Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

PSAK 10 by Elsalina Chrisdiana

No description
by

elsalina chrisdiana

on 1 June 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PSAK 10 by Elsalina Chrisdiana

Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing PSAK 10 Definisi Tujuan Suatu perusahaan dapat melakukan aktivitas yang menyangkut valuta asing (foreign activities) dalam dua cara yakni melakukan transaksi dalam mata uang asing atau memiliki kegiatan usaha luar negeri (foreign operations). Untuk memasukkan transaksi dalam valuta asing pada laporan keuangan suatu perusahaan, transaksi tersebut harus dinyatakan dalam mata uang pelaporan perusahaan.
Pernyataan ini mengatur akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing yang meliputi penentuan kurs yang digunakan dan pengakuan pengaruh keuangan dari perubahan kurs vauta asing dalam laporan keuangan. Ruang Lingkup Pernyataan ini harus diterapkan dalam akuntansi untuk transaksi dalam valuta asing. Dimana pernyataan ini mengatur akuntansi hedge sebatas selisih kurs dalam transaksi hedge.
Aspek lain dari akuntansi hedge diatur dalam standar akuntansi keuangan terkait.
Pernyataan ini tidak mengatur tentang penjabaran laporan keuangan dari kegiatan usaha luar negeri untuk tujuan konsolidasi, atau konsolidasi parsial, atau melalui penerapan dengan metode ekuitas (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 11 tentang Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing) dan pernyataan ini tidak mengatur penyajian laporan arus kas tentang arus kas yang bersumber dari transaksi valuta asing (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2 tentang Laporan Arus Kas). Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini:
Kegiatan usaha luar negeri (foreign operation) adalah suatu anak perusahaan (subsidiary), perusahaan asosiasi (associates), usaha patungan (joint venture) atau cabang perusahaan pelapor, yang aktivitasnya dilaksanakan di suatu negara di luar negara perusahaan pelapor. Kegiatan usaha tersebut dapat merupakan suatu bagian integral dari suatu perusahaan pelapor atau suatu entitas asing. Entitas asing (foreign entity) adalah suatu kegiatan usaha luar negeri (foreign operation), yang aktivitasnya bukan merupakan suatu bagian integral dari perusahaan pelapor. Pengakuan Awal Suatu transaksi dalam mata uang asing adalah suatu transaksi yang didenominasi atau membutuhkan penyelesaian dalam suatu mata uang asing, termasuk transaksi yang timbul ketika suatu perusahaan: a) Membeli atau menjual barang atau jasa yang harganya didenominasi dalam suatu mata uang asing.
b) Meminjam (hutang) atau meminjamkan (piutang) dana yang didenominasi dalam suatu mata uang asing.
c) Menjadi suatu pihak untuk suatu perjanjian dalam valuta asing yang belum terlaksana; atau
d) Memperoleh atau melepaskan aktiva, menimbulkan atau melunasi kewajiban, yang didenominasi dalam suatu mata uang asing. Transaksi dalam mata uang asing dibukukan dengan menggunakan kurs pada saat terjadinya transaksi. Kurs tunai yang berlaku pada tanggal transaksi sering disebut kurs spot (spot rate). Untuk alasan praktis, suatu kurs yang mendekati kurs tanggal transaksi sering digunakan,
contohnya, suatu kurs rata-rata selama seminggu atau sebulan mungkin digunakan untuk seluruh transaksi dalam setiap mata uang asing yang terjadi selama periode itu. Namun, jika kurs berfluktuasi secara signifikan, penggunaan kurs rata-rata untuk satu periode tidak dapat diandalkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada setiap tanggal neraca: Pelaporan Pada Tanggal Neraca Berikutnya a)Pos aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dilaporkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tanggal neraca. Apabila terdapat kesulitan dalam menentukan kurs tanggal neraca, maka dapat digunakan kurs tengah Bank Indonesia sebagai indikator yang obyektif.
b) Pos non- moneter tidak boleh dilaporkan dengan menggunakan kurs tanggal neraca tetapi tetap harus dilaporkan dengan menggunakan kurs tanggal transaksi, dan
c) Pos non- moneter yang dinilai dengan nilai wajar dalam mata uang asing harus dilaporkan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada saat nilai tersebut ditentukan. Contoh Soal: PT INA (sebuah perusahaan yang didirikan di Indonesia dan menggunakan tanggal 31 Desember sebagai akhir periode keuangannya serta menggunakan Rp sebagai mata uang fungsionalnya)

