Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PT. JASA MARGA (PERSERO) Tbk. Cabang Purbaleunyi

No description
by

Fanis Da

on 12 December 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PT. JASA MARGA (PERSERO) Tbk. Cabang Purbaleunyi

PT. JASA MARGA (PERSERO) Tbk. Cabang Purbaleunyi
Latar Belakang Perusahaan

Peraturan Pemerintah No. 04 Tahun 1978

Tanggal 01 Maret 1978 Pemerintah mendirikan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Tugas utama Jasa Marga adalah merencanakan, membangun, mengoperasikan dan memelihara jalan tol
BAB I
Pendahuluan
BAB II
Pengendalian Internal
Bab III
Sistem Akuntansi
Nama Perusahaan : PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk.
Tanggal Pendirian : 1 Maret 1978
Dasar Hukum : PP No. 04 tahun 1978
Modal Awal : Rp 9,52 Triliun
Modal Ditempatkan : Rp 3,4 Triliun
Kode BEI : JSMR
Bidang Usaha : Penyelenggara Jasa Jalan Tol.
Kepemilikan : Pemerintah 70% Masyarakat 30%
Alamat Kantor Pusat : PT. JASA MARGA (PERSERO) Tbk. Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah Jakarta 13550 Indonesia

Ringkasan Perusahaan
Pemilik Perusahaan
Pie Chart
Produk dan layanan PT. Jasa Marga (Persero) Tbk.
Tarif Tol PT. Jasa Marga (Persero) Cabang Purbaleunyi gerbang Pasteur
Visi Perusahaan
Menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Menjadi pemimpin (leader) dalam industri jalan tol dengan mengoperasikan mayoritas jalan tol di Indonesia, serta memiliki daya saing yang tinggi di tingkat Nasional dan Regional.
VISI 2017
Menjadi Perusahaan Pengembangan dan Operator Jalan Tol Terkemuka di Indonesia
VISI 2022
Menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia
Misi Perusahaan
Mewujudkan percepatan pembangunan jalan tol.
Menyediakan jalan tol yang efisien dan andal.
Meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa.
Analisis Swot
Weakness
Sistem informasi pada operasional masih semi manual. Harus melakukan inovasi teknologi dalam meningkatkan pelayanan jalan tol.
Opportunity
Mendapat dukungan dari Pemerintah dalam program pembangunan infrastuktur jalan tol.
Kebutuhan masyarakat akan jalan bebas hambatan.
Kebutuhan para pengusaha dalam bidang industri dan perdagangan untuk mendukung program meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan nasional untuk memberikan layanan kepada masyarakat oleh Pemerintah.
Wilayah jangkauan pembangunan jalan tol yang luas.
Harga tarif tol yang selalu naik.
Perubahan Undang–Undang Pemerintah yang berpengaruh terhadap jasa jalan tol.
Adanya barang pengganti yaitu penyedia angkutan umum.
Daerah Lokasi
Layout Kantor Lantai 2
Layout Kantor Lantai 1
Kebijakan Akuntansi Perusahaan
a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Lap.Keu Konsolidasian
b. Standar Akuntansi Baru
c. Aset Keuangan
d. Aset keuangan tersedia untuk dijual
e. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan
f. Liabilitas Keuangan
g. Instrumen Ekuitas
h. Estimasi nilai wajar
i. Penghentian Pengakuan
j. Kas dan Setara Kas
k. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan
l. Biaya Dibayar di Muka
m. Aset Tetap
n. Biaya Konstruksi
o. Pendapatan Tol
p. Pendapatan Usaha Lainnya
q. Beban
r. Beban Konstruksi
s. Goodwill
t. Pajak Penghasilan

Struktur Modal
Pemerintah RI sebesar 70% dan masyarakat sebesar 30%
Struktur Organisasi Perusahaan Kantor Pusat
Struktur Organisasi Kantor Cabang
Strenght
Jasa yang ditawarkan sangat dibutuhkan oleh masyarakat kalangan pekerja, pedagang dan umum dalam memudahkan perjalanan.
Tidak ada pesaing.
Salah satu BUMN yang mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dalam perijinan dan tender-tender kepemerintahan dalam membangun jalan tol.
Pelayanan dan fasilitas yang memuaskan para pengguna jalan tol.
Hampir 80 persen jalan tol yang ada di Indonesia saat ini dikelola Jasa Marga.
Telah menerapkan sistem dan pengendalian internal yang baik.
Telah memiliki citra yang baik di mata masyarakat.
Threath
Daerah Pemasaran :

