Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

KERAJAAN ISLAM DI SULAWESI

No description
by

ratu ajeng

on 9 April 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KERAJAAN ISLAM DI SULAWESI

KERAJAAN GOWA-TALLO
kerajaan Gowa dan Tallo membentuk persekutuan tahun 1528, yang dikenal dengan sebutan kerajaan Makasar.
adanya dakwah dari Dato'ri Bandang & Dato' Sulaiman, perlahan-lahan kerajaan-kerajaan tersebut mulai memeluk islam
KERAJAAN BUTON
Negeri Buton disebut dengan
nama Butuni
. Rajanya bergelar
Yang Mulia Mahaguru
, tercatat dalam naskah Negarakertagama karya Empu Prapanca (1365 M).
cikal bakal Buton sebagai negeri telah dirintis oleh empat orang yang disebut dengan Mia Patamiana. Mereka adalah;
Sipanjonga
Simalui
Sitamanajo
Sijawangkati
Kehidupan Sosial Budaya
Naskah peninggalan Buton jauh lebih banyak dibanding naskah Ternate, negeri darimana Islam di Buton berasal.

Naskah-naskah tersebut mencakup bidang hukum, sejarah, silsilah, upacara dan adat, obat-obatan, primbon, bahasa dan hikayat yang ditulis dalam huruf Arab, Buri Wolio dan Jawi. Bahasa yang digunakan adalah Arab, Melayu dan Wolio.

KERAJAAN ISLAM DI SULAWESI
Thank you! {}
Raja-raja yang Memerintah
Raja yang pertama kali memeluk agama islam adalah
Karaeng Matoaya
(Raja Gowa) dengan gelar
Sultan Alaudin
yang memerintah Makassar tahun 1593-1639.
Mencapai puncak kejayaan pada masa
Sultan Hassanudin
(1653-1669)
Kehidupan Ekonomi
Kerajaan Makassar merupakan kerajaan maritim dan berkembang sebagai pusat perdagangan yang ditunjang oleh beberapa faktor;

Letak strategis (di Muara sungai)
Didepan pelabuhan terdapat gugusan pulau kecil.
Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis.
Kemahiran penduduk Makassar dalam bidang pelayaran dan pembuatan kapal besar jenis phinisi dan Lambo.

Pelayaran dan perdagangan di Makasar diatur berdasarkan hukum niaga yang disebut dengan ADE’ ALOPING LOPING BICARANNA PABBALUE
Phinisi
Lambo
Kehidupan Sosial Dan Budaya
Norma kehidupan masyarakat Makasar diatur berdasarkan adat dan agama Islam yang disebut
PANGADAKKANG
.
Masyarakat Makassar mengenal adanya lapisan masyarakat, seperti;
Lapisan atas yang merupakan golongan bangsawan (
Anakarung/karaeng
)
Lapisan menengah disebut
To maradeka
(rakyat kebanyakan).
Lapisan bawah disebut
Ato
(hamba sahaya).
Masyarakat Makassar terkenal dengan pembuatan kapal. jenis kapalnya
yaitu
Phinisi
dan
Lambo
.


Daerah kekuasaan Makasar luas, oleh karena itu ia menentang kehadiran dan monopoli yang dipaksakan oleh VOC yang telah berkuasa di Ambon.
Dengan kondisi tersebut maka timbul pertentangan antara Sultan Hasannudin dengan VOC, bahkan menyebabkan terjadinya peperangan. Peperangan tersebut akhirnya terjadi di daerah Maluku.
C. Kehidupan Politik
Peninggalan sejarah
Benteng Ujung Pandang (Fort Rotterdam)
Letaknya berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dibangun pada tahun
1545
oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama
I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna.
Kompleks Makam Raja Gowa-Tallo
Makam raja-raja Gowa-Tallo adalah sebuah kompleks makam kuno yang dipakai sejak abad XVII sampai dengan abad XIX Masehi.
Letaknya di RK 4 Lingkungan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Madya Ujungpandang.
Masjid Katangka
Mesjid Katangka didirikan tahun
1605 M
.
Bangunan mesjid ini sudah dilakukan beberapa pemugaran sehingga masjid tertua Kerajaan Gowa ini sulit diidentifikasi bentuk aslinya.
Keruntuhan Kerajaan Gowa-Tallo
Raja Bone Aru Palaka meminta bantuan Belanda untuk menyerang
Hasanuddin
karena wilayahnya dikuasai Gowa Tallo, maka dengan cepat Belanda menyambutnya.

