Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Pengaruh Lingkungan Perusahaan pada PT Indofood Sukses Makmur

Prezi Template with the concept of climbing and conquering a high mountain top. A winter scenery with flags snow on the top. Solve a problem or show how to achieve success. Get this Prezi Template from Prezibase.com
by

Fahreza Bain

on 4 June 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pengaruh Lingkungan Perusahaan pada PT Indofood Sukses Makmur

by Kelompok 4
Pengaruh Lingkungan
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstren yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencangkup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat. Lingkungan Perusahaan digolongkan menjadi 2, yaitu:
Lingkungan Internal
Lingkungan Eksternal

Lingkungan Perusahaan
Lingkungan Khusus adalah bagian dari lingkungan yang secara langsung relevan bagi perusahaan dalam mencapai tujuan dan merupakan sesuatu yang khas bagi setiap perusahaan serta berubah sesuai dengan kondisinya. Variabel yang termasuk dalam lingkungan khusus yaitu:
Konsumen
Pesaing
Pemasok
Perantara
Lingkungan Umum mencakup kondisi yang mungkin dapat mempengaruhi dan mempunyai dampak terhadap perusahaan secara tidak langsung. Lingkungan ini jauh lebih luas dan besar daripada lingkungan mikro.
Lingkungan Umum (Makro)
Semakin rendah ketidakpastian lingkungan semakin kecil pula ketergantungan perusahaan pada lingkungan. Ini berarti pengaruh lingkungan terhadap perusahaan kecil pula. Sebaliknya semakin tinggi ketidakpastian lingkungan maka semakin besar pengaruhnya pada perusahaan. Hal ini berarti adanya ketergantungan perusahaan pada lingkungannya.
Terdapat 2 strategi dasar yang dapat dilakukan perusahaan untuk beradaptasi dengan lingkungan yaitu melalui perubahan internal serta melalui pengendalian lingkungan.
Strategi dalam Merespon Perubahan Lingkungan
Lingkungan Konsumen
Konsumen indomie tidak hanya ada di Indonesia saja tetapi berada di Australia. Indomie merupakan makanan kegemaran di Australia, hal ini bisa dilihat dari toko-toko yang selalu kehabisan stok karena permintaan akan indomie di Australia cukup banyak. Hal ini juga di dukung oleh kebiasaan masyarakat Australia yang membutuhkan makanan cepat saji karena kapadatan jam kerja dan banyaknya netizen. Di Australia, tahun 2009 indomie dijual dengan harga 25 sen per bungkusnya atau AUD 10 untuk satu kardus berisi 40 bungkus indomie, sedangkan di Amerika Serikat pada tahun 2009, indomie biasa dijual dengan harga USD 1 per 3 bungkusnya.
Analisa Lingkungan Eksternal Khusus (Mikro)
Eksternal & Internal
pada perusahaan
Achmad Taufik Anwar
Muhammad Faizul Abrar
Riezka Fristi Andini
Nidya Silvana

Pramudya Permadi
Fahreza Bain
TEO
RI
Lingkungan internal dapat digunakan utk menentukan Strength (Kekuatan) dan Wekness (Kelemahan) perusahaan.
Lingkungan internal adalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi. Lingkungan Internal terdiri dari:
Tenaga Kerja (Man)
Modal (Money)
Peralatan Produksi (Machine)
Bagian Manajemen (Management)
Pemegang Saham (Stakeholder)
Lingkungan Internal
Lingkungan Eksternal adalah faktor-faktor perusahaan yang berpengaruh tidak langsung pada kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar perusahaan yang dapat berupa tekanan umum dan trend di dalam lingkungan sosial ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja. Lingkungan eksternal dapat dibedakan menjadi:
Lingkungan Khusus (Mikro)
Lingkungan Umum (Makro)
Lingkungan Eksternal
Lingkungan Khusus (Mikro)
materi http://storymakerindonesia1.blogspot.co.id/2014/01/lingkungan-bisnis.html
Lingkungan Ekonomi
Lingkungan ekonomi merujuk pada kondisi sistem ekonomi tempat perusahaan beroperasi. Kondisi ekonomi merefleksikan kondisi bisnis nyata serta terdapat hubungan timbal balik antara keadaan perekonomian dan aktifitas bisnis atau dunia usaha, apabila terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi maka konsumsi dan permintaan cenderung meningkat dan begitu juga sebaliknya.
