Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA BANGUNAN GALERI

No description
by

hadid syafaad

on 15 March 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA BANGUNAN GALERI

PENGERTIAN ARSITEKTUR KONTEMPORER
Kontemporer menandai sebuah disain yang lebih maju, variatif, fleksibel dan inovatif, baik secara bentuk maupun tampilan, jenis material, pengolahan material, maupun teknologi yang dipakai dan menampilkan gaya yang lebih baru.
• Pendekatan Tematik
Tema yang diambil adalah Arsitektur Kontemporer yang menekankan tentang desain yang lebih maju, variatif, fleksibel dan inovatif, baik secara bentuk maupun tampilan, jenis material, pengolahan material, maupun teknologi yang dipakai dan menampilkan gaya yang lebih baru.

• Pendekatan Tipologi Objek
Perancangan dengan pendekatan tipologis dibedakan atas dua tahap kegiatan yaitu tahap pengidentifikasian tipe/tipologi dan tahap pengolahan tipe.

• Pendekatan analisis Tapak dan Lingkungan
Dalam pendekatan ini, perlu dilakukan pemilihan lokasi dan tapak, serta analisis tapak dan lingkungan.

LOKASI
Lahan pada Ampera, Jakarta Selatan ini memiliki luas ±7.500 m². Penggunaan lahan pada lokasi ini di batasi 5000 m², yang akan di gunakan sebagai galeri pada daerah Ampera, Jakarta Selatan. Peruntukan Lahan ini adalah Kkt – Kpd. Pada lokasi ini bangunan existing yang telah terbangun adalah pertokoan.

METODE PENELITIAN
Metode yang di gunakan dalam penilitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang deskriptif yang bersifat eksplorasi, yaitu menggambarkan kondisi aspek fisik lingkungan di Ampera, Jakarta Selatan. Landasan teori digunakan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahasan hasil penelitian.
GALERI
Nur Mizrati (2013) mejelaskan, Galeri pada umumnya merupakan ruang untuk memamerkan benda. Gedung galeri seni merupakan suatu ruang dimana sekelompok orang ataupun secara individu dapat mengumpulkan karya seni dan memperlihatkannya kepada masyarakat atau kelompok penikmat seni lainnya sebagai bentuk apresiasi diri.

PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA BANGUNAN GALERI SENI DI AMPERA JAKARTA SELATAN
ARSITEKTUR
KONTEMPORER

PENDEKATAN
DESAIN
BANGUNAN

MENURUT
C.V SONDAKH
- Arthouse at the Jones Center
Austin, Texas, USA
Kubus
Concrete and Steel
2010
LTL Architect

- Kimball Art Center
Park City, Utah, USA
Kubus
Wood
2013
BIG Architect

- Prism Contemporary Art Gallery Sunset Boulevard, West Hollywood, California, USA
Kubus
Polycarbonate Panel
2009
P-A-T-T-E-R-N-S

- Mondecor Art Gallery
Kemayoran, Jakarta, Indonesia
Kubus dan Curve
Concrete and Steel
2011
Sardjono Sani

HADID SYAFAAD
1401126493
Berdasarkan Ernst Neufert (Neufert, 1999), ruang untuk memperagakan hasil karya seni, benda-benda budaya dan ilmu pengetahuan harus memenuhi persyaratan berikut:
• Benar-benar terlindung dari pengrusakan, pencurian, kebakaran, kelembaban, kekeringan, cahaya matahari langsung dan debu.
• Setiap peragaan harus mendapat pencahayaan yang baik.
• Biasanya ruang pamer hasil karya dibagi berdasarkan dengan koleksi yang ada.
• Peragaan benda-benda hendaknya dapat dilihat tanpa kesulitan Sudut pandang manusia biasanya 54o atau 27o dari ketinggian mata sehingga dapat disesuaikan dengan hasil karya yang diberi cahaya pada jarak 10 m.
± 103 Galeri
Ampera, Jakarta Selatan
Data dan Teknik Pengumpulan Data
1. Melakukan Studi banding paling sedikit 3 Galeri yang memiliki konsep kontemporer pada 10 tahun sebelumnya, sebagai landasan bentuk dasar dan acuan Arsitektur Kontemporer dalam pembentukan Galeri seni di Ampera, Jakarta Selatan.

2. Mengidentifikasi bentuk bangunan berdasarkan fungsi bangunan Galeri. Dengan cara melihat kegiatan yang berlangsung di dalam galeri dengan cara pengamatan langsung lapangan di Jakarta, Indonesia. Analisis tersebut digunakan untuk mendapatkan program ruang, kebutuhan ruang dan karakteristik bangunan Galeri pada Ampera, Jakarta Selatan.

3. Data mengenai Lokasi Ampera, Jakarta Selatan. Menganalisa dan mengidentikasi akses di sekitar kawasan tersebut yang dapat mempengaruhi bentuk bangunan Galeri. Serta melihat ketersediaan sarana dan prasarana penunjang dalam kawasan Ampera, Jakarta Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung di lapangan.

Thank You
Latar Belakang
Berkembangnya seni semakin beragam, mayoritas seni yang di pamerkan itu sendiri adalah seni kontemporer.
Dimana seni kontemporer menarik para penikmat seni untuk datang dan lebih banyak di nikmati dari segala golongan. Pengertian seni kontemporer adalah seni yang modern atau bisa di bilang masa kini, mengikuti perkembangan jaman sekarang.
Jumlah Galeri di Jakarta ±103 Galeri seni, Namun Galeri yang ada di Jakarta sedikit sekali yang mendukung pameran seni kontemporer dilihat dari segi bentuk bangunan hanya sebatas Interior saja. Sebagai contoh galeri yang sangat sering di gunakan untuk pameran seni kontemporer adalah Galeri Nasional.

“Bangunan-bangunan galeri yang ada rata rata penampilannya hanya sederhana, monoton dan tidak menunjukkan sebuah bangunan galeri seni, sehingga masyarakat kurang mengerti kegiatan apa yang terdapat didalamnya. Antusias masyarakat untuk mengunjungi dan menikmati suatu pameran seni sangat kurang”
Ferdinan, Seniman, Alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Terdapat Pameran penting yang pernah digelar di Galeri Nasional Indonesia antara lain:

CP Open Biennale, Pameran Seni Rupa Nusantara, Asean New Media Arts Exhibition, OK Video, Jakarta Biennale, Pameran Besar Seni Rupa Indonesia: MANIFESTO, Indonesia Art Award Exhibition; Pameran Karya Anak2 Berprestasi; Pameran “The Jakarta International Photo Summit, dll serta pameran lain yang menampilkan karya seniman Indonesia dan mancanegara.
yang dimana pameran tersebut mayoritas pameran seni kontemporer.
Full transcript