Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PEMAHAMAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN

No description
by

Riza Nanda Viciatri

on 13 May 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PEMAHAMAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN

PEMAHAMAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN
Riza Nanda V
Refdian Okky O
Nurul Hidayah
Inda Yunitasari
Tinta Karliana

ARTI PENTING PENGENDALIAN INTERN
Publikasi dari AICPA pada tahun 1947 berjudul internal control, menyebutkan factor-faktor berikut sebagai pendorong atas semakin luasnya pengakuan tentang pentingnya pengendalian intern.
Lingkup dan besarnya perusahaan sudah menjadi sedemikian kompleks dan meluas sehingga manajemen tidak mungkin lagi memimpin perusahaan secara langsung. Untuk mengatasi hal itu manajemen harus mengandalkan pada sejumlah laporan dan analisis agar dapat mengendalikan perusahaan secara efektif
Pengecekan dan review yang melekat pada suatu system pengendalian intern yang baik, akan dapat melindungi perusahaan dari kelemahan manusiawi dan mengurangi kemungkinan terjadinya kekeliruan dan ketidak beresan.
Dari segi auditing, pengendalian intern yang berlaku pada perusahaan klien akan sangat bermanfaat dalam membatasi lingkup audit.



Pada tahun 1977 satu dimensi baru muncul bersamaan dengan diberlakukannya FCPA di amerika serikat. Menurut undang-undang ini, manajemen dan deman komisaris amerika serikat maupun tidak, dilarang melakukan penyogokan dan diwajibkan melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam standard akuntansi.

Nasional Commission on Fraudelent Financial Reporting (Tredway commission) menegaskan kembali pentingnya pengendalian intern dalam upaya mengurangi kecurangan dalam pelaporan keuangan. Laporan yg disusun oleh komisi tersebut memuat hal2 berikut
Mencegah terjadinya kecurangan pelaporan keuangan
Menyelenggarakan pengendalian intern yg akan memberikan keyakinan memadahi
Organisasi yg menseponsori komisi ini atau (termasuk the auditing standard word) harus bekerja sama untuk mengembangkan tambahan pedoman tentang system pengendalian intern
Menindak lanjuti rekomendasi dari treadway commission pada tahun 1992 COSO menerbitkan laporan berjudul Internal Control-Intregated Framework.
Usaha usaha yg dilakukan COSO memiliki 2 tujuan utama berikut:
Menetapkan definisi pengendalian intern yg dapat memenuhi kebutuhan berbagai pihak
Menetapkan suatu standard yg dapat digunakan oleh bisnis dan entitas lainnya sebagai acuan dalam menetapkan pengendalian intern mereka dan menentukan bagaimana memperbaikinya

DEFINISI, KONSEP- KONSEP DASAR, DAN KOMPONEN


Pengendalian intern ialah suatu proses yang dipengaruhi olah dengan dewan komisaris, manajemen, dan personil satuan usaha lainnya, yang dirancang untuk mendapat keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan dalam hal-hal berikut:
Keandalan pelaporan keuangan.
Kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.
Efektifitas dan efisiensi operasi.

Pengendalian intern adalah suatu proses.
Pengendalian intern dipengaruhi oleh manusia.
Pengendalian intern hanya diharapkan memberikan keyakinan memadai.
Pengendalian intern adalah alat untuk mencapai tujuan dalam berbagai hal yang satu sama lain tumpang tindih yaitu pelaporan keuangan, kesesuaian, dan operasi.