Lingkungan Teknologi
Teknologi merupakan salah satu faktor lingkungan umum yang paling dramatis atau paling cepat mengalami perubahan. Teknologi pun menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan terutama dalam hal pengembangan produk karena kita hidup dan bekerja dalam abad teknologi informasi, sehingga penggunaan teknologi merupakan kunci keseharian dalam bekerja. Banyak orang meyakini bahwa keunggulan daya saing melalui teknologi akan menjadi kunci pendorong bagi perusahaan beberapa tahun mendatang karena pengaruh komputer dan teknologi informasi terus meluas dalam proses manufakturing dan pelayanan.
Lingkungan Politik
Lingkungan ini mengenai hubungan antara perusahaan dengan pemerintahan, ketika terdapatnya kestabilan politik dan kebijakan pemerintah yang sesuai dapat menciptakan suasana kondusif untuk mengembangkan aktifitas organisasi bisnis di berbagai bidang. Pertimbangan hukum juga perlu diperhatikan perusahaan, antara lain adanya peraturan pemerintah mengenai pembentukan dan pengawasan organisasi yang membatasi kebijakan manajerial, termasuk dalam hal pengelolaan sumber daya manusia.
Lingkungan Sosial - Budaya
Lingkungan sosial mencakup kebiasaan, adat istiadat, nilai, dan karakteristik demografi (jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, lokasi geografis, pendapatan, dll) dari masyarakat dimana sebuah perusahaan beroperasi. Proses sosial-budaya menentukan barang dan jasa serta standar perilaku bisnis yang bisa dihargai dan diterima oleh masyarakat. Pilihan dan selera pelanggan sangat bervariasi dalam negara yang sama dan dapat berubah-ubah sepanjang waktu. Perusahaan perlu memperhatikan adanya perubahan sosial budaya dengan menyesuaikan strategi bisnis terutama pemasarannya dengan kondisi nilai-nilai sosial, kebiasaan, dan selera konsumen.
Lingkungan Alam
Lingkungan alam terdiri dari kondisi alam itu sendiri (iklim, cuaca, topografi, dan kondisi geografis wilayah) maupun sumber-sumber daya alam yang tersedia di suatu negara atau wilayah. Pasokan sumber daya alam tidak jarang menjadi permasalahan tersendiri bagi perusahaan.
Lingkungan Global
Lingkungan global adalah lingkungan yang mencakup secara internasional dan salah satu faktor utama yang mempengaruhi bisnis dikarenakan perusahaan besar maupun kecil yang ada di dalam negeri semakin ditantang dengan meningkatnya jumlah pesaing sebagai dampak dari adanya pasar global yang merupakan bagian dari lingkungan eksternal.
Lingkungan Ekonomi
Lingkungan Teknologi
Lingkungan Politik
Lingkungan Sosial Budaya
Lingkungan Alam
Lingkungan Makro
Lingkungan Global
1
Perubahan Internal
Melakukan penyesuaian aspek-aspek internal perusahaan seperti perencanaan, struktur, sistem dan prosedur kerja sehingga sesuai dengan karakteristik lingkungan yang berubah.
Perencanaan
Perencanaan adalah penetapan sesuatu sebelum sesuatu itu dilaksanakan. Dalam kondisi yang stabil dapat dilakukan perencanaan jangka panjang, namun apabila lingkungan tidak stabil maka perencanaan sebaiknya difokuskan dalam jangka pendek.
Kompleksitias lingkungan
Diikuti dengan perubahan struktur perusahaan yang lebih kompleks, sehingga setiap elemen lingkungan krusial perlu dihadapi oleh bagian atau satuan khusus dari organisasi.
Peredam inti teknis
Inti teknis adalah bagian yang melaksanakan tugas utama dari perusahaan, sehingga peredam inti teknis adalah bagian-bagian yang mengelilingi inti teknis yang tugasnya adalah meredam ketidakpastian lingkungan, sehingga inti teknis terisolir (tidak terganggu) lingkungan.
Elemen Perbatasan
Elemen perbatasan adalah individu atau satuan perusahaan yang diberi tugas untuk menyelaraskan dan menghubungkan perusahaan dengan lingkungan melalui pertukaran informasi. Tujuan pertukaran informasi adalah untuk mendeteksi dan memproses informasi tentang perubahan lingkungan.
