Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Al-Hadits HM. SENO HS

No description
by

Islam kaffah

on 13 September 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Al-Hadits HM. SENO HS

HM. Seno HS
0811 264 456
Kiseno_hs@yahoo.com

Al-Quran
Al-Hadits
Mendeteksi Aliran
FIRQOH
Al-Ijtihad
Keagamaan yang menyimpang
Belajar langsung dari sumber aslinya
(Al-Quran dan Al Hadits)
1
Islam dipelajari secara utuh
(kaffah), dan
TIDAK
sepotong-sepotng
2
CARA MEMAHAMI
AL-QURAN

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, katanya, Rasul Allah saw pernah bersabda: ”Siapa pun yang berkata tentang Alquran tanpa ilmu, maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduk dalam neraka”
(HR. Ahmad)
Diriwatkan dari Ibnu Abbas, katanya, Rasul Allah saw pernah bersabda:”Siapa pun yang berkata tentang Alquran melalui pemikirannya semata, maka hendaklah dia siapkan tempat duduk dalam neraka” (HR. Tirmidzi)
APAKAH
AL-QURAN ITU
Belajar dari Ulama Ahli dan bukan dari Orientalis
3
Prof. Yusuf Qardawi
Quraish Shihab
Buya Hamka
Belajar Islam tidak dari kenyataan ummatnya. Tetapi harus dari sumber aslinya
(Al-Quran & Al -Hadis)
4
ALQURAN
ARTI BAHASA:
QARAA : BACAAN ATAU SESUATU YANG
DIBACA BERULANG-ULANG
ARTI ISTILAH:
FIRMAN ALLAH YANG DITURUNKAN
KEPADA NABI SAW DAN MEMBACA
NYA IBADAH
ALQURAN
FIRMAN (SABDA, TITAH, KALAM)
ALLAH SWT
DIBAWA TURUN JIBRIL LAFAL
DAN MAKNANYA
BUKTI KERASULAN NABI SAW
DIRIWAYATKAN SECARA MUTAWATIR
MEMBACANYA IBADAH
DIAWALI SURAT AL-FATIHAH DAN
DITUTUP SURAT AN-NAS
TERPELIHARA KE ORISINILANNYA
ALQURAN SEBAGAI KITAB
JUZ, JUZ’UN
JILID YANG KIRA-KIRA
TEBALNYA SAMA
30 JUZ
SURAH / SURAT
SEMACAM BAB
114 SURAT
AYAT / AYAH
TANDA
6000
AYAT LEBIH
MASA TURUNNYA
ALQURAN
PERIODE MEKKAH
AYAT MAKKIYAH
PERIODE MADINAH
AYAT MADANIYAH
CIRI
SURAT / AYAT MAKKIYAH
TERDIRI ATAS :
86 SURAT
4.780 AYAT
AYATNYA PENDEK-PENDEK
BERISI TENTANG :
PRINSIP KEIMANAN / TAUHID,
KISAH-KISAH UMMAT DAHULU
BIASANYA DIAWALI DENGAN :
YA AYYUHANNAS
(WAHAI SEKALIAN MANUSIA)
CIRI
SURAT / AYAT MADANIYAH
TERDIRI ATAS :
28 SURAT
1.456 AYAT
AYATNYA PANJANG-PANJANG
BERISI TENTANG :
PERATURAN-PERATURAN, SYARIAH,
IBADAH KHUSUS, MUAMALAH
BIASANYA DI AWALI DENGAN:
YA AYYUHAL LADZIINA AAMANU
(WAHAI ORANG-ORANG BERIMAN)
ASBAB AL NUZUL
TUJUAN MENGETAHUI ASBAB AL NUZUL
(RIWAYAT TURUNNYA AYAT) ANTARA LAIN :







AYAT AL-QURAN ADA YANG MEMPUNYAI ASBAB AL NUZUL DAN ADA YANG TIDAK ADA ASBAB AL NUZULNYA.