• Lingkungan pengendalian.
• Perhitungan risiko.
• Informasi dan komunikasi.
• Aktivitas pengendalian.
• Monitoring

Konsep – konsep dasar yang terkandung dalam definisi diatas adalah sebagai berikut :
Komponen pengendalian intern yang saling berkaitan sebagai berikut:
MENDAPATKAN PEMAHAMAN TENTANG KOMPONEN-KOMPONEN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN
Metode yang dilakukan auditor untuk memenuhi standar pekerjaan lapangan kedua meliputi tiga kegiatan berikut :
Mendapatkan pemahaman yang cukup tentang struktur pengendalian intern yang berlaku pada perusahaan klien untuk merencanakan audit.
Memperhitungkan resiko pengendalian untuk setiap asersi penting yang terdapat pada saldo rekening, kelompok transaksi dan komponen pengungkapan dalam sebuah laporan keuangan.
Merancang penngujian substantive untuk setiap asersi laporan keuangan yang signifikan.
PENGARUH DARI STRATEGI AUDIT AWAL
Dua alternative strategi audit untuk perencanaan audit atas asersi-asersi signifikan laporan keuangan, yaitu:
Pendekatan tingkat resiko pengendalian ditetapkan maksimum.
Pendekatan tingkat resiko pengendalian ditetapkan lebih rendah.

Beberapa factor lain yang harus diperhatikan dalam mempertimbangkan tingkat pemahaman yang diperlukan:
Pengetahuan tentang klien dari audit tahun sebelumnya
Perhitungan awal resiko bawaan dan materialitas
Pemahaman industry tempat perusahaan melakukan kegiatan bisnisnya
Kompleksitas operasi perusahaan dan system akuntansinya.

PEMAHAMAN TENTANG LINGKUNGAN PENGENDALIAN
Auditor harus mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang komponen struktur pengendalian intern ini untuk mengetahui:
Kebiasaan, kesadaran, dan tindakan manajemen dan dewan komisaris mengenai lingkungan pengendalian
Pengaruh spesifik dari factor-faktor lingkungan pengendalian terhadap efektivitas komponen-komponen struktur pengendalian yang lain.

PEMAHAMAN TENTANG PERHITUNGAN RISIKO
Auditor harus menentukan bagaimana manajemen melakukan identifikasi risiko-risiko yang relevan terhadap penyajian secara wajar laporan keuangan, kesadaran yang mempengaruhinya dalam memperhitungkan signifikan tidaknya risiko-risiko tersebut

PEMAHAMAN TENTANG INFORMASI DAN KOMUNIKASI
SA 319 menyebutkan bahwa auditor harus mendapatkan pemahaman tentang system informasi yg relevan terhadap laporan keuangan untuk mengetahui:
Kelompok transaksi dalam perusahaan yang signifikan bagi laporan keuangan.
Bagaimana timbulnya transaksi tersebut
Catatan akuntansi, dokumen pendukung, informasi yang dapat dibaca computer, dan rekening tertentu dalam laporan keuangan yang terkait dalam pengolahan dan pelaporan transaksi.
Pengolahan akuntansi yang terkait sejak dari awal suatu transaksi sampai dimasukkan ke dalam laporan keuangan, termasuk bagaimana computer digunakan untuk pengolahan data
Proses pelaporan keuangan yg digunakan dalam mempersiapkan laporan keuangan perusahaan, termasuk estimasi akuntansi yang signifikan dan pengungkapannya.
PEMAHAMAN PEMONITORAN
Auditor perlu memahami jenis-jenis aktivitas efektifitas komponen-komponen struktur pengendalian intern dalam memenuhi laporan keuangan. Hal yang penting untuk ditanyakan kepada manajemen yang sesua dengan personil auditor intern adalah:
• Kedudukan staf auditor intern dalam perusahaan
• Aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh auditor intern
• Kesesuaian dengan standart professional auditor intern
• Sifat, saat, dan luas pekerjaannya
PROSEDUR-PROSEDUR UNTUK MEMPEROLEH PEMAHAMAN
Prosedur-prosedur untuk memperoleh pemahaman tentang struktur pengendalian intern terdiri dari :
Meriview pengalaman masa lalu dengan klien
Mengajukan pertanyaan tentang manajemen yang sesuai, pengawas, serta staf
Menginspeksi dokumen dan catatan
Mengobservasi aktivitas dan operasi perusahaan

