Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Aliran Moneratis

No description
by

alvin nur pradipta

on 2 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Aliran Moneratis

PERBEDAAN MONETARIS-KEYNESIAN
Aliran Moneratis

Alvin Nur Pradipta 2011-022-053
David Lawrence 2013-022-101

KRITIKAN TERHADAP KEBIJAKSANAAN INTERVENSI KEYNESIAN
POKOK-POKOK PIKIRAN ALIRAN MONETARIS
PERHATIAN TERHADAP EKONOMI MIKRO
Latar Belakang
Pada tahun 50-an dan 60-an kebanyakan ekonom percaya bahwa boom dan depresi merupakan penyakit masa lampau yang tak perlu dikhawatirkan akan muncul kembali.

Kalau terjadi inflasi, yang dipersepsikan terjadi karena pengeluaran agregat terlalu besar, maka untuk memberantas inflasi tersebut pemerintah perlu mengurangi pengeluaran, atau meninggikan tingkat pajak. Ataupun, kurangi jumlah uang beredar lewat kebijaksanaan uang ketat (tight money police), dan inflasi akan turun dengan sendirinya.

Teori Keynesian yang menyatakan bahwa selama masih banyak pengangguran maka selama itu pula pengeluaran masyarakat (public spending) dapat ditingkatkan tanpa menimbulkan inflasi, tidak lagi menunjukkan kebenaran dalam realitas.

Pada tahun 70-an harga-harga menunjukan kecenderungan peningkatan yang sangat tinggi, didorong oleh naiknya harga-harga minyak tahun 1973/1974 dan pengangguran semakin meningkat

Pandangan keynes yang tidak disukai pakar-pakar ekonomi, terutama pandangannya tentang “perlunya campur tangan pemerintah dalam mengarahkan dan membimbing perekonomian pada arah yang diinginkan”. Kritik paling vokal datang dari pakar-pakar ekonomi neo-klasik konservatif. Mereka dapat dibagi atas dua golongan, yaitu golongan tua dan muda. Semuanya mencela kebijaksanaan campur tangan permerintah Keynes sama kerasnya dengan celaan mereka terhadap sosialisme.
Friedman adalah pendukung berat perekonomian bebas, berbeda dengan tokoh-tokoh tua Libertarians yang sama sekali tidak menginginkan campur tangan permerintah. Friedman mengikuti ajaran Henry yang menganjurkan agar dalam upaya memajukan perekonomian perlu diberantas semua bentuk monopoli; batasi ukuran perusahaan; promosikan stabilitas ekonomi; batasi iklan yang tidak perlu yang hanya menghamburkan sumber daya dan dana.

Peran penting pemerintah bagi Friedman, yaitu untuk membantu menciptakan iklim perekonomian yang sehat.

Friedman memberikan contoh tentang kebijaksaan upah minimum. Kebijaksanaan yang dimaksudkan untuk memperbaiki kesejahteraan kaum buruh di satu sisi memang mulia. Tetapi jika tingkat upah yang ditetapkan terlalu tinggi, yang menyebabkan penguasa enggan berproduksi, akibatnya permintaan terhadap tenaga kerja akan dikurangi, dan pengangguran akan meluas, yang pada gilirannya menyebabkan tingkat kesejahteraan mereka semakin anjlok.

Golongan tua : Menger, Friedrich August von Hayek dan Ludwig von Mises.
Golongan muda : Milton Friedman

Celaan paling keras datang dari kelompok yang menamakan dirinya libertarian. Mereka ini menempatkan kebebasan individu di atas segala-galanya, dan melihat bahwa intervensi pemerintah dalam bentuk apapun sebagai ancaman bagi kebebasan individu. Alasan penolakan mereka bisa diwakili oleh pendapat Friedrich yang berisi “sekali pemerintah melakukan intervensi pasar, ini akan mengarah pada sosialisme, yang akhirnya akan menyebabkan berkurangnya kebebasan”

Friedman sangat menganjurkan untuk tidak terlalu sering bermain-main dengan kebijaksanaan moneter, sebab dampak kebijakan moneter yang berubah-ubah justru bisa membuat perekonomian tidak stabil.

Ketidakberhasilan ajaran-ajaran Keynes dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi melahirkan suatu aliran baru yang disebut “aliran moneratis”, yang mengutamakan kebijaksanaan moneter dalam mengatasi kemelut ekonomi waktu itu.

Laju pertumbuhan uang yang tinggi akan menyebabkan terjadinya booms dan inflasi, sedang penurunan dalam laju pertumbuhan uang dapat menimbulkan resesi dan kadang-kadang bahkan juga deflasi.

Perubahan dalam jumlah uang beredar sangat besar pengaruh terhadap (1) tingkat inflasi dalam jangka panjang (2) perilaku GNP riil dalam jangka panjang.

Dari Karl Brunner dalam artikelnya: “The Role of Money and Moneraty Policy”, pada prinsipnya kelompok moneratis mengajukan proposisi bahwa perkembangan (kejutan) moneter merupakan unsur yang penting dalam perkembangan produksi, kesempatan kerja, dan harga-harga; bahwa pertumbuhan jumlah uang beredar merupakan unsur yang paling dapat diandalkan dalam perkembangan moneter, dan bahwa perilaku otoritas moneter menentukan pertumbuhan jumlah uang beredar dalam gelombang konjunktur.