Diferensiasi
Diferensiasi adalah pembedaan orientasi kognitif dan emosional para pejabat dari bagian-bagian dengan fungsi yang berlainan dan perbedaan struktur formal dari bagian-bagian tersebut, sesuai dengan karakteristik lingkungan yang dihadapi.
Integrasi
Integrasi adalah kualitas kerjasama antar bagian dalam organisasi melalui koordinasi dengan tujuan untuk menjembatani perbedaan antar bagian.
2
Pengendalian Lingkungan
Caranya
Merger
Penyatuan usaha dengan perusahaan lain yang menjadi sumber ketidakpastian sehingga pemilikan dan atau pengawasan bersama.
Kontrak (Joint Ventures)
Kontrak atau usaha patungan dapat mengurangi ketidakpastian melalui ikatan bersifat formal (perjanjian) dengan perusahaan lainnya.
Kooptasi
Upaya memasukkan orang-orang penting dan berpengaruh pada lingkungan untuk masuk ke dalam perusahaan.
Iklan dan Humas
Ini merupakan cara tradisional untuk menciptakan hubungan yang baik dengan lingkungan dengan tujuan untuk mempengaruhi pandangan dan pilihan masyarakat.
Asosiasi Pengusaha Sejenis
Melalui asosiasi pengusaha sejenis seringkali dapat memunculkan suatu kekuatan yang cukup besar untuk mempengaruhi lingkungan.
Merubah Bidang Kegiatan
Apabila lingkungan sudah tidak dapat dikendalikan maka cara yang dapat ditempuh adalah dengan merubah bidang kegiatan, sehingga diperoleh kondisi lingkungan yang lebih baik.
Lingkungan eksternal dapat digunakan untuk menentukan Kesempatan (Opportunity) dan Ancaman (Threat) perusahaan.
Visi
“Menjadi perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan produk bermutu, berkualitas, aman untuk dikonsumesi dan menjadi pemimpin di industri makanan.”
Didirikan oleh Sudono Salim pada tahun 1990 dengan nama PT Panganjaya Intikusuma, dan berubah nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur, Tbk sejak tahun 1994.
PT. Indofood Sukses Makmur memiliki 36 pabrik, lebih dari 10 merk dengan 150 rasa dan tipe distributor yang melayani hampir 150.000 oultet. Serta memiliki areal kantor dan pabrik seluas 61.640m2.
Merupakan perusahaan total food solutions.
Pelopor dan menjadi market leader dalam industri makanan olahan di Indonesia.
Awalnya hanya bergerak di bidang pengolahan makanan dan minuman dan sekarang terus mengalami peningkatan bidang usaha.
Kegiatan usaha grup Indofood terdiri dari 4 (empat) grup usaha setrategis yaitu :
1.      Produk Konsumen Bermerek
2.      Bogasari
3.      Minyak Goreng dan Lemak Nabati, dan
4.      Distribusi
“ Menjadi perusahaan transnasional yang dapat membawa nama Indonesia di bidang industri makanan.”
Misi
Analisa Lingkungan Internal dan Eksternal pada PT. Indoffod Sukses Makmur, Tbk
Lingkungan Pesaing
Salah satu kompetitior indomie adalah mie sedap, mie sedap masuk ke pasar dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga yang ditawarkan indomie. Sehingga konsumen yang terpengaruh harga akan lebih memilih mie sedap.
Pesaing indomie di Australia adalah makanan pasta. Tetapi tetap saja indomie dapat lebih unggul karena indomie memiliki ke-khasan rasa dan harga yang lebih murah harga 1 dolar per 3 bungkus, dan penyajiannya juga mudah serta cepat.
Metode promosi yang digunakan adalah terutama melalui iklan di media elektronik dan cetak, mensponsori berbagai acara, serta instalasi iklan billboard secara luas. Indomie sangat dikenal dengan taglinenya, "Indomie Seleraku".Pada tahun 2008 Indomie melakukan inovasi dalam promosinya dengan mengadakan event Indomie Jingle Dare, sebuah ajang kompetisi bagi pelajar tingkatan SMA untuk membuat jingle bagi iklan Indomie.
