Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Strategi dalam Mengatasi Ancaman Integrasi Nasional

No description
by

Dyah Permata Ulfah

on 16 February 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Strategi dalam Mengatasi Ancaman Integrasi Nasional

Strategi dalam Mengatasi Ancaman Integrasi Nasional

Nama Anggota :
Dinayasinta A /11
Duta Amay /12
Dyah Permata /13
Elisabeth Dian /14
Erikca Gardena /15
Fiska Chrismas /16
Friska Andani /17
Goldenia Maya /18
Liana Nur F /19
Lukas Prana /20
a. Di Bidang Ideologi dan Politik
b. Di Bidang Ekonomi
c. Di Bidang Sosial Budaya
Describe the idea you think is best
2. Strategi dalam Mengatasi Ancaman Non-Militer
Dibagi Menjadi 3 :
a. Strategi Mengatasi Ancaman di bidang Ideologi dan Politik
b. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Ekonomi
c. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Sosial Budaya
1. Strategi dalam Mengatasi Ancaman Militer
Ancaman militer sangat berbahaya apabila tidak diatasi. Oleh karena itu, harus diterapkan strategi yang tepat untuk mengatasi ancaman militer tersebut.
Ciri Sishankamrata
Cara mengatasi ancaman Tradisional
Cara mengatasi Ancaman Non-Militer
Based on Jim Harvey's speech structures
Berdasarkan UUD 1945 Pasal 30 ayat (1) sampai (5), menyatakan bahwa diantaranya :

(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara
(2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Indonesia Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung
(3)Tentara nasional Indonesia terdiri atas Angkatan darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara sebagai alat negara yang bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara
UUD 1945 juga memberikan gambaran, bahwa strategi pertahanan dan keamanan negara untuk mengatasi berbagai macam ancaman militer dilaksanakan dengan menggunakan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata)
Sishankamrata merupakan segala upaya menjaga pertahanan dan keamanan negara yang seluruh rakyat dan segenap sumbe daya nasional, sarana dan prasarana nasional, serta seluruh wilayah negara sebagai satu kesatuan yang utuh dan menyeluruh
1. Kerakyatan, yaitu orientasi pertahanan dan keamanan negara diabdikan oleh dan untuk kepentingan rakyat
2. Kemestaan, yaitu seluruh sumber daya nasional didayagunakan bagi upaya pertahanan
3. Kewilayahan, yaitu gelar kekuatan pertahanan dilaksanakan secara menyebar diseluruh NKRI sesuai dengan kondisi geografis dan sebagai negara kepulauan
Keterpaduan antara unsur militer diwujudkan dalam antara keterpaduan tiga kekuatan militer RI, yaitu keterpaduan kekuatan laut, darat dan udara. Sedangkan keterpaduan antar kekuatan militer dan kekuatan non-militer, diwujudkan dalam keterpaduan antar komponen utama, komponen cadangan, dan pendukung. Keterpaduan tersebut diperlukan dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan pertahanan, baik dalam rangka menghadapi ancaman tradisional maupun non-tradisional
1. Komponen utama, disiapkan untuk OMP
2. Komponen cadangan dilaksanakan sebagai pengganda komponen utama, melalui proses mobilisasi/demobilisasi
3. Komponen pendukung ( kekuatan pertahanan ) untuk tujuan perang dilaksanakan sebagai jalan terakhir apabila cara-cara damai tidak berhasil
Ancaman non militer adalah ancaman yang dilakukan oleh aktor non negara tehadap keutuhan wilayah, kedaulatan negara dan keselamatan bangsa Indonesia. Untuk mengatasinya dengan kekuatan pertahanan negara, terutama TNI, dan juga disiapkan untuk melaksanakan Operasi Militer Selain Perang ( OMSP )
Ada empat hal yang harus dikedepankan oleh globalisasi dalam bidang ini, yaitu demokrasi, kebebasan, keterbukaan, dan hak asasi.
Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia yang menganut paham demokrasi harus mampu menumbukan pemerintahan yang kuat, mandiri, dan tahan uji a mampu mengelola konflik kepentingan yang dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia
Untuk mencapai itu, Indonesia harus mewujudkan hal-hal :
1. Mengembangkan demokrasi politik
2. Mengaktifkan masyarakat sipil dalam arena politik
3. Mengadakan reformasi lembaga politik
4. Memperkuat kepercayaan rakyat dengan menegakkan pemerintahan yang berwibawa dan bersih
5. Menegakkan supremasi hukum
6. memperkuat Indonesia dalm kancah politik internasional
Sistem ekonomi kerakyatan merupakan senjata ampuh untuk melumpuhkan ancaman di bidang ekonomi dan memperkuat kemandirian bangsa Indonesia
Untuk mewujudkannya, diperlukannya perwujudan hal-hal :
1. Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik pasar dalam negeri
2. Pertanian dijadikan prioritas utama
3. Diadakan perekonomian yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat
4. Tidak bergantung pada badan multilateral ( IMF, WTO, Bank Dunia)
5. Mempererat kerjasama dengan negara berkembang lainnya
Banyak faktor yang mungkin menimbulkan perubahan sosial, diantaranya yang memegang peranan penting ialah, faktor teknologi dan faktor kebudayaan
Bangsa Indonesia harus memelihara keseimbangan fundamental, yaitu keseimbangan antara manusia dengan alam semesa, manusia dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan, keseimbangan kemajuan lahir dan kesejahteraan batin. kesadaran akan perlunya keseimbangan dan keserasian melahirkan toleransi yang tinggi, sehingga menjadi bangsa yang berbhineka dan bertekad untuk selalu hidup bersatu
Dari ayat tersebut, ditegaskan bahwa usaha pertahanan dan keamanan negara Indonesia merupakan tanggung jawab
seluruh
Warga Negara Indonesia. Sehingga tidak hanya TNI dan POLRI saja, namun masyarakat sipil juga berperan dalam menjaga keutuhan NKRI
Full transcript