak daerah gelap (miosin) dan terang (aktin) yang berselang seling. Disebut juga otot rangka, karena melekat di rangka dan juga otot sadar, karena bekerja di bawah kesadaran (volunter).
Ciri-ciri:
Sel berbentuk silindris (serabut panjang) dan tidak bercabang.
Panjang sel bervariasi antara 3-4 cm.
Mempunyai banyak inti dan terletak di bagian tepi.
Serabut miofibril sejajar berwarna gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) secara teratur sehingga tampak berupa garis-garis melintang.
Bekerja di bawah kehendak (otot sadar) sehingga disebut otot volunter.
Kontraksi cepat, kuat, serta dapat menimbulkan kelelahan.
Selnya dipersarafi oleh sistem saraf pusat.
Letak: tulang rangka
Letak:
saluran pencernaan makanan (yang membuat gerakan peristaltik)
dinding pembuluh darah
pembuluh limfa
saluran pernafasan
saluran reproduksi
kandung kemih
iris
korpus siliaris pada mata
Sel-sel yang membentuk otot jantung disebut cardiomyocytes (
kardiosit
).
Ciri-ciri:
Sel-selnya membentuk rantai dan sering bercabang dua atau lebih membentuk sinsitium (syncytium).
Pada permukaan jantung terdapat sel khusus berukutan lebih besar dan tebal, yaitu
serat Purkinje
yang berperan dalam sistem penghantar rangsangan.
Percabangan dijung sel disebut
sinsitium
.
Antara kardiosit satu dengan lainnya saling berhubungan di suatu tempat yaitu
diskus interkalar
.
Mempunyai susunan seperti otot lurik.
Berinti satu terletak di tengah.
Serat otot berwarna kecoklatan karena mengansung banyak endapan
pigmen lipofukusin
.
Bekerja tidak di bawah kehendak (otot tak sadar).
Kontraksi tidak di bawah pengaruh kesadaran (
involunter
), teratur dan tidak pernah lelah.
Selnya dipersarafi oleh sistem saraf otonom.
Berkontraksi cukup kuat, secarfa ritmis dan otomatis sekitar 72 kali per menit.
Banyak mengandung mitokondria.
Jaringan otot jantung
Otot jantung hanya terdapat di jantung. Fungsi dari kontraksi otot jantung menyebabkan jantung menguncup dan mengembang untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh.
perbedaan otot polos, otot lurik dan otot jantung
d. jaringan saraf
Adalah jaringan yang menerima dan menyampaikan rangsang dari bagian tubuh yang satu ke bagian tubuh yang lain.
Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian rangsang.
Jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm.
Jaringan ini terdapat pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan pada sistem saraf tepi.
Sel dibagi menjadi dua macam, yaitu sel saraf (neuron) dan sel penyokong (neuroglia).
Sel yang mengkhususkan diri untuk penerimaan dan transmisi rangsangan disebut neuron.
Neuron berperan dalam menerima, mengintegrasikan, dan menghantarkan pesan elektrokimiawi. Adapun struktur dari neuron adalah:
1. Badan sel saraf (soma) yaitu tempat sintesis dan integrasi impuls saraf
2. Dendrit yaitu struktur neuron mengumpulkan pesan yang datang dan menuju ke soma (input, processing)
3. Neurit (akson) berfungsi menghantarkan impuls saraf ke sel saraf lain (output)
neuron
neuroglia
Merupakan sel-sel yang menunjang dan melindungi neuron.
Suatu neuron terdiri atas badan sel yang membesar secara khas dan mempunyai nukleus dan dua atau lebih penjuluran sitoplasma, serabut saraf, dan jalur yang dilewati rangsangan.
Lebar serabut saraf berkisar antara beberapa mikrometer sampai 30 atau 40 mikrometer dan panjangnya berkisar dari 1 mm sampai 1 meter lebih (pada hewan besar, seperti kuda).
Ada dua jenis serabut saraf, yaitu:
Akson yang meneruskan rangsangan menjauhi badan sel.
Dendrit yang mendekati atau membawanya ke badan sel.
-Pertautan antara akson suatu neuron dan dendrit dari neuron lainnya di dalam rantai itu disebut sinapsis.
-Pada sinapsis, akson dan dendrit sebenarnya tidak saling menyentuh, tetapi di antara kedua penjuluran tersebut terdapat celah sempit.
-Sinapsis berfungsi sebagai katup yang mencegah arus balik dari impuls.
Tiap serabut saraf akson atau dendrit dikelilingi oleh neurilema atau lapisan mielin.
Neurilema adalah membran halus transparan berbentuk tabung yang terbentuk dari sel-sel yang membungkus serabut.
Lapisan mielin terbuat dari bahan lemak nonselular yang membentuk lapisan putih mengkilat antara serabut dan neurilema.
Pada selubung mielin terdapat sel schwan yang berfungsi membentuk selubung mielin baru.
Bagian akson yang tertutupi oleh selubung mielin disebut nodus renvier.
B. jaringan ikat/penyambung
-Pada awal perkembangan embrio, lapisan
mesoderm
membentuk jaringan
mesenkim
(
mesos
= tengah,
enchyme
= penyusupan), yang selanjutnya berkembang menjadi jaringan ikat.
Fungsi:
Pengikat dan penyambung antarjaringan, contohnya jaringan ikat tendon yang menghubungkan jaringan tulang dan jaringan otot.
Penyokong dan pembentuk struktur tubuh, contohnya jaringan ikat tulang.
Penyimpan energi, misalnya jaringan ikat lemak.
Pertahanan tubuh terhadap invasi bibit penyakit, misalnya jaringan ikat darah yang mengandung antibodi dan sel-sel darah putih.