membeli sejumlah barang yang di-invoice-kan seharga S$100.000 dari PT S (sebuah perusahaan yang didirikan di Malaysia yang menggunakan dolar Singapura (S$) sebagai mata uang fungsionalnya)
pada tanggal 10 April 2011 pada saat kurs S$1 = Rp.6600
PT INA diberi periode kredit selama 3 bulan. Saat PT INA melunasi utang sebesar S$100.000 pada tanggal 10 Juli 2011, kurs berada di tingkat S$1= Rp.6700 Dalam contoh ini, PT INA akan mencatat utang dagang Rp660 juta pada tanggal transaksi, 10 April 2011.Namun, pada saat melunasi jumlah terhutang pada tanggal 10 Juli 2011, PT INA harus membayar sebesar Rp670 juta, sehingga timbul selisih kurs sebesar Rp10.000.000 Secara teoritis, ada 2 cara untuk menangani selisih kurs : perspektif 1 transaksi dan perspektif 2 transaksi.Dari perspektif 1 transaksi, transaksi dagang dan transaksi pelunasan dipandang sebagai transaksi tunggal dan selisih kurs akan disesuaikan dengan transaksi dagang.Dari perspektif 2 transaksi, transaksi dagang dan transaksi pelunasan dipandang sebagai 2 transaksi yang berbeda dan selisih kurs akan dicatat secara terpisah sebagai laba atau rugi kurs. PSAK 10 mensyaratkan penggunaan perspektif 2 transaksiHal ini dinyatakan dalam paragraf 28 yang mensyaratkan bahwa selisih kurs diakui sebagai pendapatan atau beban pada periode terjadinya.Perspektif 2 transaksi dalam paragraf 28 juga berlaku untuk ‘selisih kurs belum direalisasi’ yaitu selisih kurs yang timbul akibat perubahan kurs antara tanggal transaksi dan tanggal pelaporan. Dalam penjabaran laporan keuangan mata uang asing, 2 persoalan akuntansi akan muncul :
1. manakah kurs yang akan digunakan untuk menjabarkan berbagai laporan posisi keuangan serta pos-pos laba rugi; dan
2. bagaimana menangani perbedaan kurs (disebut perbedaan penjabaran) yang diakibatkan oleh penjabaran ini. PENJABARAN LAPORAN KEUANGAN Merujuk pada PSAK 10, ada 2 skenario dimana penjabaran laporan keuangan dianggap perlu :
(a)ketika mata uang pelaporan suatu entitas tidak sama dengan mata uang fungsionalnya; dan
(b)ketika, untuk kepentingan penyajian laporan keuangan konsolidasian, mata uang pelaporan anak perusahaan dan perusahaan asosiasi tidak sama dengan induk perusahaan. Transaksi Valuta Berjangka Salah satu transaksi valuta berjangka SWAP adalah transaksi pertukaran dua valuta asing melalui pembelian tunai dengan penjualan kembali secara berjangka atau penjualan tunai dengan pembelian kembali secara berjangka.
Pada hakekatnya transaksi tersebut dilakukan untuk lebih mendapatkan kepastian tentang kurs penjabaran yang bersifat tetap selama dalam kontrak sehingga pembuat transaksi terhindar dari kerugian akibat perubahan kurs. Dalam transaksi SWAP pembuat transaksi umumnya memperhitungkan premi yang ditetapkan terlebih dahulu Perlakuan akuntansi transaksi valuta berjangka yang dilakukan untuk tujuan hedging hutang adalah sebagai berikut:
1. Selisih kurs tunai (spot rate) dan kurs masa depan (forward rate) dicatat sebagai diskonto atau premi yang arus diamortisasi sesuai dengan jangka waktu kontrak valuta berjangka.

