Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Curriculum Development and Reform

Presentation for TDRI (11 February 2013)
by

Wahyu Zulfiansyah

on 11 April 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Curriculum Development and Reform

Problematika Pembelajaran MIPA
Kelompok 4, 11 April 2014

Kurikulum Pembelajaran MIPA
kurikulum merupakan sarana untuk meningkatkan mutu pendidikan
Pengertian
Thank you
very much!

Apa yang dibahas?
1) apa kurikulum itu?
2) Mengapa Kurikulum sering berubah?
3) Kurikulum apa saja yang telah mewarnai dunia pendidikan di Indonesia
Perubahan kurikulum menyangkut berbagai faktor
Apa
yang menjadi
penyebab
kurikulum di Indonesia selalu berubah?

Penyebabnya disebabkan oleh perkembangan zaman yang selalu berubah. Kurikulum harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang senantiasa cenderung berubah. Perubahan kurikulum dapat bersifat sebagian (pada kompoenen tertentu), tetapi dapat pula bersifat keseluruhan yang menyangkut semua komponen kurikulum.
orang-orang yang terlibat dalam pendidikan dan faktor-faktor penunjang dalam pelaksanaan pendidikan
Pada intinya pembaharuan kurikulum perlu dilakukan mengingat kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan harus menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat yang senantiasa berubah dan terus berlangsung
. Pembaharuan kurikulum biasanya dimulai dari perubahan konsepsional yang fundamental yang diikuti oleh perubahan struktural.

Menurut Sudjana (1993 : 37) pada umumnya perubahan struktural kurikulum menyangkut komponen kurikulum yakni:

Perubahan dalam tujuan
. Perubahan ini didasarkan kepada pandangan hidup masyarakat dan falsafah bangsa.
Perubahan isi dan struktur
. Perubahan ini meninjau struktur matapelajaran-matapelajaran yang diberikan kepada siswa termasuk isi dari setiap matapelajaran
Perubahan sarana kurikulum
. Perubahan ini menyangkut ketenagaan baik dari segi kualitas dan kuantititas
Perubahan dalam sistem evaluasi kurikulum
. Perubahan ini menyangkut metode/cara yang paling tepat untuk mengukur/menilai sejauh mana kurikulum berjalan efektif dan efesien, relevan dan produktivitas terhadap program pembelajaran sebagai suatu sistem dari kurikulum.
Sebagai konsekuensi dari perubahan kurikulum juga akan mengakibatkan perubahan dalam operasionalisasi kurikulum tersebut, baik dari orang yang terlibat dalam pendidikan maupun faktor-faktor penunjang dalam pelaksannaan kurikulum.
Perubahan Kurikulum
2013
2006
2004
1994
1984
1975
1968
1964
1952
1947
Rentjana Pelajaran
Perubahan arah pendidikan lebih bersifat politis, dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional.
Sedangkan asas pendidikan ditetapkan Pancasila
Orientasi Rencana Pelajaran 1947 tidak menekankan pada pendidikan pikiran. Yang diutamakan adalah: pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, serta perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani
Rentjana Pelajaran Terurai
Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan
sehari-hari.
Rentjana Pendidikan
ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana yang meliputi pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral (Hamalik, 2004).
Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis.
Perubahan struktur pada kurikulum pendidikan ini dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat
Kurikulum ini menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif.
Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah “satuan pelajaran”, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan.

Kurikulum 1975 yang disempurnakan
Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. osisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL).
Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan.
Tujuan pengajaran menekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan
menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.
Kurikulum Berbasis Kompetensi
Pendidikan berbasis kompetensi menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standar performance yang telah ditetapkan.
KBK berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang
diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar
yang bermakna, dan (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan
kebutuhannya
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga
teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah.
Tujuan KTSP ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
"Kurikulum 2013 menekankan pada pelajaran agama dan budi pekerti untuk pembentukan sikap yang baik pada penerapan integrasi kompentensi" M. Nuh.
Pada Kurikulum 2013 pemerintah ingin menonjolkan sisi integrasi dari kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sehingga diharapkan mampu mencetak generasi yang pintar dan berbudi pekerti.
Kesimpulan
Substansi perubahan kurikulum bukan hanya sekedar perubahan isi dan materi, jumlah pelajaran dan jam pelajaran tetapi perubahan ruh atau semangat yang terkandung dalam kurikulum itu sendiri. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana perubahan tersebut muncul dari bawah, muncul dari guru-guru yang menjalankan langsung serta berhadapan dengan peserta didik, bukan perubahan yang tiba-tiba datangnya dari atas sehingga guru terkadang gagap dengan perubahan pada kurikulum.
-Edi S. (
-Fitriana Aprilyani (
-Ira R
-Tika F.M. (20137270204)
-Wahyu Z. (20137270250)
Full transcript