Pelindung suatu organ, yaitu jaringan ikat yang berbentuk selaput, yang membungkus organ-organ tubuh.
Transport cairan tubuh yang dilakukan oleh jaringan ikat darah dan limpa.
Jaringan ikat tersusun dari:
bahan intersel (matriks) dan sel-sel penyusun jaringan ikat.
matriks jaringan ikat
terdiri atas substansi intersel amorf (tidak berbentuk) dan substansi inersel fibrosa (serat).
substansi intersel amorf (tidak berbentuk)
merupakan media cair homogen yang berbentuk sol, gel, atau gel kaku.
cairan berbentuk sol dan gel memudahkan terjadinya difusi nutrisi dan zat-zat buangan antara kapiler dengan sel, sedangkan cairan yang berbentuk gel kaku membantu menyokong jaringan.
komponen utama:
glikosaminoglikans
atau
asam mukopolisakarida
(polisakarida yang mengandung gula amino) dan
glikoprotein
(protein 1 atau lebih rantai heterosakarida).
Glikosaminoglikans tidak bersulfat
yang paling banyak terdapat pada jaringan ikat adalah
asam hialuronat
.
semaking banyak asam hialuronat, maka matriks semakin lentur dan semakin banyak mengikat air
contoh: pada cairan sinovial, badan vitreous mata, dan
Wharton's jelly
tali pusar.
Glikosaminoglikans bersulfat
yang paling banyak ditemukan pada jaringan ikat adalah kondroitin sulfat.
semakin banyak kondroitin sulfat, matriks semakin kaku.
contoh: ppada tulang rawan dan tulang keras.
substansi intersel fibrosa (serat)
berfungsi sebagai penyokong.
dibedakan menjadi 3 jenis: serat kolagen, serat retikular, serat elastin.
serat kolagen
Ciri-ciri:
tersusun dari protein kolagen
berwarna putih bening dengan garis samar-samar yang memanjang
berbentuk lurus atau sedikit bergelombang
diameter 1-12 mikrometer.
Sifat:
jika dimasukkan ke air panas maka menjadi lunak dan membentuk gelatin
liat, ulet, lunak, mudah dibengkokkan, relatif tidak elastis
Letak: pada tendon, ligamen, tulang, kulit.
Dalam tulang, osteosit – sel-sel tulang – hidup di antara serat kolagen dan mengeluarkan zat berbasis kalsium.
Zat ini menyebabkan kolagen untuk mengeras menjadi tulang.
Serat kolagen adalah bahan utama dalam tendon (kumpulan serat yang menempel otot ke tulang) dan ligamen (bundel serat yang menghubungkan tulang dengan tulang).
Sel pada jaringan penghubung :
"-blast" = aktif membelah dan mensekresi protein
"-cytes" = sel dewasa
Serat Retikular
ciri-ciri:
merupakan serat kolagen yang sangat halus
ukuran kurang dari 1 mikrometer
berbentuk jala (retikulum)
sifat sama seperti serat kolagen, dengan kelenturan yang rendah
Fungsi dan letak:
penyokong yang mengitari pembuluh darah kecil, serat otot, serat saraf, sel lemak, di dalam sekat-sekat halus dari paru-paru, di antara jaringan ikat dengan jaringan yang lain, di bawah membran epitel, serta di dalam jaringan limfoid dan mieloid.
limfosit
serat retikular
serat elastik
Ciri-ciri:
berwarna kekuning-kuningan
berbentuk pita pipih/benang silindris pajang dan tipis
diameter kurang dari 1-4 µm
pada beberapa ligamen elastis diameter: 10-12 µm
sangat lentur/elastis, mudah direntangkan dan dapat kembali ke bentuk semula jika tegangan dihilangkan
tidak terpengaruh air panas maupun dingin
tersusun dari protein
elastin albuminoid
terletak di bagian tengan & dikellingi
mikrofibril (fibrillin)
.
Letak:
pembuluh darah
antarruas tulang belakang
selaput tulang rawan laring.
Kondrosit di lakuna
Serat elastin di matriks
Tulang rawan elastik
sel-sel penyusun jaringan ikat
Fibroblas
Makrofag (histiosit)
Sel lemak (sel adiposa)
Mast cell
(sel tiang)
Sel plasma
Sel pigmen
Leukosit (sel darah putih)
Sel mesenkim
fibroblas
Ciri-ciri:
bentuk sel besar, pipih, bercabang-cabang (cabangnya langsing)
jika dilihat dari samping berbentuk gelendong (fusiform)
inti sel berbentuk lonjong/memanjang
memiliki 1 atau 2 anak inti serta sedikit granula kromatin yang halus
disebut sebagai sel tetap pada jaringan ikat karena mampu tumbuh dan beregenerasi seumur hidup
makrofag (histiosit)
Letak: dekat pembuluh darah
Ciri-ciri:
tidak beraturan
bercabang-cabang pendek dan lebur atau kecil dan panjang
membran plasma terlipat-lipat
jika dirangsang dapat melakukan gerakan ameboid
bersifat fagositosis (memakan zat-zat buangan, sel mati, bakteri, benda asing, dan sel darah yang keluar dari pembuluh darah)
berfungsi pada reaksi imunologis tubuh dan sekresi enzim-enzim, misalnya enzim lisozim, elastase, kolagenase, dan agen anti virus interferon
sel lemak (sel adiposa)
Ciri-ciri:
hanya dapat ditemukan satu sel saja atau berkelompok di sepanjang pembuluh darah
jika berkumpul dalam jumlah besar membentuk jaringan lemak
setiap selnya mengandung 1 tetes minyak yang besar dan sedikit sitoplasma dengan inti pipih pada salah satu sudutnya
sel ini telah berdiferensiasi sempurna dan tidak mampu membelah diri lagi
sebelum berisi lemak, sel berbentuk seperti fibroblas
jika lemak dipakai, sel akan mengerut
mast cell (sel tiang)
Ciri-ciri:
tersebar luas dalam jaringan ikat atau membentuk kelompok kecil dekat pembuluh darah
bentuk lonjong, tidak teratur, terkadang memiliki pseudopodia yang pendek
berinti kecil yang tertutup granula-granula
menghasilkan sejenis antikoagulan
heparin
dan
histamin
(
heparin
berfungsi dalam pembekuan darah,
histamin
untuk meningkatkan permeabilitas pembuluh darah kecil)
Sel Plasma
Ciri-ciri:
mirip dengan limfosit
mengandung banyak sitoplasma
memiliki jari-jari roda di tepi inti sel yang berbentuk dari gumpalan kromatin
Fungsi: menghasilkan antibodi
Letak:
sering ditemukan pada membran serosa, jaringan limfoid, di bawah membran epitel yang basah pada saluran pencernaan & pernapasan
Ciri-ciri:
mengandung pigmen (kromatofor)
letak: pada jaringan ikat padat kulit, lapisan koroid mata, dan pia meter (membran halus yang membungkus otak).
sel pigmen jenis melanosit mengandung melanosom (:badan yang memiliki membran berbentuk lonjong berisi pigmen melanin yang fungsinya menyerap cahaya).
Ciri-ciri:
diangkut oleh sirkulasi darah
melakukan fungsi di luar pembuluh darah sehingga dapat ditemukan di jaringan ikat
melakukan gerakan ameboid menerobos dinding-dinding pembuluh darah dan menyusup ke dalam jaringan ikat
Fungsi: pertahanan terhadap benda asing.
Jenis: limfosit, monosit, neutrofil, basofil, asidofil (eosinofil).
Ciri-ciri:
merupakan sel embrional yang masih dapat ditemukan pada orang dewasa
ukuran lebih kecil dari fibroblas
berbentuk seperti bintang karena memiliki banyak tonjolan memanjang yang mengecil di bagian ujungnya
letak: sepanjang pembuluh darah kapiler
berdiferensiasi menjadi jenis sel penyusun jaringan ikat longgar atau menjadi sel otot polos pada pembuluh darah yang cedera
sel pigmen
Leukosit (Sel darah putih)
Sel mesenkim
Jenis Jaringan Ikat
jaringan ikat sejati
Jaringan ikat longgar
Jaringan ikat padat
Jaringan Mukosa
Ciri-ciri:
merupakan jaringan embrional yang muncul sementara pada pembentukan jaringan ikat
tersusun dari sel-sel fibroblas yang besar, makrofag, limfosit, kolagen halus, substansi dasar yang lunak mirip gel berlendir (musin).
letak: tali pusar bayi
jaringan areolar
Ciri-ciri:
bersifat fleksibel dengan substansi dasar yang relatif cair
mengandung banyak sel fibroblas, makrofag, serat kolagen, dan sedikit serat ealastin yang membentuk jaring-jaring.
letak: antara kulit dengan otot
fungsi: sebagai materi pengikat/pembungkus jaringan lain dan organ-organ, termasuk pembuluh darah dan saraf.
biasanya dokter menginjeksikan jarum suntik ke pasien pada jaringan areolar
Ciri-ciri : sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastis , serabutnya longgar.
Jaringan ikat longgar terdapat di sekitar organ-organ, pembuluh darah dan saraf.
Jaringan ikat longgar dikenal juga dengan nama Jaringan Ikat Areolar.
Jenis jaringan ikat ini banyak ditemukan adanya substansi dasar dan cairan jaringan.
Jaringan ikat longgar banyak mengandung sel pengembara seperti makrofag, sel mast dan sel yang tidak berdeferensiasi.
Jaringan ini banyak dijumpai pada pembuluh darah, saraf, diantara berkas otot, di bawah epitel.
Ciri-ciri:
Nama lainnya jaringan ikat serabut putih, karena terbuat dari serabut kolagen yang berwarna putih.
Jaringan ini terdapat pada selaput urat, selaput pembungkus otot, fasia, ligamen dan tendon.
Jumlah serabut lebih banyak dari sel dan matrik.
Jaringan ikat padat dibagi menjadi 2, yaitu Jaringan Ikat Padat teratur dan Tidak teratur.
Jaringan Ikat Padat Teratur, mengandung terutama serabut kolagen.
Serabut kolagen paling banyak dan tersusun saling menyilang.
Populasi sel yang utama adalah fibroblast.
Banyak dijumpai pada organ seperti : kapsula paru-paru, kapsula hati, ginjal, limpa, testis, fasia, aponeurosa, perikardium dan dermis.
Jaringan Ikat Padat Tidak Teratur, terdapat dua bentuk tergatung macam serabutnya.
Pada tendon dan ligamen mayoritas kolagen sedangkan pada ligamentum serabut elatis yang utama.
Jaringan lemak adalah jenis jaringan ikat khusus yang terutama terdiri atas sel lemak (adiposit).Sel-sel ini terdapat satu per satu atauberkelompok kecil di dalam jaringan ikat itu sendiri;kebanyakan terdapatdalam kelompok besar, membentuk jaringan lemak yang tersebar di seluruhtubuh. Jaringan lemak merupakan salah satu organ terbesar dalam tubuh.Pada pria dewasa normal, jaringan lemak merupakan 15%-20% dari beratbadan; pada wanita normal, 20-25% dari berat badan.Jaringan lemak adalah cadangan energi terbesar dalam tubuh (dalambentuk Trigliserida yaitu ester dari asam lemak dan gliserol). Organ lainyang menyimpan tenaga (glikogen) adalah hati dan otot rangka. Trigliseridabersifat tidak sepadat glikogen dan memiliki nilai kalori yang lebih tinggi(9,3 kkal/g untuk trigliserida dan 4,1 kkal/g untuk karbohidrat), makajaringan lemak merupakan jaringan penimbun yang sangat efisien. Ia selaludiganti dengan yang baru dan sensitive terhadap rangsang saraf danhormon.