MUNASABAH
(HUBUNGAN ANTAR AYAT)
MUNASABAH ARTINYA HUBUNGAN ATAU RELEVANSI
ANTARA SATU AYAT DENGAN AYAT LAINNYA DALAM SATU TEMA

MANFAAT MENGETAHUI MUNASABAH AYAT :

1. UNTUK MENGETAHUI LATAR BELAKANG MENGAPA AYAT ITU DITURUNKAN
2. UNTUK MENGETAHUI BAGAIMANA SITUASI YANG MELINGKUPINYA SAAT DITURUNKAN
3. BISA DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR PIJAKAN UNTUK MEMPEROLEH PENAFSIRAN YANG VALID DAN TEPAT;
1. AGAR SISTEMATIS DAN INTEGRAL DALAM PENAFSIRAN
2. SUPAYA TIDAK TERJADI TUMPANG TINDIH DALAM MEMBUAT JUDUL-JUDUL & SALAH URUT DALAM MELETAKKANNYA
HUKUM KHAMAR
QS. AL BAQARAH 2:219
QS. AL NISA 4:43
QS. AL MAIDAH 5:90-91
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya (QS. Al Baqarah, 2:219)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan (QS. An Nisa, 4:43)
90. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
91. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
Wewenang
MENAFSIRKAN AL-QURAN?
Seorang mufasir harus menguasai ilmu tafsir
Secara baik dan komprehensif (utuh) yang terdiri atas dua Komponen pokok yaitu
eksternal
dan
internal
.
KOMPONEN TAFSIR
( EKSTERNAL & INTERNAL)
KOMPONEN EKSTERNAL:
1. Jati Diri AlQuran
2. Kepribadian Mufasir
KOMPONEN INTERNAL :