PT. Jasa Marga (Persero) Cabang Purbaleunyi ini beralamat di Plaza Tol Pasteur Jl. Dr. Djunjunan No.257 Bandung
Pangsa pasar :

Masyarakat pekerja yang bertempat tinggal di wilayah sekitar jalan tol
Masyarakat industri yang memiliki usaha di daerah tersebut
Masyarakat otomotif yang memiliki usaha jasa angkutan di wilayah tersebut
Masyarakat umum yang akan keluar kota
Unsur-Unsur Sistem Pengendalian Intern
Struktur organisasi pada PT. Jasa Marga (Persero) berdasarkan hubungan lini

Tugas dan tanggung jawab masing-masing departemen telah ditetapkan oleh manajemen dalam job description. Dalam job description tersebut, telah ditetapkan tanggung jawab
Struktur Organisasi Yang Memisahkan Tanggung Jawab Fungsional Secara Tegas
Sistem Otorisasi Dan Prosedur Pencatatan
Otorisasi disusun oleh perusahaan sedemikian rupa dengan menetapkan wewenang dan tanggung jawab pada setiap tingkatan manajemen yang menunjukkan langsung antara atasan dengan bawahan yang dapat terlihat dalam struktur organisasi perusahaan

Bila tidak ada otorisasi akan mengakibatkan adanya kecurangan, selain itu untuk melacak suatu kesalahan lebih mudah.
Praktik Yang Sehat
Menetapkan suatu disiplin kerja yang harus ditaati oleh semua karyawan
Adanya pemisahan tugas yang cukup dalam penentuan struktur organisasi
Adanya pelimpahan wewenang yang telah dilaksanakan dalam job description
Adanya pemantauan dan kegiatan penilaian
Setiap bukti-bukti yang telah dirancang untuk merekam
Setiap akhir bulan setelah tutup buku, membandingkan dengan rekonsiliasi bank
Setiap transaksi yang dicatat oleh Bagin Akuntansi harus transaksi yang sah
Tidak boleh melakukan double job yang bukan tugasnya tanpa adanya konfirmasi.

Karyawan Yang Berkompeten
Persyaratan khusus :

Usia maksimal 25 tahun per 31 Desember 2013

IPK minimal 2,75 (Skala 4,00)

Persyaratan Umum :

Warga Negara Indonesia
Memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk)
Berijazah Sarjana (S1) dengan jurusan pendidikan sesuai persyaratan
Sehat mental dan fisik
Tinggi badan minimal untuk Perempuan 155cm dan Laki-laki 160cm (Tinggi dan Berat badan proporsional)
Berasal dari Perguruan Tinggi terkemuka dan terakreditasi
Tidak sedang menjalani ikatan dinas dengan instansi lain
Bersedia menjalani Ikatan Dinas dengan Perusahaan selama 2 tahun
Tidak pernah diberhentikan sebagai karyawan karena suatu pelanggaran oleh Pemberi Kerja sebelumnya
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja Induk dan Anak Perusahaan
Diutamakan memiliki pengalaman berorganisasi & pengalaman kerja
Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan)

Kualifikasi :

Sarjana Strata 1 jurusan Teknik Sipil, Manajemen Keuangan, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Elektro, Akuntansi, Manajemen Bisnis, Komunikasi, Psikologi dan Hukum.

Waktu Kerja
Karyawan Kantor
Senin - Jumat : 08.00 - 17.00
Petugas Gerbang Tol

1. Shift 1 06.00 WIB - 14.00 WIB
2. Shift 2 14.00 WIB - 22.00 WIB
3. Shift 3 22.00 WIB - 06.00 WIB
Sistem Akuntansi Penerimaan Tol
Kegiatan Umum
Sistem penerimaan tol menjelaskan tentang sistem penerimaan pendapatan perusahaan yang berasal dari pendapatan operasional Tol

Tujuan
Menerima pembayaran dari pengendara atas jasa
yang diakui sebagai pendapatan oleh perusahaan

Pemilik Proses
1. Subbag. Pengumpulan Tol (PT)
2. Subbag. Akuntansi
3. Bagian Keuangan Kantor Cabang