JARINGAN RETIKULER
dan jaringan di mana gerakan sel dan difusi adalah fungsi penting. Ia membentuk sebuah dinding pendukung untuk pembuluh darah dan jaringan yang kuat untuk sel lainnya, rangka dan serabut saraf. Hal ini juga melakukan fungsi filter dalam organ-organ seperti limpa dan kelenjar getah bening.
Fungsi jaringan lemak :

Lapis lemak subkutan turut berperan dalam membentuk permukaantubuh.

Penimbunan dalam bentuk bantalan berfungsi sebagai peredamgoncangan, terutama pada telapak tangan dan kaki.

Merupakan konduktor panas yang jelek, maka ia berfungsi isolatorsuhu bagi tubuh.

Mengisi celah-celah di antara jaringan lain
Struktur jaringan terlihat sangat mirip dengan jaringan ikat elastis. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa serat kolagen yang bercabang dalam jaringan retikuler sedangkan mereka terletak sejajar pada jaringan elastis. Kerangka struktural kisi kolagen dalam jaringan ini adalah sedemikian rupa sehingga memberikan kekuatan besar dan dukungan kepada organ-organ sistem tubuh manusia.

Mirip dengan jaringan lain dalam tubuh, juga kerusakan dan didaur ulang dan diganti dengan jaringan baru dan aktif. Sel-sel yang hancur ketika mereka berhenti berfungsi dan segera helai baru kolagen yang dihasilkan untuk menggantikan sel yang rusak. Tugas pembentukan serat retikuler baru dan pemeliharaan yang sudah ada ditangani oleh beberapa sel-sel khusus.
ikat padat teratur
tersusun dari serat serat kolagen yang berhimpitan secara paralel dan sangat kuat. diantara serat tersebut terddapat sel fibroblas. contoh jaringan ikat pdat adalah tendon (menghubungkan tulang dan otot), ligamen (menghubungkan tulan gdengan tulang), aponeurosis (urat otot yang bentuk lebar dan pipih).
Ikat padat tidak teratur
bentuk lembaran dengan serat membentuk anyaman kasar yang kuat. jaringan ini mengandung banyak serat kolagen kasar serta sedikit serat elastin dan retikular. jaringan ikat padat tidak teratur terdapat pada sebagian besar fasia (selaput pembungkus suatu penyekat), dermis kulit, periosteum (lapisan luar tulang), perikondrium (lapisan luar tulang rawan), serta kapsul pembungkus beberapa organ termasuk hati dan testis.
Jaringan ikat cair
jaringan darah
Terdiri atas plasma darah, trombosit/keping darah, dan sel-sel darah. Plasma darah berupa ciran yang mengandung berbagai macam protein asam amino, peptida, enzim, hormon, vitamin, dan mineral.
Trombosit berbentuk lempengan, tidak bernukleus dan berfungsi dalem pembentukan darah agar darah tidak keluar jika terjadi luka pada pembuluh darah.
sel-sel darah meliputi eritrosit / sel darah merah, leukosit / sel darah putih
eritrosit berbentuk bulat dengan lekukan pada bagian sentral/bikonkaf, tidak bernukleus, dan memiliki sitoplasma yang mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen dan CO2.
leukosit bentuknya bervariasi, karena bergerak ameboid, bernukleus, dan berfungsi untuk pertahanan tubuh dari infeksi
jaringan limfa
merupakan cairan yang dikumpulkan dari jaringan-jaringan dan kembali ke aliran darah. antibodi/immunoglobulin dan sel-sel yang sebagian besar berupa limfosit, akan ditambahkan pada saat limfa melewati nodus limfa.
nodus limfa terdapat di dalam tonsil, limpa, timus, dan sepanjang saluran pencernaan.
limfa yang mengalir dari dinding usus halus berwarna seperti susu karena mengandung lemak. limfa dapat membeku, tetapi prosesnya lebih lama dari pembekuan darah. hasil pembekuan limfa lebih lunak dari pembekuan darah.
jaringan ikat penyokong