1. Bentuk Penafsiran
2. Metode Penafsiran
3. Corak Penafsiran
KOMPONEN
EKSTERNAL
Kaidah/teori yang tidak langsung terlibat dalm proses penafsiran, tetapi harus dikuasinya
JATI DIRI
AL-QURAN
KEPRIBADIAN
MUFASIR
Meliputi semua kaidah
pembahasan tentang penafsiran
Kepribadian yang dimiliki oleh seorang mufasir sejati ditandai dengan
Sejarah
Al-Quran
Asbab al nuzul
Qiraat,
nasikh-mansukh, mukjizat Alquran, munasabat, muhkam mutasabih, dll
MUFASIR HARUS MENGUASAI 15 CABANG ILMU :
1. Ilmu bahasa arab
2. Ilmu nahwu
3. Ilmu sharaf
4. Ilmu istiqaq (ilmu derivasi kata.etimologi)
5. Ilmu ma’ani (retorika)
6. Ilmu bayan (ilmu kejelasan berbicara)
7. Ilmu badi’ (efektifitas berbicara)
( point 5,6,7 tercakup dalam ilmu balaghoh)
8. Ilmu qiraat
9. Ilmu ushuluddin
10.Ilmu ushul fiqih
11. Ilmu asbab al nuzul
12. Ilmu fiqh
13. Ilmu hadis
14. Ilmu nasikh-mansukh
15. Ilmu mauhibah
Akidah yang benar
Sikap mental yang ikhlas dan akhlak yang mulia
Jujur, Obyektif, Rasional dan argumentatif
KOMPONEN
INTERNAL
Unsur yang terlibat langsung dalam penafsiran
BENTUK PENAFSIRAN
METODE PENAFSIRAN
CORAK PENAFSIRAN
TAFSIR BIL MA’TSUR
1. Alquran ditafsir Alquran
2. Alquran ditafsir al Hadis
3. Alquran ditafsirkan dengan
Sahabat,Tabiin.
TAFSIR BIL RA’YI
Tafsir atas dasar rasionalitas
Global (Ijmali)
Analatis (Tahlili)
Tematis (Maudhu’i)
Komparatif/ Perbandingan (Muqarin)
UMUM
KHUSUS
KOMBINASI
1
Pengarang
Ibnu Katsir
Kitab
Tafsir al Quran ‘Adzim
Bentuk
Ma’tsur
Metode
Analitis
Corak
Umum
2
Pengarang
Al-Alusi
Kitab
Tafsir al Alusi
Bentuk
Ra’y
Metode
Analitis
Corak
Umum
3
Pengarang
Al Jalalain
Kitab
Tafsir Jalalain
Bentuk
Ra’y
Metode
Global
Corak
Umum
4
Pengarang
Al-Zamakshsyari
Kitab
Al-Kasysyaf
Bentuk
Ra’y
Metode
Analits
Corak
Pemikiran filsafati
5
Pengarang
Al-Qurthubi
Kitab
Al Jami’ Li Ahkam
al-Quran
Bentuk
Ra’y
Metode
Analitis
Corak
Fikih
6
Pengarang
Al-Mirghani
Kitab
Taj al Tafsir
Bentuk
Ra’y
Metode
Ijmali
Corak
Sufi
7
Pengarang
Prof. Buya Hamka
Kitab
Al Azhar
Bentuk
Ra’y
Metode
Anilitis
Corak
Kombinasi Sufi-Adabi
Ijtima’i
METODE BERFIKIR ILMIAH
Obyektif
Argumentatif
Rasional
(Katakanlah, kemukakan bukti jika kalian benar)
(QS. Al Baqarah :111)
TAFSIR TEMATIS
Cara mengkaji dan mempelajari Al-Quran denan menghimpun ayat-ayat Al-Quran yang mempunyai maksud sama, dalam arti sama-sama membicarakan
SATU TOPIK MASALAH
dan menyusunnya berdasarkan kronologi serta sebab turunnya ayat-ayat tersebut. Kemudian penafsir mulai memberikan keterangan dan penjelasan serta mengambil kesimpulan.
LANGKAH-LANGKAH
TAFSIR TEMATIS
TENTUKAN TEMA ATAU JUDUL
YANG AKAN DIBAHAS
KUMPULKAN AYAT-AYAT
TENTANG TEMA ATAU JUDUL TERSEBUT
SUSUNLAH AYAT–AYAT TERSEBUT MENURUT MEKAH DAN MEDINAHNYA
SUSUN AYAT TERSEBUT SESUAI URUTAN TURUNNYA
DAN CARI ASBAB AL NUZULNYA
CARI HUBUNGAN AYAT LAINNYA DAN
CARI HADITS NABI YANG MENJELASKAN
LIHATLAH PENDAPAT MUFASIR
SIMPULKAN
PRAKTEK MENAFSIRKAN
”Makanan yg diharamkan”
Langkah Pertama: Kumpulkan ayat-ayat tentang tema yang akan dibahas. Hasil penjelajahan di dalam al-Quran antara lain terdapat dalam QS. 2:173. 5:3 dan 6:145.
Susun menurut Makiyah dan Madaniyahnya serta susun menurut kronologi turunnya,sbb :
QS. 2:173 urutan turunnya ke 87 (Madaniyah;
QS. 5: 3 urutan turunnya ke 112 (Madaniyah)
QS. 6:145 urutan turunnya ke 55 (Makiyyah)
Jadi urutan (kronologi ayat) yaitu mulai dari 6:145; 2:173; 5:3.
Lihat Hadits tentang makanan yg diharamkan yaitu Keledai Peliharaan dan Binatang buas bertaring dan Burung yang mempunyai kaki penyambar.
Simpulannya.

Katakanlah:”Tidaklah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali: bangkai, darah yang mengalir, daging babi-karena semua itu kotor- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah……

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih atas nama selain Allah….
(QS. Al-Baqarah/2:173)

Diharamkan bagimu memakan: bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang kamu sempat menyembelihnya, dan diharamkan bagimu yang disembelih untuk berhala…
(QS. Al Maidah/5:3)

“Tiap-tiap yang mempunyai siung/taring dari binatang buas, maka memakannya haram.”
(HR. Muslim, BM: 1344)