Lingkungan Pemasok
Grup Indofood merupakan perusahaan “Total Food Solutions”, dengan kegiatan usaha yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di pasar. Sebagai perusahaan terkemuka dalam industri makanan olahan di Indonesia, kegiatan operasional. Grup Indofood didukung oleh sistem distribusi yang ekstensif sehingga produk-produknya
sangat dikenal di seluruh nusantara. Produk-produk Grup Indofood antara lain mi instan, dairy, bumbu penyedap makanan, makanan ringan, makanan bayi, tepung terigu, pasta, biskuit, minyak goreng, margarin dan shortening. Merek-merek produk Grup Indofood merupakan merek terkemuka di pasar domestik, dikenal konsumen sebagai produk berkualitas dengan harga terjangkau dan tersedia di berbagai pelosok Indonesia.
Lingkungan Perantara
Indofood memiliki satu grup tersendiri yang didirikan untuk menangani persoalan distribusi produk-produknya yaitu Grup Distribusi Indofood. Grup Distribusi Indofood berperan penting dalam meningkatkan penjualan produknya. Peningkatan penjualan pada tahun 2007, merupakan hasil kerja keras dari Grup Distribusi Indofood, dan tentu merupakan hasil campur tangan dari bagian lain pula. Indofood dalam pendistribusiannya terfokus pada stock point yang berada pada kawasan strategis, yang dapat menjamin kelancaran distribusi produk menuju pada banyak retail. Penetrasi yang dalam, juga telah dilakukan oleh grup ini dengan menambah stock point, sehingga dapat meningkatkan jumlah retail yang dilayani dan dapat menjangkau wilayah pedesaan.
Produk Indofood merupakan mie instan yang pendistribusiannya dapat dikatakan sudah cukup dalam. Hal tersebut terindikasi dari tersebarnya warung-warung yang khusus menjual indomie yang siap makan. Selain itu, indikasi lainnya adalah keberadaan indomie di warung-warung kecil dan juga di setiap supermarket di pelosok Indonesia. Ditambah pula, saat ini banyak pula restoran-restoran yang menawarkan sajian indomie yang sama persis seperti yang diilustrasikan pada bungkusnya, dan hal tersebut tentu saja menarik perhatian konsumen, terlebih bagi penggemar Indomie.
Analisa Lingkungan Eksternal Umum (Makro)
Lingkungan Ekonomi
Menurut catatan Bursa Efek Jakarta tahun 1994, PT. Indofood berhasil menguasai 90% pasar mie instant di Indonesia. Sedangkan untuk di Australia, Indofood dengan kategori mie instant berhasil menguasai hingga 70%. Oleh karena itu, harga Indomie di Australia sendiri senilai 69 sen atau kurang lebih Rp. 5700,-. Selain Indomie, Indofood memproduksi sejumlah merek mi instan lainnya, seperti Sarimi dan Supermi. Namun, Indomie menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan dari divisi mi instan Indofood. Pada 2009 lalu, total nilai penjualan mi instan meningkat 7,2 persen menjadi Rp11,68 triliun dari Rp10,90 triliun di 2008. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya volume penjualan dan kenaikan harga pada 2008 dan 2009. Peningkatan penjualan dan turunnya biaya produksi menaikkan marjin laba usaha divisi ini menjadi 11,8 persen pada tahun 2009 dari 4,1 persen pada 2008.
Sudah bertahun-tahun PT. Indofood bertahan di pasar Australia bahkan begitu digemari oleh warga Australia. Daur hidup produknyapun, tetap berada di puncaknya bahkan mengalahkan mie instant dari negaranya sendiri maupun negara luar lainnya. Tetapi dengan harga Indomie yang begitu tinggi dibandingkan di Indonesia, perusahaan tetap saja harus membayarkan pajak usaha dari keuntungan yang diperoleh perusahaan. Hingga kini, permintaan Australia terhadap produk PT. Indofood tetap meningkat dari tahun ke tahun. Itu yang membuat perusahaan ini bertahan di pasar Australia hingga sekarang.
Lingkungan Teknologi
Berbagai proses pembuatan Indomie dilakukan menggunakan mesin-mesin canggih berteknologi tinggi, mulai dari proses mixing bahan baku, pressing adonan, slitting untuk membentuk gelombang-gelombang mie, streaming juga sekaligus membunuh bakteri, cutting and folder, frying, cooling hingga memperoleh suhu ± 30°C, dan setelah itu packing.