jaringan tulang rawan (kartilago)
tersusun dari sel-sel tulang rawan kondrosit dan matriks yang mengandung kondroitin sulfat. kondrosit berbetuk bulat atau lonjong, memiliki inti dan beberapa anak inti. kondrosit berada di dalam rongga kecil yang disebut lakuna. sel tulang rawan yang masih muda disebut kondroblast, kecuali pada permukaan persendian. tulang rawan dibungkus oleh lapisan perikondrium.
tidak memiliki saraf dan bersifat avaskuler atau tidak memiliki pembuluh darah dan pembuluh limfa. nutrisi sisa-sisa metabolisma dan gas yang terlarut, berdifusi diantara pembuluh darah kecil pada perikondrium dengan kondrosit-kondrsit yang letaknya di tengah tulang rawan.
Tulang rawan hialin
dari kata Yunani, hyalos yang beraarti kaca.
berwarna bening atau putih kebiruan
selalu dibungkus oleh perikondrium serta memiliki matriks yang banyak mengandung mukopolisakarida sulfat dan serat pada kolagen
mengalami kalsifikasi sehingga dapatberubah menjadi keras dan rapuh
terdapat pada kerangka fetus (stadium embrio), sedangkan pada orang dewasa terdapat pada permukaan sendi tulang, ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada, hidung, laring, trakea, dan bronkiolus
tulang rawan elastik
berwarna kuning
dibungkus oleh perikondrium
bersifat lentur
tidak mengalami kalsifikasi
matriksnya mengandung banyak serat elastik dan sedikit kolagen
berada di dinding saluran telinga luar, daun telinga dinding saluran eustachius, epiglotis, dan laring
Tulang rawan fibroblas (fibrokartilago)
warna gelap keruh
tidak memiliki perikondrium
mengandung banyak serat kolagen yang tersusun rapat, merupakan jaringan tulang rawan yang paling kuat dan berada menyatu dengan tulng rawan hialin di dekatnya atau jaringan ikat atau jaringan ikat padat fibrosa.
terdapat di bagian bagian yang sering mengalami tarikan, misalnya antar ruas tulang belakang, simfisis pubis atau tulang kemaluan, persendian tulang bahu dan paha, serta tempat lekat tendon dan ligamen.
jaringan tulang keras (osteon)
penyusun kerangka tubuh yang tersusun dari komponen non seluler berupa matriks dan komponen seluler. Matriks tulang sangat padat dan kaku
mengandung substansi semen glikosaminoglikans atau protein polisakarida, serat osteokologen, garam anorganik, kalsium fosfat, kalsium karbonat, sedikit kalsium florida, serta magnesium florida. komponen ada 4 macam:
osteoprogenitor
merupakan sel induk dari osteoblas dan osteoplas, yang berasal dari mesenkim.
berbentuk gelendong
terdapat pada permukaan tulang di lapisan dalam periosteum atau lapisan pembungkus tulang, endosteum atau lapisan yan membatasi rongga sumsum tulang dan saluran vaskuler tulang kompak
osteoblas
memiliki banyak variasi bentuk seperti kuboid, piramidal atau lembaran
terdapat pada permukaan tulang, yang berfungsi menyintesis unsur organik matriks tulang seperti kolagen dan glikoprotein.
mengandung enzim fosfatase akali yang berfungsi dalam proses kalsifikasi atau pengapuran sehinggmatriks menjadi keras.
osteosit (sel tulang)
adalah osteoblas yang tertimbun di dalam matriks
berada di dalam lakuna, yaitu rongga berbentuk lonjong bikonveks.
tonjolan-tonjolan halus sitoplasma osteosit menjulur ke dalam kanalikuli yang keluar dari lakuna.
kanalikuli dari lakuna yang berdekatan akan saling berhubungan yang berfungsi untuk transportasi zat nutrisi dan zat sisa.
osteoklas
disebut juga giant cell karena berukuran besar berinti banyak (3-6 buah) dengan jumlah anak inti yng bervariasi