“Dari Ibnu ‘Abbas berkata:” Rasulullah melarang memakan binatang buas yang bertaring dan tiap-tiap burung yang mempunyai kaki penyambar.”
(HR. Muslim, BM:1345, Juz 10/73)
Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w melarang dari memakan daging keledai peliharaan
(HR. Muslim 10/84).
SIMPULAN
MAKANAN YANG DIHARAMKAN:
2. Darah yang mengalir,
a. tercekik,
b. dipukul,
c. jatuh,
d. ditanduk,
e. Dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang kamu
sempat menyembelihnya,
f. dan diharamkan bagimu yang disembelih untuk berhala
5. Binatang buas yang bersiung/bertaring;
1. Bangkai,
4. Daging hewan yang :
3. Daging babi,
7. Keledai piaraan.
6. Burung dengan kuku pencekeram
“Barangsiapa membuat ajaran yang baik dan terus diamalkan sepeninggalnya maka dia akan mendapatkan pahala orang yang mengamalkan ajarannya itu tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.
Dan barangsiapa membuat sebuah ajaran jelek lalu ajaran itu tetap diamalkan atau ditiru sepeninggalnya maka dia akan mendapat dosa mereka yang mengerjakan dosa jelek itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun (HR. Muslim, Juz 13/163).

Barangsiapa yang mengadakan dusta atas namaku dengan disengaja, maka hendaklah ia siapkan tempat duduknya dari api neraka (HR. Mutawatir)

Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, pahalanya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni
Siapa ingin sukses dunia harus pakai ilmu dan siapa yang ingin sukses akhirat harus pakai ilmu.
Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin, dia merugi.
Barangsiapa yang hari ini lebih jelek daripada kemarin, maka dia termasuk orang yang bangkrut.
Dan barangsiapa yang tidak memperbaiki kekurangannya, maka dia akan menyusut, orang seperti itu lebih baik mati (kata-kata mutiara, bukan hadits nabi saw.)
“Kami adalah orang-orang yang tidak makan sehingga kami lapar, dan apabila kami makan, kami tidak sampai kenyang.” (Al Rahmah fi al Tibb wa al Hikmah, Asy Suyuti)
MEMAHAMI
AL-HADITS

PENGERTIAN
AL-HADITS
Arti Bahasa:
Hadits itu berita, baru, sejarah,
kisah, percakapan
Arti Istilah:
Sesuatu yang disandarkan kepada
Nabi Muhammad SAW baik ucapan,
tindakan dan sikap diamnya
AS-SUNNAH
Arti Bahasa:
Cara, jalan, aturan, model,
pola bertindak
Arti Istilah:
Perilaku Nabbi SAW yaitu ucapan,
tindakan & diamnya
PERBEDAAN
PENGERTIAN
AS-SUNNAH
Ulama Hadits:
Perilaku Nabi yaitu ucapan,
tindakan & sikap diamnya
Ulama Ushul Fiqh :
Semua perilaku Nabi yang ada
sangkut pautnya dengan hukum
Ulama Fiqh:
Perbuatan yang dilakukan dalam agama tetapi tingkatnya tidak sampai
wajib atau fardu
Ulama Dakwah:
Sunnah itu lawan dari Bid’ah
KEDUDUKAN
AS-SUNNAH
DALAM ISLAM
Menjelaskan / Menerangkan
Al-Quran (16:44)
Legislator:
Membuat hukum baru 59:7, 7:157
Uswatun Khasanah yang wajib
dicontoh 33:21
Rasul Allah yang wajib ditaati
8:20, 4:80, 4:69
Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Quran agar kamu menerangkan kepada manusia apa saja yang diturunkan kepadamu agar mereka memikirkannya (QS. An-Nahl /16:44)
Dan apa saja yang diperintahkan Rasulmu maka terimalah, dan apa saja yang di larang Rasulmu maka tinggalkanlah
(QS. Al-Hasyr/59:7)
NABI SEBAGAI LEGISLATOR
“Sungguh dalam diri Rasul Allah terdapat contoh yang baik bagimu, yaitu bagi mereka yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan banyak berdzikir kepada Allah
(QS. Al Ahzab/33:21)
NABI SEBAGAI TELADAN
Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya).
RASUL WAJIB DITAATI
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.
TAAT RASUL = TAAT ALLAH
KEDUDUKAN
AS-SUNNAH
DALAM ISLAM
SANAD
RAWI
MATAN
RASUL SAW
SAHABAT
TABIIN
MUHARIJ
TABIUT TABIIN
Sumber Hadits/Berita
Murid / teman Nabi, Islam
dan
Mati dalam keadaan Islam
Murid / teman,
Dia tidak pernah ketemu Nabi
Murid / teman Tabiin, Islam dan
Mati dalam keadaan Islam,
Dia tidak pernah ketemu Sahabt
PENULIS/YANG MEMBUKUKAN
AL-HADIS
RAWI
RAWI
RAWI
SANAD
BUKHARI, MUSLIM,
TIRMIDZI, ABU DAWUD, NASAI, IBNU MAJAH, DLL
RAWI I
RAWI II
RAWI
AKHIR
SANAD
ARTINYA:
Dari Bukhari, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir. (Muhammad bin Katsir berkata) telah mengkhabarkan kpd kami Sofyan. (Sofyan mendapat cerita) dari Al A’masy. (Al A’masy mendapat khabar) dari Ibrahim. (Ibrahim mendapat khabar dari ) ’Abis bin Rabiyah (Abis bin Rabiyah bercerita tentang tentang Umar bin Khatab r.a. (sewaktu ke hajar aswad). Kata ’Abis bin Rabiah: ” Sesungguhnya Umar bin Khatab telah datang ke hajar aswad, kemudian ia menciumnya. Sesudah itu Ia berkata, sesungguhnya aku mengetahui bahwa engkau itu adalah batu yang tidak dapat memberikan mudharat dan tdk pula manfaat. Dan sekiranya aku tidak pernah melihat Nabi saw menciumnyamu, maka aku tidak akan menciummu pula.”