Jaringan Prosedur Penerimaan Tol
1. Prosedur Penerimaan Pendapatan Tol
Subbag. Pengumpulan Tol (PT) yang ditunjuk oleh Kantor Cabang setelah membuat laporan Rekap Setoran Pendapatan Tol (RSPT) masing-masing gardu serta FSPT, kemudian melakukan input kedalam aplikasi ERP Keuangan, dengan tahapan sebagai berikut:
input invoice sesuai dengan laporan RSPT untuk membukukan pendapatan tol dan mencetak Laporan Rekapan Invoice.
Jurnal entry sistem:
Dr. Accounts Receivable (Piutang)
Cr. Pendapatan Tol

posting receipt & apply, untuk mencatat penerimaan kas pada aplikasi ERP.
Jurnal entry sistem:
Dr. Cash (Applied)
Cr. Accounts Receivable (Piutang)

2. Prosedur Penyetoran ke Bank
Subbag. Pengumpulan Tol Kantor Cabang membuat slip setoran Bank dan menyiapkan uang tunai yang akan disetor, serta melakukan penyetoran uang kepada petugas Bank serta menerima slip setoran Bank yang telah divalidasi oleh petugas Bank.
Subbag. Pengumpulan Tol menyerahkan Laporan Rekapan Invoice beserta Slip Setoran Bank kepada Kepala Pengumpulan Tol untuk diperiksa.

3. Prosedur Pencatatan Cash In Transit
Kepala Pengumpulan Tol menerima Laporan Rekapan Invoice & Slip Setoran Bank serta dokumen pendukung lainnya dari Subbag. Pengumpulan Tol, kemudian melakukan verifikasi terhadap dokumen terkait penerimaan tol.
Kepala Pengumpulan Tol melakukan Remittance pada aplikasi ERP, untuk mencatat cash in transit dan menandatangani Laporan Rekapan Invoice sebagai tanda persetujuan terhadap transaksi penerimaan tol yang telah di posting pada aplikasi ERP.
Jurnal entry sistem:
Dr. Cash in transit
Cr. Cash (Applied)

4. Prosedur Pencatatan Penerimaan
Subbag. Pengumpulan Tol menerima seluruh dokumen yang telah ditandatangani Kepala Pengumpulan Tol, dan menyimpan copy semua dokumen. Kemudian menyerahkan semua dokumen (Slip Setoran Bank dan RSPT) kepada Bagian Keuangan, kemudian diberikan kepada Subbag. Akuntansi.
Subag. Akuntansi Menerima Dokumen Pendapatan Tol berupa:
a. Bukti setoran Bank
b. Dokumen pendukung, yaitu:
- Laporan rekap invoice dari sistem
- Laporan rekap receipt dari sistem
Berdasarkan bukti rekening koran bank, Subag. Akuntansi melakukan pencocokkan dengan rekening Bank “Revenue”, bila dana belum masuk ke rekening, lakukan konfirmasi dengan Bank melalui surat dan lisan.
Subag. Akuntansi melakukan Clearing Pada Aplikasi ERP sesuai dana yang telah diterima, dan mencetak voucher penerimaan.
Jurnal entry sistem:
Dr. Bank
Cr. Cash in transit
5. Prosedur Rekapitulasi Penerimaan
Kepala Bagian Keuangan, melakukan verifikasi terhadap voucher dan dokumen pendukung lainnya, dan menandatangani voucher penerimaan. Subbag. Akuntansi menyimpan semua dokumen terkait transaksi penerimaan tol sesuai ketentuan. Berdasarkan data Bagian Keuangan, Kepala Cabang membuat rekapitulasi secara periodik kepada Direktur Keuangan UP. kepala Biro Keuangan dan Akuntansi, yaitu :
a. Hasil Pendapatan Tol Periode I: Tanggal 1 shift 1 sampai dengan tanggal 15 shift 3, dilaporkan pada tanggal 17 periode bulan berjalan.
b. Hasil Pendapatan Tol Periode II: Tanggal 16 shift 1 sampai dengan tanggal 31 (tanggal akhir bulan) shift 3, dilaporkan pada tanggal 3 periode bulan berikutnya.