Belanda menyerang dari laut
, sedangkan
Aru Palaka menyerang dari darat.
Dengan tekanan yang demikian berat akhirnya Belanda mempu memaksa Gowa Tallo menandatangani
Perjanjian Bongaya (1667)
.
Gowa Tallo menyerah kepada Belanda
tahun 1669
.

Kerajaan Buton dan Islam
Islam masuk ke Buton melalui Ternate pada pertengahan abad ke-16 M.
Selama masa pra Islam, di Buton telah berkuasa enam orang raja.
Perubahan Buton menjadi kesultanan terjadi pada tahun 1542 M
Setelah Raja Lakilaponto masuk Islam, kerajaan Buton semakin berkembang dan mencapai masa kejayaan pada abad 17 M
Undang-undang Kerajaan Buton disebut dengan Murtabat Tujuh yang mengatur tugas, fungsi dan kedudukan perangkat kesultanan.
Periode Pemerintahan dan Wilayah Kekuasaan
Era pra Islam Kerajaan Buton berlangsung dari
tahun 1332 hingga 1542

M
. Sementara periode Islam berlangsung dari
tahun 1542 hingga 1960 M
.
Sultan terakhir yang berkuasa di Buton adalah Muhammad Falihi Kaimuddin. Kekuasaannya berakhir pada tahun 1960 M.

Struktur Pemerintahan
Kekuasasan tertinggi di Kerajaan Buton dipegang oleh
sultan
.
Struktur kekuasaan di kesultanan ditopang oleh dua golongan bangsawan:
kaomu dan walaka
. wewenang pemilihan dan pengangkatan sultan oleh golongan
Walaka
, namun yang menjadi sultan harus dari golongan
kaomu
.
Untuk mempermudah jalannya pemerintahan, Buton menjalankan sistem desentralisasi dengan membentuk 72 wilayah kecil yang disebut
kadie
Beberapa jabatan yang ada di struktur pemerintahan Buton adalah bontona (menteri), menteri besar, bonto, kepala Siolimbona dan sekretaris sultan.
Kehidupan Sosial Budaya
Kehidupan berjalan dengan baik berkat relasi perdagangan dengan negeri sekitarnya.
Telah berkembang suatu sistem perpajakan sebagai sumber pendapatan kerajaan.
Bonto Ogena yaitu dimana tunggu weti sebagai penagih pajak didaerah kecil ditingkatkan statusnya. Tidak hanya berwenang dalam urusan perpajakan, tapi juga sebagai kepala Siolimbona (lembaga legislatif saat itu).
Buton telah memiliki mata uang yang disebut Kampua. Panjang Kampua adalah 17,5 cm, dan lebarnya 8 cm, terbuat dari kapas, dipintal menjadi benang kemudian ditenun menjadi kain secara tradisional.
kampua
4 Prinsip yang Dipegang Masyarakat Buton
Yinda Yindamo Arata Somanamo Karo (Harta rela dikorbankan demi keselamatan diri).
Yinda Yindamo Karo Somanamo Lipu (Diri rela dikorbankan demi keselamatan negeri)
Yinda Yindamo Lipu Somanamo Sara (Negeri rela dikorbankan demi keselamatan pemerintah)
Yinda Yindamo Sara Somanamo Agama (Pemerintah rela dikorbankan demi keselamatan agama).
Kelompok Sulawesi
Darin Rania
Dinda Puti Z.
Preesayji Ragahdo
Ratu Ajeng K.
Risma Wahyuningrum
Full transcript