CONTOH HADITS RIWAYAT BUKHARI
RAWI-RAWI HADITS TERSEBUT:
1. Bukhari
2. Muh. Bin Katsir
3. Sofyan
4. Al A’masy
5. Ibrahim
6. Abis bin Rabiah
7. Umar bin Khatab

Muharij
Tabiut Tabiin
Tabiut Tabiin
Tabiin
Tabiin
Tabiin
Sahabat
Nabi SAW
Sahabat
Tabiin
Tabiin
Tabiin
Tabiut
Tabiin
Tabiut
Tabiin
MUHARIJ/
PENULIS HADITS
Umar Bin Khatab
Abis Bin Rabiah
Ibrahim
Al A’Masy
Sofyan
Muh Katsir
Bukhari
Rawi-Rawi
MATAN= ISI/REDAKSI HADITS
” Sesungguhnya Umar bin Khatab telah datang ke hajar aswad, kemudian ia menciumnya. Sesudah itu Ia berkata, sesungguhnya aku mengetahui bahwa engkau itu adalah batu yang tidak dapat memberikan mudharat dan tidak pula manfaat. Dan sekiranya aku tidak pernah melihat Nabi saw menciummu, maka aku tidak akan menciummu pula.”
KEUTUHAN SANAD
SANAD MUTTASHIL
(MAUSHUL)
(UTUH/TIDAK TERPUTUS)
SANAD GHAIRU MUTTASHIL
(GHAIRU MAUSHUL)
(TIDAK UTUH/TERPUTUS)
SANAD MUTTASHIL / MAUSHUL
(Bersambung)
Hadits yang sanadnya tersambung
mulai dari Rawi Sahabat, Tabiin, Tabiut Tabiin, semuanya ada, dan tidak ada rawi
yang hilang atau terputus.
Rasul
Sahabat
Tabiin
Tabiut Tabiin
Rasul
X
Tabiin
Tabiut Tabiin
A. Hadits Mursal: Sanadnya putus pada rawi sahabat
MUTTASHIL
HADITS MURSAL
CONTOH HADITS MUNQATHI’
BM: 1543
Artinya:
“dari ‘amir bin syu’aib, dari bapaknya, dari datuknya, ia berkata: Rasulullah bersabda:”Makanlah dan minumlah dan berpakaianlah dan bershadaqalah dengan tidak berlebihan dan tidak sombong.
Dikeluarkan dia oleh abu dawud dan ahmad dan dita’liqkan dia oleh bukhari.
Jumlah Sanad
Hadits Mutawatir
Hadits Ahaad
H. GHARIB
(Jumlah Sanad Satu)
H. AZIS
(Jumlah Sanad Dua)
H. MASYHUR
(Jumlah Sanad Tiga)
S
S
S
S
S
S
S
T
T
T
T
T
T
T
Bukhari
M
M
D
T
N
A
Rsl
S
S
S
T
T
T
TT
Rsl
TT
TT
THABAQOT I
(Lapisan)
THABAQOT II
THABAQOT III
S
S
T
T
TT
Rsl
TT
THABAQOT I
THABAQOT II
THABAQOT III
Hadits Masyhur
S
T
Rsl
TT
THABAQOT I
THABAQOT II
THABAQOT III
Hadits Masyhur
Sandaran
Matan
Sahabat
Tabiin
Rasul SAW
Allah SWT
Qudsi
Marfu’
Mauquf
Maqtu’
Hadits Sebagai Hujjah
(Pegangan /Dalil)
Mutawatir
Ahaad
Shahih
Hasan
Dhaif
HADITS YANG PALING TINGGI TINGKAT
KEKUATAN KEBENARANNYA, PALING SHAHIH DAN MAQBUL.
JADI WAJIB DITERIMA SEBAGAI
HUJJAH ATAU DALIL
Hadits
Mutawatir
SECARA BAHASA ARTINYA
Berturut-turut
(Tawatur)
MENURUT ARTI ISTILAH ILMU HADITS:
Suatu hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah rawi yang cukup banyak pada setiap thabaqah (lapisan/tingkatan) sanadnya, menurut ketentuan hukum adat, mustahil mereka sepakat berdusta tentang keberadaan hadits tersebut
Hadits Ahaad
Shahih
Hasan
Dhaif
Sanad
Matan
Sanad
Sanad
Matan
Matan
Muttashil
RAWINYA:
Terpercaya
Dan Sempurna
Hafalanya
Marfu’
Tidak bertentangan
Dengan al-quran &
Hadits Mutawatir

