Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP SISA HASIL USAHA(SHU) PADA KOP

No description
by

Rosa Andia

on 5 April 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP SISA HASIL USAHA(SHU) PADA KOP

PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP SISA HASIL USAHA(SHU) PADA KOPERASI JAYA ABADI SAKAO PESISIR SELATAN

Oleh:

Arlan Yuliandrie
Asnida
Detri Nota Lusia
Indah Maiyudiani
Mamat Rahmat
Nia Agusmaniar
Rosa Andia
Roza Bolin Saputri
Sofyan
Yulianasti
Latar Belakang
Koperasi merupakan wadah yang paling tepat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat
Modal kerja merupakan faktor penting yang harus ada dalam sebuah koperasi
Besar kecilnya modal yang dibutuhkan pada dasarnya sudah harus bisa ditentukan dalam proses pengorganisasian atau
Modal yang dibutuhkan juga bisa ditentukan dalam proses pendirian berupa modal tetap guna mendapatkan keuntungan yang maksimal
Latar Belakang
Koperasi tidak menggunakan istilah keuntungan untuk menunjuk selisih antara penghasilan yang diterima selama periode tertentu
Selisih antara pengehasilan yang diterima dalam koperasi dikenal dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) setelah dikurangi dengan biaya-biaya tertentu
SHU akan dibagi kepada para anggotanya sesuai dengan pertimbangan jasa masing-masing.
Dengan demikian, akan terdapat pengaruh antara Modal Kerja dengan Sisa Hasil Usaha.
Rumusan Masalah

Bagaimana Pengaruh Modal Kerja terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi Jaya Abadi Sakato Pesisir Selatan
Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh Modal Kerja terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi Jaya Abadi Sakato Pesisir Selatan
Manfaat Penelitian

Bagi Penulis:
Untuk mengembangkan kemampuan penulis dalam menganalisa masalah modal kerja.
Bagi koperasi:
Sebagai pertimbangan bagi koperasi dalam mengatur jumlah kebutuhan modal kerja untuk yang akan datang.

Tinjauan Pustaka
Modal Kerja

Eugene F Bringham dan Joel F Houston (2001;150)
Modal kerja yaitu investasi perusahaan pada aktiva jangka pendek yaitu kas, sekuritas yang mudah dipasarkan, persediaan dan piutang usaha.
Lawrence J Gitman (2000;616)
Current assets, commonlly called working capital, represent the position of investment that circulate from one form to another in theordinary conduct of bussines

Modal Kerja

Indriyo (1990 : 27)
Modal kerja merupakan kekayaan atau aktiva yang diperlukan oleh perusahaan untuk melakukan kegiatan sehari-hari yang selalu berputar.
Husnad (1994 : 168) memberikan pengertian modal kerja dalam dua sudut pandang yaitu modal kerja bruto dan modal kerja netto.
Modal kerja bruto menunjukkan semua investasi yang diperlukan untuk aktiva lancar yang terdiri dari kas, surat-surat berharga , piutang, persediaan dan lain-lain.
Modal kerja netto merupakan selisih antara aktiva lancar dengan hutang lancar jangka pendek.

Fungsi Modal Kerja

Menopang kegiatan produksi dan penjualan dengan jalan menjembatani antara saat pengeluaran untuk pembelian bahan dan jasa yang diperlukan dengan kas yang diterima dari penjualan barang dan jasa yang produksi.
Menutup pengeluaran yang bersifat tetap dan pengeluaran yang tidak ada hubungannya secara langsung dengan proses produksi dan penjualan.
Fungsi Modal Kerja

Menampung kemungkinan akibat buruk yang di timbulkan karena penurunan nilai aktiva lancar, seperti penurunan nilai piutang yang diragukan dan tidak dapat ditagih atau penurunan nilai perusahaan.
Memungkinkan untuk membayar semua hutang lancar tepat waktu dan maka jumlah yang dibayarkan untuk pembelian barang menjadi berkurang.
Memungkinkan perusahaan untuk menghadapi resesi dan depresi dengan baik.
Pengelolaan Modal Kerja

Pengelolaan modal kerja yang efektif akan memberikan keuntungan menurut Munawir (1992 : 116):
Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva lancar.
Memungkinkan untuk dapat membayar semua kewajiban-kewajiban tepat pada waktunya.
Menjamin dimilikinya kredit sebanding dengan kebutuhan yang semakin besar dan memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat menghadapi bahaya dan kesulitan kesulitan keuangan yang mungkin terjadi.
Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani para konsumen.
Memungkinkan bagi perusahaan untuk beroperasi dengan lebih efisien karena tidak adanya kesulitan untuk memperoleh barang dan jasa yang diperlukan.
Pengaruh Modal Kerja terhadap Profit

Menurut Ahmad (1997 : 34) modal kerja hampir sama dengan aktiva lancar yaitu terdiri dari kas, surat-surat berharga, piutang dan persediaan modal kerja akan bertambah apabila:
Pengaruh Modal Kerja terhadap Profit