2. Setiap akhir periode harus dihitung selisih kurs untuk hutang dalam mata uang asing (yang diproteksi melalui hedging), forward receivable dan forward payable dalam mata uang asing. Selisih kurs yang timbul sebagai akibat perbedaan antara kurs tanggal neraca dengan kurs tunai pada saat terjadinya transaksi diakui sebagai keuntungan atau kerugian kurs periode berjalan.

3. Dalam neraca, forward receivable atau forward payable, dan diskonto atau premi yang belum diamortisasi yang timbul dari kontrak valuta berjangka yang berhubungan harus dijadikan satu di bagian aktiva atau kewajiban, tergantung pada posisi neto dari seluruh pos tersebut. Investasi Neto dalam suatu Entitas Asing. Selisih kurs dapat disebabkan karena suatu devaluasi atau depresiasi luar biasa suatu mata uang dalam keadaan tidak tersedia fasilitas hedging dan menimbulkan kewajiban yang tak terselesaikan akibat-perolehan aktiva yang baru saja dilakukan dan harus dilunasi dalam mata uang asing. Selisih kurs tersebut dapat dimasukkan sebagai nilai tercatat (carrying amount) aktiva tersebut sepanjang nilai tercatat aktiva yang telah disesuaikan tidak melebihi jumlah terendah antara biaya pengganti (replacement cost) dan jumlah yang dapat diperoleh kembali (amount recoverable) dari penjualan atau penggunaan aktiva tersebut. Alternatif yang dipilih harus diungkapkan secukupnya.
Selisih kurs tidak termasuk dalam nilai tercatat suatu aktiva jika tersedia fasilitas hedging hutang valuta asing yang timbul dari perolehan aktiva. Tetapi, kerugian akibat perubahan kurs adalah bagian yang secara langsung dapat diatribusikan pada biaya perolehan aktiva jika kewajiban tidak dapat diselesaikan dan tidak terdapat alat praktis untuk hedging, contohnya, jika sebagai hasil dari pengendalian valuta asing terdapat penundaan dalam memperoleh mata uang asing. Maka dalam keadaan demikian biaya perolehan aktiva termasuk selisih kurs. Untuk selisih kurs yang timbul pada suatu pos moneter yang dalam substansinya membentuk bagian investasi neto perusahaan dalam suatu entitas asing harus diklasifikasikan sebagai ekuitas dalam laporan keuangan perusahaan hingga saat pelepasan (disposal) investasi neto dan pada saat tersebut harus diakui sebagai pendapatan atau beban (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 11 tentang Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing.
Suatu perusahaan mungkin memiliki suatu pos moneter berupa hutang piutang dengan suatu entitas asing. Apabila timbulnya dan penyelesaian pos moneter tersebut tidak terencana, dalam substansinya merupakan suatu perluasan, atau pengurangan dari, investasi neto perusahaan dalam entitas asing tersebut. Pos moneter itu mungkin mencakup piutang jangka panjang atau pinjaman tetapi tidak mencakup piutang dagang atau hutang dagang.
Selisih kurs yang timbul dari kewajiban valuta asing yang diperhitungkan sebagai suatu hedging dari investasi neto perusahaan dalam suatu entitas asing harus diklasifikasikan sebagai ekuitas dalam laporan keuangan perusahaan hingga pelepasan (disposal) investasi neto, dan pada saat tersebut harus diakui sebagai pendapatan atau sebagai beban (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.11 tentang Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing). Perlakuan Alternatif yang Diijinkan. Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri (a)Ruang lingkup invesasi neto dalam kegiatan usaha luar negeriSebuah perusahaan mungkin memiliki pos moneter yang diterima dari atau dibayarkan ke kegiatan usaha luar negeri. Pos yang penyelesaiannya tidak direncanakan atau tidak memiliki kemungkinan dilaksanakan di masa mendatang, secara substansi, adalah bagian dari investasi neto perusahaan tersebut dalam kegiatan usaha luar negeri. Hal ini ditetapkan dalam PSAK 10 paragraf 15.Interprestasi umum dari paragraf 15 adalah bahwa pos moneter adalah pos antara induk perusahaan local dan anak perusahaan asing.Amandemen menambahkan satu paragraf baru, paragraf 15, yang menetapkan bahwa perusahaan yang memiliki pos moneter yang diterima dari atau dibayarkan ke kegiatan usaha luar negeri mungkin adalah anak perusahaan dari grup perusahaan. (b)Pengakuan selisih kursParagraf 30 dari PSAK 10 menetapkan bahwa selisih kurs yang muncul dari pos moneter yang membentuk bagian dari investasi neto suatu entitas dalam kegiatan usaha luar negeri dan yang dinyatakan baik dalam mata uang fungsional dari entitas yang melaporkan (perusahaan pelapor) maupun dari perusahaan di luar negeri (perusahaan asing) akan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif perusahaan pelapor atau perusahaan di luar negeri, tetapi akan diklasifikasikan kembali ke komponen ekuitas yang terpisah dalam laporan keuangan yang meliputi perusahaan asing dan perusahaan pelapor (yaitu laporan keuangan di mana perusahaan asing tersebut dikonsolidasikan, dikonsolidasikan secara proporsional atau dijelaskan dengan menggunakan metode ekuitas.) Pengungkapan Sebuah perusahaan harus mengungkapkan:
Jumlah selisih kurs yang diperhitungkan dalam laba neto atau kerugian untuk periode tersebut;
Selisih kurs neto yang diklasifikasikan dalam kelompok ekuitas sebagai suatu unsur yang terpisah, dan rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan akhir periode; dan
Jumlah selisih kurs yang timbul selama periode, yang termasuk dalam nilai tercatat suatu aktiva sesuai dengan perlakuan alternatif yang diijinka n dalam paragraf 20. Perusahaan mengungkapkan dampak atas pos-pos moneter mata uang asing sehubungan dengan suatu perubahan dalam kurs yang terjadi setelah tanggal neraca jika perubahan tersebut sedemikian besar sehingga bila tidak diungkapkan akan mempengaruhi kemampuan pembaca laporan keuangan untuk membuat evaluasi dan keputusan yang tepat (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 8 tentang Kontinjensi dan Peristiwa Setelah Tanggal Neraca). Pengungkapan juga diperlukan sehubungan dengan kebijakan manajemen risiko mata uang asing. Tanggal Efektif Pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan yang mencakupi periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Dan dalam hal ini, penerapan lebih dini dianjurkan. Terimakasih > Mata uang asing adalah mata uang selain mata uang pelaporan suatu perusahaan.
> Mata uang pelaporan adalah mata uang yang digunakan dalam menyajikan laporan keuangan.
> kurs adalah rasio pertukaran dua mata uang.
> Selisih kurs (exchange difference) adalah selisih yang dihasilkan dari pelaporan jumlah unit mata uang asing yang sama dalam mata uang pelaporan pada kurs yang berbeda.
> Kurs penutup (closing rate) adalah nilai tukar spot pada tanggal neraca.
> Investasi neto dalam suatu entitas asing adalah bagian (share) perusahaan pelapor dalam aktiva neto suatu entitas asing.
> Pos moneter adalah kas dan setara kas, aktiva dan kewajiban yang akan diterima atau dibayar yang jumlahnya pasti atau dapat ditentukan.
> Nilai wajar (fair value) adalah suatu jumlah yang dapat digunakan sebagai dasar pertukaran aktiva atau penyelesaian kewajiban antara pihak yang paham (knowledgeable) dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm's length transaction). M. Rafqi Rafsyanjani (023101072)
Henry Benjamin Sianipar (023101079)
Elsalina Chrisdiana (023101105)
M. Gilang Maulana (023101147)
Dwiky Ananda (023101160) Yeremia Andhika Gultom (023101208)
Full transcript