Hadits Ahaad
Sanad
Matan
Muttashil
RAWINYA:
Terpercaya
tetapi kurang
Sempurna
Hafalanya
Marfu’
Tidak bertentangan
Dengan Quran &
Hadits Shahih

Hadits Hasan
Sanad
Matan
Ghairu
Muttashil
RAWINYA:
Tidak Terpercaya
Dan Tidak Sempurna
Hafalanya
Mauquf
atau
Maqthu'
BERTENTANGAN :
DENGAN QURAN DAN
HADITS SHAHIH,
HADITS HASAN
Hadits Dhaif
Sanad
Matan
Hadits Sebagai
Hujjah/Dalil
Maqbul
(Diterima)
Markud
(Ditolak)
Simpulan
1. Sanadnya Muttashil
2. Rawinya Terpercaya dan Sempurna Hafalannya
3. Matannya Marfu’
4. Matannya tidak bertentangan dengan
Hadits yang lebih tinggi kekuatan kebenarannya
dan tidak bertentangan dengan al-Quran.
Hadits Maqbul
Cacat
Keadilan
Hadits Mardud
(Dhaif)
Sebab
Keguguran Sanad
Sebab
Keguguran Sanad
1. Mursal
2. Munqathi’
3. Mua’llaq
4. Mu’dhal
5. Mudallas
Cacat
Ke-Dhabith-AN
1. Maudhu’
2. Matruk
3. Majhul
1. Munkar
2. Mu’allal
3. Mudraj
4. Mudhtharib
5. Maqlub
6. Muharraf
7. Mushahhaf
8. Syadz
1. Pengakuan daripembuat Hadits Maudlhu’
2. Adanya indikasi kuat dari rawi untuk
memalsukan Hadis
3. Matan/isinya bertentangan dengan Al-quran, Hadits Mutawatir, Shahih dan logika yang sehat.
4. Amalan terlalu ringan tetapi pahalanya terlalu besar
Ciri-Ciri Hadis Palsu
1. Ingin mendekatkan diri kepada Allah swt.
2. Karena mempertahankan idiologi partai /golongan.
3. Untuk merusak ajaran Islam.
4. Fanatik karena mempertahankan paham
golongannya.
5. Fanatik terhadap kesukuan, kebangsaan atau
kedaerahan.
6. Mencari Muka dihadapan PENGUASA untuk mencari
pangkat atau hadiah.
Motivasi Hadits Palsu
Belum ada perintah resmi menulis Hadits
Baru ada dalam catatan pribadi sahabat
Tertentu. Rasul Wafat 11 H dan Masa
Sahabat terakhir Abu Thofel wafat 100 H
Ada perintah Resmi oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz (99-101 H) untuk membukukan Hadits. Maka tampilah Ulama Besar ahli Hadits yaitu Ibnu Syihab az-Zuhri (51-124H), Muridnya : Imam Malik (93-179), Imam Syafii (150-204 H), Ahmad bin Hambal (164-241 H). Muncullah Kitab Enam.
Kronologi Penulisan Hadits
Rasul Saw
Sahabat
Tabiin
Tabiut
Tabiin
Khalifah Umar Bin Abdul Aziz
Ibnu Syihab Az-Zuhri
Imam Malik
Imam Syefii
Imam Ahmad Bin Hambal
Imam Bukhari
Imam Muslim, Ibnu Majah, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Dawud
1. HADITS MATRUK
2. HADITS MUNKAR
3. HADITS MA’LUL/MU’ALLAL
4. HADITS MUDRAJ
5. HADITS MAQLUB
6. HADITS MUDLTHARIB
7. HADITS MUBHAM
8. HADITS MAJHUL
9. HADITS SYADZ
10. HADITS MUSHAHHAF
11. HADITS MUHARAF
Hadits Dha’if
Berdasarkan Cacatnya Rawi & Matan