Adanya kenaikan sektor modal baik yang berasal dari laba maupun adanya pengeluaran modal ataupun pertambahan investasi dari pemilik perusahaan.
Adanya pengurangan atau penurunan aktiva tetap yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar karena adanya penjualan aktiva tetap maupun melalui proses depresiasi.
Adanya penambahan kewajiban jangka panjang baik dalam bentuk obligasi, hipotik atau kewajiban jangka panjang yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar.
Pengaruh Modal Kerja terhadap Profit

Dalam penggunaan aktiva lancar yang mengakibatkan turunnya modal kerja, antara lain:
Pembayaran biaya operasi perusahaan
Kerugiaan yang dialami perusahaan dalam operasi
Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar
Bertambahnya aktiva tetap
Pembayaran kewajiban jangka panjang
Pengambilan deviden oleh pemilik perusahaan
Pengaruh Modal Kerja terhadap Profit

Pemakaian modal kerja atau aktiva lancar yang tidak mengakibatkan berubahnya bentuk aktiva lancar atau modal kerja sebagai berikut:
Pembelian efek atau surat-surat berharga secara tunai
Pembelian barang dagang secara tunai
Perubahan suatu bentuk piutang ke bentuk piutang yang lain, yakni piutang dagang menjadi piutang wesel
Koperasi

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992
koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan azas kekeluargaan
Modal Koperasi

Modal sendiri
Simpanan pokok dan simpanan wajib ini akan bertambah jumlahnya apabila terjadi pertambahan anggota
Sisa hasil usaha (SHU) sesuai dengan keputusan Menteri Koperasi Nomor 266/V/KPTS/1987 tentang pedoman pembagian SHU Koperasi
Hibah
Modal Koperasi

Modal asing
Simpanan sukarela
Modal pinjaman dari non anggota
Sisa hasil usaha (SHU)

Sisa Hasil Usaha (SHU)

Sisa Hasil Usaha (SHU) adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam waktu satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajibanlainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan (UU No.25 Tahun1992 Pasal 1 & 2).
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK No.27) menyebutkanbahwa, Perhitungan Hasil Usaha (PHU) adalah Perhitungan Hasil usaha yangmenyajikan informasi mengenai pendapatan dan beban-beban usaha dan bebanperkoperasian selama periode tertentu.
Sisa Hasil Usaha (SHU)

Menurut UU Koperasi No.25/1992 Bab. IX pasal 45 adalah:
SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun.buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajakdalam tahun buku yang bersangkutan.
SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggotaSebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan Rapat Anggota.
Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam RapatAnggota
Pembagian SHU

Sisa Hasil Usaha yang berasal dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota, dibagikan untuk :
Cadangan koperasi
Para Anggota, sebanding dengan jasa yang diberikan masing-masing
Dana Pengurus
Dana Pegawai / karyawan
Dana pendidikan koperasi
Dana Sosial
Dana Pembangunan Daerah kerja
Pembagian SHU

Menurut Sitio dan Tamba (2002:89) secara umum SHU koperasi dibagi untuk:
Cadangan koperasi
Jasa Anggota
SHU atas jasa modal
SHU atas jasa usaha
Dana Pengurus
Dana Pegawai
Dana Pendidikan
Dana Sosial
Dana Pembangunan Daerah Kerja

Kesimpulan

Dalam menjalankan Aktivitas usahanya Perusahaan atau Badan Usaha Membutuhkan Modal Kerja karna Modal Kerja merupakan faktor penting yang harus ada alam setiap perusahaan atau kegiatan usaha lainnya.
Modal kerja yang terlalu besar melebihi kebutuhan mengakibatkan terjadinya pengelolaan dana yang tidak produktif dan akan menyebabkan terhambatnya kesempatan suatu Koperasi untuk memperoleh keuntungan, Sebaliknya modal kerja yang tidak memadai akan mengakibatkan terganggunya aktivitas dan kelancaran operasional sebuah koperasi
Kesimpulan

Koperasi merupakan salah satu wadah yang paling tepat untuk meningkatkan ekonomi. Dengan memperhatikan kedudukan koperasi maka peranan koperasi sangatlah penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan potensi ekonomi rakyat serta dalam mewujudkan kehidupan demokrasi ekonomi yang mempunyai ciri demokratis kebersamaan, kekeluargaan dan keterbukaan
Koperasi dalam operasinya tidak menggunakan istilah keuntungan untuk menunjuk selisih antara penghasilan dengan pengeluaran termasuk pajak dalam periode tertentu selisih itu pada Koperasi dikenal dengan Sisa Hasil Usaha (SHU)
Sisa Hasil Usaha setelah dikurangi dengan biaya-biaya tertentu akan dibagi kepada para anggotanya sesuai dengan pertimbanagan jasa masing-masing.
Jasa anggota diukur berdasarkan jumlah kontribusi masing-masing terhadap sisa hasil usaha.
Full transcript