Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

teori masuknya islam di indonesia

No description
by

asri dewi

on 18 May 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of teori masuknya islam di indonesia

Berbagai Teori Masuknya Islam Ke Nusantara
1. Teori Gujarat
2. Teori Persia
3. Teori Makkah
4. Teori Benggali
5. Teori Cina

Teori Persia
Teori Gujarat
Teori Makkah/ Arabia
Teori Masuknya Islam Ke Nusantara
Pencetus teori ini adalah P.A. Hoesein Djajadiningrat. Teori ini berpendapat bahwa agama Islam yang masuk ke nusantara berasal dari Persia, singgah ke Gujarat, Waktunya sekitar abad ke-13.
Teori ini bersandarkan pada adanya
kesamaan budaya
yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam dengan penduduk Persia.
Fokus ajaran teori ini berbeda dengan teori Gujarat dan Makkah, sekalipun mempunyai kesamaan masalah Gujaratnya, serta madzab Syafi’I-nya.
Lebih Menitik beratkan kepada kebudayaan masyarakat yang sama.
Kesamaan Budayanya Antara Lain:
1. Peringatan 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringatan Syi’ah atas syahidnya Husein. Peringatan ini berbentuk pembuatan bubur syura. Di Minangkabau bulan Muharram disebut bulan Hasan-Husein. Di Sumatera tengah sebelah barat disebut bulan Tabut.
2. Adanya kesamaan ajaran antara Syaikh Siti Jenar dengan ajaran Sufi Iran-Hallaj, sekalipun al-Hallaj telah meninggal pada 310 H / 922 M, tetapi ajarannya berkembang terus dalam bentuk puisi, sehingga memungkinkan Syeikh Siti Jenar yang hidup pada abad ke-16 dapat mempelajarinya.
3. penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab, untuk tanda-tanda bunyi harakat dalam pengajian al-Qur’an tingkat awal.
4.Nisan pada makam Malik Saleh (1297) dan makam Malik Ibrahim (1419) di Gresik di pesan dari Gujarat. Dalam hal ini teori Persia mempunyai kesamaan muthlak dengan teori Gujarat.
Kekurangan Teori Persia
Bila kita berpedoman pada masuknya Islam ke Nusantara pada abad ke-7, hal ini berarti terjadi pada masa kekuasaan Khalifah Umayyah.
Saat itu kepemimpinan Islam di bidang politik, ekonomi, dan kebudayaan berada di tangan bangsa Arab sedangkan pusat pergerakan Islam berkisar di Makkah, Madinah, Damaskus, dan Bagdad, jadi belum mungkin Persia menduduki kepemimpinan dunia Islam.
Pijnappel merupakan salah seorang sarjana yang mengkemukakan teori ini.
Dia mengaitkan asal-muasal Islam di Indonesia dengan daerah Gujarat dan Malabar.
Menurutnya, orang-orang Arab bermazhaf Syafi’i bermigrasi dan menetap di wilayah India tersebut yang kemudian membawa Islam ke Nusantara.
Snouck Hurgronje lalu mengembangkan teori ini.
Dia berpendapat bahwa ketika Islam berpijak kokoh di India, banyak orang muslim yang tinggal di sana sebagai pedagang perantara dalam perdagangan Timur Tengah dengan Nusantara. Kemudian mereka datang ke dunia Melayu (Indonesia) sebagai para penyebar Islam pertama.
Dia mengatakan bahwa abad ke-12 sebagai periode paling mungkin dari permulaan penyebaran Islam di Nusantara.
Bukti teori:
Batu nisan yang terdapat di Pasai, salah satunya makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik dan juga terdapat di Jawa Timur, ternyata sama bentuknya dengan batu nisan yang terdapat di Cambay, Gujarat. Dengan beberapa alasan tersebut bisa disimpulkan bahwa Islam di Nusantara berasal dari India.
penganut teori ini merujuk nama Muhammad Fakir dari Malabar sebagai pembawa agama Islam ke Nusantara.
Di antara pendukung teori ini adalah W. F. Stutterheim.
Bukti Teori:
Sejak tahun 674 telah terdapat perkampungan-perkampungan orang Arab di barat laut Sumatra, yaitu Barus, suatu daerah penghasil kapur terkenal.
pendukung teori ini adalah Van Leur dan Hamka.
Dalam teori ini disebutkan, bahwa Islam yang masuk ke Indonesia datang langsung dari Mekah atau Madinah.
Waktu kedatangannya pun bukan pada abad ke-12 atau 13, melainkan pada awal abad ke-7. Artinya, menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia pada awal abad Hijriah, bahkan pada masa Khulafaur Rasyidin.
Pendukung teori ini menyatakan bahwa kelompok penduduk Nusantara pertama yang masuk Islam menganut mazhab Syafi'i yang merupakan mazhab istimewa di makiyah.
Bahkan, penganut teori ini menyebutkan nama Sjech Ismail dari Makiyah sebagai penyebarnya.
Teori Benggali
Teori yang dikembangkan Fatimi menyatakan bahwa Islam datang dari Benggali (Bangladesh). Dia mengutip keterangan Tome Pures yang mengungkapkan bahwa kebanyakan orang terkemuka di Pasai adalah orang Benggali atau keturunan mereka. Dan, Islam muncul pertama kali di semenanjung Malaya dari arah pantai Timur, bukan dari Barat (Malaka)
Teori Cina
Islam disebarkan dari Cina telah dibahas oleh SQ Fatimi.[13] Beliau mendasarkan torinya ini kepada perpindahan orang-orang Islam dari Canton ke Asia tenggara sekitar tahun 876 . Perpindahan ini dikarenakan adanya pemberontakan yang mengorbankan hingga 150.000 muslim. Menurut Syed Naguib Alatas, tumpuan mereka adalah ke Kedah dan Palembang
Full transcript