1. Arti Bahasa
matruk artinya diingkari, yang ditolak.

2. Arti Istilah
satu Hadits yang dalam sanadnya ada
rawi yang banyak salahnya, atau
fasiqnya. (BM: 1222)
Hadits Matruk
Dari Ibnu ‘Umar r.a.berkata:”Telah bersabda Rasul SAW. “Tahukah kamu wahai anak Ummi ‘Abdi, bagaimana hukum Allah tentang orang yang Bughat dari umat ini? “ Ia menjawab :Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Sabdanya:”Tidak boleh dimatikan yang luka darinya, dan tidak boleh dikejar yang lari padanya, dan tidak boleh dibagi hartanya yang dirampas.
Diriwayatkan dia oleh Bazzar dan Hakim dan ia syahkan dia, tetapi dia keliru karena di sanadnya ada Kautsar bin Hakim sedang dia MATRUK.

Contoh Hadits Matruk BM:1222

1. Arti Bahasa
Ma’lul artinya sakit. Mu'allal artinya
yang kena penyakit

2. Arti Istilah
Suatu Hadits yang dharirnya Syah,
tetapi setelah diperiksa ternyata ada
cacatnya. (BM. 597 & 593)
Hadits Ma’lul/Mu’all/Mu’allal

1. Arti Bahasa
Mudraj artinya yang tercampur

2. Arti Istilah
Suatu Hadits yang sanad atau matanya
tercampur dengan sesuatu yang bukan
darinya. (BM. 205)
Hadits Mudraj
Dari Ibnu Umar dan ‘Aisyah r.a. Mereka berkata telah bersabda Rasulullah saw: Sesungguhnya Bilal Adzan pada waktu malam. Maka makan dan minumlah hingga Ibnu Ummi maktum menyeru, karena ia adalah seorang buta yang tidak menyeru hingga dikatakan kepadanya: Engkau sudah masuk pada waktu subuh, engkau sudah masuk waktu subuh.
Muttafaq’alaihi, dan akhirnya ada idraj.
Contoh Hadits Mudraj BM:205

1. Arti Bahasa
Maqlub artinya terbalik/tertukar


2. Arti Istilah
Suatu Hadits yang sanad atau matanya
terbalik atau tertukar dari yang
semestinya
Hadits Maqlub

1. Arti Bahasa
Mudltharib artinya goncang


2. Arti Istilah
Suatu Hadits yang sanad atau matanya
diperselisihkan satu dari yang lainnya
dan tidak dapat dicocokan atau
diputuskan mana yang lebih kuat
(BM:1191)
Hadits Mudltharib

1. Arti Bahasa
Mubham artinya yang tersembunyi


2. Arti Istilah
Suatu Hadits yang sebagian matan
atau rawi dalam sanadnya tidak
disebut namanya.
Hadits Mubham

1. Arti Bahasa
Majhul artinya yang tidak dikenal atau
tidak diketahui

2. Arti Istilah
Suatu Hadits yang dalam sanadnya ada
rawi yang tidak dikenal dan Haditsnya
tidak diketahui, melainkan hanya
denganjalan seorang rawi saja.
Hadits Majhul

1. Arti Bahasa
Majhul artinya yang ganjil atau
menyalahi.


2. Arti Istilah
Suatu Hadits yang diriwayatkan oleh
rawi-rawi kepercayaan, tetapi sanad
atau matannya menyalahi dengan
riwayat yang lebih kuat.