Dokumen yang Digunakan
1. Laporan Rekap Setoran Pendapatan Tol (RSPT)
2. FSPT
3. Slip Setoran Bank
4. Laporan Rekapan Invoice
5. Laporan Rekap Receipt
6. Voucher Penerimaan
7. Rekening Koran Bank
8. Laporan Remittance

Catatan Akuntansi yang Digunakan
1. Invoice yang diinput dalam aplikasi ERP Keuangan
2. Posting receipt & apply, untuk mencatat penerimaan kas pada aplikasi ERP
3. Remittance pada aplikasi ERP, untuk mencatat cash in transit
4. Clearing pada aplikasi ERP sesuai dana yang telah diterima

Teknologi yang Digunakan
Aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning)

Sistem Pengendalian Internal
Saat Pengumpul Tol menyerahkan semua dokumen atas penerimaan tol ke Bagian Keuangan harus ada tanda tangan dari Kepala Pengumpulan Tol
Saat dilakukan rekonsiliasi harus ditandatangani oleh kedua belah pihak, dan Kepala Cabang
Kepala Bagian Keuangan menandatangani voucher penerimaan

Kelemahan :
1. Kurangnya penyimpanan dokumen setiap fungsi.
2. Pengendalian dalam penyusunan Rekapan Pendapatan Tol kurang, seharusnya ada buku atau sistem untuk merekam pendapatan setiap hari.

Saran :
1. Sebaiknya Kepala Pengumpul Tol dibuatkan fungsi tersendiri.
2. Setiap fungsi sebaiknya menyimpan dokumen untuk bukti atas penerimaan yang telah dicatat di setiap fungsi.

Sistem Akuntansi Penggajian

Kegiatan Umum
Sistem ini menjelaskan alur pembayaran gaji di Kantor Cabang

Tujuan
untuk melakukan proses pembayaran gaji kepada karyawan sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan

Pemilik Proses
1. Bagian SDM Kantor Cabang
2. Kepala SDM & Umum
3. Bagian Keuangan Cabang
4. Subbag. Akuntansi
5. Subbag. Perpajakan
6. Biro Keuangan dan Akuntansi Kantor Pusat
Jaringan Prosedur Penggajian

1. Prosedur Perhitungan Gaji
Subbag. SDM – renumerasi Kantor Cabang melakukan prosedur perhitungan serta input data gaji yang meliputi: proses gaji (payroll run), prepayment dan costing pada modul Payroll, untuk membukukan transaksi-transaksi terkait dengan biaya gaji pada General Ledger,
Jurnal yang terjadi di sistem:
A Dr. Biaya – biaya (sesuai akunnya)
Cr. Suspense Gaji

B Saat pencatatan potongan pinjaman
Dr. Suspense Gaji
Cr. Hutang (uang titipan, pajak dll)
Dr. Suspense Gaji
Cr Piutang Pinjaman

2. Prosedur Rekonsiliasi Data
Kemudian Subbag. SDM melakukan rekonsiliasi (validasi) untuk pencocokkan atas data gaji pada modul payroll dengan data yang akan dipindahkan (transfer) ke modul GL dan AP, secara bertahap yaitu:
a. Validate GL untuk pencocokkan data Payroll dengan GL, yaitu untuk biaya gaji, potongan-potongan, hutang gaji, jamsostek dllnya.
b. Setelah cocok, lakukan transfer data tersebut ke modul GL untuk memindahkan data ke modul GL.
c. Cetak Laporan “Transfer – GL Interface” sebagai hasil pemindahan data yang ditanda tangani oleh Kepala Unit Kerja.
d. Validate AP untuk mencocokkan data Payroll dengan Hutang Gaji (net : setelah potongan dan pajak terkait).
e. Setelah cocok, lakukan transfer data tersebut ke modul AP untuk memindahkan data biaya gaji ke modul AP.
f. Cetak Laporan “Transfer – AP Interface” sebagai hasil pemindahan data ke modul AP.
Kemudian Kabag SDM & Umum melakukan verifikasi Laporan Rekap Penghasilan Karyawan.

3. Prosedur Penetapan Pajak
Subag. Akuntansi menerima berkas gaji untuk dilakukan validasi invoice berdasarkan data gaji yang diterima dan menghasilkan dokumen hasil validasi invoice pajak atas data gaji. Menyerahkan dokumen validasi invoice pajak dan data berkas gaji ke Bagian Keuangan.
4. Prosedur Permohonan Gaji
Bagian Keuangan melakukan invoice internal A/R pada modul A/R untuk membukukan tagihan dana gaji ke Kantor Pusat. Kemudian Bag. Keuangan Cabang mengisi Form Dana Gaji untuk pengajuan permohonan Dana Gaji. Surat permohonan dana gaji Kantor Cabang disampaikan kepada Kepala Cabang untuk dimintakan persetujuan, beserta lampiran dokumen pendukung, yaitu :
• Invoice Piutang Gaji (dari modul AR) yang telah ditanda tangani Kabag. Keuangan.

