Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Psikologi Sosial:

No description
by

Bella Wira Segara

on 20 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Psikologi Sosial:

Psikologi Sosial:
Keluarga

Disusun oleh:
George Xaverius 170710110011
Muzhirul Haq 170710110032
Bella Wira Segara 170710110036
Desky Syahputra 170710110042
Farah Firsanty 170710120019
Conita Adelina 170710120023
Fardina Himma 170710120024
Megia Ginanjar 170710120028
Noviyanti Arlina 170710120044
Rasdica Denara 170710120046
Pengertian Kelurga
Ikatan hidup antar manusia yang paling kecil
Terdiri paling sedikit 2 orang dewasa yang berlainan jenis
Perserikatan berdasarkan atas ikatan darah, perkawanin atau adopsi
Kadang hanya terdiri dari seorang laki-laki saja atau perempuan saja dengan atau tanpa anak
Psikologi keluarga
Menurut Departemen Kesehatan RI, Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Lanjutan...
Menurut Salvicion dan Ara Celis, Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
Lanjutan...
Keluarga berasal dari bahasa sansekerta kula dan warga yang bersatu menjadi kulawarga yang berarti anggota atau kelompomk kerabat.
Tahap pembentukan keluarga
Pasangan baru
Membina hubungan dan kepuasan
Menetapkan tujuan bersama
Mengembangkan keakraban
Membina hubungan dengan keluarga lain teman dan kelompok sosial
Diskusi tentang anak yang diharapkan
Struktur keluarga
Struktrur keluarga dibagi menjadi empat :
1. Patrilineal
2. Matrilineal
3. Matrilokal
4. Patrilokal
Ciri-ciri Struktur
Terorganisasi yaitu saling berhubungan saling ketergantungan antara anggota keluarga
Ada keterbatasan yaitu setiap anggota memiliki kebebasan tetapi juga memiliki keterbatasan dalam menjalani fungsi dan tugasnya masing-masing
Ada perbedaan dan kekhususan setiap anggota keluarga memiliki peranan fungsinya masing-masing
Fungsi keluarga
Pengaturan seksual
Fungsi reproduksi
Fungsi perlindungan dan pemeliharaan
Fungsi pendidikan
Fungsi sosialisasi
Fungsi afeksi dan rekreasi
Fungsi ekonomis
Fungsi status sosial
Fungsi Pembinaan spritual
Tipe kehidupan keluarga
Keluarga yang sibuk
Keluarga yang lemah wibawa
Keluarga yang tegang
Keluarga yang retak
Keluarga yang pamer
Keluarga yang ideal
Keluarga yang sakinah
Bentuk keluarga
Keluarga inti (nuclear family ) adalah keluarga yang terdiri dari dari ayah, ibu dan anak-anak.
Keluarga nedar (extended family) adalah keluarga ini ditambah sanak saudara.
Keluarga berantai (serial family) adalah keluarga yang terdiri dari satu wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
Keluarga duda/janda
Problem keluarga
Problem seks
Problem kesehatan
Problem ekonomi
Problem pendidikan
Problem pekerjaan
Problem hubungan inter dan antar keluarga
Problem agama
TERIMAKASIH
Kesimpulan
Dalam membentuk sebuah keluarga ideal harus melewati beberapa tahap perkembangan dan fase untuk menyempurnakan keluarga yang dibangun. Dalam tiap fase mungkin mengalami berbagi masalah yang semestinya bisa disikapi dengan bijak dan menjadikanya sebagai pengalaman berharga yang akan menjadi bekal menuju ke kedewasaan dari sebuah keluarga.

Perlu juga diperhatikan dalam membangun rumah tangga ada kalanya pasang surut sehingga bagi pasangan nikah seyogyanya selalu mengingat komitmen yang telah dibuat dalam melanjutkan tahapan selanjutnya. Pada kasus diatas dapat dipetik pelajaran bahwa dalam pembentukan rumah tangga rawan intervensi dari pihak ketiga sehingga pasangan nikah harus lebih bijak menyikapi setiap informasi yang datang.
Full transcript