terdapat di dekat permukaan tulang atau di dalam lekukan dangkal lakuna howship.
osteoklas mengeluarkan kolagenase dan enzim proteolitik yang berfungsi dalam proses resorpsi tulang atau osteolisis (penghancuran tulang)
berdasarkan strukturnya, tulang keras dibedakan menjadi 2:
spongiosa (spons)
memiliki rongga-rongga
tersusun dari trabekula atau lamela-lamela dengan lakuna yang mengandung osteosit dan lempeng-lempeng yang saling berhubungan
letak: pada bagian dalam tulang dan berhubungan langsung dengan sumsum tulang
tulang kompak
lakuna dan kanalikuli berhubungan langsung dengan saluran Havers
saluran Havers berisi pembuluh darah, limfa, serabut saraf, dan jaringan ikat.
kanalikuli bagian tepi sistem Havers tidak berhubungan dengan kanalikuli dari sistem Havers yang lainnya
antara saluran Havers yang satu dengan saluran Havers yang lain, dihubungkan oleh saluran melintang yang disebut saluran Volkmann
tidak memiliki rongga
terletak di bagian luar tulang spons
terdiri atas berjuta-juta sistem Havers yang tersusun menurut sumbu panjang tulang.
sistem Havers ditemukan pertama kali oleh dokter berkebangsaan Inggris, Clopton Havers
sisterm Havers terdiri atas lamela matriks tulang, lakuna, kenalikuli, dan saluran Havers
setiap saluran Havers dkelilingi 5-20 lamela secara konsentris
dalam lakuna berisi sel-sel tulang atau osteosit
Sel induk ber-totipotensi (toti=total) : sel induk yang memiliki potensi untuk berdiferensiasi menjadi semua jenis sel, yaitu sel ekstraembrionik, sel somatik, dan sel seksual. Jenis sel ini dapat bertumbuh menjadi organisme baru bila diberikan dukungan maternal yang memadai. Sel induk bertotipotensi diperoleh dari sel induk embrio, hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma.

Sel induk ber-pluripotensi (pluri=jamak) : sel-sel yang dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel dalam tubuh, namun tidak dapat membentuk suatu organisme baru.

Sel induk ber-multipotensi : sel-sel yang dapat berdiferensiasi menjadi beberapa jenis sel dewasa.

Sel induk ber-unipotensi (uni=tunggal) : sel induk yang hanya dapat menghasilkan satu jenis sel tertentu, tetapi memiliki kemampuan memperbarui diri yang tidak dimiliki oleh sel yang bukan sel induk.
Berdasarkan potensi
Adalah sel yang mengaktivasi lintasan onkogenik berupa tumorigenesis yang membuat sel normal mengalami fase inisiasi tumor, namun sel punca kanker tidak memiliki sifat tumorigenik.
Dari data terakhir, ditemukan keberadaan sel punca kanker pada berbagai jenis kanker seperti leukimia, kanker payudara, kanker otak, kanker otak, kanker usus besar dan kanker kulit.
Sel punca kanker pankreas memiliki kluster diferensiasi CD44, CD24 dan epithelial-specific antigen, selain SDF-1 (stromal cell-derived factor 1)/CXCR4 untuk bermigrasi seperti sel punca normal,[9] serta ekspresi genetik lebih tinggi dari sel punca normal, seperti gen BMI-1 dan SHH (Sonic hedgehog) untuk memperbaharui diri.
berdasarkan asalnya
Sel induk ini diambil dari embrio pada fase blastosit (5-7 hari setelah pembuahan).
Massa sel bagian dalam mengelompok dan mengandung sel-sel induk embrionik.
Sel-sel diisolasi dari massa sel bagian dalam dan dikultur secara in vitro.
Sel induk embrional dapat diarahkan menjadi semua jenis sel yang dijumpai pada organisme dewasa, seperti sel-sel darah, sel-sel otot, sel-sel hati, sel-sel ginjal, dan sel-sel lainnya.
Sel germinal/benih embrionik (embryonic germ cells)