5. Prosedur Pembayaran Upah
Kepala Cabang menerima surat permohonan dana gaji serta dokumen pendukung lainnya, memeriksa kebenaran data-data serta membubuhkan persetujuan pada dokumen permohonan dana Gaji Kantor Cabang.
Berkas dokumen permohonan dana gaji disampaikan ke Kepala Biro Keuangan & Akuntansi Kantor Pusat untuk dilakukan proses pembayaran.
Dokumen yang Digunakan
1. Data gaji pada modul payroll
2. Laporan “Transfer – GL Interface”
3. Laporan “Transfer – AP Interface”
4. Surat Permohonan Dana Gaji
5. Validasi Invoice Pajak
6. Invoice Piutang Gaji

Catatan Akuntansi yang Digunakan
1. General Ledger
2. Accounting Payable
3. Modul AR (Account Receivable)

Teknologi yang Digunakan
ERP (Enterprise Resource Planning)
Pengendalian Internal
Kabag SDM & Umum harus melakukan verifikasi Laporan Rekap Penghasilan Karyawan
Subag. Akuntansi menerima berkas gaji untuk dilakukan validasi invoice
Surat permohonan dana gaji Kantor Cabang atas persetujuan Kepala Cabang
Kelemahan :
1. Dalam melakukan invoice internal A/R (Accounting Receivable) tidak mencetak hasil pembukuan tersebut.
2. Kurangnya penyimpanan dokumen setiap fungsi sebagai bukti atas pencatatan atau pembukuan.

Saran :
1. Sebaiknya hasil dari invoice internal A/R yaitu dokumen Invoice Piutang Gaji divalidasi oleh Kepala Keuangan.
Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas

Kegiatan Umum
Dalam sistem akuntansi pengeluaran kas ini menjelaskan tentang alur pembayaran atas penagihan dari pihak luar

Tujuan
untuk melakukan pembayaran atas pembelian barang dari pihak luar dengan menggunakan cara transfer

Pemilik Proses
1. Subbag. Umum/ Bagian Umum
2. Bagian Perpajakan
3. Bagian Akuntansi
4. Bagian Keuangan
1. Prosedur Penerimaan Tagihan
Proses penagihan oleh pihak luar (Tagihan Eksternal) kepada Perusahaan melalui Subbagian Umum untuk Kantor Cabang. Surat penagihan ditujukan Kepala Cabang.
Surat tagihan dari pihak luar (Tagihan Eksternal), harus menunjuk dengan jelas alamat pembayaran dan pihak penerima pembayaran (beneficiary): Nama Perusahaan (Kontraktor/Rekanan), Nomor Rekening, Nama Bank (Cabang Bank), Nominal (Jumlah yang harus dibayar).

2. Prosedur Pemeriksaan Dokumen
Bagian Subbag Umum, bertanggung jawab terhadap:
i. Memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen penagihan dari pihak luar, sesuai transaksi serta kontrak perjanjian antara perusahaan dengan rekanan (penyedia jasa/barang).
ii. Kelengkapan dan keabsahan dokumen meliputi:
 Keaslian dokumen
 Nama rekanan sesuai dengan PO/Kontrak
 NPWP dan alamat
 Tanggal jatuh tempo
 Kelengkapan dokumen pendukung sesuai dengan transaksi
 Dan hal lainnya yang menjadi persyaratan dokumen tagihan sah diterima oleh perusahaan
iii. Mencocokkannya antara dokumen tagihan, Bukti Penerimaan Barang/ Berita Acara Serah Terima Barang/Jasa, Order Pembelian/SPK/Kontrak serta dokumen pendukung lainnya.
iv. Pemeriksaan/pencocokkan ketiga dokumen ini, meliputi:
 Tanggal & Nomor Dokumen (nomor PO/Tanda Terima/BAST)
 Nama/Jenis Barang atau pekerjaan jasa
 Jumlah barang atau presentasi pekerjaan
 Nilai barang/jasa yang diterima
 Perhitungan aritmatika atas unsur-unsur rincian barang atau pekerjaan jasa
 Kesesuaian dengan PPA beserta lampirannya yang telah disetujui
3. Prosedur Pencatatan
Setelah pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen dan kebenaran data dokumen tagihan beserta dokumen pendukungnya, Sub Bagian Umum Cabang harus melakukan posting pada sistem ERP agar proses selanjutnya dapat dilakukan oleh bagian lain.

