Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

Anneke Noviyantie

on 9 May 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

KINETIKA KIMIA
solvolisis tert-butil klorida oleh Kelompok 2

Indri Indriyani 17
Hearul Anam 19
Inez Tri Anisa 21
Riana Adisti 23
Febrian Rizkianto 25
Farhan Azwin 27
Nurul Wahdini 29
Arif Hidayat 31
Tujuan Percobaan Prinsip Percobaan Mekanisme Reaksi Reaksi Substitusi unimolekular (SN1) Sterereokimia dan Laju reaksi SN1 Teori Dasar Pengaruh Pelarut pada laju reaksi .Membuktikan bahwa solvolisis tert-butil klorida merupakan reaksi SN1
Menentukan konstanta laju reaksi tert-butil klorida
mengetahui efek pelarut terhadap laju reaksi Reaksi subtitusi nukelopilik unimolekular (SN1), yaitu reaksi pertukaran nukleopil yang diawali dengan pemebentukan karbokation dan penyerangan nukleopil
solvolisis, penguraian suatu senyawa oleh pelarut. dimana pelarut tersebut bertindak sebagai suatu nukleopil
hukum laju reaksi orde pertama, berkurangya konsentrasi halida persatuan waktu
reaksi netralisasi, reaksi antara satu ekivalen asama dan satu ekivalen basa yang membentuk garam dan air Reaksi substitusi atau disebut reaksi pertukaran gugus fungsi terjadi saat atom atau gugus atom dari suatu senyawa karbon digantikan oleh atom atau gugus atom lain dari senyawa yang lain.


terjadi pada alkil halida tersier (bulki), dan merupakan reaksi ion. karena terlebih dahulu membentuk suatu kabon yang mengemban muatan positiv taua disebut dengan karbokation. dan hanya dipengaruhi oleh konsentrasi reaktan dalam tahap penentu laju reaksi.

ketika suatu nukleopil yang menyerang karbokation, yang berperan sebagai pelarut, maka disebut dengan reaksi solvolisis.

reaksi SN1 dibagi menjadi tiga tahap:
1. terjadi perbedaaan muatan antara karbon dengan halogen, sehingga terlepas dan terbentuk karbokation tak stabil
2. penggabungan karbokation dengan nukleopil (pelarut) yang akan membentuk suatu alkohol berproton
3. lepasnya gugus H+ dari alkohol berproton, melalui reaksi asam basa yang cepat dan reversibel

(Fessenden halaman 181-182). pada tahap terjadinya pemebentukan kabrbokation, maka ion tert-butil akan membentuk hibridisasi SP2 dengan bentuk segitiga planar. posisi planar ini memudahkan karbokation untuk diserang dari depan ataupun belakang, sehinggga menghasilkan campuran rasemat ( S dan R). Pengaruh pelarut adalah pada kemampuan mensolvasi ion-ion, karbokation, nukleofil atau basa, dan gugus-gugus pergi. Dilihat dari tetapan dielektrik.
Pelarut polar -> SN1
Pelarut kurang polar -> SN2 dan E2

Semakin tinggi tetapan dielektrik semakin tinggi kepolaran semakin SN1 disukai. reaksi solvolisis






reaksi standardisasi natrium hidroksida oleh asma oksalat

reaksi netralisasi Dalam kimia, nukleofil adalah reagen yang membentuk ikatan kimia terhadap partner reaksinya. Nukleofil adalah sebuah spesies (ion atau molekul) yang tertarik kuat ke sebuah daerah yang bermuatan positif pada sesuatu yang lain. Nukleofil dapat berupa ion negatif penuh, atau lainnya yang memiliki muatan kuat di suatu tempat pada sebuah molekul. Nukleofil juga dapat berperilaku sebagai basa Lewis. maka, reaksi substistusi merupakan reaksi pergantian gugus pergi yang bersifat negatif (nukleopil), dan digantikan dengan gugus negatif (nukleopil) lain. suatu reaksi SN1 bersifat orde pertama dalam laju reaksi, karena laju hanya berbanding lurus dengan konsentrasi reaktan (RX). dan tahap ionisasi merupakan tahap penetu laju reaksi . Prosedur Pembuatan Pelarut Air : 2-Propanol (1:1) 50 mL air dimasukkan kedalam beaker glass 250 ml, kemudian di tambahkan dengan 50 mL 2-propanol. campuran diaduk, kemudian di tutup dengan plastik wrap dan di diamkan pada suhu ruang hingga homogen. standardisasi natium hidroksida oleh asam oksalat 0,04 N larutan natrium hidroksida 0,04 N di tempatkan di dalam buret. kemudian 10 mL asam oksalat di pipet kedalam erlemyer dan ditambahkan degan bromtimol biru. larutan dititrasi hingga warna berubah menjadi hijau yang bertahan selama 15 detik. penetuan laju reaksi kedalam labu erlemeyer 300 L, dimasukkan sampel sebanyak 1 gram dan ditambahkan pelarut. kemudian di aduk hingga homogen. terbentuk campuran.
kemudian campuran dipipet sebanyak 10 mL , kedalam erlemeyer yang berisi 15 mL aseton. kemudian ditambahkan dengan beberapa tetes bromtimol biru dan dititasi dengan NaOH. prosedur dilakukan untuk waktu reaksi 10, 20, 35, 50, 75 dan 100menit. Penetuan reaksi infiity (tak hingga) pada waktu reaksi ke 60 menit, campuran dipipet 10 mL kedalam erlemeyer berisi 15 mL air, kemudian ditambahkan dengan bromtimol biru dan dititasi dengan NaOH.
kemudian di plotkan log 10 (titer infinity-titer perwaktu) terhadap waktu, dan ditarik garis. kemudian konstanta laju reaksi ditentukan. Hasil Kesimpulan TERIMA KASIH...
Full transcript