TOKOH-TOKOH ALIRAN MONETER
Tokoh aliran monetaris : Milton Friedman (mendapatkan Hadiah Nobel tahun 1976)

Antara Friedman dan Monetaris sering dianggap sebagai synonyms.
Tokoh-tokoh lain yang dianggap sealiran, atas pendukung-pendukung aliran monetaris antara lain; (1) Karl brunner (2) Allan Meltzer (3) Benner McCallum (4) Thomas Mayer (5) Phillip Cagan (6) David Laidler (7) Michael Parkin (8) William Poole.

Lembaga seperti Federal Reserve Bank dari St. Louis dan komite-komite kongres juga banyak menganut perspektif monetaris

Kaum monetaris tidak percaya pada teori Keynesian yang mengatakan bahwa perekonomian cenderung berada pada keseimbangan tingkat output rendah disebabkan kurang ampuhnya mekanisme korektif untuk membawa pasar kembali pada posisi keseimbangan pemanfaatan sumber daya penuh.

Dua diantara kekuatan-kekuatan tersebut adalah turunnya suku bunga dan mendorong investasi dan turunnya tingkat harga akan mendorong konsumsi melalui apa yang disebut Pigou effect.

Dalam “Bahasa” kurva IS-LM yang dikembangkan Keynesian, hal ini terjadi karena penurunan dalam pajak akan mendorong kurva IS bergerak ke kanan. Tetapi menurut kaum monetaris hal seperti ini tidak akan terjadi, sebab dalam perekonomian yang sudah memamfaatkan sumber daya secara penuh maka kurva LM berbentuk tegak lurus, dan dampak dari pergeseran kurva IS tidak akan memberi pengaruh pada output (crowding-out effect).

Kubu monetaris lebih menyukai kebijaksanaan moneter dalam menghadapi masalah-masalah ekonomi dibanding kebijaksanaan fiskal. Kebijaksanaan moneter yang dianjurkan kubu monetaris adalah kebijaksanaan moneter yang sifatnya netral dan berorientasi ke arah pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Kubu monetaris paling tidak suka dengan penggunaan kebijaksanaan fiskal untuk menstabilkan perekonomian. Alasannya, adalah sangat sulit mengimbangi setiap ayunan siklus ekonomi karena adanya faktor waktu.

Perbedaan menyebabkan perbedaan selanjutnya antara kubu Keynesian dengan kubu monetaris, di mana kalau kebijaksanaan yang dilakukan aliran Keynesian lebih sering bersifat ekspansif, sebaliknya kebijaksanaan yang digunakan oleh aliran monetaris cenderung kontraktif dan lebih konservatif.

Kelompok monetaris percaya bahwa kebijaksanaan peningkatan jumlah uang dalam jangka pendek berpengaruh dalam output riil. Dalam bahasa kurva IS-LM yang dikembangkan kubu neo-Keynesian, kenaikan dalam jumlah uang akan menggeser baik kurva LM maupun kurva IS ke kanan, yang berarti peningkatan dalam jumlah output. Tetapi gejala seperti ini hanya berlangsung dalam jangka pendek. Kecaman lain dari monetaris terhadap kubu Keynesian ialah bahwa dalam analisis IS-LM nya kubu Keynesian sama sekali mengabaikan pasar tenaga kerja.
Keynes dan para pendukungnya telah berjasa mengembangkan teori-teori makro yang melihat perekonomian secara agregat-agregat.
Tetapi teori-teori beserta kebijaksanaan makro yang dikembangkan Keynes tidak berhasil mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi yang dihadapi tahun 60an dan 70an. Sejak itu orang kembali berpaling pada teori-teori dasar ekonomi mikro.
Banyak pakar yang meletakkan teori-teori mikro untuk menjelaskan perilaku makro (micro underpinnings of macro model). Dua tokoh utama moneratis, yaitu Milton Friedman dan Edmund Phelp, kembali melirik model pasar persaingan sempurna klasik.
Model yang didasarkan pada asumsi pasar persaingan sempurna dipercayai lebih baik karena lebih mendekati realitas dari pada teori oligopoli yang lebih diminati oleh kubu neo-Keynesian selama ini.

Dalam posisi ini pasar disebut “bersih”, dimana tiap orang dapat membeli semua barang dan jasa yang ingin dibelinya dan tiap penjual dapat menjual sejumlah barang dan jasa sesuai harga pasar.
Pasar “bersih” seperti ini hanya dalam model pasar persaingan sempurna. Kubu monetaris, terutama Friedman dinilai sangat berjasa meluruskan falsafah liberal kaum klasik kembali sebagaimana yang diajarkan oleh Adam Smith.
Argumentasi Friedman menyokong ajaran klasik yang diterima dari kebijakan laissezfaire jauh lebih besar dari benefit yang diterima lewat terlalu banyaknya campur tangan pemerintah.

Terima Kasih :)
Full transcript