Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Kabinet Burhanuddin Harahap

No description
by

Airinnisa Hidayati

on 2 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kabinet Burhanuddin Harahap

Kelebihan
Kekurangan
Presiden, Soekarno, kurang merestui kabinet ini, karena yang menunjuk Burhanuddin Harahap sebagai formatir kabinet adalah Drs. Muh. Hatta
The End
Kabinet Burhanuddin Harahap demissioner pada tanggal 3 Maret 1956
Awal
Kabinet Ali – Wongso digantikan oleh kabinet Burhanuddin Harahap pada tanggal 12 Agustus 1955


Kabinet Burhanuddin Harahap
Salah satu program Kabinet Burhanuddin Harahap adalah “mengembalikan kewibawaan (gezag) moral pemerintah, dalam hal ini kepercayaan Angkatan Darat dan masyarakat terhadap pemerintah”.
Kabinet Burhanuddin H adalah cabinet yang koalisi dengan Masyumi sebagai intinya, sedang partai Nasional Indonesia (PNI) menjadi partai oposisi
Hanya memerintah selama 5 – 6 bulan saja tetapi banyak mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan
Menjalankan pemerintahan dengan kompak dan utuh, tidak ada pertentangan dan keretakan dalam tubuh kabinet
Tidak ada pertentangan antar partai yang ikut dalam koalisi kabinet ini, tidak seperti kabinet-kabinet sebelumnya.
Kelompok oposisi (contoh: PNI) tidak terlalu berusaha menjatuhkan kabinet.
Penyelenggaraan pemilu pertama yang demokratis pada 29 September 1955 (memilih anggota DPR) dan 15 Desember 1955 (memilih konstituante)

Terdapat 70 partai politik yang mendaftar tetapi hanya 27 partai yang lolos seleksi

Menghasilkan 4 partai politik besar yang memperoleh suara terbanyak, yaitu PNI, NU, Masyumi, dan PKI.
Perjuangan Diplomasi menyelesaikan masalah Irian Barat dengan pembubaran Uni Indonesia-Belanda
Pemberantasan korupsi dengan menangkap para pejabat tinggi yang dilakukan oleh polisi militer
Terbinanya hubungan antara Angkatan Darat dengan Kabinet Burhanuddin
Menyelesaikan masalah peristiwa 27 Juni 1955, yang menjadi penyebab kegagalan dari kabinet Ali dengan mengangkat Kolonel AH Nasution sebagai Staf Angkatan Darat pada 28 Oktober 1955
(12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956)
Kabinet ini merupakan kabinet terakhir yang pembentukannya didasarkan atas perimbangan kekuatan parlemen sementara. Setelah itu di mulai kembali kabinet baru yang dibentuk berdasarkan atas perimbangan kekuatan dalam parlemen hasil pemilu
Kabinet selanjutnya: Kabinet Ali – Rum – Idham (Ali S. II)
Susunan Kabinet
1. Perdana Menteri : Mr. Burhanuddin Harahap

2. Wakil Perdana Menteri I : R. Janu Permadi

3. Wakil Perdana Menteri II : Harsono Cokroaminoto

4. Menteri Luar Negeri : Mr. Anak Agung Gede Agung

5. Menteri Dalam Negeri : Mr. R. Sunaryo

6. Menteri Pertahanan : Mr. Burhaniddin Harahap

7. Menteri Keuangan : Prof. Dr. Sumirto Joyohadikusumo

8. Menteri Perekonomian : I.J. Kasimo

9. Menteri Pertanian : Muhammad Sarjan

10. Menteri Perhubungan : F. Laoh

11. Menteri Muda Perhubungan : Asroruddin

12. Menteri Agraria : Mr. Gunawan
13. Menteri Pekerj. Umum & Tenaga : R. Panji Suroso

14. Menteri Kehakiman : Mr. Lukman Wariadinata

15. Menteri Perburuhan : Iskandar Tejakusuma

16. Menteri Sosial : Sudibyo

17. Menteri Agama : K. H. Muhammad Ilyas

18. Menteri PP & K : Prof. Ir. Suwandi

19. Menteri Kesehatan : Dr. J. Leimena

20. Menteri Penerangan : Syamsuddin Sutan Makmur

21. Menteri Negara : Abdul Halim

22. Menteri Negara : Sutomo/ Bung Tomo

23. Menteri Negara : Drs. Comala Ajaib Nur
Full transcript