Dan juga dengan dilengkapi laboratorium peningkatan mutu pangan dengan memperkerjakan staf-staf ahli yang berpengalaman, dengan tidak lupa memperhatikan baku mutu limbah hasil produksinya.
PT. Indofood harus memahami pengaruh perubahan faktor teknologi terhadap kegiatan operasional perusahaan serta pemahaman tentang kemampuan perusahaannya dalam menciptakan produk. Perkembangan teknologi ini, selain dengan menunjang tercapainya tujuan perusahaan dapat juga menjadi ancaman bagi merosotnya produktifitas perusahaan. Perusahaan Indofood yang dibentuk di Australia, pastinya memiliki mesin-mesin canggih untuk memenuhi permintaan masyarakat Australia terhadap Indomie. Teknologi lain seperti internet dan social-network lain juga ditempuh PT. Indofood untuk memasarkan produknya.
Lingkungan Sosial-Budaya
Dari semboyan yang diteguhkan oleh Indofood, Indofood ingin menunjukan bahwa mereka adalah perusahaan yang ingin untuk terus memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen, yang merupakan salah satu faktor penunjang penentu kesuksesan perusahaan. Dengan staf-staf yang ahli pada bidangnya menjadikan Indofood memiliki aset-aset berharga, serta didukung dengan inovasi-inovasi yang terus dikembangkan, untuk mencapai hasil yang optimal dengan mengandalkan kinerja tim.
Faktor sosial dan budaya, menitikberatkan kepada tata nilai dan sikap dari masyarakat. PT. Indofood melihat dan menyesuaikan terlebih dahulu produknya sebelum akhirnya mampu menguasai pasar Australia. Tata nilai dan sikap masyarakat ini akan mempengaruhi gaya hidup masyarakat yang pada gilirannya akan mempengaruhi pada permintaan produk terhadap perusahaan. Dilihat dari budaya Australia yang tidak berbeda jauh dengan Indonesia, serta cita rasa yang telah tertanam di lidah masyarakat Australia dengan lidah Indonesia yang hampir sama, membuat Indofood tidak perlu repot-repot mengubah kemasan atau komposisi pembuatan produknya karena telah sesuai dengan masyarakat Indonesia. Dilihat dari sisi aktifitas masyarakat Australia, mayoritas adalah orang-orang yang sibuk. Yang terlalu focus pada pekerjaan hingga melupakan kepentingan sendiri. Sehingga hal ini menjadi peluang bagi Indofood untuk memasuki pasar Australia.
Lingkungan Politik
Hukum dagang PT. Indofood, yang pada awalnya didirikan dengan nama PT. Panganjaya Intikusuma berdasarkan akta pendirian no.228 yang kemudian diubah dengan akta no. 249, dan akta no.171 tanggal 15 november 1994. Tujuan utama didirikannya PT. Indofood adalah memproduksi makanan olahan (khususnya mie instant), pengolahan gandum menjadi tepung terigu, industri makanan terpadu, distribusi, perkebunan, dan pengolahan kelapa sawit. Dan UU No.5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Sebelum adanya undang-undang ini, Indofood menguasai pangsa pasar 90% disektor mie instan dan 90% tepung terigu nasional melalui Bogasari Flour Mills.
Selain itu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. yang memproduksi Indomie, juga sudah teregistrasi pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Berikut merupakan daftar produk yang teregistrasi: a) MD 227210314207 | Instant Fried Noodles (Khusus Ekspor) Indomie Original Flavour, b) MD 231528088001 | Instant Mie Goreng Satay (Khusus Ekspor) Indomie, c) MD 231528001001 | Instant Noodles - Chicken Pepper Flavour (Khusus Ekspor) Indomie, d) MD 231528004001 | Instant Noodles - Chicken Tikka Flavour (Khusus Ekspor) Indomie, e) MD 231528002001 | Instant Noodles - Spicy Tomato Flavour (Khusus Ekspor).
Lingkungan Alam
PT. Indofood Sukses Makmur terus berupaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup melalui beberapa program yang berbasis lingkungan, antara lain dengan mengoptimalkan penggunaan Fasilitas Pengolahan Limbah yang berfungsi untuk memastikan agar limbah yang dihasilkan memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan, sehingga seluruh pabrik yang dimiliki oleh Perseroan dilengkapi dengan dengan fasilitas pengolahan limbah.