4. Prosedur Permohonan Pembayaran
Formulir PP adalah formulir Permohonan Pembayaran yang dikeluarkan oleh Bagian Umum yang harus ditandatangani oleh Kepala Keuangan atas pembelian barang/jasa atau atas pengeluaran beban yang menggunakan mata anggaran tersebut.
Setiap pembayaran yang dilakukan harus sudah melalui tahapan persetujuan Permohonan Penggunaan Anggaran (PPA) oleh Kepala Bagian SDM & Umum (dengan merujuk pada nomor PPA yang telah disetujui), dan Form PP yang telah ditandatangani.

5. Prosedur Pengenaan Pajak
Sebagai pengendali dokumen pembayaran berikutnya, maka Subbag. Akuntansi & Perpajakan harus memastikan dasar pengenaan pajak serta tarif pemotongan pajak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku serta pemeriksaan terhadap data keuangan lainnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, maka bagian Akuntansi Pajak/ Subbag. Akuntansi Cabang melakukan validasi ke sistem ERP sebagai persetujuan dokumen tagihan (validasi ke ERP tersebut merupakan pencetus/“trigger” kewajiban hutang perusahaan tercatat).
6. Prosedur Pancatatan Tagihan Hutang
Pelaksanaan pembayaran transaksi tagihan dari pihak luar (Tagihan Eksternal) atas pengadaan barang/jasa, dapat dilakukan oleh Bagian Keuangan Cabang, apabila Dokumen tagihan beserta dokumen pendukung lainnya (PPA, PP , Bukti Penerimaan Barang dan lainnya) telah sampai ke Bagian Keuangan Cabang, dan transaksi telah dibukukan dalam Tagihan Hutang (account-payable): Hutang Rekanan, Hutang Kontraktor, Hutang Lainnya.

7. Prosedur Pembuatan Rencana Pembayaran
Laporan Rencana Pembayaran dibuat oleh Bagian Keuangan Cabang sesuai dengan tanggal jatuh tempo pembayaran. “Rencana Pembayaran” yang telah disetujui pejabat yang berwenang (Kepala Cabang) sesuai kewenangan yang ditetapkan.

8. Prosedur Pembayaran Tagihan
Bagian Keuangan membayar sesuai dengan data yang diterima kepada pihak luar. Semua pembayaran Perusahaan kepada pihak luar, pelaksanaan pembayarannya harus dengan cara transfer.

Dokumen yang Digunakan
1. Surat tagihan
2. Bukti Penerimaan Barang
3. formulir Permohonan Pembayaran
4. Permohonan Penggunaan Anggaran (PPA)
5. Laporan Rencana Pembayaran
6. Bukti Transfer

Teknologi yang Digunakan
Aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning)

Catatan Akuntansi yang Digunakan
1. validasi ke sistem ERP atas kewajiban hutang
2. Tagihan Hutang (account-payable)

Pengendalian Internal
Surat tagihan dari pihak luar (Tagihan Eksternal), harus menunjuk dengan jelas alamat pembayaran dan pihak penerima pembayaran (beneficiary)
Formulir PP harus ditanda tangani oleh Kepala Keuangan
Permohonan Penggunaan Anggaran (PPA) harus ditandatangan oleh Kepala Bagian SDM & Umum
Bagian Akuntansi Pajak/ Subbag. Akuntansi Cabang melakukan validasi
“Rencana Pembayaran” yang telah disetujui pejabat yang berwenang
Pelaksanaan pembayarannya harus dengan cara transfer.

Kelemahan :
1. Kurangnya penyimpanan dokumen setiap fungsi.
2. Lamanya proses pembayaran karena banyaknya formulir yang harus dibuat.


Saran :
1. Sebaiknya dalam menghitung pajak atas tagihan dari pihak luar disetujui oleh Kepala bagian keuangan.
2. Sebaiknya mencetak semua dokumen yang diposting dalam sistem ERP.
Full transcript