Sel punca fetal adalah sel primitif yang dapat ditemukan pada organ-organ fetus (janin) seperti sel punca hematopoietik fetal dan progenitor kelenjar pankreas.
Sel punca neural fetal yang ditemukan pada otak janin menunjukkan kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel neuron dan sel glial (sel-sel pendukung pada sistem saraf pusat).
Darah, plasenta, dan tali pusat janin kaya akan sel punca hematopoietik fetal.

Sel punca dewasa mempunyai dua karakteristik.
Karakteristik pertama adalah sel-sel tersebut dapat berproliferasi untuk periode yang panjang untuk memperbarui diri.
Karakteristik kedua, sel-sel tersebut dapat berdiferensiasi untuk menghasilkan sel-sel khusus yang mempunyai karakteristik morfologi dan fungsi yang spesial.
Salah satu macam sel induk dewasa adalah sel induk hematopoietik (hematopoietic stem cells), yaitu sel induk pembentuk darah :yang mampu membentuk sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah yang sehat.
Sumber sel induk hematopoietik adalah sumsum :tulang, darah tepi, dan darah tali pusar.
Pembentukan sel induk hematopietik terjadi pada tahap awal embriogenesis, yaitu dari mesoderm dan disimpan pada situs-situs spesifik di dalam embrio.
Sel induk mesenkimal/ mesenchymal stem cells (MSC)dapat ditemukan pada stroma sumsum tulang belakang, periosteum, lemak, dan kulit.
MSC termasuk sel induk multipontensi yang dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel tulang, otot, ligamen, tendon, dan lemak.
Namun ada beberapa bukti yang menyatakan bahwa sebagian MSC bersifat pluripotensi sehingga tidak hanya dapat berubah menjadi jaringan mesodermal tetapi juga endodermal.

Sel punca embrio (embryonic stem cells)
Sel punca fetal
Sel punca dewasa (adult stem cells)
Sel induk hematopoietik
Sel punca mesenkimal
Sel punca kanker (cancer stem cells)
ciri-ciri
Pluripoten: kemampuan sel berdiferensiasi menjadi sel tubuh apapun yang berasal dari ketiga lapisan embrional -> ektoderm, mesoderm, endoderm
Multipoten: kemampuan sel berdiferensiasi hanya menjadi beberapa jenis sel yangbiasanya berada dalam suatu golongan, misal: sistem saraf atau sistem hematopoietik (pembentukan darah)
Belum berdiferensiasi, sehingga belum memiliki bentuk dan fungsi yang spesifik layaknya sel lain yang menyusun sel tubuh. Populasi sel punda dalam jaringan dewasa tampak sebagai populasi sel inaktif, yang fungsinya baru terlihat dalam waktu dan kondisi tertentu.
Mampu memperbanyak diri, yaitu dengan cara bereplikasi untuk menghasilkan sel-sel yang berkarakteristik sama dengan sel induknya.
Bisa berdiferensiasi lebih dari 1 jenis sel. Sel punca bersifat
pluripoten
atau
multipoten
, bergantung pada jenis sel punca tersebut.
Transplantasi sel punca
Transplantasi autologus (menggunakan sel induk pasien sendiri, yang dikumpulkan sebelum pemberian kemoterapi dosis tinggi)
Transplantasi alogenik (menggunakan sel induk dari donor yang cocok, baik dengan hubungan keluarga atau tanpa hubungan keluarga), atau
Transplantasi singenik(menggunakan sel induk dari saudara kembar identik.
jenis transplantasi
Sejak dilakukan pertama kali kira-kira 30 tahun yang lalu, transplantasi sumsum tulang digunakan sebagai bagian dari pengobatan leukemia, limfoma jenis tertentu, dan anemia aplastik. Karena teknik dan angka keberhasilannya semakin meningkat, maka pemakaian transplantasi sumsum tulang sekarang ini semakin meluas.

Prosedur:
biasanya dalam keadaan teranestesi total.
Sumsum tulang (sekitar 600 cc) diambil dari tulang panggul donor dengan bantuan sebuah jarum suntik khusus, kemudian sumsum tulang itu disuntikkan ke dalam vena resipien.
Sumsum tulang donor berpindah dan menyatu di dalam tulang resipien dan sel-selnya mulai berproliferasi.