Hadits Syadz

1. Arti Bahasa
Muharraf artinya yang dirubah.


2. Arti Istilah
Suatu Hadits yang harakat atau
sukunnya dalam huruf-huruf yang ada
pada sanad atau pada matan berubah
dari asalnya
Hadits Muharraf

1. Arti Bahasa
Maudlu' artinya yang diletakan atau
yang diada-adakan.


2. Arti Istilah
Suatu Hadits yang diada-adakan orang
dengan diatas namakan Nabi SAW.
Tegasnya Hadits Maudlu' itu Hadits
palsu atau yang dipalsukan.
Hadits Maudlu'
Imam Bukhari
(194-256 H)
Peringkat
Rawi Akhir
Imam Muslim (204-261 H)
Imam Abu Dawud (202-275 H)

Imam Tirmidzi (…-278 H)
Imam Ibnu Majah (207-272 H)
Imam Nasa’I (215-303 H)
Imam Bukhari
(194-256 H)
Peringkat
Rawi Akhir
Imam Muslim (204-261 H)
Imam Abu Dawud (202-275 H)

Imam Tirmidzi (…-278 H)
Imam Ibnu Majah (207-272 H)
Imam Nasa’I (215-303 H)
No. 1
No. 2
No. 3
Imam Bukhari
(194-256 H)
“Shahih Bukhari"
Kutubus Sittah
Imam Muslim (204-261 H)
“Shahih Muslim”
Imam Abu Dawud (202-275 H)
“Sunan Abu Dawud”
Imam Tirmidzi (…-278 H)
“Sunan Tirmidzi”
Imam Ibnu Majah (207-272 H)
“Sunan Ibnu Majah”
Imam Nasa’i (215-303 H)
“Sunan Nasa’I”
Kitab enam
Imam Bukhari
(194-256 H)
Diriwayatkan
Oleh Tujuh
Imam Muslim (204-261 H)
Imam Abu Dawud (202-275 H)

Imam Tirmidzi (…-278 H)
Imam Ibnu Majah (207-272 H)
Imam Nasa’I (215-303 H)
Imam Ahmad
(164-241 H)
Istilah periwayatan
Imam Bukhari
(194-256 H)
Diriwayatkan
Oleh Enam
Imam Muslim (204-261 H)
Imam Abu Dawud (202-275 H)

Imam Tirmidzi (…-278 H)
Imam Ibnu Majah (207-272 H)
Imam Nasa’I (215-303 H)
Istilah periwayatan
Diriwayatkan
Oleh Lima
Imam Abu Dawud (202-275 H)

Imam Tirmidzi (…-278 H)
Imam Ibnu Majah (207-272 H)
Imam Nasa’I (215-303 H)
Imam Ahmad
(164-241 H)
Istilah periwayatan
Diriwayatkan
Oleh Empat/
Ash Habus Sunan
Imam Abu Dawud (202-275 H)

Imam Tirmidzi (…-278 H)
Imam Ibnu Majah (207-272 H)
Imam Nasa’I (215-303 H)
Istilah periwayatan
Diriwayatkan
Oleh Tiga
Imam Abu Dawud (202-275 H)

Imam Tirmidzi (…-278 H)
Imam Nasa’I (215-303 H)
Istilah periwayatan
Diriwayatkan
Oleh Dua/
MUTTAFAQ’ALAIHI/
Dua Orang Syekh
Istilah periwayatan
Imam Bukhari
(194-256 H)
Imam Muslim (204-261 H)
terjamah Bulughal Maraam
Oleh A. Hasan

CV. Diponegoro Bandung
Full transcript