PENDOKUMENTASIAN PEMAHAMAN
Pendokumentasian pemahaman tentang komponen-kompenen struktur pengendalian intern harus dilakukan pada setiap audit yang dilakukan. Bisa dilakukan dalam bentuk pertanyaan yang lengkap, bagan alir, table keputusan, uraian tertulis.
DAFTAR PERTANYAAN
Adalah serangkain pertanyaan tentang kebijakan dan prosedur pengendalian intern yang dipandang perlu oleh auditor untuk menjegah terjadinya salah saji dalam laporan keuangan. Daftar pertanyaan bisa terdiri dari satu daftar yang mencangkup kelima komponen SPI, atau bisa juga dibuat satu daftar pertanyaan tentang komponen SPI

BAGAN ALIR (FLOW CHART)
Bagan alir adalah diagram skematik dengan menggunakan symbol-simbol standart, menghubungkan garis alir, disertai anotasi, yang menggambarkan tahapan-tahapan yang dilalui dalam pengolahan informasi melalui system akuntasi. Bagan alir rinci harus menggambarkan secara memadai komponen-komponen berikut :
Semua operasi signifikan yang dilakukan dalam pengolahan kelompok transaksi
Metode pengolahan (manual berkomputer)
Luasnya pemisahan tugas dengan identifikasi setiap operasi perfungsi, departemen, atau individu
Sumber,aliran, dan disposisi copy dokmen yang relevan, catatan, dan laporan yang dibuat dalam pengolahan
MEMORANDUM NARATIF
Memorandum naratif adalah komentar tertulis yang berisi uraian mengenai pertimbangan auditor tentang SPI

PEMAHAMAN TENTANG AKTIVITAS PENGENDALIAN
Pemahaman setingkat ini mungkin telah mulai mengetahui tentang sejumlah aktivitas pengendalian. Untuk bidang-bidang tertentu yang diputuskan auditor untuk audit dengan pendekatan tingkat resiko pengendalian ditetapkan lebih rendah, auditor biasanya memerlukan tambahan pengetahuan tentang aktivitas pengendalian yang relevan dengan asersi-asersi tertentu.
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB
Laporan COSO menyimpulkan setiap orang dalam organisasi memiliki tanggung jawab terhadap struktur pengendalian intern organisasi, dan merupakan bagian dalam struktur tersebut. Pihak-pihak yg bertanggung jawab dalam SPI dan peranannya masing-masing adalah sebagai berikut:
Manajemen
Dewan komisaris dan komite audit
Auditor intern
Personil dan perusahaan lainnya
Akuntan independen atau akuntan publik
Pihak luar lainnya

TUJUAN SATUAN USAHA DAN PENGENDALIAN INTERN YANG RELEVAN DENGAN AUDIT
Manajemen menerapkan pengendalian intern guna memberikan keyakinan memadai untuk mencapai tiga kategori tujuan:
Keandalan informasi laporan keuangan.
Kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.
Efektifitas dan efisiensi operasi.
Tujuan-tujuan beserta pengendalian yang berkaitan lainnya juga bias relevan apabila menyangkut data yg digunakan auditor dalam menerapkan prosedur audit, misalnya :
Data non keuangan yang digunakan dalam prosedur analitis, seperti jumlah karyawan, volume barang yang diproduksi, dan data produksi dan pemasaran lainnya
Data keuangan tertentu yang disediakan terutama untuk tujuan intern, seperti anggaran dan data lain, digunakan oleh auditor untuk mendapatkan bukti tentang jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan.

KETERBATASAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PERUSAHAAN
Salah satu konsep dasar yang telah disebutkan dimuka adalah bahwa pengendalian intern hanya dapat memberikan keyakinan memadahi bagi manajemen dan dewan komisaris sehubungan dengan pencapaian tujuan perusahaan. Alasannya karena keterbatasan bawaan (inberent limitations) pada setiap struktur pengendalian perusahaan berikut:
Kesalahan dalam pertimbangan
Kemacetan
Kolusi
Pelanggaran oleh manajemen
Biaya dan manfaat
Full transcript