Resiko :
timbulnya penyakit GvHD, di mana sumsum tulang yang baru menghasilkan sel-sel aktif yang secara imunologi menyerang sel-sel resipien.
kontaminasi virus lebih tinggi dan prosedur pencarian donor yang memakan waktu lama.

Transplantasi sel punca dari sumsum tulang (bone marrow transplantation)
Untuk mendapatkan jumlah sel induk yang jumlahnya mencukupi untuk suatu transplantasi, biasanya pada donor diberikan granulocyte-colony stimulating factor (G-CSF) untuk menstimulasi sel induk hematopoietik bergerak dari sumsum tulang ke peredaran darah.
Dilakukan dengan proses yang disebut aferesis. Jika resipien membutuhkan sel induk hematopoietik, pada proses ini darah lengkap diambil dari donor dan sebuah mesin akan memisahkan darah menjadi komponen-komponennya, secara selektif memisahkan sel induk dan mengembalikan sisa darah ke donor.
Pertama kali berhasil dilakukan pada tahun 1986.

Keuntungan :
Lebih mudah didapat.
Pengambilan sel induk darah tepi tidak menyakitkan dan hanya perlu sekitar 100 cc.
Sel induk darah tepi lebih mudah tumbuh.
Kelemahan:
Sel induk darah tepi lebih rentan, tidak setahan sumsum tulang.
Sumsum tulang juga lebih lengkap, selain mengandung sel induk juga ada jaringan penunjang untuk pertumbuhan sel. Karena itu, transplantasi sel induk darah tepi tetap perlu dicampur dengan sumsum tulang.

Transplantasi sel punca darah tepi (peripheral blood stem cell transplantation)
Untuk mendapatkan jumlah sel induk yang jumlahnya mencukupi untuk suatu transplantasi, biasanya pada donor diberikan granulocyte-colony stimulating factor (G-CSF) untuk menstimulasi sel induk hematopoietik bergerak dari sumsum tulang ke peredaran darah.
Dilakukan dengan proses yang disebut aferesis. Jika resipien membutuhkan sel induk hematopoietik, pada proses ini darah lengkap diambil dari donor dan sebuah mesin akan memisahkan darah menjadi komponen-komponennya, secara selektif memisahkan sel induk dan mengembalikan sisa darah ke donor.
Pertama kali berhasil dilakukan pada tahun 1986.
Keuntungan :
Lebih mudah didapat.
Pengambilan sel induk darah tepi tidak menyakitkan dan hanya perlu sekitar 100 cc.
Sel induk darah tepi lebih mudah tumbuh.
Kelemahan:
Sel induk darah tepi lebih rentan, tidak setahan sumsum tulang.
Sumsum tulang juga lebih lengkap, selain mengandung sel induk juga ada jaringan penunjang untuk pertumbuhan sel. Karena itu, transplantasi sel induk darah tepi tetap perlu dicampur dengan sumsum tulang.
Transplantasi sel punca darah tepi (peripheral blood stem cell transplantation)
aplikasi dalam kehidupan
Menggunakan sel stem sumsum tulang (bone marrow) yang beredar dalam darah perifer dan sel stem yang sudah berada di jantung akan menuju ke daerah infark, tetapi jumlahnya tidak cukup untuk dapat mengatasi dan menyembuhkan daerah infark tersebut.
Sel stem akan membentuk sel kardiomiosit dan juga mengadakan neovaskularisasi.
Karena jumlah sel stem endogen kurang banyak maka logis untuk mecarikan bantuan sel stem dari luar yang bisa berasal dari sumsum tulang atau sumber lain seperti UCB.
Hal ini telah dilakukan dengan hasil yang cukup menggembirakan.
Intracoronary infusion BM stem cell otolog telah dilakukan pada 22 pasien dengan AMI dan melaporkan hasil yang sangat baik.
Sekarang dalam literatur sudah banyak dilaporkan hasil positif pemberian sel stem BM intrakoroner pada AMI.

Pengobatan infark jantung
Pengobatan diabetes tipe I
Pada diabetes tipe I sel pankreas beta yang mensekresi insulin mengalami kerusakan oleh faktor genetik, lingkungan dan imunologik. Akibatnya terjadi defisiensi insulin dan menyebabkan hiperglikemi.
Transplantasi seluruh organ pankreas kadaver dapat menyembuhkan penderita.
Tetapi jumlah kadaver sangat sedikit dan obat imunosupresi yang dibutuhkan untuk mencegah reaksi imunologik menimbulkan banyak efek samping.
Transplantasi sel stem merupakan alternatif baik dan telah menunjukkan hasil positif pada mencit.
Tetapi masih banyak kendala yang harus diatasi supaya penggunaan sel stem untuk menyembuhkan pasien diabetes tipe I dapat terlaksana.

thankyou for
your attention :)
Full transcript