Lingkungan Global
Indomie telah merambah pasar mancanegara, antara lain di Amerika Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa. Dikarenakan luasnya distribusi tersebut, tidak salah bila Indofood dijuluki produsen mie instan terbesar di dunia.
KESIMPULAN
ANALISIS SWOT
ANALISIS SWOT
Mengetaui Opportunity (Kesempatan):
Mengetaui Threat (Ancaman):
Mengetaui Strength (Kekuatan):
Mengetaui Weakness (Kelemahan):
dengan Kuesioner
Berdasarkan hasil-hasil yang didapat dari analisis internal dan eksternal pada Tabel seperti dituliskan di atas, hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut:
1. SKOR KEKUATAN (STRENGTH) = 3,31
2. SKOR KELEMAHAN (WEAKNESS) = -2,6
3. SKOR PELUANG (OPPORTUNITIES) = 3,5
4. SKOR ANCAMAN (THREATS) = -3,15
Dari hasil perhitungan di atas, di dalam perhitungan strateginya memerlukan penegasan dari adanya posisi dalam salib sumbu yaitu antara kekuatan dan kelemahan, maupun peluang dan ancaman yang kesemuanya digambarkan dalam garis-garis positif dan negatif. Hal ini mengakibatkan, skor total kekuatan tetap 3,31, skor total kelemahan menjadi -2,6 sedangkan skor total peluang 3,5 dan skor total ancaman menjadi -3,15.
Dari analisis tersebut di atas bahwasanya faktor kekuatan lebih besar dari faktor kelemahan dan pengaruh dari faktor peluang juga lebih besar dari faktor ancaman. Oleh karena itu posisi PT. Indofood,tbk Indonesia, Tbk berada pada kwadran 1 yang berarti pada posisi PERTUMBUHAN, dimana hal ini menunjukkan kondisi intern PT. Indofood, Tbk yang KUAT, dengan lingkungan yang sedikit MENGANCAM.
Hasil Analisa:
Koordinat Analisis Internal:
(Skor Total Kekuatan – Skor Total Kelemahan) :
2 = (3,31-2,6): 2= 0,355
Koordinat Analisis Eksternal:
(Skor Total Peluang – Skor Total Ancaman) :
2 = (3,5-3,15): 2 = 0,175
Jadi: titik koordinatnya terletak pada (0,355 : 0,175)
*Pada kuadran I ( S O Strategi )
Strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.
Memperkenalkan produk melalui pelayanan terbaik yang Aman dan Andal yang dapat memberikan rasa percaya bagi pelanggan dalam mempertahankan diri menjadi pemimpin pasar.

* Pada kuadran II ( W O Strategi )
Perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.
Memberikan pelayanan yang mempermudah pelanggan dengan terus meningkatkan Teknologi untuk mendongkrak pasar.

* Pada kuadran III ( W T Strategi )
Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.
Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang è Mengedepankan kualitas pelayanan diferensiasi non harga, seperti kualitas, layanan, kecepatan, fleksibilitas, dan sebagainya
* Pada kuadran IV ( S T Strategi )
Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang
Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman. è Perlu dilakukan strategi dalam bentuk kemudahan mendapatkan produk dan penawaran harga murah, serta promosi-promosi yang menarik.

Setelah diketahui titik pertemuan diagonal-diagonal tersebut (X), maka posisi unit usaha diketahui pada kuadran I yaitu kuadran Expansion (Growth) dimana strategi umum yang akan digunakan oleh perusahaan ini adalah Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang.
Sasaran adalah hal yang ingin dicapai oleh individu, grup, atau seluruh organisasi. Sasaran sering pula disebut tujuan. Sasaran memandu manajemen membuat keputusan dan membuat kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan.
Sasaran dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sasaran yang dinyatakan (stated goals) dan sasaran riil. Stated goals adalah sasaran yang dinyatakan organisasi kepada masyarakat luas. Sasaran seperti ini dapat dilihat di piagam perusahaan, laporan tahunan, pengumuman humas, atau pernyataan publik yang dibuat oleh manajemen. Seringkali stated goals ini bertentangan dengan kenyataan yang ada dan dibuat hanya untuk memenuhi tuntutan stakeholder perusahaan. Sedangkan sasaran riil adalah sasaran yang benar-benar dinginkan oleh perusahaan. Sasaran riil hanya dapat diketahui dari tindakan-tindakan organisasi beserta anggotanya.
Full transcript